Berangkat Bareng

Rena membantu Misel sarapan, minum obat dan mandi, ia juga mengganti perban di kepala anak itu. Jam delapan nanti ia harus segera berangkat ke kampus, masa cuti Rena tak di ACC banyak.

"Sayang, nanti Bunda tinggal ke kampus sebentar, gak apa-apakan. Kamu di rumah sama Bibi. Bunda janji setelah selesai, Bunda langsung pulang," ujar Rena pada Misel yang tengah duduk bersandar di ranjang.

"Tentu saja. Bunda kan harus sekolah biar pintar. Tenang saja Misel tidak akan nakal selama bersama Bibi. Misel sudah biasa ditinggal!"

Rena gelagapan mendengarkan, ia takut Misel salah paham. "Bukan begitu maksud Bunda sayang."

"Aku ngerti Bunda. Bunda tidak perlu khawatir begitu. Maksudnya aku akan menunggu Bunda di rumah, tidak akan merepotkan Bibi. Lagian, Nani juga nanti sore sudah kembali lagi kesini kan?"

Rena mengangguk, "iya katanya sih begitu!" jawab Rena sekenanya, karena ia sendiri tidak tahu perihal itu.

"Ya sudah Bunda sana berangkat, nanti terlambat. Misel mau di kamar aja dulu, mau gambar."

"Mau di bawain apa kalau Bunda pulang sayang?" tawar Rena.

Misel menggeleng, wajahnya nampak sendu, "gak mau apa-apa, cukup Bunda kembali saja dengan selamat!"

Rena terenyuh mendengarnya, betapa anak itu begitu takut kehilangannya. Bahkan dari raut wajahnya dapat Rena baca, jika saat ini anak itu begitu takut melepaskannya pergi, Misel pasti takut jika dirinya tak akan kembali ke sini. Mengingat, Rena juga pernah mengatakan hal yang sama. Ya dulu saat pertama kali bertemu anak itu di kantin kampus, ia berbohong jika akan menyusul anak itu pulang, ternyata Misel semalaman menunggu dirinya. Mengingat itu Rena jadi merasa bersalah.

"Sayang, percayalah Bunda pasti pulang kesini demi Misel. Bunda tidak akan ninggalin Misel, jangan berfikir macam-macam." Rena merengkuh tubuh anak itu ke dalam pelukannya.

"Iya, Bunda. Aku hanya takut kalau-"

"Sssttt.. Jangan berpikir macam-macam. Sekarang Misel istirahat ya. Bunda berangkat dulu," pamitnya.

****

Rena melangkahkan kakinya turun dari tangga, ia berharap sampai di bawah Alby sudah berangkat lebih dulu. Memang ia sengaja berlama-lama di kamar Misel, demi menghindari Alby. Ia masih merasa malu perihal kejadian tadi pagi. Rasanya Rena hampir tak ingin menampakkan wajahnya di hadapan Alby lagi.

"Sudah selesai? Ayo kita berangkat!"

Rena menyentak nafasnya, kesal karena semua tak sesuai harapan. Ia pikir Alby sudah berangkat, tapi ternyata lelaki itu justru masih menunggunya di teras rumah.

"Kenapa sih tidak berangkat duluan saja," celetuk Rena.

Lelaki dengan kemeja abu-abu itu menaikan sebelah alisnya, menatap Rena bingung. "Loh kenapa? Tujuan kita kan sama, kenapa gak berangkat bareng."

Asli! Rena ingin menenggelamkan kepalanya di bawah bantal kalau begini. "Aku kan bisa pakai taksi. Lagian, apa kata anak-anak kampus kalau melihat kita berangkat bareng. Mereka bisa curiga!" keluhnya.

Alby mengangguk paham, "tenang saja. Nanti kamu aku turunkan di halte bus."

Akhirnya, dibandingkan ia harus terus berdebat, Rena memilih mengalah masuk ke dalam mobil Alby.

Alby menurunkan Rena di halte bus tak tepat di depan kampus. Perempuan itu merapikan pakaiannya, berpura-pura bahwa ia baru turun dari angkutan umum. Lalu, dengan menenteng buku miliknya, ia menyebrang jalan masuk ke dalam kampusnya.

"Rena!!"

Rena menghentikan langkahnya, begitu mendapati ketiga temannya melambaikan tangan dan berlari ke arahnya.

"Duh, jangan sampai mereka menanyakan perihal aku beberapa hari tidak masuk ke dalam kampus," gumam Rena.

Bugh!

Sebuah pukulan kecil mendarat di tubuh Rena.

"Kemarin-kemarin kemana saja. Ku pikir kau sudah koid!" celetuk Alena mulutnya nyerocos tanpa di filter.

Bugh!

Rena membalas pukulan temannya itu, "sumpah ya mulutmu ini, kalau ngomong gak pakai saringan!"

Nela dan Nena terkikik, lalu keduanya segera merangkul pundak Rena."tapi apa yang dikatakan ikan Lele benar juga, Ren." Nena berucap.

"Sembarang ganti nama orang jadi ikan lele," timpal Alena tak terima.

"Diam Lele, aku mau ngomong dulu sama Rena."

"Aku sibuk menemani Mommy dan calon kakak ipar menyiapkan pernikahan Kak Davis. Jadi, Mommy memintaku cuti kuliah," dustanya. Rena tak mungkin mengatakan yang sejujurnya, ia pikir belum saatnya.

"Tapi nomor mu juga gak bisa dihubungi. Terus kemarin sore aku ke rumahmu, security bilang kamu juga tidak ada. Tapi, aku sempat bertemu Mom Dinda sih," sela Nella menatap Rena curiga.

"Ya itu berarti aku lagi pergi. Ponselku hilang ternyata guys, maaf ya. Dahlah ayuk masuk." Rena mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.

Mendengar itu ketiga teman Rena terkejut, saat mereka hendak membuka kembali mulutnya untuk bersuara, Rena dengan menggiring ketiganya untuk masuk, hanya Alena yang memilih berlalu ke lain fakultas karena ia sendiri yang beda jurusan.

Mata kuliah pertama di isi oleh dosen Alby. Lelaki itu menjelaskan semua materinya dengan jelas dan lancar.

"Ren, aku baru ingat. Pas kemarin kamu gak masuk kok Pak Alby juga gak masuk ya?" bisik Nela tiba-tiba.

Rena gugup, tapi ia berusaha mengendalikan diri. "ya gak tau. Mungkin saja dia ada keperluan, jadi cuma kebetulan aja kali!"

Nela mengangguk kembali fokus ke depan.

"Jangan-jangan ya Nel, dibelakang kita. Rena ada hubungan lagi dengan Pak Dosen ganteng. Seperti di drakor-drakor- itu," timpal Nena yang sejak tadi fokus terhadap Alby, tetapi lelaki itu sesekali justru melirik ke arah Rena.

"Hubungan apa sih? Ya mahasiswi dan dosen itu aja kan. Kalian itu suudzon aja sih."

"Ya gimana, lihat saja pandangan Pak Alby yang kebanyakan melirik ke arah kamu terus, gimana aku gak curiga coba!"

Rena pun sontak melihat ke arah Alby, dan bertepatan lelaki itu juga tengah menatap ke arah dirinya. Hanya sesaat setelah itu keduanya berusaha untuk terlihat seperti biasa. Sampai jam mata kuliah itu berakhir. Di saat Rena tengah membereskan buku-bukunya, ia terkejut ketika mendapati Alby sudah berdiri di depannya, karena memang Rena duduknya paling depan.

"Saya perhatikan, selama saya mengisi kelas tadi kalian kebanyakan mengobrol dibandingkan mendengarkan materi yang saya isi," ujar Alby.

Seketika aura di ruangan itu mendadak terasa mencekam, anak-anak yang lain sudah keluar, hanya tinggal mereka bertiga. Nela dan Nena menggigit bibir bawahnya, dalam hal ini mendadak ia merasa tak lagi menjadi idola seorang Alby.

"S-saya...."

"Untuk Nena dan Nela, saya minta untuk mencatat poin-poin penting dalam materi saya tadi. Besok saya tunggu di ruangan," titah Alby pada duo N. Lalu Alby menoleh ke arah Rena yang saat itu tengah menunduk, ia meletakkan beberapa buku di atas mejanya. "Dan kamu, ikut saya ke ruangan. Saya rasa kamu sumber dari masalahnya!"

"Lho-"

"Saya tidak menerima bantahan, cepat bawa dan ikuti saya di belakang!" potong Alby dengan cepat.

"Gara-gara kalian ini, ngajak ngobrol mulu. Udah tau dosennya kaya kutub Utara Selatan begitu!" Omel Rena.

"Ya maaf Ren," sesal keduanya.

Rena menghela nafasnya, mengambil buku-buku yang tadi Alby berikan, ia berlalu mengikut langkah Alby yang begitu cepat. Aksi Rena menjadi sorotan mahasiswa di sana.

"Duh neng Rena yang cantik jelita, bagai bidadari turun dari surga. Mau mamas bantuin bawa gak? Kayaknya kerepotan banget." Niko menawarkan bantuan dengan nada menggoda. Lelaki itu memang sudah terbiasa bercanda.

"Emm...."

"Rena!!! Buruan, kamu mau saya hukum lebih banyak lagi!" teriakan Alby menggema.

Rena menepis tangan Niko, dan berlalu menyusul Alby dengan bersungut kesal.

"Gini banget, padahal sama istri sendiri. Suami macam apa itu, kejam banget." Rena menggerutu sepanjang jalan, rasanya ia bahkan ingin melemparkan buku yang ia bawa pada suaminya itu.

Terpopuler

Comments

Wati_esha

Wati_esha

Alby .. emosi lagi deh tuh. Dasar Rena!

2022-08-15

1

Wati_esha

Wati_esha

Lagian, Rena juga kebiasaan sih. Apa merasa diri pede dengan kecerdasannya?

2022-08-15

1

Wati_esha

Wati_esha

Tq update nya.

2022-08-15

1

lihat semua
Episodes
1 Dosen Killer
2 Gadis Kecil Bermata Bulat
3 Aku Menunggu Bunda
4 Siapa Yang Menyuruh Kamu Duduk?
5 Celaka
6 Di Antara Dua Pilihan
7 Pernikahan Dadakan
8 Ruangan Panas
9 Aku Ingin Adik Bayi
10 Gara-gara Meja
11 Bang Alby
12 Bentuk Perhatian Kecil
13 Pulang
14 Mana Surat Perjanjiannya?
15 Kesepakatan
16 Berangkat Bareng
17 Hukuman
18 Apa Maksudnya?
19 Abang Bohongin Aku
20 Siapa Milea?
21 Seperti Pencuri
22 Kalian Sedang Apa
23 Istri Saya Sibuk
24 Soto Spesial
25 Aku Belum Ingin
26 Ciuman Panas
27 Dikasih Salam
28 Jujur Apa Bohong?
29 Hampir Kepergok
30 Istrinya
31 Berapa Hari Lagi?
32 Wedding Davis dan Nadila
33 Ijinkan Aku Melamarmu
34 I Know, and I Love You
35 Finally
36 Once Again
37 Bunda Tidak Marah
38 Duh, Pak Yang Profesional Dong!
39 Rena-nya Alby
40 Just Ten Minutes, Baby
41 Tak Tau Malu
42 Kamu Juga Doyan
43 Cemburu
44 Suami Rena Kan Abang
45 Suster Ngesot
46 Langsung Dari Sumbernya
47 Lagi-lagi Dia
48 Sensasi
49 Album Foto
50 Abang Kangen, Re
51 Kecewa
52 Ku Pikir Kamu Berbeda
53 Tanpa Kabar
54 Aku Sudah Menikah
55 Nasehat
56 Apakah Aku Bermimpi
57 Aku Harus Bagaimana?
58 Tanggung Jawab Gak?
59 Aku Sudah Pasrah
60 Lagi Viral
61 Voucher Gratis
62 Terusik
63 Asal Gandeng Orang
64 Jadi Rindu
65 Menjemput Istri
66 Pangeran Berkuda Putih
67 Orang Asing
68 Kehilangan Mood
69 Kemarahan Alby
70 Rencana
71 Kau Itu Ibu Yang Buruk
72 Rasakan!
73 Penolakan Misel
74 Diculik
75 Kamu Jahat
76 Penjara
77 Kesombongan Miranda
78 Yang Penting Masih Hidup
79 Doain Aja
80 Bayaranku
81 Makan Bareng
82 Untuk Apa?
83 Negatif
84 Babak Belur
85 Bunuh Aku
86 Peluk
87 Aku Tau Semua
88 Baper Jadi Lapar
89 Aku Gak Siap Kawin
90 Jadi Menantu Saya
91 Ada Yang Ketinggalan
92 Disembur
93 Tapi Kau Menyakitiku
94 Kaulah Penyebabnya
95 Diusir
96 Pacar Bayaran
97 Aku Marah
98 Jarum Suntik Ajaib
99 Ya Udah Lanjutkan
100 Memaafkan
101 Bersatu
102 Alena Yang Tak Peka
103 Teh Botol Buat Mabuk
104 Omelan Elena
105 Belanja
106 Hobi Baru
107 Kabar Bahagia
108 Kita Putus
109 Hadiah
110 Jawaban
111 Pak Dokter Yang Suka Modus
112 Drama Ibu Hamil Di Pagi Hari
113 Jadi Respect
114 Wisuda
115 Nasi Padang
116 Romansa Di Bonbin
117 Tiramisu
118 Usaha Miko
119 Saran Hukuman
120 Di Balik Ruang Ganti
121 Dituntut Untuk Peka
122 Kiriman Makan Siang
123 Demi Masa Depan
124 Memaksa
125 MEJIKUHIBINIU
126 Pernikahan Dokter Ryan Dan Alena
127 Main Suntikan Ajaib
128 Aku Diperkosa
129 Mati
130 Berubah
131 Kau Menantang ku
132 Sesakit Ini
133 Semua Karena Papa
134 Mati Lebih Baik
135 Karena Kau Bukan Ibuku!
136 Kaleng Atau Murni
137 Sandiwara
138 Ayo Kawin Lari
139 Alasan
140 Nikah Sekarang!
141 Romansa Pernikahan Di Rumah Sakit
142 Sirik Aja
143 Tidur Seranjang
144 Gagal
145 Aneh
146 KDRT
147 Kacau
148 Positif
149 Tak Bisa Lagi Menunggu
150 Mantap-mantap
151 Lolos, Jadi Mantan Perjaka
152 Masih Perkara Poster
153 Baby Kecap
154 Mie Ayam AA Samsul
155 Penganggu
156 Ngambek Tujuh Bulan
157 Keributan Di Meja Makan
158 Belanja
159 Pose Seksi
160 Tiba-tiba Merasa Mual
161 Mual Bau Rumah Sakit
162 Promosi Karya Baru
163 Berhasil
164 Ketakutan Misel
165 Asam Jawa Dan Rujak Bebek
166 Pohon Jambu Buat Sial
167 Menjenguk
168 Curhat
169 Dipalak
170 Papa Misel Yang Hot
171 Drama Balon Lolipop
172 Impas
173 Ingin Menangis
174 Mabuk Belut... Kasur
175 Me Time
176 Pendarahan
177 Bertahanlah
178 Pelajaran
179 Alka Dharmawan
180 Di Mana Alena?
181 Alkaline?
182 Drama Ibu Menyusui
183 Solusi
184 Nikmat Dan Bahagia
185 Kamu Serius?
186 Aku Rajin Jengukin Dia
187 Ngidam BBQ
188 Keributan Di Pagi Hari
189 Semakin Galak
190 Bertemu Mantan
191 Istri Apa Mantan
192 Susu Untuk Ayah
193 Aku Cemburu
194 Imunisasi Alka
195 Alby Demam
196 Aku Bukan Tandinganmu
197 Peka Dikit lah, Sayang
198 Gagal
199 Aku Bukan Pelakor
200 Keributan di Rumah Sakit
201 Kangen
202 Makan di Luar Yuk
203 Hasrat Yang Menggebu
204 Malam Panas
205 Kamu Itu Candu
206 Rey Shaka Anggara
207 Mau Banyak Anak
208 Aku Menyesal
209 Kabar Buruk
210 Berjuang Melahirkan
211 Baby ABC
212 Panggilan Pertama
213 Hamil Lagi
214 Bahagia ( T A M A T )
215 Promo_ My Director My First Love
216 Extra Part
217 Kisah Davis dan Nadila telah rilis
Episodes

Updated 217 Episodes

1
Dosen Killer
2
Gadis Kecil Bermata Bulat
3
Aku Menunggu Bunda
4
Siapa Yang Menyuruh Kamu Duduk?
5
Celaka
6
Di Antara Dua Pilihan
7
Pernikahan Dadakan
8
Ruangan Panas
9
Aku Ingin Adik Bayi
10
Gara-gara Meja
11
Bang Alby
12
Bentuk Perhatian Kecil
13
Pulang
14
Mana Surat Perjanjiannya?
15
Kesepakatan
16
Berangkat Bareng
17
Hukuman
18
Apa Maksudnya?
19
Abang Bohongin Aku
20
Siapa Milea?
21
Seperti Pencuri
22
Kalian Sedang Apa
23
Istri Saya Sibuk
24
Soto Spesial
25
Aku Belum Ingin
26
Ciuman Panas
27
Dikasih Salam
28
Jujur Apa Bohong?
29
Hampir Kepergok
30
Istrinya
31
Berapa Hari Lagi?
32
Wedding Davis dan Nadila
33
Ijinkan Aku Melamarmu
34
I Know, and I Love You
35
Finally
36
Once Again
37
Bunda Tidak Marah
38
Duh, Pak Yang Profesional Dong!
39
Rena-nya Alby
40
Just Ten Minutes, Baby
41
Tak Tau Malu
42
Kamu Juga Doyan
43
Cemburu
44
Suami Rena Kan Abang
45
Suster Ngesot
46
Langsung Dari Sumbernya
47
Lagi-lagi Dia
48
Sensasi
49
Album Foto
50
Abang Kangen, Re
51
Kecewa
52
Ku Pikir Kamu Berbeda
53
Tanpa Kabar
54
Aku Sudah Menikah
55
Nasehat
56
Apakah Aku Bermimpi
57
Aku Harus Bagaimana?
58
Tanggung Jawab Gak?
59
Aku Sudah Pasrah
60
Lagi Viral
61
Voucher Gratis
62
Terusik
63
Asal Gandeng Orang
64
Jadi Rindu
65
Menjemput Istri
66
Pangeran Berkuda Putih
67
Orang Asing
68
Kehilangan Mood
69
Kemarahan Alby
70
Rencana
71
Kau Itu Ibu Yang Buruk
72
Rasakan!
73
Penolakan Misel
74
Diculik
75
Kamu Jahat
76
Penjara
77
Kesombongan Miranda
78
Yang Penting Masih Hidup
79
Doain Aja
80
Bayaranku
81
Makan Bareng
82
Untuk Apa?
83
Negatif
84
Babak Belur
85
Bunuh Aku
86
Peluk
87
Aku Tau Semua
88
Baper Jadi Lapar
89
Aku Gak Siap Kawin
90
Jadi Menantu Saya
91
Ada Yang Ketinggalan
92
Disembur
93
Tapi Kau Menyakitiku
94
Kaulah Penyebabnya
95
Diusir
96
Pacar Bayaran
97
Aku Marah
98
Jarum Suntik Ajaib
99
Ya Udah Lanjutkan
100
Memaafkan
101
Bersatu
102
Alena Yang Tak Peka
103
Teh Botol Buat Mabuk
104
Omelan Elena
105
Belanja
106
Hobi Baru
107
Kabar Bahagia
108
Kita Putus
109
Hadiah
110
Jawaban
111
Pak Dokter Yang Suka Modus
112
Drama Ibu Hamil Di Pagi Hari
113
Jadi Respect
114
Wisuda
115
Nasi Padang
116
Romansa Di Bonbin
117
Tiramisu
118
Usaha Miko
119
Saran Hukuman
120
Di Balik Ruang Ganti
121
Dituntut Untuk Peka
122
Kiriman Makan Siang
123
Demi Masa Depan
124
Memaksa
125
MEJIKUHIBINIU
126
Pernikahan Dokter Ryan Dan Alena
127
Main Suntikan Ajaib
128
Aku Diperkosa
129
Mati
130
Berubah
131
Kau Menantang ku
132
Sesakit Ini
133
Semua Karena Papa
134
Mati Lebih Baik
135
Karena Kau Bukan Ibuku!
136
Kaleng Atau Murni
137
Sandiwara
138
Ayo Kawin Lari
139
Alasan
140
Nikah Sekarang!
141
Romansa Pernikahan Di Rumah Sakit
142
Sirik Aja
143
Tidur Seranjang
144
Gagal
145
Aneh
146
KDRT
147
Kacau
148
Positif
149
Tak Bisa Lagi Menunggu
150
Mantap-mantap
151
Lolos, Jadi Mantan Perjaka
152
Masih Perkara Poster
153
Baby Kecap
154
Mie Ayam AA Samsul
155
Penganggu
156
Ngambek Tujuh Bulan
157
Keributan Di Meja Makan
158
Belanja
159
Pose Seksi
160
Tiba-tiba Merasa Mual
161
Mual Bau Rumah Sakit
162
Promosi Karya Baru
163
Berhasil
164
Ketakutan Misel
165
Asam Jawa Dan Rujak Bebek
166
Pohon Jambu Buat Sial
167
Menjenguk
168
Curhat
169
Dipalak
170
Papa Misel Yang Hot
171
Drama Balon Lolipop
172
Impas
173
Ingin Menangis
174
Mabuk Belut... Kasur
175
Me Time
176
Pendarahan
177
Bertahanlah
178
Pelajaran
179
Alka Dharmawan
180
Di Mana Alena?
181
Alkaline?
182
Drama Ibu Menyusui
183
Solusi
184
Nikmat Dan Bahagia
185
Kamu Serius?
186
Aku Rajin Jengukin Dia
187
Ngidam BBQ
188
Keributan Di Pagi Hari
189
Semakin Galak
190
Bertemu Mantan
191
Istri Apa Mantan
192
Susu Untuk Ayah
193
Aku Cemburu
194
Imunisasi Alka
195
Alby Demam
196
Aku Bukan Tandinganmu
197
Peka Dikit lah, Sayang
198
Gagal
199
Aku Bukan Pelakor
200
Keributan di Rumah Sakit
201
Kangen
202
Makan di Luar Yuk
203
Hasrat Yang Menggebu
204
Malam Panas
205
Kamu Itu Candu
206
Rey Shaka Anggara
207
Mau Banyak Anak
208
Aku Menyesal
209
Kabar Buruk
210
Berjuang Melahirkan
211
Baby ABC
212
Panggilan Pertama
213
Hamil Lagi
214
Bahagia ( T A M A T )
215
Promo_ My Director My First Love
216
Extra Part
217
Kisah Davis dan Nadila telah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!