Kesal tanpa sebab

...~Happy Reading~...

“Permisi Pak,” ujar Nasya sedikit menundukkan kepala lalu pergi melewati Adann.

Namun, belum sempat ia melewati laki laki itu, Adann lebih dulu menghentikan langkah Nasya.

“Saya mengizinkan mu kuliah, bukan untuk berpacaran. Saya memang tidak melarang kamu untuk pacaran, tapi, kamu bisa pergi ketika kamu libur! Namun, tidak sampai se larut ini juga. Kamu bekerja di rumah saya, dan itu sudah menjadi tanggung jawab saya bila terjadi apapun sama kamu! Jadi tolong hargai saya!” ucap Adann panjang lebar dan seperti terlihat kesal pada Nasya. “Dari tadi anak- anak sudah mencari kamu sampai Ryan tidak mau tidur karena ingin menunggu kamu. Tapi ternyata kamu malah asik pacaran!”

“Hah!” Seketika Nasya langsung menatap majikan nya dengan tatapan bingung.

Bagaimana tidak, kapan dirinya berpacaran coba? Pikir Nasya semakin bingung, bahkan ia sampai menggaruk kepala nya yang tidak gatal karena memikirkan laki laki mana yang mau berpacaran dengan nya.

“Saya pacaran dengan siapa Pak? Yoga?” kata Nasya malah balik bertanya, “Saya dan Yoga hanya berteman kok Pak, gak lebih.” Imbuh nya polos, karena mengira bahwa bos nya menduga bahwa dirinya berpacaran dengan Yoga.

“Lagipula, bukankah Yoga sedang berlibur ya Pak? Saya saja tidak tahu dimana kemana dan sama siapa, saya—“ ucap Nasya langsung terhenti ketika Adnan segera memotong pembicaraan nya.

“Kenapa jadi Yoga? Kamu suka sama dia?” tanya Adnan sekali lagi semakin membuat Nasya di landa kebingungan.

“Tadi bapak yang bilang saya asik pacaran. Ya saya pacaran sama siapa? Cowok yang deket sama saya, cuma ada Yoga, dan saya gak pacaran sama dia.” Kata Nasya yang semakin merasa pusing.

“Sudahlah, lebih baik kamu istirahat. Besok anak anak kesiangan!” cetus Adnan lalu ia segera mendahului Nasya untuk pergi ke kamar nya.

“Ih, kenapa sih? Sekarang aku tahu kenapa sifat Ryana seperti itu, ya karena dari bapak nya,” gerutu Nasya begitu kesal, lalu ia pergi menuju kamar nya sendiri untuk istirahat.

Sementara Adnan yang melihat Nasya sudah pergi lebih dulu ke dalam kamar, merasa sangat kesal hingga membuat nya mengepalkan tangan. Ia mencoba menarik nafas nya dalam dan mengusap wajah nya dengan kasar.

‘Dasar bocah!’ untuk pertama kalinya, Adnan mengumpat seorang pekerja nya, dan itu hanya karena melihat pekerja nya berciuman dengan laki- laki lain di dalam mobil.

‘Come on Adnan, ada apa dengan mu!” jerit nya dalam hati begitu frustasi.

...🍁🍁🍁🍁...

Pagi hari, seperti biasa Nasya membantu mbok Yem untuk menyiapkan sarapan. Karena dua R hanya mau makan masakan nya, jadilah sejak beberapa minggu terakhir ini, Nasya yang selalu membuat sarapan untuk mereka.

“Mbok, si Yoga kemana sih? Kok dia gak kelihatan?” tanya Nasya ketika sedang memasak bersama mbok Yem.

“Setiap beberapa bulan sekali, ia akan libur Ra. Mau ngerayain ulang tahun,” jawab mbok yem sedikit menghela nafas berat.

“Ulang tahun? Kok ulang tahun beberapa bulan sekali sih? Bukankah kalau ulang tahun—“

“Ulang tahun ayah nya, ibu nya dan adik nya, mereka gak bersamaan dalam satu hari Nasya. Jadi setiap ada tanggal istimewa itu, maka Yoga akan izin dua hari paling lama,” jelas mbok Yem panjang lebar membuat Nasya mengangguk paham.

Setelah selesai menyiapkan sarapan, Nasya segera mandi dan mengganti pakaian baru sebelum mulai membangunkan anak bayi besar nya, yakni Ryan dan Ryana.

Oh ya, kini kamar keduanya sudah terpisah, Ryan sudah Pindah ke kamar sebelah nya. Dan kini, tugas Nasya setiap malam harus menemani Ryana sampai tertidur lelap barulah dia mau di tinggal. Ya, meskipun terkadang Ryana sangat menjengkelkan, namun tetap saja ia membutuhkan keberadaan Nasya untuk menemani nya.

Tok tok tok ...

“Ryan bangun yuk,” panggil Nasya mengetuk kamar Ryan, tak butuh waktu lama, anak laki laki itu sudah terbangun dan menyaut dari dalam kamar.

Nasya membiarkan nya, ia tidak perlu masuk ke kamar Ryan. Namun berbeda dengan Ryana yang harus di bangunkan secara langsung, tidak bisa bila hanya dari ketukan pintu.

“Ryana, bangun yuk. Kita sekolah, hari ini ada kesenian loh, yuk bangun dulu,” bisik Nasya sambil mengusap kepala Ryana dengan begitu lembut.

“Mau mandi sama kak Nasya,” gumam gadis kecil itu namun masih dengan mata terpejam nya.

“Masa sudah besar mandi sama kakak sih?” celetuk Nasya sedikit terkekeh.

“Ryana mau mandi bareng,” rengek nya dan kini anak itu sudah mengalungkan tangan nya pada leher Nasya, hingga mau tak mau akhirnya Nasya menggendong tubuh Ryana ke kamar mandi.

‘Sepertinya, anak ini habis mimpi bertemu wangsit, karena bisa berubah se manja ini sama aku,’ gumam Nasya terkekeh dalam hati nya.

Terpopuler

Comments

IG - @ Mommy_ar29🦋

IG - @ Mommy_ar29🦋

kok pda bingung sih? emng klo keluarga udh meninggal gk boleh ngerayain ultah ya?
meski gk mom jelasin, kan bisa aja Yoga ngerayain di kuburan. dan meski rumahnya kebakaran, kan cuma rumah, masih ada tanah nya. bisa aja Yoga bangun rumah lgi, buat mengenang keluarganya, masa gitu aja gak pada paham sih 😭😭😭😭

2024-11-17

0

Nami chan

Nami chan

ooo gegara cipika cipiki 🤣

2024-05-03

2

Nami chan

Nami chan

ternyata tau kan pabrik sifat ryanaa 🤣

2024-05-03

2

lihat semua
Episodes
1 Nasya Andira
2 Gadis kuat
3 Pasar
4 Ryan dan Ryana
5 Sarapan
6 Kerusuhan dua R
7 Bertemu dua R
8 Tawaran ke Jakarta
9 Perkenalan
10 Serba bisa
11 Ulah Ryana
12 Pengen nangis
13 Kuliah
14 Tiga anak
15 Quality time
16 Kesal tanpa sebab
17 Sarapan bersama
18 Membuat bekal
19 Terpesona
20 Bingung
21 Sensitif
22 Mie instan
23 Tragedi mie instan
24 Seperti bebek
25 Ngawur
26 Bosan
27 Bertengkar
28 Pengen kabur
29 kesombongan Ajeng
30 Kemarahan Ajeng
31 Barbie
32 Pengumuman Give Away
33 Normal
34 Utang atau Kredit
35 Cantik
36 Konsentrasi
37 Tidur bersama
38 Makan malam
39 Kedatangan Olin
40 Berebut mie instan
41 Sakit
42 Roti tawar
43 Jualan roti tawar
44 Salah paham
45 Salah paham II
46 Mencuci
47 Takut
48 Ya sudah
49 Resmi
50 Duda labil
51 Lembur
52 Duda posesif
53 Camping dadakan
54 Jangan Marah lagi
55 Malu
56 Dilema
57 Kepergok
58 Diamnya Ryana
59 Mulut pedas Ryana
60 Mengalah
61 Pilihan Sulit
62 Sahabat
63 Move on
64 Abay
65 Ke sekolah
66 Bertemu
67 Mencoba kuat
68 Melupakan
69 Nuna
70 Pulang kampung
71 Permintaan Ryan
72 Menghindar
73 Pertukaran Mahasiswa
74 Ingin pamit
75 Ingin es krim
76 Tanah sengketa
77 Rumah sakit
78 Ajakan
79 Minta maaf
80 Happy Ending
81 Menikah dengan pak Duda
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Nasya Andira
2
Gadis kuat
3
Pasar
4
Ryan dan Ryana
5
Sarapan
6
Kerusuhan dua R
7
Bertemu dua R
8
Tawaran ke Jakarta
9
Perkenalan
10
Serba bisa
11
Ulah Ryana
12
Pengen nangis
13
Kuliah
14
Tiga anak
15
Quality time
16
Kesal tanpa sebab
17
Sarapan bersama
18
Membuat bekal
19
Terpesona
20
Bingung
21
Sensitif
22
Mie instan
23
Tragedi mie instan
24
Seperti bebek
25
Ngawur
26
Bosan
27
Bertengkar
28
Pengen kabur
29
kesombongan Ajeng
30
Kemarahan Ajeng
31
Barbie
32
Pengumuman Give Away
33
Normal
34
Utang atau Kredit
35
Cantik
36
Konsentrasi
37
Tidur bersama
38
Makan malam
39
Kedatangan Olin
40
Berebut mie instan
41
Sakit
42
Roti tawar
43
Jualan roti tawar
44
Salah paham
45
Salah paham II
46
Mencuci
47
Takut
48
Ya sudah
49
Resmi
50
Duda labil
51
Lembur
52
Duda posesif
53
Camping dadakan
54
Jangan Marah lagi
55
Malu
56
Dilema
57
Kepergok
58
Diamnya Ryana
59
Mulut pedas Ryana
60
Mengalah
61
Pilihan Sulit
62
Sahabat
63
Move on
64
Abay
65
Ke sekolah
66
Bertemu
67
Mencoba kuat
68
Melupakan
69
Nuna
70
Pulang kampung
71
Permintaan Ryan
72
Menghindar
73
Pertukaran Mahasiswa
74
Ingin pamit
75
Ingin es krim
76
Tanah sengketa
77
Rumah sakit
78
Ajakan
79
Minta maaf
80
Happy Ending
81
Menikah dengan pak Duda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!