...~Happy Reading~...
“Tapi Bu, ibu tau sendiri bagaimana mereka bukan? Bagaimana kalau nanti dia gak betah? Dan kalau di lihat dari anak nya, astaga Bu, dia masih kecil banget. Apakah ibu yakin dia bisa mengurus mereka?” tanya Adnan kurang yakin, karena melihat Nasya yang begitu kecil dan masih begitu polos. Sementara dua anak nya begitu ajaib dan sudah besar.
Tujuh tahun, dan Adnan mengira bahwa usia Nasya masih sekitar dua belasan. Karena memang tubuh Nasya masih sangat mungil. Mungkin terlihat seperti anak SMP.
“Jangankan mengurus anak anak, mengurus kamu pun dia bisa kok,” ujar Olin begitu santai, seketika membuat Nasya yang tengah meminum teh nya langsung tersedak.
“Uhuukk hukk uhukkk!
Nasya pun langsung menatap ke arah Olin dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa, Olin mengatakan hal seperti itu, batin Olin menghela nafas nya dengan kasar. Tak hanya Nasya yang memberikan tatapan horor pada Olin, namun Adnan pun sama.
“Astaga, kalian berdua kenapa kompak sekali menatap ku seperti itu?” tanya Olin langsung menatap Nasya dan Adnan bersamaan, “Adnan, meskipun badan dia kecil tapi dia sudah mengerti. Dia sudah lulus sekolah dan ingin melanjutkan kuliah di Jakarta. Nah, itulah yang menjadi syarat utama dia bekerja disini. Kamu harus izinin dia untuk kuliah. Ibu yakin dia bisa membagi waktu untuk kuliah dan mengurus Ryan serta Ryana,” jelas Olin panjang lebar.
‘Ini nama nya aku mengurus tiga anak sekaligus, Ibu,’ gumam Adnan dalam hati dan langsung mengusap wajah nya dengan kasar.
“Ryana, bagaimana? Kamu mau sama kak siapa namanya tadi?” tanya Adnan menatap Olin.
“Nasya, nama saya Nasya,” jawab Nasya sedikit menundukkan kepala nya tanpa berani menatap majikan nya.
“Nah iya, kamu mau sama kak Nasya?” tanya Adnan sekali lagi kepada putri nya.
“Ryan mau!” teriak seorang anak laki laki yang segera berlari menuruni tangga dan ikut bergabung di sofa.
“Yang di tanya itu aku, Ryan. Bukan kamu!”cetus Ryana menatap kesal pada saudara kembar nya.
“Aku sama kamu sama saja!” balas Ryan tak kalah ketus, ia pun segera ikut duduk di samping Olin dan Nasya, “Dady, Ryan mau sama kak Nasya. Dan kak Nasya, mulai sekarang tinggal disini sama Ryan ya. Oke!” kata nya lagi dan kini langsung menatap ke arah Nasya.
“Baiklah Bu, kalau Ryan sudah setuju maka aku juga setuju. Tapi, aku mau melihat cara kerja nya dulu selama satu bulan. Nanti setelah satu bulan baru akan membantu nya mendaftar kuliah, eh tapi tunggu. Kuliah? Bukan SMA?” tanya Adnan sekali lagi meyakinkan.
“Kuliah, Adnan, ya kali dia mau SMA dua kali,” jawab Olin menghela nafas nya dengan kasar.
“Tapi—“ Adnan di buat bingung sendiri, ia kurang percaya bila Nasya memnag lah sudah lulus SMA. Padahal ia mengira bahwa Nasya baru lulus SMP, biasalah di kampung biasanya anak anak lulus SMP sudah ke Jakarta dan mencari pekerjaan.
Sementara Nasya yang di lihat begitu intens oleh Adnan merasa malu hingga membuat nya langsung menundukkan kepala nya. Namun, beruntung di samping nya sudah ada laki laki yang seperti nya langsung mau dekat dengan nya, ya sejak tadi Ryan sudah menggenggam tangan Nasya agar tidak terlalu gugup apalagi takut dengan ayah nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Maulana ya_Rohman
masih nyimak thor
2023-08-07
1
*k🎧ki€*
😂😂😂😂
2023-05-26
2
Katherina Ajawaila
dasar bocah pada kagak diam merasa ada yg momong
2023-03-30
0