Rena melangkahkan kakinya, menjauh dari ruangan Misel dengan perasaan tak menentu. Kini, ia berhenti tepat di kantin rumah sakit.
"Untuk apa buru-buru menyuruhku kemari, jika sudah ada perempuan itu," sungut Rena seraya duduk di sebuah bangku. Rena memesan minuman hangat, coffe latte.
Perempuan itu lebih memilih menikmati minuman di depannya, seraya mengibaskan rambutnya yang masih terlihat basah. Rena harap akan segera kering karena tersapu angin, ia juga merasa risih akan pandangan orang di sana. Ia harap selama berada di kantin Rena tidak akan bertemu rekan kerjanya di rumah sakit ini, kalaupun memang bertemu, Rena harus mencari ide, tak mungkin ia jujur akan status dirinya kini.
"Ngapain, kau di sini. Aku dan Misel menunggu mu sejak tadi di dalam!" celetuk Alby kesal, yang entah sejak kapan berdiri di sisi perempuan itu. Lelaki itu melipat tangannya di dada.
Rena memutar bola matanya jengah, "gak usah berakting deh Pak. Aku tau banget posisi aku ini apa. Bukannya bapak dan Misel udah gak membutuhkan aku!"
Alby mengerutkan keningnya, mencoba berfikir kesalahan dirinya apa. "Kamu ngomong apa sih. Jelas aku nelpon kamu karena Misel merengek minta kamu datang, noh sekarang anaknya sedang nungguin. Ayo buru!" Alby menarik tangan Rena, tetapi dengan cepat perempuan itu menepis tangan lelaki itu.
Alby terkejut melihat reaksi Rena, perempuan itu memalingkan mukanya.
"Ren, kamu-"
"Aku kesal sama bapak. Ngapain sih pura-pura telpon aku, buat buru-buru datang kemari. Aku bahkan sampai tidak mengeringkan rambutku lebih dulu. Karena aku merasa khawatir dengan Misel yang tidak mau makan, tapi begitu sampai di sini, aku berasa tengah di kerjain. Misel aja anteng-anteng makan sama kekasih bapak."
Alby melongo mendengar penuturan perempuan itu. Seketika ia mencoba mengingat sesuatu. "Oh, jadi tadi kamu sudah sampai di sana. Kenapa tidak masuk saja sih?"
"Malas!" decak Rena seraya bangkit dari kursinya, mengeluarkan lembaran uang untuk membayar minuman itu. Rena melangkah meninggalkan Alby begitu saja.
"Ren, perempuan tadi itu sebenarnya-"
"Iya tau, gak usah diteruskan sih. Mau ke kamar Misel lah aku. Tepatin janji buat rawat dia!"
"Kamu sudah tau?" tanya Alby, Rena mengangguk. Hal itu membuat Alby merasa heran.
'Perasaan aku belum cerita apa-apa, kok dia sudah tau ya,' gumam Alby yang masih terdiam di tempat.
Begitu membuka pintu, Rena disambut dengan senyuman hangat dari Misel.
"Bunda, Misel kangen?" rengek anak itu seraya mengulurkan tangannya meminta untuk di peluk. Rena menghambur memeluk anak itu, lalu memberikan kecupan singkat di keningnya.
Alby yang baru saja tiba, langsung mendudukan dirinya di sofa, kedua matanya masih menatap lekat ke arah istri dan anaknya.
Rena membingkai wajah Misel, lalu bertanya. "Sudah makan belum sayang?" Meski sudah tau faktanya, tapi tidak ada salahnya ia berpura-pura tidak tau. Rena pikir ia tidak akan ikut campur soal Alby, itu lebih baik.
"Sudah, Bun. Tadi, disuapi Tante Milea," balasnya.
'Oh jadi namanya Milea. Apakah kisah cinta mereka tak seindah film Dilan dan Milea. Ini justru kisah cinta aneh,' batin Rena seraya melirik ke arah Alby. Lelaki itu juga menatap ke arah dirinya dengan santai.
Rena mengangguk, "syukurlah sayang, obatnya juga udah di minum?" tanya Rena lagi.
"Sudah, sama Tante Milea juga. Bunda sih lama sekali datang," rajuknya, anak itu mengerucutkan bibirnya lucu, hal itu membuat Rena merasa gemas. Rena mencubit pipi anak itu dengan gemas.
"Bunda habis mandi ya? Rambutnya basah?"
Rena mengusap rambutnya yang basah, "oh iya sayang. Bunda lupa ngeringin!" Kilahnya, tak mungkin ia jujur karena terburu-buru ke rumah sakit demi dirinya, ia tak mau melihat anak itu merasa bersalah.
Dalam diam Alby melirik ke arah Rena ketika mendengar obrolan keduanya. Alby berlalu masuk ke kamar mandi, kebetulan di sana juga tersedia handuk bersih, ia mengambil dan membawanya ke Rena.
"Keringkan rambutmu nanti bisa masuk angin," ujar Alby seraya meletakkan handuk itu tepat di sisi Rena. Alby kembali melangkah ke sofa, kali ini lelaki itu membuka laptop miliknya.
Rena beralih duduk di kursi sisi ranjang Misel, mengambil handuk itu dengan senyum tipisnya, perlahan ia mulai menggosok rambutnya dengan handuk itu dengan buru-buru.
"Aduhhh!" pekik Rena tertahan, ia meringis kala merasakan handuknya nyanngkut di anting miliknya.
"Bunda!"
"Duh nak, bentar. Ini handuknya nyangkut di anting Bunda, sakit sekali!" keluhnya. Misel mencoba bergerak untuk membantu Rena, tetapi keadaanya yang belum sembuh total, membuat gerakannya terbatas, lantas ia pun menoleh ke arah Alby.
"Ayah, bantuin Bunda dong. Tuh, handuknya nyangkut di anting aku tidak bisa membantunya!"
Alby menatap ke arah Rena yang tengah meringis kesakitan, seraya mencoba melepaskannya seorang diri.
"Tidak nak, Bunda bisa sendiri. Tenang saja!" tolaknya halus.
Lelaki berkacamata bening itu pun bangkit, melangkah ke arah Rena. "Biar ku bantu, ayo duduklah di sofa!" Alby menggiring Rena ke sofa.
Hembusan nafas yang hangat menyapu tengkuk wajah Rena, kala dari jarak dekat ia dapat melihat wajah suaminya tanpa penghalang apapun. Lelaki di hadapannya itu tengah serius membantu dirinya, melepaskan handuk yang nyangkut di antingnya. Sesaat Rena merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, ia pikir ini tak baik untuk kesehatannya.
"Aduhh!" pekik Rena kala merasakan sakit.
"Sebentar. Tahan dulu sakitnya, gak usah ngeluh gini doang masa cengeng," ujar Alby.
"Ih.."
"Lagi ngapain pakai anting panjang gini, udah kaya rantai motor aja!" ujar Alby seraya menjauhkan tubuhnya, kala sudah berhasil melepaskan handuk yang nyangkut itu.
Rena mencebik, "Bapak itu kuno ya. Ini tuh tren, kaya artis-artis Korea itu loh Pak. Pakai anting begini itu terlihat cantik, ya kan. Coba bapak perhatikan aku baik-baik!" Rena memasang wajah imutnya.
Anehnya, Alby menuruti perintah Rena. Lelaki itu menatap inci wajah dan penampilan Rena dari atas sampai bawah.
"Tuh kan, bapak aja sampai tidak berkedip menatap aku. Iya dong, aku kan cantik mirip Dilraba Dilmurat, ya kan Pak?" Ucap Rena dengan percaya dirinya, rambutnya masih terlihat berantakan.
"Bukan Dilraba tapi kamu lebih ke Dilrubah kali ya," balas Alby enteng.
"Bapak!!!!!" pekik Rena kesal, bahkan ia melayangkan pukulan di dada lelaki itu. Alby membiarkan saja Rena melakukan apa pada tubuhnya, ia justru tertawa dengan kencang. Sesaat Rena terpana, baru kali ini ia bisa melihat suaminya bisa tertawa dengan lepas.
'Tampan,' gumam Rena seraya menatap Alby tak berkedip.
Alby menghentikan tawanya saat melihat Rena yang sudah terdiam, ia pikir perempuan itu marah padanya. Alby berdehem, kembali menatap pakaian yang Rena kenakan.
"Lain kali kalau keluar rumah, pakailah pakaian yang lebih sopan dan tertutup Rena!" ujar Alby.
"Loh kenapa, bapak tidak tau ya ini kan-"
"Aku tidak suka melihatnya. Kamu sempat memakai anting yang panjang, tapi tidak sempat memilih pakaian yang lebih baik. Dengar, kita tidak tau pandangan orang. Pakaianmu bisa menarik perhatian lawan jenis, kemudian bisa membuatmu dalam bahaya, kamu tahukan bahaya sebuah pelecehan. Gak usah ikuti trend, kamu istri ku sekarang, jangan ngebantah. Kali ini aku maklumi tapi tidak ada untuk lain kali." Pasalnya saat ini Rena mengenakan pakaiannya yang bagian pundaknya terbuka, belum lagi ukurannya yang terlampau pendek memperlihatkan paha mulusnya. Alby bahkan sampai memijat kepalanya berkali-kali.
"Dihh!"
Alby meraih paper bag yang sedari tadi berada di atas meja, memberikannya pada Rena.
"Untukmu."
"Apa ini, Pak?" tanya Rena bingung.
"Ponsel baru. Pakailah, aku tadi membelikannya untukmu, anggap saja mengganti ponselmu yang hilang!" ujar Alby.
Rena mengangguk, lalu mengeluarkan ponsel itu. Ia tersenyum kecil.
'Ternyata, diam-diam ia baik dan perhatian juga' gumamnya.
Aktivitas keduanya terhenti, ketika pintu ruangan di ketuk. Tak lama terbuka. Terlihat Dinda dan Rava masuk. Keduanya berniat menjenguk Misel, bagaimanapun anak itu kini telah menjadi cucunya. Alby menyambut kedua mertuanya dengan hangat.
Ini lho yang udah berani goda² pak Alby..wkwkkwk
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
Mekel AgustinaSulistiani
mana mungkin gak klepek-klepek kalau rena cantiknya kayak gitu
2023-07-27
0
Anisa
Lha ini kan Dilraba ya,😂
2022-09-26
0
Anisa
Untung bukan diraba-raba ya😂😂
2022-09-26
0