Tawaran ke Jakarta

...~Happy Reading~...

Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat. Hari kelulusan sudah tiba, Nasya pun harus melepaskan kepergian dua sahabat nya untuk ke kota yang lebih besar agar bisa menggapai cita cita nya. Sementara dirinya, hanya bisa berdiam diri di kota nya sembari menunggu waktu itu tiba.

Iya, waktu itu tiba, waktu untuk nya bisa sukses seperti harapan nya. Apakah bisa? Sementara dirinya hanya bekerja sebagai pegawai warung makan kecil, gaji nya saja hanya cukup untuk nya membayar listrik serta makan sehari hari. Untuk biaya wisuda tempo hari, Nasya dengan terpaksa kembali kasbon kepada Olin dan seperti biasa akan di potong dari gajinya setiap bulan.

“Nasya, kamu gak mau ikut ke jakarta juga?” tanya Olin membuka suara, kini keduanya sedang menyiapkan sayuran yang akan ia gunakan untuk memasak nanti.

“Enggak, Olin. Kalau Nasya pergi, kasihan nanti Abay sendiri,” jawab Nasya terkekeh melirik ke arah Abay.

“Kamu gak mau kuliah?” tanya Olin lagi.

“Astaga Olin, siapa sih yang gak mau kuliah, hihihi. Tapi Nasya sadar diri Olin, darimana uang sebanyak itu, “ kata Nasya tertawa, namun Olin tahu di balik tawa di bibir Nasya pasti menyimpan sebuah angan yang cukup besar.

“Apa kamu mau bekerja di Jakarta?” Seketika tawa Nasya langsung terhenti, ia menatap Olin dengan wajah yang sulit di mengerti.

“Kerja apa, Olin?’ tanya Nasya mengerutkan dahi.

“Bagaimana kalau mengasuh dua R. Ayah nya kuwalahan menjaga mereka, dan saya lihat waktu kamu dan mereka berinteraksi, sepertinya mereka cocok dengan mu,” kata Olin namun Nasya masih terdiam.

“Begini Nasya, sejak mereka kecil mereka tidak pernah di asuh oleh orang luar. Dulu ada nenek nya di sana, tapi sejak nenek nya meninggal, mereka sendiri. Setiap kali Adnan mencari pengasuh tidak akan ada yang betah. Mereka tidak bisa menerima orang baru. Dan pembantu di rumah nya hanya ada satu orang karena tidak ada yang betah bekerja di sana. Nah, menurut yang saya lihat saat itu, kamu begitu mudah akrab dengan mereka. Maka dari itu saya menawarkan kamu untuk bekerja di sana. Kamu bisa sambil kuliah di sana. Kamu begitu pandai membagi waktu, pasti kamu bisa menghandle pekerjaan dan waktu kuliah kamu,” jelas Olin panjang lebar.

Ini kesempatan bagus untuk Nasya, namun entah mengapa ia merasa sedikit ragu. Bukan apa, tapi bekerja sebagai pengasuh, sepertinya kurang tepat untuk nya. Dan ia kembali mengingat sifat Ryana yang sulit untuk menerima prang baru. Meskipun waktu itu mereka sempat bercanda dan bermain bersama, namun mengingat kembali pendekatan mereka yang cukup sulit. Sepertinya Nasya juga akan kewalahan, di tambah menurut kata kata Olin, dua anak itu sangat ajaib dan bisa membuat para pekerja di rumah nya tidak betah.

‘Haruskah ku ambil pekerjaan ini? Atau tetap bertahan disini?’ gumam nya mulai menimbang.

“Tapi, Olin. Bagaimana bila pada akhirnya, Nasya juga tidak betah di sana? Olin tahu sendiri, kalau Nasya belum pernah merantau,” cicit gadis itu pelan.

“Nasya, kamu masih muda. Kamu disini sendiri, untuk apa kamu terus berada disini? BUkankah lebih baik kamu ke kota yang lebih besar, kamu bisa bekerja di sana dan kuliah. Kamu bisa mengejar cita-cita kamu,” kata Olin masih berusaha meyakinkan, “Bukankah orang tua kamu, sangat ingin melihat kamu sukses? Kalau mereka ada, mereka pasti akan mendukung kamu ke Jakarta.”

Memang dirinya belum pernah merantau jauh. Ia begitu takut meninggalkan kampung halaman nya, namun itu dulu ketika ia masih memiliki ibu yang harus ia jaga.

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

coba Syannmnya juga adu nasip, kan tau

2023-03-30

1

Dara Utami

Dara Utami

terima aja sya

2023-02-21

0

Eni Supriyono

Eni Supriyono

kok neneknya dah meninggal...buka nya neneknya masih hidup...
besok pas crt dah meried neneknya ada kok pas nasya koma abis melahirkan

2022-10-26

1

lihat semua
Episodes
1 Nasya Andira
2 Gadis kuat
3 Pasar
4 Ryan dan Ryana
5 Sarapan
6 Kerusuhan dua R
7 Bertemu dua R
8 Tawaran ke Jakarta
9 Perkenalan
10 Serba bisa
11 Ulah Ryana
12 Pengen nangis
13 Kuliah
14 Tiga anak
15 Quality time
16 Kesal tanpa sebab
17 Sarapan bersama
18 Membuat bekal
19 Terpesona
20 Bingung
21 Sensitif
22 Mie instan
23 Tragedi mie instan
24 Seperti bebek
25 Ngawur
26 Bosan
27 Bertengkar
28 Pengen kabur
29 kesombongan Ajeng
30 Kemarahan Ajeng
31 Barbie
32 Pengumuman Give Away
33 Normal
34 Utang atau Kredit
35 Cantik
36 Konsentrasi
37 Tidur bersama
38 Makan malam
39 Kedatangan Olin
40 Berebut mie instan
41 Sakit
42 Roti tawar
43 Jualan roti tawar
44 Salah paham
45 Salah paham II
46 Mencuci
47 Takut
48 Ya sudah
49 Resmi
50 Duda labil
51 Lembur
52 Duda posesif
53 Camping dadakan
54 Jangan Marah lagi
55 Malu
56 Dilema
57 Kepergok
58 Diamnya Ryana
59 Mulut pedas Ryana
60 Mengalah
61 Pilihan Sulit
62 Sahabat
63 Move on
64 Abay
65 Ke sekolah
66 Bertemu
67 Mencoba kuat
68 Melupakan
69 Nuna
70 Pulang kampung
71 Permintaan Ryan
72 Menghindar
73 Pertukaran Mahasiswa
74 Ingin pamit
75 Ingin es krim
76 Tanah sengketa
77 Rumah sakit
78 Ajakan
79 Minta maaf
80 Happy Ending
81 Menikah dengan pak Duda
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Nasya Andira
2
Gadis kuat
3
Pasar
4
Ryan dan Ryana
5
Sarapan
6
Kerusuhan dua R
7
Bertemu dua R
8
Tawaran ke Jakarta
9
Perkenalan
10
Serba bisa
11
Ulah Ryana
12
Pengen nangis
13
Kuliah
14
Tiga anak
15
Quality time
16
Kesal tanpa sebab
17
Sarapan bersama
18
Membuat bekal
19
Terpesona
20
Bingung
21
Sensitif
22
Mie instan
23
Tragedi mie instan
24
Seperti bebek
25
Ngawur
26
Bosan
27
Bertengkar
28
Pengen kabur
29
kesombongan Ajeng
30
Kemarahan Ajeng
31
Barbie
32
Pengumuman Give Away
33
Normal
34
Utang atau Kredit
35
Cantik
36
Konsentrasi
37
Tidur bersama
38
Makan malam
39
Kedatangan Olin
40
Berebut mie instan
41
Sakit
42
Roti tawar
43
Jualan roti tawar
44
Salah paham
45
Salah paham II
46
Mencuci
47
Takut
48
Ya sudah
49
Resmi
50
Duda labil
51
Lembur
52
Duda posesif
53
Camping dadakan
54
Jangan Marah lagi
55
Malu
56
Dilema
57
Kepergok
58
Diamnya Ryana
59
Mulut pedas Ryana
60
Mengalah
61
Pilihan Sulit
62
Sahabat
63
Move on
64
Abay
65
Ke sekolah
66
Bertemu
67
Mencoba kuat
68
Melupakan
69
Nuna
70
Pulang kampung
71
Permintaan Ryan
72
Menghindar
73
Pertukaran Mahasiswa
74
Ingin pamit
75
Ingin es krim
76
Tanah sengketa
77
Rumah sakit
78
Ajakan
79
Minta maaf
80
Happy Ending
81
Menikah dengan pak Duda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!