Terpesona

...~Happy Reading~...

Menempuh perjalanan hampir dua puluh menit, karena tidak macet. Kini, Nasya dan Yoga sudah sampai di sebuah perusahaan yang begitu besar dan tinggi. Ini adalah kali pertama Nasya melihat dan datang ke kantor majikan nya. Tidka hanya melihat, namun kini ia bisa masuk dan menjelajah hingga lantai tertinggi.

Selama perjalanan, Nasya sudah tidak mendengarkan perkataan Yoga. Matanya hanya fokus menatap pemandangan sekitar yang menurutnya sangat mengagumkan.Ketika memasuki lift, Nasya semakin di buat terkagum karena bisa ia bisa melihat dengan jelas pemandangan kota, karena dingin dari lift itu sebagian adalah kaca.

“Yoga,” panggil Nasya tanpa menatap ke arah sang empu nya, “Kalau nanti setelah lulus kuliah, aku berhenti mengasuh si kembar, terus aku melamar disini. Apakah aku di terima?” tanya Nasya dengan wajah berbinar.

Ia begitu jatuh cinta dengan kantor majikan nya, dan berharap suatu saat dirinya bisa bekerja di sebuah perusahaan sebesar itu, batin nya.

“Sya, kamu dengerin aku gak dari tadi?” kata Yoga malah balik bertanya.

“Apa? Memang nya kamu tanya apa? BUkankah aku yang bertanya ya?” ucap Nasya mengerutkan dahi nya, dan kini ia menatap ke arah Yoga.

Yoga pun menghela nafas nya dengan berat, ketika tahu bahwa sejak tadi Nasya mnegabaikan nya, “Sudahlah, lupakan.”

“Dih, kamu kenapa si Ga? Jangan kaya Ryana deh, tukang ngambek,” ucap Nasya kembali mendengus sebal.

Ting!

Belum sempat Yoga mengulang kata- kata nya, kini lift sudah sampai di lantai dua puluh, tempat dimana ruangan Adnan berada.

Nasya dan Yoga langsung di sambut oleh meja sekertaris yang berada di depan ruangan Adnan,namun meja itu terlihat kosong, sehingga membuat Yoga langsung mengajak Nasya untuk masuk begitu saja, namun sebelum itu, ia mengetuk pintu nya terlebih dulu.

Tok .. tok .. tok ..

“Masuk!” seru seseornag dari dalam ruangan yang tak lain adalah Adnan.

“Bang, Nasya mau nganterin pesenan abang. Jadi, sekarang aku langsung jalan ya,” ujar Yoga langsung pamit mengundurkan diri.

“Hemm,” jawab Adnan tanpa menatap ke arah Adnan, karena kini ia maish begitu sibuk dengan beberapa berkas di meja nya. “Sya, kamu letakkan saja makanan nya di meja sana. “

Nasya menganggukkan kepala nya, lalu ia segera meletakkan kotak bekal yang ia bawa di atas meja. Baru saja dirinya hendak berpamitan, lagi lagi matanya di buat terpana oleh pemandangan yang sangat menakjubkan matanya.

“Woahhh!” seru nya langsung berlari menghampiri sebuah dinding kaca yang begitu besar yang berada tepat di belakang kursi kerja Adnan. Tanpa memperdulikan majikan nya, Nasya langsung melewati nya begitu saja dan melihat pemandangan dari sana.

“Bagus banget, aku pengen kerja disini. Semangat Nasya, kamu harus bisa lulus dengan nilai terbaik. Biar kamu bisa bekerja disini,” gumam nya begitu bersemangat untuk menyelesaikan kuliah nya.

Tanpa ia sadari, sejak tadi smeua perlakuan nya mampu mengundang perhatian Adnan dari berkas berkas nya. Ia memutar kursi nya dan menyandarkan kepala nya pada sandaran kursi. Dengan tangan yang ia lipat di dada terus memperhatikan gerak gerik Nasya yang selalu bergumam dan sesekali terkekeh.

Entah mengapa, setiap dirinya melihat Nasya tersenyum atau mendengar kekehan nya, membuat Adnan ikut tersenyum tipis. Lucu memang, dan itu mengingatkan nya dnegna tingkah putri kecil nya.

“Baiklah, ayo kita—“

Deg!

Seketika Nasya langsung menghentikan ucapan nya, ketika ia berbalik dan melihat Adnan yang tengah menatap nya dengna sneyuman manis di bibir nya. Memang ini bukan kali pertama ia melihat majikan nya tersenyum. Namun, ini adalah kali pertama Nasya melihat majikan nya tersenyum ke arah nya. Biasanya, Nasya akan melihat Adnan tersneyum bisa bersama dengan kedua anak nya.

“Maaf pak, apakah saya lucu? Sampai buat Bapak tersenyum begitu?” tanya Nasya polos, seketika mampu melunturkan senyum di wajah Adnan dan langsung terganti dengna raut wajah datar, menutupi kegugupan nya.

Terpopuler

Comments

flowers city

flowers city

🤣😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣

2023-11-01

2

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

bagus thour ceritanya, visual dink thour

2023-03-30

0

Dara Utami

Dara Utami

terpesona oh terseponaaa😂😂😂

2023-02-21

0

lihat semua
Episodes
1 Nasya Andira
2 Gadis kuat
3 Pasar
4 Ryan dan Ryana
5 Sarapan
6 Kerusuhan dua R
7 Bertemu dua R
8 Tawaran ke Jakarta
9 Perkenalan
10 Serba bisa
11 Ulah Ryana
12 Pengen nangis
13 Kuliah
14 Tiga anak
15 Quality time
16 Kesal tanpa sebab
17 Sarapan bersama
18 Membuat bekal
19 Terpesona
20 Bingung
21 Sensitif
22 Mie instan
23 Tragedi mie instan
24 Seperti bebek
25 Ngawur
26 Bosan
27 Bertengkar
28 Pengen kabur
29 kesombongan Ajeng
30 Kemarahan Ajeng
31 Barbie
32 Pengumuman Give Away
33 Normal
34 Utang atau Kredit
35 Cantik
36 Konsentrasi
37 Tidur bersama
38 Makan malam
39 Kedatangan Olin
40 Berebut mie instan
41 Sakit
42 Roti tawar
43 Jualan roti tawar
44 Salah paham
45 Salah paham II
46 Mencuci
47 Takut
48 Ya sudah
49 Resmi
50 Duda labil
51 Lembur
52 Duda posesif
53 Camping dadakan
54 Jangan Marah lagi
55 Malu
56 Dilema
57 Kepergok
58 Diamnya Ryana
59 Mulut pedas Ryana
60 Mengalah
61 Pilihan Sulit
62 Sahabat
63 Move on
64 Abay
65 Ke sekolah
66 Bertemu
67 Mencoba kuat
68 Melupakan
69 Nuna
70 Pulang kampung
71 Permintaan Ryan
72 Menghindar
73 Pertukaran Mahasiswa
74 Ingin pamit
75 Ingin es krim
76 Tanah sengketa
77 Rumah sakit
78 Ajakan
79 Minta maaf
80 Happy Ending
81 Menikah dengan pak Duda
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Nasya Andira
2
Gadis kuat
3
Pasar
4
Ryan dan Ryana
5
Sarapan
6
Kerusuhan dua R
7
Bertemu dua R
8
Tawaran ke Jakarta
9
Perkenalan
10
Serba bisa
11
Ulah Ryana
12
Pengen nangis
13
Kuliah
14
Tiga anak
15
Quality time
16
Kesal tanpa sebab
17
Sarapan bersama
18
Membuat bekal
19
Terpesona
20
Bingung
21
Sensitif
22
Mie instan
23
Tragedi mie instan
24
Seperti bebek
25
Ngawur
26
Bosan
27
Bertengkar
28
Pengen kabur
29
kesombongan Ajeng
30
Kemarahan Ajeng
31
Barbie
32
Pengumuman Give Away
33
Normal
34
Utang atau Kredit
35
Cantik
36
Konsentrasi
37
Tidur bersama
38
Makan malam
39
Kedatangan Olin
40
Berebut mie instan
41
Sakit
42
Roti tawar
43
Jualan roti tawar
44
Salah paham
45
Salah paham II
46
Mencuci
47
Takut
48
Ya sudah
49
Resmi
50
Duda labil
51
Lembur
52
Duda posesif
53
Camping dadakan
54
Jangan Marah lagi
55
Malu
56
Dilema
57
Kepergok
58
Diamnya Ryana
59
Mulut pedas Ryana
60
Mengalah
61
Pilihan Sulit
62
Sahabat
63
Move on
64
Abay
65
Ke sekolah
66
Bertemu
67
Mencoba kuat
68
Melupakan
69
Nuna
70
Pulang kampung
71
Permintaan Ryan
72
Menghindar
73
Pertukaran Mahasiswa
74
Ingin pamit
75
Ingin es krim
76
Tanah sengketa
77
Rumah sakit
78
Ajakan
79
Minta maaf
80
Happy Ending
81
Menikah dengan pak Duda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!