...~Happy Reading~...
Hari pertama dan kedua, Nasya selalu di temani oleh Olin dan mbok Yem, yang membantu serta memasak di rumah besar itu. Untuk masalah mencuci dan membersihkan rumah, ada dua orang yang akan datang setiap harinya. Namun mereka tidak bisa menginap, mereka memilih untuk pulang pergi. Bukan apa, mereka tidak mau berurusan dengan kedua anak Adnan yang sangat ajaib, maka dari itu mereka akan membersihkan rumah ketika anak anak pergi sekolah.
“Nasya, kamu sudah mengerti kan dengan semua yang saya ajarkan kemarin?” tanya Olin ketika hendak memasuki mobil nya. Ya hari ini, Olin akan pulang kembali ke kampung halaman nya.
“Insyaallah Olin, Nasya sudah menghafal semuanya,” jawab Nasya tersenyum yakin kepada Olin.
Selama dua hari ini, Olin begitu banyak memberikan pengajaran untuk Nasya. Dari mulai jadwal anak anak makan, belajar, main dan tidur. Makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh di makan. Serta apa saja yang di sukai dan tidak di sukai oleh duo R.
“Baiklah, kamu harus betah yah. Ingat, demi kuliah,” ucap Olin sekali lagi memberikan semangat untuk Nasya.
Nasya hanya membalas dengan anggukkan kepala serta senyuman yang terus mengembang di wajah nya. Setelah mobil yang di tumpangi Olin pergi, raut wajah Nasya seketika berubah menjadi begitu sendu dan sayu. Biar bagaimana pun disini yang ia kenal hanya Olin, dan kini beliau sudah pulang ke kampung halaman. Meskipun ia sudah berkenalan dengan beberapa pekerja di sana, namun tetap saja dirinya masih merasa canggung.
“Nasya, anak anak nangis,” panggi mbok Yem yang setengah berlari menghampiri Nasya.
Nasya pun menganggukkan kepala dan segera berlari menuju lantai atas. Memang Olin sengaja pergi ketika kedua cucu nya sedang tidur, karena sejak pagi dirinya hendak pulang tidak di perbolehkan oleh Ryana. Maka dari itu, Olin memilih untuk pergi tanpa berpamitan. Namun, meski begitu, pagi tadi mereka sudah tahu bahwa Olin akan segera pulang ke kampung.
“Kenapa menangis?” tanya Nasya ketika sudah mendudukkan diri di tempat tidur Ryana.
Kamar Ryan dan Ryana berada dalam satu ruangan. Hanya saja, keduanya tidur di ranjang terpisah. Meja belajar pun terpisah dengan warna Pink dan juga Biru. Sebenarnya, Ryan sudah meminta untuk kamar sendiri, hanya saja Ryana belum mau Karena ia masih merasa takut, dan selalu ingin bersama sang kakak.
“Kenapa kak Nasya, biarin Olin pergi?” seru Ryana dengan penuh amarah dan mata yang sudah sembab dengan air mata.
“Ryana, Olin kan sudah bilang dari pagi tadi. Olin harus pulang karena di sana Olin juga banyak pekerjaan,” ujar Nasya mencoba membujuk Ryana, namun ketika tangan Nasya mengusap kepala Ryana, gadis kecil itu segera menepis tangan Ryana dengan cukup kasar.
“Ryana, kenapa kamu kasar sama kak Nasya!” kata Ryan dengan suara tak kalah tinggi dari Ryana.
“Kak Nasya itu jahat. Dia udah biarin Olin pergi!” seru Ryana dan akhirnya kedua anak itu saling beradu argumen dengan suara yang benar benar sangat mengganggu di gendang telinga Nasya.
“Sudah cukup. Ryan, kakak tolong, jangan bertengkar,” pinta Nasya menatap wajah anak laki laki di sisi kiri nya yang masih sibuk mengatur nafas karena kesal dengan saudara kembar nya.
“Ryana itu nakal. Makanya gak ada yang betah bekerja disini!” cetus Ryan lalu ia memilih untuk pergi meninggalkan kamar nya. Sementara Ryana, ia semakin menangis histeris dan menutup dirinya dengan menggunakan selimut nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Nami chan
🤣 biang rusuh
2024-05-03
1
oppa seo joon
wah nih bocah cewe nakal bgt ya bentar2 cengeng bentar2 ngambek
2023-10-10
3
Katherina Ajawaila
sabar y Sya, sabar itu pasti kesel apa lg ngurus bocah🙃🙃🙃
2023-03-30
1