Di Antara Dua Pilihan

Alby menatap tubuh putrinya yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Ia meremas pinggir ranjang itu dengan kuat, ia merasa marah melihat keadaan putrinya yang terluka, tapi entah pada siapa? Rena. Haruskah ia marah pada perempuan itu, setelah ia mendengarkan cerita dari pengasuh putrinya.

Mungkin yang perlu ia lakukan adalah marah pada dirinya sendiri untuk saat ini. Kini, Alby memijat kepalanya yang terasa pening, ketika mendengar penjelasan dokter satu jam yang lalu. Hasil CT-scan menunjukkan adanya gumpalan darah di otak Misel, hal itu di perlukan untuk melakukan tahap operasi. Seumur hidupnya baru kali ini Alby merasakan ketakutan yang teramat dalam.

Dalam hidupnya saat ini, ia hanya mempunyai Misel dan ibu kandungnya, tidak ada siapapun lagi. Bahkan sejak kecil ia sudah tak merasakan kasih sayang seorang ayah.

Jadi, Alby memutuskan untuk melakukan tindakan operasi secepatnya. Tetapi, dokter mengatakan operasi perlu dilakukan besok.

Alby membenamkan kepalanya di sisi ranjang putrinya, tangannya ia gunakan untuk menopang dagunya, kedua matanya terus mengarah pada wajah pucat putrinya.

Sesaat kemudian ia teringat akan permintaan anak itu kemarin malam.

"Ayah, aku punya satu permintaan. Bisakah ayah mengabulkannya keinginanku!" pinta bocah itu penuh harap.

Alby yang saat itu tengah membelai lembut rambut Misel, menghentikan gerakannya, lalu menatap ke arah Misel penuh tanya, "apa sayang? Apa yang bisa ayah berikan, tentu saja akan ayah berikan. Bahkan sekalipun nyawa ayah, pasti akan ayah pertaruhkan!" lelaki itu sedikit bercanda, karena ia mengira Misel pasti hanya akan meminta sejenis makanan atau mainan. Namun, tak ia sangka permintaannya justru hal yang tak pernah ia duga.

"Aku ingin ayah menikah dengan Kak Rena!"

Deg!

Alby terkejut mendengarnya. Ia bahkan langsung menjauhkan tubuhnya dari putrinya.

"Rena. Siapa dia? Sayang, kamu jangan aneh-aneh, nak." Alby berucap lirih, meski hatinya sedikit ketar-ketir, bahkan bisa saja saat ini amarahnya meluap saat itu juga, saat kembali disinggung lagi soal pernikahan. Tetapi, demi Misel ia sekuat tenaga menahannya.

"Perempuan yang berada di kampus Ayah ngajar!"

Deg!

Alby kembali terkejut ketika mendengar penuturan Misel. Mulutnya terbuka secelah, sesaat ingatannya justru terlintas Rena Nugraha, mahasiswi yang menurutnya teramat sombong, karena kesan pertemuan pertamanya yang tak baik. Tapi, mungkinkah Rena itu yang di maksud putrinya.

****

Kini Alby mengerjapkan kedua matanya menggelengkan kepalanya, berusaha mengenyahkan kemungkinan itu. Tetapi, penjelasan pengasuh putrinya tadi seketika membuat ia merasa terpaku. Saat dugaannya ternyata sama sekali tidak meleset.

"Sial!" umpatnya dengan nada yang sedikit keras.

Kriek!

Bunyi sebuah pintu terbuka membuat kepala Alby menoleh, matanya membulat dengan pandangan tajam.

"Ngapain kamu!" sentak Alby.

Rena yang saat itu masih berada di ambang pintu menunduk, sungguh jauh dari dasar hatinya ia merasa sangat bersalah. Meski, tadi Alby sudah mengusirnya untuk segera pergi dari rumah sakit itu, tetapi hatinya menolak. Bayangan wajah sendu Misel terus terlintas dalam otaknya, ia merasa harus memastikan keadaan anak itu dengan kedua matanya sendiri, meski keadaannya saat itu terlihat begitu kacau. Rena mengingat setiap perkataan Daddy-nya.

'Jadilah, orang yang bertanggung jawab, hadapi setiap permasalahan yang kau buat. Jangan pernah lari dari tanggung jawab.'

"Pak, saya hanya-"

"Kamu-"

"Ayah?"

Baik Rena maupun Alby tak lagi melanjutkan ucapannya, ketika mendengar suara Misel.

Misel mengerjapkan kedua kelopak matanya yang terasa berat.

"Duh, Ayah kepalaku sakit, sangat pusing," keluhnya.

"Iya sayang, makanya jangan banyak gerak dulu. Pengobatannya belum selesai, besok Misel melakukan pengobatan tahap kedua ya," terang Alby lembut seraya mendaratkan kecupan singkat di pipi anak itu.

"Kedua? Ayah aku bosan di rumah sakit, bisakah kita pulang saja."

Alby menggeleng, "ya pulang besok kalau anak ayah ini udah sembuh!"

"Tapi-"

"Misel."

Misel menoleh ke sumber suara, seketika bibirnya tersenyum, "Bunda!"

Alby molotot mendengarnya, ketika dugaannya sama sekali tidak meleset.

"Gimana keadaan kamu sayang?" tanya Rena ketika telah berada di sisi Misel.

Alby merasa geram, tetapi kakinya terpaku seolah berat untuk melangkah.

"Kepalaku sakit," jawab Misel manja.

Rena mengusap lembut kepala anak itu, membuat Misel terenyuh, hal itu tentu tidak luput dari pandangan Alby.

"Besok setelah di operasi tidak akan terasa sakit lagi sayang," ucap Rena.

Misel menggeleng, "aku tidak mau dioperasi!"

Rena terkejut mendengarnya, ia menoleh ke arah Alby. Tetapi, lelaki itu hanya terdiam dengan mata yang memandang dirinya dengan tajam. Sesaat ia bergidik ngeri.

"Dengarkan kakak, sayang. Setelah dioperasi Misel akan kembali sehat dan tak sakit lagi. Misel bisa pergi sekolah dan main lagi."

Misel menggeleng, "tidak mau!"

"Misel, dengarkan ayah-"

"Tidak mau ayah!"

Alby menghela nafasnya, rasanya ia harus banyak mempunyai stok kesabaran. "Kalau Misel mau operasi, ayah akan membelikan Misel banyak mainan," bujuknya.

Sesaat, kalimat itu membuat Misel terdiam, keningnya mengerut seolah tengah memikirkan sesuatu. Ia menoleh ke arah keduanya secara bergantian.

"Baik, aku akan menuruti permintaan ayah. Tapi, sebelum itu ayah harus menuruti permintaan aku dulu!"

Ruangan itu tiba-tiba menjadi sesak, baik Rena maupun Alby tiba-tiba merasakan sebuah firasat tidak enak.

"Ya, sayang. Kamu mau minta apa?"

"Ayah janji dulu!" desaknya. Ia memberikan jari kelingkingnya.

Alby tersenyum menurut saja, "ya ayah janji!"

Misel tersenyum, kemudian beralih ke arah Rena, anak itu meminta tangannya.

"Ayah harus menikah dulu dengan Bunda. Baru aku akan melakukan operasi, jika tidak aku tidak mau lebih baik aku mati saja, jika hidupku tetap saja tak punya Bunda."

Keduanya terkejut, Rena menggeleng.

"Bunda juga udah janji kan tadi di mobil!" sambungnya.

"Tidak, ini tidak mungkin Misel," tolak Rena, secepat itu ia menarik tangannya kembali.

"Aku permisi!" Rena berlalu pergi, meninggalkan Misel yang perasaan tengah kecewa.

"Bunda!" lirihnya.

"Ayah, aku lebih baik mati, jika ayah dan Bunda tidak mau menuruti permintaan aku. Ayah aku hanya ingin seperti teman-teman ku yang mempunyai seorang ibu!" kedua mata anak itu berkaca-kaca, nafasnya naik turun tampak sesak.

Mendengar dan melihat hal itu membuat dada Alby merasa sesak.

"Ayah kan sudah janji!" sambungnya bersamaan dengan kedua air matanya yang mengalir. Salah satu tangan Alby mengepal, ia paling tidak bisa melihat putrinya menangis seperti ini.

"Baik sayang. Ayah akan menuruti permintaan kamu." Alby menghapus air mata putrinya.

"Tunggulah di sini dengan Nany. Ayah akan mengejar Bunda dulu!" imbuhnya kemudian, karena ia melihat pengasuh putrinya itu memang baru tiba.

****

Rena menyusuri koridor rumah sakit itu dengan pelan. Sesaat ia merasa ini semua seperti mimpi, dilamar seorang anak kecil untuk menjadi ibu sambungnya. Bahkan dalam otaknya, bayangan sebuah pernikahan itu masih sangat jauh, Rena sengaja menutup hatinya.

Srettt!

Tubuh Rena hampir oleng terjatuh, ketika seseorang dengan cepat, menarik tangannya.

"Pak!" Rena terkejut ketika melihat Alby.

"Ikut denganku!" Alby menarik tangan Rena membawanya ke sebuah taman.

"Pak!"

Alby menoleh dengan sorot mata yang tajam.

"Rena, menikah denganku atau kau masuk penjara!"

Rena terkejut, seolah dunianya runtuh saat itu juga.

Terpopuler

Comments

Iin Romita

Iin Romita

ada nuna Nuni gak

2022-11-27

0

Wati_esha

Wati_esha

Alby .. menggunakan segala cara?

2022-08-11

0

Wati_esha

Wati_esha

Rena, kamu sudah dilamar dia kali oleh anak kecil, Misel.

2022-08-11

1

lihat semua
Episodes
1 Dosen Killer
2 Gadis Kecil Bermata Bulat
3 Aku Menunggu Bunda
4 Siapa Yang Menyuruh Kamu Duduk?
5 Celaka
6 Di Antara Dua Pilihan
7 Pernikahan Dadakan
8 Ruangan Panas
9 Aku Ingin Adik Bayi
10 Gara-gara Meja
11 Bang Alby
12 Bentuk Perhatian Kecil
13 Pulang
14 Mana Surat Perjanjiannya?
15 Kesepakatan
16 Berangkat Bareng
17 Hukuman
18 Apa Maksudnya?
19 Abang Bohongin Aku
20 Siapa Milea?
21 Seperti Pencuri
22 Kalian Sedang Apa
23 Istri Saya Sibuk
24 Soto Spesial
25 Aku Belum Ingin
26 Ciuman Panas
27 Dikasih Salam
28 Jujur Apa Bohong?
29 Hampir Kepergok
30 Istrinya
31 Berapa Hari Lagi?
32 Wedding Davis dan Nadila
33 Ijinkan Aku Melamarmu
34 I Know, and I Love You
35 Finally
36 Once Again
37 Bunda Tidak Marah
38 Duh, Pak Yang Profesional Dong!
39 Rena-nya Alby
40 Just Ten Minutes, Baby
41 Tak Tau Malu
42 Kamu Juga Doyan
43 Cemburu
44 Suami Rena Kan Abang
45 Suster Ngesot
46 Langsung Dari Sumbernya
47 Lagi-lagi Dia
48 Sensasi
49 Album Foto
50 Abang Kangen, Re
51 Kecewa
52 Ku Pikir Kamu Berbeda
53 Tanpa Kabar
54 Aku Sudah Menikah
55 Nasehat
56 Apakah Aku Bermimpi
57 Aku Harus Bagaimana?
58 Tanggung Jawab Gak?
59 Aku Sudah Pasrah
60 Lagi Viral
61 Voucher Gratis
62 Terusik
63 Asal Gandeng Orang
64 Jadi Rindu
65 Menjemput Istri
66 Pangeran Berkuda Putih
67 Orang Asing
68 Kehilangan Mood
69 Kemarahan Alby
70 Rencana
71 Kau Itu Ibu Yang Buruk
72 Rasakan!
73 Penolakan Misel
74 Diculik
75 Kamu Jahat
76 Penjara
77 Kesombongan Miranda
78 Yang Penting Masih Hidup
79 Doain Aja
80 Bayaranku
81 Makan Bareng
82 Untuk Apa?
83 Negatif
84 Babak Belur
85 Bunuh Aku
86 Peluk
87 Aku Tau Semua
88 Baper Jadi Lapar
89 Aku Gak Siap Kawin
90 Jadi Menantu Saya
91 Ada Yang Ketinggalan
92 Disembur
93 Tapi Kau Menyakitiku
94 Kaulah Penyebabnya
95 Diusir
96 Pacar Bayaran
97 Aku Marah
98 Jarum Suntik Ajaib
99 Ya Udah Lanjutkan
100 Memaafkan
101 Bersatu
102 Alena Yang Tak Peka
103 Teh Botol Buat Mabuk
104 Omelan Elena
105 Belanja
106 Hobi Baru
107 Kabar Bahagia
108 Kita Putus
109 Hadiah
110 Jawaban
111 Pak Dokter Yang Suka Modus
112 Drama Ibu Hamil Di Pagi Hari
113 Jadi Respect
114 Wisuda
115 Nasi Padang
116 Romansa Di Bonbin
117 Tiramisu
118 Usaha Miko
119 Saran Hukuman
120 Di Balik Ruang Ganti
121 Dituntut Untuk Peka
122 Kiriman Makan Siang
123 Demi Masa Depan
124 Memaksa
125 MEJIKUHIBINIU
126 Pernikahan Dokter Ryan Dan Alena
127 Main Suntikan Ajaib
128 Aku Diperkosa
129 Mati
130 Berubah
131 Kau Menantang ku
132 Sesakit Ini
133 Semua Karena Papa
134 Mati Lebih Baik
135 Karena Kau Bukan Ibuku!
136 Kaleng Atau Murni
137 Sandiwara
138 Ayo Kawin Lari
139 Alasan
140 Nikah Sekarang!
141 Romansa Pernikahan Di Rumah Sakit
142 Sirik Aja
143 Tidur Seranjang
144 Gagal
145 Aneh
146 KDRT
147 Kacau
148 Positif
149 Tak Bisa Lagi Menunggu
150 Mantap-mantap
151 Lolos, Jadi Mantan Perjaka
152 Masih Perkara Poster
153 Baby Kecap
154 Mie Ayam AA Samsul
155 Penganggu
156 Ngambek Tujuh Bulan
157 Keributan Di Meja Makan
158 Belanja
159 Pose Seksi
160 Tiba-tiba Merasa Mual
161 Mual Bau Rumah Sakit
162 Promosi Karya Baru
163 Berhasil
164 Ketakutan Misel
165 Asam Jawa Dan Rujak Bebek
166 Pohon Jambu Buat Sial
167 Menjenguk
168 Curhat
169 Dipalak
170 Papa Misel Yang Hot
171 Drama Balon Lolipop
172 Impas
173 Ingin Menangis
174 Mabuk Belut... Kasur
175 Me Time
176 Pendarahan
177 Bertahanlah
178 Pelajaran
179 Alka Dharmawan
180 Di Mana Alena?
181 Alkaline?
182 Drama Ibu Menyusui
183 Solusi
184 Nikmat Dan Bahagia
185 Kamu Serius?
186 Aku Rajin Jengukin Dia
187 Ngidam BBQ
188 Keributan Di Pagi Hari
189 Semakin Galak
190 Bertemu Mantan
191 Istri Apa Mantan
192 Susu Untuk Ayah
193 Aku Cemburu
194 Imunisasi Alka
195 Alby Demam
196 Aku Bukan Tandinganmu
197 Peka Dikit lah, Sayang
198 Gagal
199 Aku Bukan Pelakor
200 Keributan di Rumah Sakit
201 Kangen
202 Makan di Luar Yuk
203 Hasrat Yang Menggebu
204 Malam Panas
205 Kamu Itu Candu
206 Rey Shaka Anggara
207 Mau Banyak Anak
208 Aku Menyesal
209 Kabar Buruk
210 Berjuang Melahirkan
211 Baby ABC
212 Panggilan Pertama
213 Hamil Lagi
214 Bahagia ( T A M A T )
215 Promo_ My Director My First Love
216 Extra Part
217 Kisah Davis dan Nadila telah rilis
Episodes

Updated 217 Episodes

1
Dosen Killer
2
Gadis Kecil Bermata Bulat
3
Aku Menunggu Bunda
4
Siapa Yang Menyuruh Kamu Duduk?
5
Celaka
6
Di Antara Dua Pilihan
7
Pernikahan Dadakan
8
Ruangan Panas
9
Aku Ingin Adik Bayi
10
Gara-gara Meja
11
Bang Alby
12
Bentuk Perhatian Kecil
13
Pulang
14
Mana Surat Perjanjiannya?
15
Kesepakatan
16
Berangkat Bareng
17
Hukuman
18
Apa Maksudnya?
19
Abang Bohongin Aku
20
Siapa Milea?
21
Seperti Pencuri
22
Kalian Sedang Apa
23
Istri Saya Sibuk
24
Soto Spesial
25
Aku Belum Ingin
26
Ciuman Panas
27
Dikasih Salam
28
Jujur Apa Bohong?
29
Hampir Kepergok
30
Istrinya
31
Berapa Hari Lagi?
32
Wedding Davis dan Nadila
33
Ijinkan Aku Melamarmu
34
I Know, and I Love You
35
Finally
36
Once Again
37
Bunda Tidak Marah
38
Duh, Pak Yang Profesional Dong!
39
Rena-nya Alby
40
Just Ten Minutes, Baby
41
Tak Tau Malu
42
Kamu Juga Doyan
43
Cemburu
44
Suami Rena Kan Abang
45
Suster Ngesot
46
Langsung Dari Sumbernya
47
Lagi-lagi Dia
48
Sensasi
49
Album Foto
50
Abang Kangen, Re
51
Kecewa
52
Ku Pikir Kamu Berbeda
53
Tanpa Kabar
54
Aku Sudah Menikah
55
Nasehat
56
Apakah Aku Bermimpi
57
Aku Harus Bagaimana?
58
Tanggung Jawab Gak?
59
Aku Sudah Pasrah
60
Lagi Viral
61
Voucher Gratis
62
Terusik
63
Asal Gandeng Orang
64
Jadi Rindu
65
Menjemput Istri
66
Pangeran Berkuda Putih
67
Orang Asing
68
Kehilangan Mood
69
Kemarahan Alby
70
Rencana
71
Kau Itu Ibu Yang Buruk
72
Rasakan!
73
Penolakan Misel
74
Diculik
75
Kamu Jahat
76
Penjara
77
Kesombongan Miranda
78
Yang Penting Masih Hidup
79
Doain Aja
80
Bayaranku
81
Makan Bareng
82
Untuk Apa?
83
Negatif
84
Babak Belur
85
Bunuh Aku
86
Peluk
87
Aku Tau Semua
88
Baper Jadi Lapar
89
Aku Gak Siap Kawin
90
Jadi Menantu Saya
91
Ada Yang Ketinggalan
92
Disembur
93
Tapi Kau Menyakitiku
94
Kaulah Penyebabnya
95
Diusir
96
Pacar Bayaran
97
Aku Marah
98
Jarum Suntik Ajaib
99
Ya Udah Lanjutkan
100
Memaafkan
101
Bersatu
102
Alena Yang Tak Peka
103
Teh Botol Buat Mabuk
104
Omelan Elena
105
Belanja
106
Hobi Baru
107
Kabar Bahagia
108
Kita Putus
109
Hadiah
110
Jawaban
111
Pak Dokter Yang Suka Modus
112
Drama Ibu Hamil Di Pagi Hari
113
Jadi Respect
114
Wisuda
115
Nasi Padang
116
Romansa Di Bonbin
117
Tiramisu
118
Usaha Miko
119
Saran Hukuman
120
Di Balik Ruang Ganti
121
Dituntut Untuk Peka
122
Kiriman Makan Siang
123
Demi Masa Depan
124
Memaksa
125
MEJIKUHIBINIU
126
Pernikahan Dokter Ryan Dan Alena
127
Main Suntikan Ajaib
128
Aku Diperkosa
129
Mati
130
Berubah
131
Kau Menantang ku
132
Sesakit Ini
133
Semua Karena Papa
134
Mati Lebih Baik
135
Karena Kau Bukan Ibuku!
136
Kaleng Atau Murni
137
Sandiwara
138
Ayo Kawin Lari
139
Alasan
140
Nikah Sekarang!
141
Romansa Pernikahan Di Rumah Sakit
142
Sirik Aja
143
Tidur Seranjang
144
Gagal
145
Aneh
146
KDRT
147
Kacau
148
Positif
149
Tak Bisa Lagi Menunggu
150
Mantap-mantap
151
Lolos, Jadi Mantan Perjaka
152
Masih Perkara Poster
153
Baby Kecap
154
Mie Ayam AA Samsul
155
Penganggu
156
Ngambek Tujuh Bulan
157
Keributan Di Meja Makan
158
Belanja
159
Pose Seksi
160
Tiba-tiba Merasa Mual
161
Mual Bau Rumah Sakit
162
Promosi Karya Baru
163
Berhasil
164
Ketakutan Misel
165
Asam Jawa Dan Rujak Bebek
166
Pohon Jambu Buat Sial
167
Menjenguk
168
Curhat
169
Dipalak
170
Papa Misel Yang Hot
171
Drama Balon Lolipop
172
Impas
173
Ingin Menangis
174
Mabuk Belut... Kasur
175
Me Time
176
Pendarahan
177
Bertahanlah
178
Pelajaran
179
Alka Dharmawan
180
Di Mana Alena?
181
Alkaline?
182
Drama Ibu Menyusui
183
Solusi
184
Nikmat Dan Bahagia
185
Kamu Serius?
186
Aku Rajin Jengukin Dia
187
Ngidam BBQ
188
Keributan Di Pagi Hari
189
Semakin Galak
190
Bertemu Mantan
191
Istri Apa Mantan
192
Susu Untuk Ayah
193
Aku Cemburu
194
Imunisasi Alka
195
Alby Demam
196
Aku Bukan Tandinganmu
197
Peka Dikit lah, Sayang
198
Gagal
199
Aku Bukan Pelakor
200
Keributan di Rumah Sakit
201
Kangen
202
Makan di Luar Yuk
203
Hasrat Yang Menggebu
204
Malam Panas
205
Kamu Itu Candu
206
Rey Shaka Anggara
207
Mau Banyak Anak
208
Aku Menyesal
209
Kabar Buruk
210
Berjuang Melahirkan
211
Baby ABC
212
Panggilan Pertama
213
Hamil Lagi
214
Bahagia ( T A M A T )
215
Promo_ My Director My First Love
216
Extra Part
217
Kisah Davis dan Nadila telah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!