Pulang

"Semua hasilnya bagus. Kamu sudah boleh pulang anak cantik. Tapi, jaga kesehatan dan lebih berhati-hati ya, jangan sampai kelelahan ya!" terang Dokter Ryan yang saat itu tengah memeriksa Misel.

"Baik, Om Dokter."

"Ya sudah saya permisi dulu, masih harus memeriksa pasien lain!" Dokter Ryan berpamitan.

"Terima kasih dokter!" jawab Alby merasa lega karena putrinya sudah diperbolehkan pulang.

Usai kepergian dokter Ryan, Misel menatap ke arah pintu, lalu menoleh Alby. "Ayah, Bunda di mana?" tanyanya.

Alby menghela nafas pelan, sejak bangun tidur anaknya terus saja menanyakan Rena. Memang semalam Rena tidak menginap di rumah sakit, Alby meminta perempuan itu untuk pulang.

"Emm, mungkin masih di jalan menuju kemari sayang." Alby berucap dengan lembut, mendudukan dirinya di sisi putrinya.

Misel cemberut, "kok mungkin? Sejak tadi ayah bilang seperti itu terus. Ayo coba telpon Bunda. Hari ini kan aku sudah boleh pulang, kalau Bunda tidak kemari aku tidak mau pulang, biar saja aku di kira sakit terus!" Bocah kecil yah saat ini tengah duduk di atas brankar itu memalingkan mukanya, menunjukkan raut kesalnya.

Alby mengusap wajahnya dengan gerakan kasar, kadang ia sendiri bingung apa istimewanya Rena, kenapa anaknya begitu sayang dengan perempuan itu. Bahkan jika diingat, Misel jauh lebih membutuhkan Rena di bandingkan dirinya. Padahal mereka baru mengenal beberapa hari. Dan lucunya ketika mendengar cerita putrinya, ketika dirinya bertanya bagaimana bisa mengira Rena adalah ibu kandungnya. Anak itu hanya mengatakan karena Rena cantik, baik dan rambutnya panjang. Alby sampai menganga mendengarnya, tetapi anehnya Alby pun tak menjelaskan kebenarannya. Bagi Alby biarlah Misel tidak mengetahui perihal ibu kandungnya yang telah meninggalkan ia sejak bayi hanya demi ambisinya. Jika Misel sampai mengetahui hal itu, justru akan membuat anak itu terluka.

"Ih Ayah kok malah melamun sih," decak Misel kesal.

Alby yang tersadar dari lamunannya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "iya sayang, kenapa? Anak ayah ini kenapa?"

Misel melipatkan tangannya di dada, wajahnya cemberut, kesal melihat ayahnya yang tak peka. Sudah tau ia ingin segera bertemu Bundanya, harusnya inisiatif untuk menghubunginya, jika begini Misel pikir ada baiknya ia meminta ponsel buat dirinya, agar bebas berkomunikasi. Tapi, mengingat usianya yang masih terlampau dini, ia tak yakin jika Ayahnya akan mengijinkan dirinya menggunakan gadget.

"Telpon Bunda dong Ayah, bilang aku ingin pulang jika Bunda yang jemput!" pintanya.

Alby mengeluarkan ponsel dalam sakunya, tetapi belum sempat ia menghubungi Rena, pintu ruangan terbuka. Soraya datang dengan raut bahagia dan rindunya. Alby mengurungkan niatnya, dan menyambut kedatangan ibu kandungnya itu.

"Hallo, cucu Nenek. Senang sekali kamu sudah pulang!" Soraya mendekat memeluk cucunya.

Misel membalasnya, "nenek kenapa tidak pernah menjenguk Misel?" tanyanya seraya merenggangkan pelukannya, lalu mendongak menatap wajah neneknya.

"Nenek sibuk sayang. Kemarin dari luar kota. Maaf ya." Ia mengecup pelan kening Misel. "Oh ya, Nenek juga bawa oleh-oleh buat Misel. Tapi, sudah nenek letakkan di rumah ya. Lagian hari ini kan kamu mau pulang," tambahnya kemudian.

Sementara itu, Rena yang baru turun dari taksi melangkah dengan pelan ke dalam rumah sakit. Kali ini ia menggunakan masker, agar teman kerjanya yang di sana tidak mengenali dirinya.

"Repot sekali, beberapa hari harus menggunakan taksi pergi kemana-mana. Perasaan lama amat mobilku bener ya. Hah, dasar mobil butut. Minta diganti, tapi aku gak punya duit," keluh Rena kesal karena tadi taksi yang ia tumpangi sempat mogok di tengah jalan. Ya meski terlahir dari keluarga yang mapan dan berada, Rena bukanlah tipe perempuan yang suka menghamburkan uang. Sejak sekolah bahkan Rava dan Dinda menerapkan uang saku tiap harinya hanya 200 ribu. Selama bekerja di rumah sakit, Rena juga menggunakan uangnya untuk membayar kuliahnya, demi menempuh pendidikan S2. Bukan Rava dan Dinda pelit, tetapi semua itu memang kemauan Rena. Perempuan itu memang ingin belajar mandiri.

"Rena!"

Langkah Rena terhenti ketika mendengar namanya di panggil, ia sangat mengenali suara itu.

"Duh, gimana ini. Malas banget aku mendengar Dokter Ryan, yang akan mencecarku dengan pertanyaan yang sama!"

"Rena kan?" tanya Dokter Ryan yang saat ini telah berdiri di sisinya.

"Bukan. Maaf Dokter saya permisi dulu, saya harus menjemput anak saya." Rena berlalu pergi melangkah dengan cepat.

Dokter Ryan masih terdiam di tempat seraya menatap punggung Rena yang perlahan menjauh. "Masa sih, aku salah mengenali orang. Dari postur tubuhnya aku yakin banget jika itu Rena. Tapi, tadi dia bilang ingin menjemput anaknya. Rena kan masih single belum punya anak, berarti aku yang salah lihat."

Brak!!

Mendengar suara pintu yang terbuka lalu tertutup dengan kencang. Alby, Soraya dan Misel serentak menoleh.

"Bunda!" pekik Misel senang.

Rena yang masih bersandar di daun pintu, melepaskan maskernya dan tersenyum seraya menetralkan nafasnya yang masih memburu. Alby mengerutkan keningnya, menatap Rena dengan pandangan penuh selidik.

"Kamu habis lari?" tanya Alby.

"Iya. Tadi, taksinya sempat mogok di tengah jalan. Aku khawatir Misel rewel, jadi begitu tiba di loby aku langsung berlari!" dustanya, tak mungkin ia bercerita bahwa ia menghindari Dokter Ryan.

"Kamu sih By. Harusnya kamu meminta sopir rumah untuk menjemput Rena, malah kamu biarkan istrimu naik taksi sampai terjebak mogok. Sudah tahu anakmu tidak mau jauh darinya," omel Soraya.

Rena yang menyadari keberadaan ibu mertuanya, langsung menghampirinya dan menyalaminya dengan takzim. "Tidak apa-apa kok, Bu. Itung-itung olahraga, Rena kan jarang naik taksi!" bela Rena.

"Tidak begitu. Jangan menutupi kesalahan Alby. Meskipun dia putra ibu, kalau dia salah, Ibu tak akan segan menegurnya." Soraya mengusap pipi menantunya dengan lembut. Hal itu membuat Rena terharu, ia pikir ibu mertuanya itu tipikal seorang mertua yang suka menindas menantunya, seperti yang tak sengaja suka ia lihat di drama ikan terbang itu.

"Ya, maaf Bu." Alby lebih memilih mengalah, dibandingkan ia harus membela diri di hadapan ibunya. Pasalnya sebelumnya ia sendiri sudah menawarkan hal itu pada Rena, tetapi perempuan itu menolak.

"Jangan diulangi lagi."

"Iya Bu, iya. Aku kan sudah minta maaf, lagian di sini siapa sih yang anak ibu!" seloroh Alby.

"Minta maaf kok sama ibu, minta maaf sama istrimu." Soraya menunjuk ke arah Rena yang saat ini sudah duduk di tepi ranjang Misel. "Lihat istrimu sampai berkeringat begitu, pasti karena larinya begitu kencang."

Alby mengikuti arah pandang ibunya, bertepatan Rena yang tengah menatap ke arah dirinya. "Maaf ya sayang. Janji, besok gak ulangi lagi!" ucapnya pada Rena.

Rena melongo mendengar kata sayang yang terucap dari bibir lelaki itu, sedetik kemudian wajahnya merona malu. Misel terkikik geli mendengarnya.

Soraya tersenyum senang, "nah begitu lebih baik. Ibu senang mendengarnya, sangat bahagia. Baik kamu maupun Rena tidak ada yang ibu bedakan. Kalian berdua sama tetap anak ibu. Jadi, siapapun yang salah ibu pasti akan menegurnya!"

Setelah perdebatan itu, mereka pun bersiap untuk segera pulang. Karena barang-barang Misel sudah dibereskan, memang tadi hanya tinggal menunggu kedatangan Rena saja.

"Setelah mengantarkan Misel. Aku akan akan mengantarmu pulang!" ujar Alby pada Rena.

"Maksudnya?"

"Iya mengantarmu pulang ke rumah Mommy. Kamu harus beres-beres, bawa barangmu ke rumahku!"

Rena mengangguk, sempat ia merasa kaget karena salah menduga.

Terpopuler

Comments

Wati_esha

Wati_esha

Bagus .. bukan Alby tak perhatian. Rena saja yang suka semaunya. Jadi wajar ia membela Alby.

2022-08-15

0

Wati_esha

Wati_esha

Rena, kenapa harus main petak umpet? Kan bisa bicara jujur saja.

2022-08-15

0

Wati_esha

Wati_esha

Tq update nya.

2022-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Dosen Killer
2 Gadis Kecil Bermata Bulat
3 Aku Menunggu Bunda
4 Siapa Yang Menyuruh Kamu Duduk?
5 Celaka
6 Di Antara Dua Pilihan
7 Pernikahan Dadakan
8 Ruangan Panas
9 Aku Ingin Adik Bayi
10 Gara-gara Meja
11 Bang Alby
12 Bentuk Perhatian Kecil
13 Pulang
14 Mana Surat Perjanjiannya?
15 Kesepakatan
16 Berangkat Bareng
17 Hukuman
18 Apa Maksudnya?
19 Abang Bohongin Aku
20 Siapa Milea?
21 Seperti Pencuri
22 Kalian Sedang Apa
23 Istri Saya Sibuk
24 Soto Spesial
25 Aku Belum Ingin
26 Ciuman Panas
27 Dikasih Salam
28 Jujur Apa Bohong?
29 Hampir Kepergok
30 Istrinya
31 Berapa Hari Lagi?
32 Wedding Davis dan Nadila
33 Ijinkan Aku Melamarmu
34 I Know, and I Love You
35 Finally
36 Once Again
37 Bunda Tidak Marah
38 Duh, Pak Yang Profesional Dong!
39 Rena-nya Alby
40 Just Ten Minutes, Baby
41 Tak Tau Malu
42 Kamu Juga Doyan
43 Cemburu
44 Suami Rena Kan Abang
45 Suster Ngesot
46 Langsung Dari Sumbernya
47 Lagi-lagi Dia
48 Sensasi
49 Album Foto
50 Abang Kangen, Re
51 Kecewa
52 Ku Pikir Kamu Berbeda
53 Tanpa Kabar
54 Aku Sudah Menikah
55 Nasehat
56 Apakah Aku Bermimpi
57 Aku Harus Bagaimana?
58 Tanggung Jawab Gak?
59 Aku Sudah Pasrah
60 Lagi Viral
61 Voucher Gratis
62 Terusik
63 Asal Gandeng Orang
64 Jadi Rindu
65 Menjemput Istri
66 Pangeran Berkuda Putih
67 Orang Asing
68 Kehilangan Mood
69 Kemarahan Alby
70 Rencana
71 Kau Itu Ibu Yang Buruk
72 Rasakan!
73 Penolakan Misel
74 Diculik
75 Kamu Jahat
76 Penjara
77 Kesombongan Miranda
78 Yang Penting Masih Hidup
79 Doain Aja
80 Bayaranku
81 Makan Bareng
82 Untuk Apa?
83 Negatif
84 Babak Belur
85 Bunuh Aku
86 Peluk
87 Aku Tau Semua
88 Baper Jadi Lapar
89 Aku Gak Siap Kawin
90 Jadi Menantu Saya
91 Ada Yang Ketinggalan
92 Disembur
93 Tapi Kau Menyakitiku
94 Kaulah Penyebabnya
95 Diusir
96 Pacar Bayaran
97 Aku Marah
98 Jarum Suntik Ajaib
99 Ya Udah Lanjutkan
100 Memaafkan
101 Bersatu
102 Alena Yang Tak Peka
103 Teh Botol Buat Mabuk
104 Omelan Elena
105 Belanja
106 Hobi Baru
107 Kabar Bahagia
108 Kita Putus
109 Hadiah
110 Jawaban
111 Pak Dokter Yang Suka Modus
112 Drama Ibu Hamil Di Pagi Hari
113 Jadi Respect
114 Wisuda
115 Nasi Padang
116 Romansa Di Bonbin
117 Tiramisu
118 Usaha Miko
119 Saran Hukuman
120 Di Balik Ruang Ganti
121 Dituntut Untuk Peka
122 Kiriman Makan Siang
123 Demi Masa Depan
124 Memaksa
125 MEJIKUHIBINIU
126 Pernikahan Dokter Ryan Dan Alena
127 Main Suntikan Ajaib
128 Aku Diperkosa
129 Mati
130 Berubah
131 Kau Menantang ku
132 Sesakit Ini
133 Semua Karena Papa
134 Mati Lebih Baik
135 Karena Kau Bukan Ibuku!
136 Kaleng Atau Murni
137 Sandiwara
138 Ayo Kawin Lari
139 Alasan
140 Nikah Sekarang!
141 Romansa Pernikahan Di Rumah Sakit
142 Sirik Aja
143 Tidur Seranjang
144 Gagal
145 Aneh
146 KDRT
147 Kacau
148 Positif
149 Tak Bisa Lagi Menunggu
150 Mantap-mantap
151 Lolos, Jadi Mantan Perjaka
152 Masih Perkara Poster
153 Baby Kecap
154 Mie Ayam AA Samsul
155 Penganggu
156 Ngambek Tujuh Bulan
157 Keributan Di Meja Makan
158 Belanja
159 Pose Seksi
160 Tiba-tiba Merasa Mual
161 Mual Bau Rumah Sakit
162 Promosi Karya Baru
163 Berhasil
164 Ketakutan Misel
165 Asam Jawa Dan Rujak Bebek
166 Pohon Jambu Buat Sial
167 Menjenguk
168 Curhat
169 Dipalak
170 Papa Misel Yang Hot
171 Drama Balon Lolipop
172 Impas
173 Ingin Menangis
174 Mabuk Belut... Kasur
175 Me Time
176 Pendarahan
177 Bertahanlah
178 Pelajaran
179 Alka Dharmawan
180 Di Mana Alena?
181 Alkaline?
182 Drama Ibu Menyusui
183 Solusi
184 Nikmat Dan Bahagia
185 Kamu Serius?
186 Aku Rajin Jengukin Dia
187 Ngidam BBQ
188 Keributan Di Pagi Hari
189 Semakin Galak
190 Bertemu Mantan
191 Istri Apa Mantan
192 Susu Untuk Ayah
193 Aku Cemburu
194 Imunisasi Alka
195 Alby Demam
196 Aku Bukan Tandinganmu
197 Peka Dikit lah, Sayang
198 Gagal
199 Aku Bukan Pelakor
200 Keributan di Rumah Sakit
201 Kangen
202 Makan di Luar Yuk
203 Hasrat Yang Menggebu
204 Malam Panas
205 Kamu Itu Candu
206 Rey Shaka Anggara
207 Mau Banyak Anak
208 Aku Menyesal
209 Kabar Buruk
210 Berjuang Melahirkan
211 Baby ABC
212 Panggilan Pertama
213 Hamil Lagi
214 Bahagia ( T A M A T )
215 Promo_ My Director My First Love
216 Extra Part
217 Kisah Davis dan Nadila telah rilis
Episodes

Updated 217 Episodes

1
Dosen Killer
2
Gadis Kecil Bermata Bulat
3
Aku Menunggu Bunda
4
Siapa Yang Menyuruh Kamu Duduk?
5
Celaka
6
Di Antara Dua Pilihan
7
Pernikahan Dadakan
8
Ruangan Panas
9
Aku Ingin Adik Bayi
10
Gara-gara Meja
11
Bang Alby
12
Bentuk Perhatian Kecil
13
Pulang
14
Mana Surat Perjanjiannya?
15
Kesepakatan
16
Berangkat Bareng
17
Hukuman
18
Apa Maksudnya?
19
Abang Bohongin Aku
20
Siapa Milea?
21
Seperti Pencuri
22
Kalian Sedang Apa
23
Istri Saya Sibuk
24
Soto Spesial
25
Aku Belum Ingin
26
Ciuman Panas
27
Dikasih Salam
28
Jujur Apa Bohong?
29
Hampir Kepergok
30
Istrinya
31
Berapa Hari Lagi?
32
Wedding Davis dan Nadila
33
Ijinkan Aku Melamarmu
34
I Know, and I Love You
35
Finally
36
Once Again
37
Bunda Tidak Marah
38
Duh, Pak Yang Profesional Dong!
39
Rena-nya Alby
40
Just Ten Minutes, Baby
41
Tak Tau Malu
42
Kamu Juga Doyan
43
Cemburu
44
Suami Rena Kan Abang
45
Suster Ngesot
46
Langsung Dari Sumbernya
47
Lagi-lagi Dia
48
Sensasi
49
Album Foto
50
Abang Kangen, Re
51
Kecewa
52
Ku Pikir Kamu Berbeda
53
Tanpa Kabar
54
Aku Sudah Menikah
55
Nasehat
56
Apakah Aku Bermimpi
57
Aku Harus Bagaimana?
58
Tanggung Jawab Gak?
59
Aku Sudah Pasrah
60
Lagi Viral
61
Voucher Gratis
62
Terusik
63
Asal Gandeng Orang
64
Jadi Rindu
65
Menjemput Istri
66
Pangeran Berkuda Putih
67
Orang Asing
68
Kehilangan Mood
69
Kemarahan Alby
70
Rencana
71
Kau Itu Ibu Yang Buruk
72
Rasakan!
73
Penolakan Misel
74
Diculik
75
Kamu Jahat
76
Penjara
77
Kesombongan Miranda
78
Yang Penting Masih Hidup
79
Doain Aja
80
Bayaranku
81
Makan Bareng
82
Untuk Apa?
83
Negatif
84
Babak Belur
85
Bunuh Aku
86
Peluk
87
Aku Tau Semua
88
Baper Jadi Lapar
89
Aku Gak Siap Kawin
90
Jadi Menantu Saya
91
Ada Yang Ketinggalan
92
Disembur
93
Tapi Kau Menyakitiku
94
Kaulah Penyebabnya
95
Diusir
96
Pacar Bayaran
97
Aku Marah
98
Jarum Suntik Ajaib
99
Ya Udah Lanjutkan
100
Memaafkan
101
Bersatu
102
Alena Yang Tak Peka
103
Teh Botol Buat Mabuk
104
Omelan Elena
105
Belanja
106
Hobi Baru
107
Kabar Bahagia
108
Kita Putus
109
Hadiah
110
Jawaban
111
Pak Dokter Yang Suka Modus
112
Drama Ibu Hamil Di Pagi Hari
113
Jadi Respect
114
Wisuda
115
Nasi Padang
116
Romansa Di Bonbin
117
Tiramisu
118
Usaha Miko
119
Saran Hukuman
120
Di Balik Ruang Ganti
121
Dituntut Untuk Peka
122
Kiriman Makan Siang
123
Demi Masa Depan
124
Memaksa
125
MEJIKUHIBINIU
126
Pernikahan Dokter Ryan Dan Alena
127
Main Suntikan Ajaib
128
Aku Diperkosa
129
Mati
130
Berubah
131
Kau Menantang ku
132
Sesakit Ini
133
Semua Karena Papa
134
Mati Lebih Baik
135
Karena Kau Bukan Ibuku!
136
Kaleng Atau Murni
137
Sandiwara
138
Ayo Kawin Lari
139
Alasan
140
Nikah Sekarang!
141
Romansa Pernikahan Di Rumah Sakit
142
Sirik Aja
143
Tidur Seranjang
144
Gagal
145
Aneh
146
KDRT
147
Kacau
148
Positif
149
Tak Bisa Lagi Menunggu
150
Mantap-mantap
151
Lolos, Jadi Mantan Perjaka
152
Masih Perkara Poster
153
Baby Kecap
154
Mie Ayam AA Samsul
155
Penganggu
156
Ngambek Tujuh Bulan
157
Keributan Di Meja Makan
158
Belanja
159
Pose Seksi
160
Tiba-tiba Merasa Mual
161
Mual Bau Rumah Sakit
162
Promosi Karya Baru
163
Berhasil
164
Ketakutan Misel
165
Asam Jawa Dan Rujak Bebek
166
Pohon Jambu Buat Sial
167
Menjenguk
168
Curhat
169
Dipalak
170
Papa Misel Yang Hot
171
Drama Balon Lolipop
172
Impas
173
Ingin Menangis
174
Mabuk Belut... Kasur
175
Me Time
176
Pendarahan
177
Bertahanlah
178
Pelajaran
179
Alka Dharmawan
180
Di Mana Alena?
181
Alkaline?
182
Drama Ibu Menyusui
183
Solusi
184
Nikmat Dan Bahagia
185
Kamu Serius?
186
Aku Rajin Jengukin Dia
187
Ngidam BBQ
188
Keributan Di Pagi Hari
189
Semakin Galak
190
Bertemu Mantan
191
Istri Apa Mantan
192
Susu Untuk Ayah
193
Aku Cemburu
194
Imunisasi Alka
195
Alby Demam
196
Aku Bukan Tandinganmu
197
Peka Dikit lah, Sayang
198
Gagal
199
Aku Bukan Pelakor
200
Keributan di Rumah Sakit
201
Kangen
202
Makan di Luar Yuk
203
Hasrat Yang Menggebu
204
Malam Panas
205
Kamu Itu Candu
206
Rey Shaka Anggara
207
Mau Banyak Anak
208
Aku Menyesal
209
Kabar Buruk
210
Berjuang Melahirkan
211
Baby ABC
212
Panggilan Pertama
213
Hamil Lagi
214
Bahagia ( T A M A T )
215
Promo_ My Director My First Love
216
Extra Part
217
Kisah Davis dan Nadila telah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!