...~Happy Reading~...
“Ih, kopi terus. Rokok terus, itu gak sehat Adnan!” geram Olin menggelengkan kepala nya.
Adnan tidak menjawab perkataan Olin lagi, ia malah berjalan meninggalkan Olin dan menuju gazebo tempat ternyaman nya. Sementara itu, Olin segera menghampiri dua cucu nya yang sudah menanti sarapan dari sang oma.
“Oma, kenapa nasi goreng nya pakai sayur! Ryana gak suka!” seru Ryana langsung bersedekap tangan di dada ketika melihat nasi goreng nya terdapat beberapa sayuran.
“Sayang, ini wortel sehat untuk mata kamu. Dan ini—“
“Mata Ryana udah sehat, Olin. Jadi Ryana gak mau makan sayur itu!” kata Ryana yang dengan cepat memotong ucapan Olin.
Sementara itu, Ryan tampak seolah tidak perduli dengan drama yang di perankan oleh sang adik. Ia begitu menikmati nasi goreng buatan Nasya yang ternyata sangat cocok di lidah nya. Hingga tanpa sadar beberapa menit piring nya sudah kosong.
“Pokok nya Ryana gak mau makan ini!” seru Ryana lagi dengan kesal.
“Kalau kamu gak mau, ya sudah. Sini biar aku makan!” saut Ryan yang langsung menukar piring kosong nya dengan piring milik Ryana.
Tentu saja hal itu membuat Ryana semakin marah, dan tidak terima. Ia semakin menangis begitu kencang hingga membuat Adnan yang tengah menikmati waktu santai nya terganggu.
“Astaga, kalian kenapa lagi sih?” tanya Adnan menghela nafas nya kasar ketika sudah berada di depan kedua anak nya. Sementara Olin, ia memilih untuk duduk diam dan menjauh dari meja makan.
Bukan tidak mau melerai, namun Olin sangat tahu bagaimana kebiasaan cucu nya. Terutama Ryana yang memang sangat banyak drama, ia selalu saja memiliki akal lebih yang membuat orang sekitar nya darah tinggi.
“Ryan rakus! Dia mau ambil makanan Ryana!” seru gadis kecil itu begitu melengking.
“Dady, Ryana sendiri yang marah marah dan tidak mau makan. Daripada makanan itu di buang, lebih baik Ryan makan, kan?” kata Ryan membela diri.
Adnan membenarkan perkataan putra nya, namun disini ia juga bingung bagaimana harus menjawab. Karena bila sampai dirinya membela Ryan di depan Ryana, maka akan terjadi perang dunia yang entah ke berapa.
“Ryan masih laper?” tanya Adnan mengalihkan pembicaraan.
“Engga sih, Cuma mubasir kalau Ryana gak mau makan, dan buang buang makanan. Kan gak boleh Dad!” jawab Ryan sedikit cemberut.
“Ryana, mau makan gak?” tanya Adnan menatap putri nya datar.
“Makan lah, kan Ryana lapar!” jawab nya sedikit ketus, lalu segera memakan nasi goreng nya.
Meskipun tadi dirinya sempat menolak karena terdapat beberapa sayuran di dalamnya. Namun, entah mengapa ketika makanan itu memasuki mulut nya dan berkenalan dengan lidah nya, seketika membuatnya ketagihan dan ingin memakannya lagi dan lagi.
Sementara itu, Ryan yang melihat adiknya begitu lahap makan, langsung mendengus karena kini harapannya untuk mendapatkan nasi goreng itu lagi sudah pupus. Padahal ia sangat berharap bahwa Ryana tidak akan memakan nasi goreng itu agar dirinya bisa memakannya lagi. Namun ternyata dirinya salah.
“Huhh, dasar cewek, nyebelin!” ucap Ryan ketus dan langsung meninggalkan meja makan dengan perasaan kesal.
“Kamu juga cowo nyebelin!” jawab Ryana dengan mulut yang begitu penuh dengan makanan, hingga membuat Adnan dan Olin menggelengkan kepala melihat tingkah kedua anak tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Rina Raisya
aku 5 R loh thor
2023-10-14
1
Katherina Ajawaila
lucu double R, PR banget kalau harus ngasuh berdua 😂😂😂
2023-03-30
0
Dara Utami
lanjut
2023-02-21
0