Siapa Milea?

Klik!

Rena terkejut ketika mendengar pintu kamar di kunci.

"Ngapain dikunci? Kenapa sih harus di kamar, Bang?" tanya Rena kesal, perasaannya juga sedikit was-was, jantungnya jedag jedug berada dalam satu kamar dengan suaminya.

Lelaki yang berusia 35 tahun itu menoleh ke arah Rena, lalu berucap, "sengaja aku kunci biar kamu gak kabur. Dan soal kenapa harus berbicara di kamar, aku tidak mau ya perdebatan kita membuat heboh seluruh isi rumah!" Pasalnya tadi ia memang tak sengaja melihat asisten rumah tangga mereka ingin ke dapur, tapi melihat Alby dan Rena sedang berada di sana, tidak jadi. Hal yang Alby takutkan, adalah jika asisten rumah tangganya itu nanti akan mengadu pada Soraya, tentang keadaan rumah tangganya. Pasalnya Alby mendapat asisten rumah tangga itu memang dari ibu kandungnya.

"Duduk sini, Ren!" Alby menepuk sofa, meminta istrinya untuk duduk di sisinya.

"Gak mau, aku kan sedang marah. Mana ada orang marah duduk bareng. Lagian aku gak mau ya dimodusin sama orang tukang selingkuh!" tukas Rena yang memilih duduk di pinggir ranjang.

"Siapa yang selingkuh sih? Kamu jangan asal nuduh ya," sanggah Alby.

"Abang lah, gak hanya sekali ya aku lihat Abang sama sih Milo itu. Selain pas di rumah sakit, aku juga kemarin juga lihat Abang makan sama perempuan itu di restoran!" tudingnya tak sadar ia menjelaskan kejadian di restoran.

Alby terdiam mencoba mengingat kejadian siang tadi saat di restoran, berarti dugaannya tak salah, jika Rena memang berada di restoran yang sama dengan dirinya. Lalu, Rena memilih pergi karena melihat dirinya tengah makan siang bersama Milea.

Alby memijat kepalanya, jujur saja mendengar perkataan istrinya membuat ia merasa pusing. Perdebatan itu terus berlangsung.

"Dia bukan selingkuhan aku. Aku bukan lelaki pengkhianat ya."

"Halah, bohong. Berkali-kali bang aku lihat kamu dekat dengannya. Gak mungkin kalau tidak apa-apa. Abang tuh-"

"Dia temanku sekaligus sekretaris ku!" Kata Alby serius memotong ucapan Rena dengan cepat.

Rena menatap Alby dengan rasa tak percaya, sesaat ia terdiam tapi di detik berikutnya Rena terkekeh. "Jangan bercanda deh bang. Abang kan dosen, masa iya pake sekretaris. Ada juga paling asisten tapi ku lihat Abang gak punya."

Alby menyentak nafasnya, bahkan saat ia sudah jujurpun istrinya masih tak mempercayai ucapannya. Lalu ia bangkit dari tempatnya, mendekati istrinya. "Iya Abang emang dosen di kampus kamu. Tapi, Abang juga bekerja di perusahaan ibu. Ya, ibu mertua kamu."

"Bang-"

Alby meletakkan jari telunjuknya di bibir istrinya. "Menjadi dosen memang salah satu cita-citaku Rena. Tapi, perusahaan ibu juga membutuhkan aku. Jadi, aku hanya mengambil beberapa jam mengisi materi di kampus, dan siangnya aku akan mengurus perusahaan. Memang perusahaan ibuku mungkin tidak sebesar perusahaan Daddy kamu. Tapi, cukuplah untuk menghidupi kita.

"Suatu saat mungkin aku juga akan berhenti mengajar di sana, tapi mungkin tidak sekarang," tambah Alby.

Rena mengigit bibir bawahnya, mencerna ucapan suaminya. Lalu ia menggeleng. "Lalu soal Milea?"

"Sudah ku katakan dia sekretaris ku!"

Rena masih terdiam belum hilang keterkejutannya siapa sebenarnya suaminya. "Aku gak percaya!" ucap Rena telak.

"Astaga."

Alby bangkit dari tempatnya mengambil ponsel miliknya di atas meja.

"Abang mau ngapain?" tanya Rena saat melihat suaminya sibuk menekan tombol ponselnya.

"Telpon Milea." Alby menjawab tanpa menoleh ke arah istrinya. Rasanya ia kesal sendiri, sudah panjang lebar ia menjelaskan, Rena masih tak mempercayai dirinya. Ia pikir memang tidak akan selesai perdebatan itu, jika Rena tak mendengar sendiri pengakuan Milea.

"Bang-"

"Diem, kamu tidak akan percaya jika belum berbicara sendiri dengannya. Aku gak mau yang dibilang munafik dan buaya darat!"

Tak lama telpon tersambung, terdengar seorang lelaki menjawab telpon itu.

[Hallo?]

[Hem, berikan ponselmu pada istrimu]

[Sudah tidur By. Ya ampun lo ngapain sih malam-malam telpon bini gue. Kampret, ganggu gue lagi kelon aja.]

Rena yang mendengar itu tampak menganga, wajahnya bahkan memerah. Belum sempat ia mendengar suara Milea saja, ia pun sudah paham. Rena ingin menghentikan tindakan suaminya, tetapi Alby menggelengkan kepalanya, sudah kepalang tanggung pikirnya.

[Buruan berikan padanya. Ini penting, dan darurat menyangkut hidup dan matiku.]

[Lebay. Lo kalau bukan teman, udah gue kirim santet online Lo, ganggu gue lagi enak-enak aja]

[Sialan!] Alby mengumpat.

Beberapa saat terdengar suara seorang perempuan.

[Hallo, ada apa sih By. Malam-malam telpon segala. Besok di kantor juga bisa, aku gak mau ya tengah malam begini di beri kerjaan.]

[Milea, tolong jelasin ke istriku. Siapa sebenarnya kamu? Pekerjaan kamu]

Mendengar hal itu seketika membuat Milea langsung paham. Dan ia pun menjelaskan siapa dirinya. Sekaligus meminta maaf karena telah membuat Rena menjadi salah paham terhadap suaminya.

Usai Alby mematikan panggilannya, Rena memalingkan mukanya menunduk malu.

"Udahkan! Sekarang siapa yang salah coba?" tanya Alby.

"Maaf! Ya habisnya kan Abang sendiri yang gak jelasin siapa Milea, apalagi tentang kerjaan Abang semuanya. Jadi, jangan salahkan aku kalau menjadi salah paham ya!"

Alby berdecak, "waktu itu di rumah sakit. Aku kan udah mau ngomong, kamunya bilang udah tau. Ya aku pikir memang kamu sudah tau!"

"Ya udah aku minta maaf Bang, dah salah sangka ini. Maaf ya." Rena memberikan senyum termanisnya pada Alby.

"Oh tidak! Kamu itu harus dihukum," ucap Alby seraya melangkah mendekati istrinya. "Tapi hukuman apa yang cocok ya?"

Mendengar hal itu Rena seketika tergagap, bayangan adegan di ruangan Alby saat itu kembali terlintas hingga membuat wajahnya merona. Seiring dengan tubuh Alby yang semakin mendekat, lalu Rena bersiap untuk memejamkan kedua matanya. Sesaat kemudian ia tersentak, saat Alby justru membisikan sebuah kalimat yang berisi sebuah perintah.

"Buatkan aku kopi, dan temani aku lembur malam ini oke!"

Rena membuka kedua matanya, wajahnya merona malu, ia merutuki otaknya yang justru berfikir jika suaminya akan menghukum dengan cara yang sama saat itu.

"Emm baiklah!"

Rena memilih berlalu ke dapur, dan Alby kembali ke sofa.

"Kalau gak ingat kerjaan, udah aku lahap habis kamu," dengus Alby menatap tubuh istrinya yang perlahan menghilang di balik itu.

Beberapa menit kemudian, Rena kembali dengan membawa nampan yang berisi secangkir kopi dan cemilan. Ia meletakkannya di atas meja tak jauh dari suaminya.

"Udah kan!" tanya Rena menatap Alby. "Aku kembali ke kamar Misel ya Bang. Ngantuk, aku mau tidur," imbuhnya kemudian.

Tapi dengan cepat Alby menarik tangan istrinya hingga terjatuh di sofa. "Duduk di sini temani aku. Biar aku gak ngantuk!" pinta Alby.

"Bang," rengek Rena.

"Ini hukuman. Kamu juga tau membantah perintah suami itu dosa. Jadi, turuti biar kamu dapat pahala."

Rena mendengus, mengerucutkan bibirnya ke depan.

"Gak usah manyun-manyun. Nanti ku cium baru tau rasa!" ancam Alby sontak Rena langsung menutup bibirnya mengunakan telapak tangannya.

Alby terkekeh melihatnya. Setelahnya ia kembali fokus pada laptop di depannya. Ia meminta Rena untuk bercerita tentang kegiatannya setelah pulang kuliah tadi. Sesekali Alby akan menanggapi ucapannya. Hingga beberapa saat ia tak lagi mendekati suara istrinya, Alby menoleh mendapati istrinya sudah terlelap dengan kepalanya yang bersandar di sofa.

"Pantesan berhenti ngocehnya, dah mimpi ternyata."

Terpopuler

Comments

Wati_esha

Wati_esha

Akhirnya terkuak juga, siapa Milea. ☺🥰

2022-08-18

1

Wati_esha

Wati_esha

Ho ho ho rontok deh gengsinya Rena.

2022-08-18

1

Wati_esha

Wati_esha

Tq update nya.

2022-08-18

1

lihat semua
Episodes
1 Dosen Killer
2 Gadis Kecil Bermata Bulat
3 Aku Menunggu Bunda
4 Siapa Yang Menyuruh Kamu Duduk?
5 Celaka
6 Di Antara Dua Pilihan
7 Pernikahan Dadakan
8 Ruangan Panas
9 Aku Ingin Adik Bayi
10 Gara-gara Meja
11 Bang Alby
12 Bentuk Perhatian Kecil
13 Pulang
14 Mana Surat Perjanjiannya?
15 Kesepakatan
16 Berangkat Bareng
17 Hukuman
18 Apa Maksudnya?
19 Abang Bohongin Aku
20 Siapa Milea?
21 Seperti Pencuri
22 Kalian Sedang Apa
23 Istri Saya Sibuk
24 Soto Spesial
25 Aku Belum Ingin
26 Ciuman Panas
27 Dikasih Salam
28 Jujur Apa Bohong?
29 Hampir Kepergok
30 Istrinya
31 Berapa Hari Lagi?
32 Wedding Davis dan Nadila
33 Ijinkan Aku Melamarmu
34 I Know, and I Love You
35 Finally
36 Once Again
37 Bunda Tidak Marah
38 Duh, Pak Yang Profesional Dong!
39 Rena-nya Alby
40 Just Ten Minutes, Baby
41 Tak Tau Malu
42 Kamu Juga Doyan
43 Cemburu
44 Suami Rena Kan Abang
45 Suster Ngesot
46 Langsung Dari Sumbernya
47 Lagi-lagi Dia
48 Sensasi
49 Album Foto
50 Abang Kangen, Re
51 Kecewa
52 Ku Pikir Kamu Berbeda
53 Tanpa Kabar
54 Aku Sudah Menikah
55 Nasehat
56 Apakah Aku Bermimpi
57 Aku Harus Bagaimana?
58 Tanggung Jawab Gak?
59 Aku Sudah Pasrah
60 Lagi Viral
61 Voucher Gratis
62 Terusik
63 Asal Gandeng Orang
64 Jadi Rindu
65 Menjemput Istri
66 Pangeran Berkuda Putih
67 Orang Asing
68 Kehilangan Mood
69 Kemarahan Alby
70 Rencana
71 Kau Itu Ibu Yang Buruk
72 Rasakan!
73 Penolakan Misel
74 Diculik
75 Kamu Jahat
76 Penjara
77 Kesombongan Miranda
78 Yang Penting Masih Hidup
79 Doain Aja
80 Bayaranku
81 Makan Bareng
82 Untuk Apa?
83 Negatif
84 Babak Belur
85 Bunuh Aku
86 Peluk
87 Aku Tau Semua
88 Baper Jadi Lapar
89 Aku Gak Siap Kawin
90 Jadi Menantu Saya
91 Ada Yang Ketinggalan
92 Disembur
93 Tapi Kau Menyakitiku
94 Kaulah Penyebabnya
95 Diusir
96 Pacar Bayaran
97 Aku Marah
98 Jarum Suntik Ajaib
99 Ya Udah Lanjutkan
100 Memaafkan
101 Bersatu
102 Alena Yang Tak Peka
103 Teh Botol Buat Mabuk
104 Omelan Elena
105 Belanja
106 Hobi Baru
107 Kabar Bahagia
108 Kita Putus
109 Hadiah
110 Jawaban
111 Pak Dokter Yang Suka Modus
112 Drama Ibu Hamil Di Pagi Hari
113 Jadi Respect
114 Wisuda
115 Nasi Padang
116 Romansa Di Bonbin
117 Tiramisu
118 Usaha Miko
119 Saran Hukuman
120 Di Balik Ruang Ganti
121 Dituntut Untuk Peka
122 Kiriman Makan Siang
123 Demi Masa Depan
124 Memaksa
125 MEJIKUHIBINIU
126 Pernikahan Dokter Ryan Dan Alena
127 Main Suntikan Ajaib
128 Aku Diperkosa
129 Mati
130 Berubah
131 Kau Menantang ku
132 Sesakit Ini
133 Semua Karena Papa
134 Mati Lebih Baik
135 Karena Kau Bukan Ibuku!
136 Kaleng Atau Murni
137 Sandiwara
138 Ayo Kawin Lari
139 Alasan
140 Nikah Sekarang!
141 Romansa Pernikahan Di Rumah Sakit
142 Sirik Aja
143 Tidur Seranjang
144 Gagal
145 Aneh
146 KDRT
147 Kacau
148 Positif
149 Tak Bisa Lagi Menunggu
150 Mantap-mantap
151 Lolos, Jadi Mantan Perjaka
152 Masih Perkara Poster
153 Baby Kecap
154 Mie Ayam AA Samsul
155 Penganggu
156 Ngambek Tujuh Bulan
157 Keributan Di Meja Makan
158 Belanja
159 Pose Seksi
160 Tiba-tiba Merasa Mual
161 Mual Bau Rumah Sakit
162 Promosi Karya Baru
163 Berhasil
164 Ketakutan Misel
165 Asam Jawa Dan Rujak Bebek
166 Pohon Jambu Buat Sial
167 Menjenguk
168 Curhat
169 Dipalak
170 Papa Misel Yang Hot
171 Drama Balon Lolipop
172 Impas
173 Ingin Menangis
174 Mabuk Belut... Kasur
175 Me Time
176 Pendarahan
177 Bertahanlah
178 Pelajaran
179 Alka Dharmawan
180 Di Mana Alena?
181 Alkaline?
182 Drama Ibu Menyusui
183 Solusi
184 Nikmat Dan Bahagia
185 Kamu Serius?
186 Aku Rajin Jengukin Dia
187 Ngidam BBQ
188 Keributan Di Pagi Hari
189 Semakin Galak
190 Bertemu Mantan
191 Istri Apa Mantan
192 Susu Untuk Ayah
193 Aku Cemburu
194 Imunisasi Alka
195 Alby Demam
196 Aku Bukan Tandinganmu
197 Peka Dikit lah, Sayang
198 Gagal
199 Aku Bukan Pelakor
200 Keributan di Rumah Sakit
201 Kangen
202 Makan di Luar Yuk
203 Hasrat Yang Menggebu
204 Malam Panas
205 Kamu Itu Candu
206 Rey Shaka Anggara
207 Mau Banyak Anak
208 Aku Menyesal
209 Kabar Buruk
210 Berjuang Melahirkan
211 Baby ABC
212 Panggilan Pertama
213 Hamil Lagi
214 Bahagia ( T A M A T )
215 Promo_ My Director My First Love
216 Extra Part
217 Kisah Davis dan Nadila telah rilis
Episodes

Updated 217 Episodes

1
Dosen Killer
2
Gadis Kecil Bermata Bulat
3
Aku Menunggu Bunda
4
Siapa Yang Menyuruh Kamu Duduk?
5
Celaka
6
Di Antara Dua Pilihan
7
Pernikahan Dadakan
8
Ruangan Panas
9
Aku Ingin Adik Bayi
10
Gara-gara Meja
11
Bang Alby
12
Bentuk Perhatian Kecil
13
Pulang
14
Mana Surat Perjanjiannya?
15
Kesepakatan
16
Berangkat Bareng
17
Hukuman
18
Apa Maksudnya?
19
Abang Bohongin Aku
20
Siapa Milea?
21
Seperti Pencuri
22
Kalian Sedang Apa
23
Istri Saya Sibuk
24
Soto Spesial
25
Aku Belum Ingin
26
Ciuman Panas
27
Dikasih Salam
28
Jujur Apa Bohong?
29
Hampir Kepergok
30
Istrinya
31
Berapa Hari Lagi?
32
Wedding Davis dan Nadila
33
Ijinkan Aku Melamarmu
34
I Know, and I Love You
35
Finally
36
Once Again
37
Bunda Tidak Marah
38
Duh, Pak Yang Profesional Dong!
39
Rena-nya Alby
40
Just Ten Minutes, Baby
41
Tak Tau Malu
42
Kamu Juga Doyan
43
Cemburu
44
Suami Rena Kan Abang
45
Suster Ngesot
46
Langsung Dari Sumbernya
47
Lagi-lagi Dia
48
Sensasi
49
Album Foto
50
Abang Kangen, Re
51
Kecewa
52
Ku Pikir Kamu Berbeda
53
Tanpa Kabar
54
Aku Sudah Menikah
55
Nasehat
56
Apakah Aku Bermimpi
57
Aku Harus Bagaimana?
58
Tanggung Jawab Gak?
59
Aku Sudah Pasrah
60
Lagi Viral
61
Voucher Gratis
62
Terusik
63
Asal Gandeng Orang
64
Jadi Rindu
65
Menjemput Istri
66
Pangeran Berkuda Putih
67
Orang Asing
68
Kehilangan Mood
69
Kemarahan Alby
70
Rencana
71
Kau Itu Ibu Yang Buruk
72
Rasakan!
73
Penolakan Misel
74
Diculik
75
Kamu Jahat
76
Penjara
77
Kesombongan Miranda
78
Yang Penting Masih Hidup
79
Doain Aja
80
Bayaranku
81
Makan Bareng
82
Untuk Apa?
83
Negatif
84
Babak Belur
85
Bunuh Aku
86
Peluk
87
Aku Tau Semua
88
Baper Jadi Lapar
89
Aku Gak Siap Kawin
90
Jadi Menantu Saya
91
Ada Yang Ketinggalan
92
Disembur
93
Tapi Kau Menyakitiku
94
Kaulah Penyebabnya
95
Diusir
96
Pacar Bayaran
97
Aku Marah
98
Jarum Suntik Ajaib
99
Ya Udah Lanjutkan
100
Memaafkan
101
Bersatu
102
Alena Yang Tak Peka
103
Teh Botol Buat Mabuk
104
Omelan Elena
105
Belanja
106
Hobi Baru
107
Kabar Bahagia
108
Kita Putus
109
Hadiah
110
Jawaban
111
Pak Dokter Yang Suka Modus
112
Drama Ibu Hamil Di Pagi Hari
113
Jadi Respect
114
Wisuda
115
Nasi Padang
116
Romansa Di Bonbin
117
Tiramisu
118
Usaha Miko
119
Saran Hukuman
120
Di Balik Ruang Ganti
121
Dituntut Untuk Peka
122
Kiriman Makan Siang
123
Demi Masa Depan
124
Memaksa
125
MEJIKUHIBINIU
126
Pernikahan Dokter Ryan Dan Alena
127
Main Suntikan Ajaib
128
Aku Diperkosa
129
Mati
130
Berubah
131
Kau Menantang ku
132
Sesakit Ini
133
Semua Karena Papa
134
Mati Lebih Baik
135
Karena Kau Bukan Ibuku!
136
Kaleng Atau Murni
137
Sandiwara
138
Ayo Kawin Lari
139
Alasan
140
Nikah Sekarang!
141
Romansa Pernikahan Di Rumah Sakit
142
Sirik Aja
143
Tidur Seranjang
144
Gagal
145
Aneh
146
KDRT
147
Kacau
148
Positif
149
Tak Bisa Lagi Menunggu
150
Mantap-mantap
151
Lolos, Jadi Mantan Perjaka
152
Masih Perkara Poster
153
Baby Kecap
154
Mie Ayam AA Samsul
155
Penganggu
156
Ngambek Tujuh Bulan
157
Keributan Di Meja Makan
158
Belanja
159
Pose Seksi
160
Tiba-tiba Merasa Mual
161
Mual Bau Rumah Sakit
162
Promosi Karya Baru
163
Berhasil
164
Ketakutan Misel
165
Asam Jawa Dan Rujak Bebek
166
Pohon Jambu Buat Sial
167
Menjenguk
168
Curhat
169
Dipalak
170
Papa Misel Yang Hot
171
Drama Balon Lolipop
172
Impas
173
Ingin Menangis
174
Mabuk Belut... Kasur
175
Me Time
176
Pendarahan
177
Bertahanlah
178
Pelajaran
179
Alka Dharmawan
180
Di Mana Alena?
181
Alkaline?
182
Drama Ibu Menyusui
183
Solusi
184
Nikmat Dan Bahagia
185
Kamu Serius?
186
Aku Rajin Jengukin Dia
187
Ngidam BBQ
188
Keributan Di Pagi Hari
189
Semakin Galak
190
Bertemu Mantan
191
Istri Apa Mantan
192
Susu Untuk Ayah
193
Aku Cemburu
194
Imunisasi Alka
195
Alby Demam
196
Aku Bukan Tandinganmu
197
Peka Dikit lah, Sayang
198
Gagal
199
Aku Bukan Pelakor
200
Keributan di Rumah Sakit
201
Kangen
202
Makan di Luar Yuk
203
Hasrat Yang Menggebu
204
Malam Panas
205
Kamu Itu Candu
206
Rey Shaka Anggara
207
Mau Banyak Anak
208
Aku Menyesal
209
Kabar Buruk
210
Berjuang Melahirkan
211
Baby ABC
212
Panggilan Pertama
213
Hamil Lagi
214
Bahagia ( T A M A T )
215
Promo_ My Director My First Love
216
Extra Part
217
Kisah Davis dan Nadila telah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!