Aku Ingin Adik Bayi

Rena mengikuti langkah kaki Alby dengan terseok-seok, karena langkah kaki itu begitu cepat. Ia memperhatikan pergelangan tangannya, yang sedari tadi di genggam Alby. Anehnya, ada gelenyar aneh di jantungnya yang gak cukup ia mengerti. Sebelumnya, Rena tak pernah membiarkan lelaki manapun menyentuh dirinya seperti ini.

"Pak lepasin ih. Saya ngos-ngosan ngikutin jalan bapak, mending bapak duluan aja deh," ucap Rena seraya menghentakkan tangannya, hingga genggaman tangan itu terlepas.

Alby menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Rena, "kamu jalannya lelet sih. Misel sudah menunggumu sejak tadi, ngapain kamu malah asyik-asyikan di kantin. Janjian sama pacar kamu ya!"

Rena menatap Alby dengan tajam, apa lelaki itu tidak sadar, ia pergi karena memang tidak mau menganggu kegiatannya dengan perempuan tadi. Ah, ingin sekali rasanya Rena menyangkal dan menanyakan perempuan tadi, tetapi Rena memilih bungkam, ia rasa itu bukan urusannya. Bahkan kelanjutan pernikahan ini pun tidak dapat ia tebak seperti apa.

"Tadi cuma mau beli minuman, udahlah bapak duluan saja, nanti aku nyusul. Aku risih banyak orang melihat ke arah kita. Entah akan dapat pertanyaan apa aku besok," ucap Rena kalimat terakhir ia ucapkan dengan pelan hampir tak terdengar.

"Ya sudah saya duluan, kamu jangan lama-lama Misel sendirian," sahut Alby.

"Sendiri? Bukannya tadi di sana ada-"

"Dia sudah pulang!" jawab Alby cepat tanpa menjelaskan siapa perempuan yang bersamanya tadi.

'Oh jadi karena udah pulang makanya dia baru nyari aku gitu, dasar pria aneh. Kalau udah punya pilihan kenapa tidak menikah dengan perempuan tadi saja. Jika bukan demi Misel lebih baik aku pulang aja deh, malas sekali berhadapan dengan lelaki seperti dirinya.'

Kini Rena berjalan di belakang mengikuti langkah kaki Alby, tangannya masih menggenggam tas bekal yang ia bawa. Sampai depan pintu perawatan Misel, keduanya lantas masuk. Terlihat anak kecil itu masih berbaring dengan malas, lengannya tertancap jarum infus, kepalanya masih terbalut perban, wajahnya terlihat pucat, mendengar pintu terbuka ia menoleh, senyum merekah tersungging di bibirnya.

Ketika pintu sudah berhasil terbuka, sigap Alby langsung menggandeng tangan Rena, hal itu membuat perempuan itu merasa terkejut. Belum sempat ia bertanya, lelaki itu sudah lebih dulu menariknya mendekat ke arah Misel.

"Sayang, ayah ada di sini," ucapnya seraya mengusap kepala Misel dengan salah satu tangannya, lalu memberikan kecupan lembut di keningnya.

"Ayah, Bunda!" Misel tersenyum senang mendapati kini dirinya memiliki keluarga yang utuh seperti teman-temannya. Rena tersenyum, kemudian tatapannya tertuju pada tautan tangan Alby yang belum terlepas. Ada sesuatu yang berhasil menggelitik dalam hatinya, entah ini semacam perasaan senang atau kesal, semua beradu menjadi satu.

"Misel senang deh. Akhirnya keinginan Misel memiliki keluarga yang lengkap itu terwujud. Misel senang karena Bunda mau kembali sama kita, ayah!" sambungnya kemudian.

"Iya sayang. Ayah juga senang asal Misel juga bahagia." Alby kembali mendaratkan kecupan singkat di kening anak itu. Setelahnya ia tersenyum manis pada putrinya. Sesaat Rena merasa terpana, akan senyuman lelaki itu. Selama ini, yang Rena tau Alby adalah sosok lelaki yang dingin, datar, dan cuek. Tapi ternyata Alby akan terasa hangat dan manis saat berhadapan dengan orang yang ia cintai, seperti putrinya saat ini.

Rena melepaskan jemari tangannya dari tautan tangan Alby, kemudian ia berjalan di ke sisi lain ranjang tempat Misel berbaring. Tak lupa Rena meletakkan tas bekal yang ia bawa di atas nakas, kemudian ia duduk di sebelah Misel, sebelah tangannya menggenggam tangan anak itu.

"Misel sayang, bagaimana keadaanmu kini? Maafin Bunda ya, karena telah membuatmu celaka?" tanya Rena sendu, jujur saja perasaan bersalah itu terus menggerogoti hatinya. Rena merasa takut.

Misel tersenyum seraya mengusap tangan Rena. "Bunda aku baik-baik saja. Selama ada Bunda dan Ayah, aku pasti akan cepat sembuh. Ini bukan salah Bunda, tapi salah Misel yang tak hati-hati saat berlari, karena Model begitu senang bertemu Bunda."

Rena tersenyum lega, mendengar penuturan anak itu. "Misel maukah kau berjanji dengan Bunda?"

Misel mengangguk, kedua mata bulatnya terus menatap ke arah Rena dengan rona bahagia yang terpancar di sana. Hal itu membuat Rena lagi-lagi menoleh ke arah Alby, lelaki yang hanya terdiam tanpa expresi.

"Berjanjilah untuk lebih berhati-hati, jangan melakukan sesuatu yang membuat dirimu dalam bahaya sayang. Kau harus segera sehat, agar bisa berkumpul lagi bersama Ayah dan Bunda," imbuh Rena kemudian, wajahnya begitu serius. Rena bahkan memberikan jari kelingkingnya, meminta anak itu untuk berjanji. Tapi, Misel justru menggelengkan kepalanya. Hal itu membuat Rena dan Alby terkejut, apa maksudnya? Bukankah keinginan anak itu sudah terpenuhi.

"Kenapa sayang? Misel tidak mau berjanji? Misel tidak kasihan dengan ayah?" tanya Alby lembut.

Misel menggeleng, "bukan!"

"Lalu?"

"Kenapa hanya hanya untuk berkumpul dengan Ayah dan Bunda. Adik bayinya mana? Misel kan juga ingin adik bayi seperti Lila yang mempunyai adik bayi."

Perkataan polos yang terucap dari bibir Misel, mampu membuat Alby dan Rena merasa lega. Meski tak dipungkiri, keduanya pun merasa terkejut, akan permintaan anak itu yang menginginkan adik bayi.

Seketika wajah Rena memerah secara perlahan. Bukankah jika ada anak bayi, itu artinya dia dan Alby harus melakukan hubungan suami istri.

'Astaga! Ini gila,' gumamnya.

Sementara Alby justru terlihat biasa saja, Rena bahkan merasa heran akan expresi lelaki itu. Memang hanya biasa, atau justru lelaki itu tengah menutupi rasa malunya.

"Tentu saja sayang. Kita akan membentuk keluarga yang bahagia seperti yang Misel inginkan. Nanti di dalamnya akan ada Ayah, Bunda, Misel, juga adik bayi." Alby membalas ucapan Misel.

"Horee, aku sangat bahagia ayah. Kalau begitu aku berjanji mulai sekarang aku tidak akan nakal lagi, aku akan hati-hati, dan aku akan cepat sembuh agar aku bisa pulang dan bermain dengan adik bayi!" jemari mungil Misel menautkan dengan jemari Alby, dan sebelahnya menautkan jemarinya dengan jemari Rena. Mendapati sikap ceria Misel mau tak mau membuat keduanya lantas tersenyum.

Lalu, secara perlahan Misel memeluk Rena. Pelukan yang di sambut dengan kehangatan oleh Rena. Misel merenggangkan pelukannya, lalu menoleh ke arah Alby.

"Ayah, ayo dong kita berpelukan bersama, peluk kami," pinta anak itu.

Rena membeku terdiam di tempat, tetapi tak lama ia merasa terkejut saat tiba-tiba dengan gerakan cepat Alby sudah memeluk dirinya beserta Misel.

"Ayah akan pegang janji kamu!" ucap Alby.

"Em Bunda juga," timpal Rena.

Alby melepaskan pelukannya saat terdengar ketukan pintu, yang ternyata seorang suster mengantarkan makan untuk Misel. Anak itu sempat protes, tetapi dengan cepat Alby menanggapi sudah saatnya ia makan.

Kedua mata Alby tertuju pada kotak bekal yang di bawa Rena. Lelaki itu berjalan ke arah sana, dan mengambilnya.

"Ini untuk aku kan?" tanyanya begitu yakin.

"Tadinya sih iya. Tapi, sekarang mungkin udah dingin, Pak!" jawab Rena.

Alby merasa jengah mendengar panggilan dari perempuan itu, mungkin nanti saat Misel sudah sembuh ia perlu kembali berbicara padanya. Tidak mau ambil pusing, Alby membawa kotak makan itu ke sofa, dan memakannya di sana.

Terpopuler

Comments

Dewi Respati

Dewi Respati

wahhh... yang-yang.....

2023-01-31

0

Iin Romita

Iin Romita

wehhh visualnya kaya bang samsul

2022-11-27

0

Anisa

Anisa

ya harus anu dulu kalau mau ada adik bayi, Rena😂

2022-09-25

1

lihat semua
Episodes
1 Dosen Killer
2 Gadis Kecil Bermata Bulat
3 Aku Menunggu Bunda
4 Siapa Yang Menyuruh Kamu Duduk?
5 Celaka
6 Di Antara Dua Pilihan
7 Pernikahan Dadakan
8 Ruangan Panas
9 Aku Ingin Adik Bayi
10 Gara-gara Meja
11 Bang Alby
12 Bentuk Perhatian Kecil
13 Pulang
14 Mana Surat Perjanjiannya?
15 Kesepakatan
16 Berangkat Bareng
17 Hukuman
18 Apa Maksudnya?
19 Abang Bohongin Aku
20 Siapa Milea?
21 Seperti Pencuri
22 Kalian Sedang Apa
23 Istri Saya Sibuk
24 Soto Spesial
25 Aku Belum Ingin
26 Ciuman Panas
27 Dikasih Salam
28 Jujur Apa Bohong?
29 Hampir Kepergok
30 Istrinya
31 Berapa Hari Lagi?
32 Wedding Davis dan Nadila
33 Ijinkan Aku Melamarmu
34 I Know, and I Love You
35 Finally
36 Once Again
37 Bunda Tidak Marah
38 Duh, Pak Yang Profesional Dong!
39 Rena-nya Alby
40 Just Ten Minutes, Baby
41 Tak Tau Malu
42 Kamu Juga Doyan
43 Cemburu
44 Suami Rena Kan Abang
45 Suster Ngesot
46 Langsung Dari Sumbernya
47 Lagi-lagi Dia
48 Sensasi
49 Album Foto
50 Abang Kangen, Re
51 Kecewa
52 Ku Pikir Kamu Berbeda
53 Tanpa Kabar
54 Aku Sudah Menikah
55 Nasehat
56 Apakah Aku Bermimpi
57 Aku Harus Bagaimana?
58 Tanggung Jawab Gak?
59 Aku Sudah Pasrah
60 Lagi Viral
61 Voucher Gratis
62 Terusik
63 Asal Gandeng Orang
64 Jadi Rindu
65 Menjemput Istri
66 Pangeran Berkuda Putih
67 Orang Asing
68 Kehilangan Mood
69 Kemarahan Alby
70 Rencana
71 Kau Itu Ibu Yang Buruk
72 Rasakan!
73 Penolakan Misel
74 Diculik
75 Kamu Jahat
76 Penjara
77 Kesombongan Miranda
78 Yang Penting Masih Hidup
79 Doain Aja
80 Bayaranku
81 Makan Bareng
82 Untuk Apa?
83 Negatif
84 Babak Belur
85 Bunuh Aku
86 Peluk
87 Aku Tau Semua
88 Baper Jadi Lapar
89 Aku Gak Siap Kawin
90 Jadi Menantu Saya
91 Ada Yang Ketinggalan
92 Disembur
93 Tapi Kau Menyakitiku
94 Kaulah Penyebabnya
95 Diusir
96 Pacar Bayaran
97 Aku Marah
98 Jarum Suntik Ajaib
99 Ya Udah Lanjutkan
100 Memaafkan
101 Bersatu
102 Alena Yang Tak Peka
103 Teh Botol Buat Mabuk
104 Omelan Elena
105 Belanja
106 Hobi Baru
107 Kabar Bahagia
108 Kita Putus
109 Hadiah
110 Jawaban
111 Pak Dokter Yang Suka Modus
112 Drama Ibu Hamil Di Pagi Hari
113 Jadi Respect
114 Wisuda
115 Nasi Padang
116 Romansa Di Bonbin
117 Tiramisu
118 Usaha Miko
119 Saran Hukuman
120 Di Balik Ruang Ganti
121 Dituntut Untuk Peka
122 Kiriman Makan Siang
123 Demi Masa Depan
124 Memaksa
125 MEJIKUHIBINIU
126 Pernikahan Dokter Ryan Dan Alena
127 Main Suntikan Ajaib
128 Aku Diperkosa
129 Mati
130 Berubah
131 Kau Menantang ku
132 Sesakit Ini
133 Semua Karena Papa
134 Mati Lebih Baik
135 Karena Kau Bukan Ibuku!
136 Kaleng Atau Murni
137 Sandiwara
138 Ayo Kawin Lari
139 Alasan
140 Nikah Sekarang!
141 Romansa Pernikahan Di Rumah Sakit
142 Sirik Aja
143 Tidur Seranjang
144 Gagal
145 Aneh
146 KDRT
147 Kacau
148 Positif
149 Tak Bisa Lagi Menunggu
150 Mantap-mantap
151 Lolos, Jadi Mantan Perjaka
152 Masih Perkara Poster
153 Baby Kecap
154 Mie Ayam AA Samsul
155 Penganggu
156 Ngambek Tujuh Bulan
157 Keributan Di Meja Makan
158 Belanja
159 Pose Seksi
160 Tiba-tiba Merasa Mual
161 Mual Bau Rumah Sakit
162 Promosi Karya Baru
163 Berhasil
164 Ketakutan Misel
165 Asam Jawa Dan Rujak Bebek
166 Pohon Jambu Buat Sial
167 Menjenguk
168 Curhat
169 Dipalak
170 Papa Misel Yang Hot
171 Drama Balon Lolipop
172 Impas
173 Ingin Menangis
174 Mabuk Belut... Kasur
175 Me Time
176 Pendarahan
177 Bertahanlah
178 Pelajaran
179 Alka Dharmawan
180 Di Mana Alena?
181 Alkaline?
182 Drama Ibu Menyusui
183 Solusi
184 Nikmat Dan Bahagia
185 Kamu Serius?
186 Aku Rajin Jengukin Dia
187 Ngidam BBQ
188 Keributan Di Pagi Hari
189 Semakin Galak
190 Bertemu Mantan
191 Istri Apa Mantan
192 Susu Untuk Ayah
193 Aku Cemburu
194 Imunisasi Alka
195 Alby Demam
196 Aku Bukan Tandinganmu
197 Peka Dikit lah, Sayang
198 Gagal
199 Aku Bukan Pelakor
200 Keributan di Rumah Sakit
201 Kangen
202 Makan di Luar Yuk
203 Hasrat Yang Menggebu
204 Malam Panas
205 Kamu Itu Candu
206 Rey Shaka Anggara
207 Mau Banyak Anak
208 Aku Menyesal
209 Kabar Buruk
210 Berjuang Melahirkan
211 Baby ABC
212 Panggilan Pertama
213 Hamil Lagi
214 Bahagia ( T A M A T )
215 Promo_ My Director My First Love
216 Extra Part
217 Kisah Davis dan Nadila telah rilis
Episodes

Updated 217 Episodes

1
Dosen Killer
2
Gadis Kecil Bermata Bulat
3
Aku Menunggu Bunda
4
Siapa Yang Menyuruh Kamu Duduk?
5
Celaka
6
Di Antara Dua Pilihan
7
Pernikahan Dadakan
8
Ruangan Panas
9
Aku Ingin Adik Bayi
10
Gara-gara Meja
11
Bang Alby
12
Bentuk Perhatian Kecil
13
Pulang
14
Mana Surat Perjanjiannya?
15
Kesepakatan
16
Berangkat Bareng
17
Hukuman
18
Apa Maksudnya?
19
Abang Bohongin Aku
20
Siapa Milea?
21
Seperti Pencuri
22
Kalian Sedang Apa
23
Istri Saya Sibuk
24
Soto Spesial
25
Aku Belum Ingin
26
Ciuman Panas
27
Dikasih Salam
28
Jujur Apa Bohong?
29
Hampir Kepergok
30
Istrinya
31
Berapa Hari Lagi?
32
Wedding Davis dan Nadila
33
Ijinkan Aku Melamarmu
34
I Know, and I Love You
35
Finally
36
Once Again
37
Bunda Tidak Marah
38
Duh, Pak Yang Profesional Dong!
39
Rena-nya Alby
40
Just Ten Minutes, Baby
41
Tak Tau Malu
42
Kamu Juga Doyan
43
Cemburu
44
Suami Rena Kan Abang
45
Suster Ngesot
46
Langsung Dari Sumbernya
47
Lagi-lagi Dia
48
Sensasi
49
Album Foto
50
Abang Kangen, Re
51
Kecewa
52
Ku Pikir Kamu Berbeda
53
Tanpa Kabar
54
Aku Sudah Menikah
55
Nasehat
56
Apakah Aku Bermimpi
57
Aku Harus Bagaimana?
58
Tanggung Jawab Gak?
59
Aku Sudah Pasrah
60
Lagi Viral
61
Voucher Gratis
62
Terusik
63
Asal Gandeng Orang
64
Jadi Rindu
65
Menjemput Istri
66
Pangeran Berkuda Putih
67
Orang Asing
68
Kehilangan Mood
69
Kemarahan Alby
70
Rencana
71
Kau Itu Ibu Yang Buruk
72
Rasakan!
73
Penolakan Misel
74
Diculik
75
Kamu Jahat
76
Penjara
77
Kesombongan Miranda
78
Yang Penting Masih Hidup
79
Doain Aja
80
Bayaranku
81
Makan Bareng
82
Untuk Apa?
83
Negatif
84
Babak Belur
85
Bunuh Aku
86
Peluk
87
Aku Tau Semua
88
Baper Jadi Lapar
89
Aku Gak Siap Kawin
90
Jadi Menantu Saya
91
Ada Yang Ketinggalan
92
Disembur
93
Tapi Kau Menyakitiku
94
Kaulah Penyebabnya
95
Diusir
96
Pacar Bayaran
97
Aku Marah
98
Jarum Suntik Ajaib
99
Ya Udah Lanjutkan
100
Memaafkan
101
Bersatu
102
Alena Yang Tak Peka
103
Teh Botol Buat Mabuk
104
Omelan Elena
105
Belanja
106
Hobi Baru
107
Kabar Bahagia
108
Kita Putus
109
Hadiah
110
Jawaban
111
Pak Dokter Yang Suka Modus
112
Drama Ibu Hamil Di Pagi Hari
113
Jadi Respect
114
Wisuda
115
Nasi Padang
116
Romansa Di Bonbin
117
Tiramisu
118
Usaha Miko
119
Saran Hukuman
120
Di Balik Ruang Ganti
121
Dituntut Untuk Peka
122
Kiriman Makan Siang
123
Demi Masa Depan
124
Memaksa
125
MEJIKUHIBINIU
126
Pernikahan Dokter Ryan Dan Alena
127
Main Suntikan Ajaib
128
Aku Diperkosa
129
Mati
130
Berubah
131
Kau Menantang ku
132
Sesakit Ini
133
Semua Karena Papa
134
Mati Lebih Baik
135
Karena Kau Bukan Ibuku!
136
Kaleng Atau Murni
137
Sandiwara
138
Ayo Kawin Lari
139
Alasan
140
Nikah Sekarang!
141
Romansa Pernikahan Di Rumah Sakit
142
Sirik Aja
143
Tidur Seranjang
144
Gagal
145
Aneh
146
KDRT
147
Kacau
148
Positif
149
Tak Bisa Lagi Menunggu
150
Mantap-mantap
151
Lolos, Jadi Mantan Perjaka
152
Masih Perkara Poster
153
Baby Kecap
154
Mie Ayam AA Samsul
155
Penganggu
156
Ngambek Tujuh Bulan
157
Keributan Di Meja Makan
158
Belanja
159
Pose Seksi
160
Tiba-tiba Merasa Mual
161
Mual Bau Rumah Sakit
162
Promosi Karya Baru
163
Berhasil
164
Ketakutan Misel
165
Asam Jawa Dan Rujak Bebek
166
Pohon Jambu Buat Sial
167
Menjenguk
168
Curhat
169
Dipalak
170
Papa Misel Yang Hot
171
Drama Balon Lolipop
172
Impas
173
Ingin Menangis
174
Mabuk Belut... Kasur
175
Me Time
176
Pendarahan
177
Bertahanlah
178
Pelajaran
179
Alka Dharmawan
180
Di Mana Alena?
181
Alkaline?
182
Drama Ibu Menyusui
183
Solusi
184
Nikmat Dan Bahagia
185
Kamu Serius?
186
Aku Rajin Jengukin Dia
187
Ngidam BBQ
188
Keributan Di Pagi Hari
189
Semakin Galak
190
Bertemu Mantan
191
Istri Apa Mantan
192
Susu Untuk Ayah
193
Aku Cemburu
194
Imunisasi Alka
195
Alby Demam
196
Aku Bukan Tandinganmu
197
Peka Dikit lah, Sayang
198
Gagal
199
Aku Bukan Pelakor
200
Keributan di Rumah Sakit
201
Kangen
202
Makan di Luar Yuk
203
Hasrat Yang Menggebu
204
Malam Panas
205
Kamu Itu Candu
206
Rey Shaka Anggara
207
Mau Banyak Anak
208
Aku Menyesal
209
Kabar Buruk
210
Berjuang Melahirkan
211
Baby ABC
212
Panggilan Pertama
213
Hamil Lagi
214
Bahagia ( T A M A T )
215
Promo_ My Director My First Love
216
Extra Part
217
Kisah Davis dan Nadila telah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!