Membuat bekal

...~Happy Reading~...

Seperti biasa, setelah mengantarkan anak- anak nya ke sekolah. Kini Adnan langsung menuju kantor nya bersama dengan Yoga. Nasya tidak ikut, karena ada kelas nya siang. Maka dari itu, Adnan menyuruh Nasya untuk masak di rumah, dan ketika nanti akan berangkat ke kampus harus mengantarkan ke kantor nya karena memang satu arah.

Dan kini, Nasya di buat pusing sendiri karena tidak tahu selera bos nya seperti apa. Selama ini ia masak hanya untuk anak anak asuh nya, bukan untuk bapak nya. Dan untuk masakan nya sehari- hari ia tidak begitu pusing, karena suka tidak suka, apapun yang ia masak, anak anak masih mudah di tipu dan paksa agar tetap makan.

Sangat tidak mungkin bukan, bila ia memaksa Adnan untuk tetap menyukai masakan nya jika tidak enak nanti. Itulah yang membuat Nasya begitu bingung dan frustasi.

“Kamu masak apa aja pasti di makan kok Sya. Karena pak Adnan tidak pernah memilih makanan, hanya saja jangan terlalu berminyak karena dia sangat menjaga kesehatan dan tidak terlalu suka dengan minyak dan santan.” Kata mbok Yem menghampiri Nasya yang kini sedang berjongkok di depan kulkas, meneliti bahan bahan makanan satu persatu.

“Jangan minyak dan santan?” gumam Nasya membeo dan kembali berfikir, “Tapi makanan di goreng, dia masih makan kan mbok?” tanya Nasya lagi.

“Makan, hanya saja jangan terlalu berminyak. Hemm, gimana ya? Makanan berminyak tahu kan kaya, mungkin masakan padang. Itu terlalu banyak minyak dan santan, dan seperti itu pak Adnan gak bisa. Tapi kalau hanya ayam ikan atau apa yang di goreng, dia masih makan walau tidak banyak,” ujar mbok Yem membuat Nasya mengangguk paham.

“Tapi waktu itu, Nasya pernah lihat pak Adnan makan di restauran padang, loh Mbok,” kata Nasya langsung menoleh dan mendongak ke arah mbok Yem.

“Kamu ini ngawur ya Sya. Makanan padang segitu enak nya kok, siapa yang bisa menolaknya. Hanya saja pak Adnan tidak berani makan terlalu sering, hanya sesekali itupun pasti ada yang memaksa nya makan,” ucap mbok Yem yang memamg sudah sangat hafal dengan pola hidup Adnan, “Tapi, kalau ada makanan lain pasti dia akan memilih makanan yang lebih sehat.”

“Oh begitu, ya sudah. Kayaknya Nasya sudah tahu mau masak apa!”

Dengan penuh semangat empat lima, Nasya mulai mengambil beberapa bahan makanan di kulkas dan membawa nya ke meja untuk ia bersihkan. Mengupas dan memotong, Naysa terlihat begitu lihai untuk mengolah beberapa bahan yang ada di depan nya menjadi menu spesial untuk pak bos nya.

Setelah beberapa waktu berlalu, Nasya sudah menyelesaikan masakan nya, ia segera menata nya pada sebuah kotak bekal. Sembari menunggu makanan nya tidak terlalu panas. Nasya segera mandi dan bersiap untuk ke kantor dan kampus tentu nya.

“Sya, udah siap?” tanya Yoga ketika baru saja keluar dari mobil dan melihat Nasya terlihat berjalan terburu buru ketika keluar dari rumah.

“Yoga, kok disini? Gak kerja?” tanya Nasya ketika sudah berhenti di depan Yoga.

“Iya ini aku sedang bekerja Sya, bang Adnan nyuruh aku jemput kamu. Takut kamu nyasar ke kantor nya nanti,” jawab Yoga dan di balas anggukan kepala oleh Nasya.

“Kalau begitu, kenapa gak kamu aja yang bawa makanan ini ke kantor. Sementara aku bisa langsung kuliah!” ujar Nasya memberikan saran, namun dengan cepat Yoga menggelengkan kepala nya.

“Kamu harus antar kan sendiri. Karena habis aku mengantarkan mu, aku harus pergi dulu, dan aku cukup buru buru sebenarnya,” kata Yoga sambil melirik ke arah jam tangan nya.

Nasya pun tidka punya pilihan lain, ia hanya bisa menghela nafas nya kasar lalu segera mengikuti Yoga masuk mobil menuju kantor Adnan.

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

Dari mulut nanti turun k hati, coba kita liat reaksi Duren

2023-03-30

2

Nur Cahya

Nur Cahya

sepertinya si yoga paham deh sama keinginan bos nya

2023-01-26

0

Jumadin Adin

Jumadin Adin

itu modusnya pak duda suruh antar makan siang ke kantor

2022-11-16

0

lihat semua
Episodes
1 Nasya Andira
2 Gadis kuat
3 Pasar
4 Ryan dan Ryana
5 Sarapan
6 Kerusuhan dua R
7 Bertemu dua R
8 Tawaran ke Jakarta
9 Perkenalan
10 Serba bisa
11 Ulah Ryana
12 Pengen nangis
13 Kuliah
14 Tiga anak
15 Quality time
16 Kesal tanpa sebab
17 Sarapan bersama
18 Membuat bekal
19 Terpesona
20 Bingung
21 Sensitif
22 Mie instan
23 Tragedi mie instan
24 Seperti bebek
25 Ngawur
26 Bosan
27 Bertengkar
28 Pengen kabur
29 kesombongan Ajeng
30 Kemarahan Ajeng
31 Barbie
32 Pengumuman Give Away
33 Normal
34 Utang atau Kredit
35 Cantik
36 Konsentrasi
37 Tidur bersama
38 Makan malam
39 Kedatangan Olin
40 Berebut mie instan
41 Sakit
42 Roti tawar
43 Jualan roti tawar
44 Salah paham
45 Salah paham II
46 Mencuci
47 Takut
48 Ya sudah
49 Resmi
50 Duda labil
51 Lembur
52 Duda posesif
53 Camping dadakan
54 Jangan Marah lagi
55 Malu
56 Dilema
57 Kepergok
58 Diamnya Ryana
59 Mulut pedas Ryana
60 Mengalah
61 Pilihan Sulit
62 Sahabat
63 Move on
64 Abay
65 Ke sekolah
66 Bertemu
67 Mencoba kuat
68 Melupakan
69 Nuna
70 Pulang kampung
71 Permintaan Ryan
72 Menghindar
73 Pertukaran Mahasiswa
74 Ingin pamit
75 Ingin es krim
76 Tanah sengketa
77 Rumah sakit
78 Ajakan
79 Minta maaf
80 Happy Ending
81 Menikah dengan pak Duda
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Nasya Andira
2
Gadis kuat
3
Pasar
4
Ryan dan Ryana
5
Sarapan
6
Kerusuhan dua R
7
Bertemu dua R
8
Tawaran ke Jakarta
9
Perkenalan
10
Serba bisa
11
Ulah Ryana
12
Pengen nangis
13
Kuliah
14
Tiga anak
15
Quality time
16
Kesal tanpa sebab
17
Sarapan bersama
18
Membuat bekal
19
Terpesona
20
Bingung
21
Sensitif
22
Mie instan
23
Tragedi mie instan
24
Seperti bebek
25
Ngawur
26
Bosan
27
Bertengkar
28
Pengen kabur
29
kesombongan Ajeng
30
Kemarahan Ajeng
31
Barbie
32
Pengumuman Give Away
33
Normal
34
Utang atau Kredit
35
Cantik
36
Konsentrasi
37
Tidur bersama
38
Makan malam
39
Kedatangan Olin
40
Berebut mie instan
41
Sakit
42
Roti tawar
43
Jualan roti tawar
44
Salah paham
45
Salah paham II
46
Mencuci
47
Takut
48
Ya sudah
49
Resmi
50
Duda labil
51
Lembur
52
Duda posesif
53
Camping dadakan
54
Jangan Marah lagi
55
Malu
56
Dilema
57
Kepergok
58
Diamnya Ryana
59
Mulut pedas Ryana
60
Mengalah
61
Pilihan Sulit
62
Sahabat
63
Move on
64
Abay
65
Ke sekolah
66
Bertemu
67
Mencoba kuat
68
Melupakan
69
Nuna
70
Pulang kampung
71
Permintaan Ryan
72
Menghindar
73
Pertukaran Mahasiswa
74
Ingin pamit
75
Ingin es krim
76
Tanah sengketa
77
Rumah sakit
78
Ajakan
79
Minta maaf
80
Happy Ending
81
Menikah dengan pak Duda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!