Kami berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk tetap bekerja dengan normal. Walaupun tidak setiap hari ke basecamp, tapi Ananta dan Isabel meminta review animasi nya ada di basecamp. Karna deadline mepet akhirnya kami memutuskan hari kamis untuk review animasinya dengan Bu Siska client kami.
Kami semua juga menantikan kabar dari Laras atau bu Hartanti tapi tak kunjung memberikan kabar dan klarifikasi kejadian ini semua. Karna sungguh berat bekerja tapi ada yang menganggu, sangat tidak nyaman. Aku berangkat ke kantor dengan Ambar karena Ambar mengurus invoice dan aku juga ada yang harus dikerjakan dikantor karna semua bahan ada di pc ku. Teman-teman lain berpencar semua pekerjaanya, tapi group WhatsApp selalu berkabar.
"Ca, aman ajakan kita di basecamp berdua nih" . Ucap Ambar dengan muka cemas.
"Udah gapapa percaya aja". Jawabku singkat karna ingin segera menyelesaikan pekerjaanku.
"Yaudah...aku pesen makan online ya, buat makan sambil nyemil". Kata Ambar, merasa kurang jika tak ada makanan.
"Iya, aku es kopi biasanya ya. Makanya bebas apa aja". Ucap ku sembari membuat sketsa.
Kami berdua sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tak lama Adora mengeong karna lapar dan aku juga lupa belum memberi mereka makan. Aku mengelus-elus mereka sambil berencana untuk grooming kucing, sudah saatnya mereka mandi. Aku mencari petshop yang ada salonnya dan bisa antar jemput kucing-kucingku. Tak lama orderan makan kami datang, kali ini aku dan Ambar saling bertatapan karna tumben sekali abang kurir ini tidak tersesat, tapi kami cukup saling menatap saja tanpa berucap. Sama hal nya dengan kurir yang datang menjemput para kucing juga datang tepat waktu dan setelah mandi mereka akan diantar kembali waktu sore.
Suasana kantor sepi dan aku menyalakan musik dengan volume kecil, paling gak ada suara lah sedikit dari pada sunyi. Ambar makan dengan lahap saking lahap dan yang dipesan adalah mie dengan level yang cukup pedas, membuatnya ke kamar mandi karna perutnya sakit. Aku berusaha untuk tetap fokus pada pekerjaanku karna jika di ingat cerita Ana, aku jadi membayangkan secara imajinasi visualnya di dalam rumah ini.
"Halo ca! kenapa ke basecamp". Suara Toby telfon diikuti suara berisik angin pertanda ia sedang di jalan.
"Yaa gimana semua bahan di PC kalau dipindah filenya gede, jadi sekalian aja". Jawabku.
"Duh..! yauda entar aku kesana, sekarang perjalanan balik dari kota tetangga". Kata Toby dengan nada yang tidak enak.
"Iya.. iya hati-hati, kalau dijalan gausa telfon". Kataku dengan sabar.
"Makasih cinta". Kata Toby langsung mematikan telfonnya. Mukaku langsung emosi karna dipanggil cinta, langsung ku chat dia dan bilang gausa cinta-cintaan.
Ada suara pagar terbuka, aku terkaget ternyata Isabel yang datang sendirian. Padahal tidak ada janji hari ini kenapa dia datang ya.
"Hai Ca.. sorry aku datang gak bilang nih". Ucap Isabel sambil melepas helm nya.
"Iya gapapa, cuma kaget aja. Ada apa bel?". Kataku bertanya.
"Gapapa, aku cuma mau curhat. Habis kesal banget aku sama Ananta. Emosi terpaling emosi kek butuh tempat curhat, dan kamu kan paling bisa dengerin ceritaku". Ucap Isabel sambil duduk diteras dan melepas jaketnya.
"Kenapa? mau masuk didalam aja atau disini?" Kataku memastikan.
"Disini aja, didalam entar ganggu yang lain kerja". Jawab Isabel.
"Cuma ada aku dan Ambar, yauda tunggu aku bikin minum bentar". Kataku sembari masuk dan membuat es teh untuk Isabel.
"Jadi gimana gimana?". Kataku sambil memberinya es teh.
"Makasi Aca es nya. Emang lagi emosi tuh es terbaik". Jawab Isabel dan meneguk esnya dengan cepat.
"Iyaaa.. " Jawabku singkat.
"Jadi gini, kemarin tuh aku buka ig nya Ananta, dan aku nemuin dia DM an sama cewe lain, kek memulai obrolan gitu dan ngobrol nya lama lagi, sok manja-manja. Ya aku kesal lah, eh dia malah pembelaan kalau lagi bosan aja cuma gitu-gitu aja toh gak berlanjut. Ya sama aja dong itu kan namanya perselingkuhan". Ucap Isabel bercerita sambil mengebu-gebu.
"Iyasih, tapi ngapain di DM cewe lain, kan kamu istrinya". Tanyaku.
"Gak tau juga, katanya sih temenya tapi aku gak demen dia berhubungan sama temen cewe". Jawab Isabel.
"Kalian bicarain baik-baik deh, jangan langsung emosi. Pasti ada sesuatu, karna kalian udah nikah ya harusnya dibicarain dengan baik, saling komunikasi". Kataku memberikan saran dan banyak solusi lainnya.
Ternyata curhat ini memakan waktu 2jam tanpa kami sadari, Isabel pamit untuk pulang dan aku kembali ke dalam dan mencuci gelas es teh tadi. Aku panggil-panggil Ambar karna dia tak terlihat sama sekali, dan aku buka kamar mandi karna pengen buang air kecil ternyata Ambar ada didalam sambil nangis-nangis dan memelukku. Dia nangis sampai tak terdengar suaranya.
"Kenapa Mbar? kenapa?". Kataku bertanya bingung.
"Kenapa gak dibukain pintunya? aku kekunci". Kata Ambar sambil marah dan menangis.
"Hah? kekunci? tapi kan aku bisa langsung buka, kenapa bisa kekunci?". Tanyaku heran.
"Tadi aku BAB, setelah selesai aku mencuci muka, tiba-tiba ada suara yang bilang 'sudaaaahhh' suara itu sangat lembut dan membuat kamar mandi semakin dingin, aku kaget pas liat ke kaca ternyata ada wanita mengintip di pintu kamar mandi, pas aku balik badan langsung pintu itu tertutup dan gak bisa dibuka". Jawab Ambar tak kunjung berhenti menangis. Aku mengambilkanya minum agar dia lebih tenang.
"Berapa lama kamu dikamar mandi?". Tanyaku.
"Lama sekali, aku teriak-teriak kamu gak denger, dan aku gak bawa hp. Karna aku lelah aku sampai lemas didalam". Jawab Ambar.
"Jadi kamu gak keluar kamar mandi sama sekali, karna pas aku bikin minum tadi ada Isabel, pintu kamar mandi tuh terbuka sedikit, yang aku pikir kamu keatas". Jawabku keheranan dengan yang terjadi.
Ambar menenangkan diri dan berusaha tidak takut, aku menelpon Laras agar dia kerumah ini, tapi dia sedang tidak dirumah, bu Hartanti juga tidak dirumah. Akhirnya Ambar berusaha mengerjakan pekerjaan nya lagi dan nonton drama agar ketakutanya teralihkan. Aku pun sama sampai akhirnya Toby datang dan para kucing, ternyata Toby bertemu kurir yang mengantar kucing di depan.
Kami bercerita pada Toby yang barusan terjadi, Toby marah lalu berisiniatif bertanya kepada pak Widyo saja. Saat kami semua ke post untuk bertemu pak Widyo dan menceritakan semuanya dengan lengkap, pak Widyo hanya geleng-geleng kepala dan kata pertanya yang diucap adalah Bapak sudah duga ini akan terjadi. Begitu ucapnya dan menyuruh kami untuk ke rumah pak Darso yang ialah bapak dari pak Widyo. Karna Bapaknya lebih tahu dengan sejarah rumah itu dan pasti bisa menjawab semuanya. Tapi pak Darso sedang ada di kampung halamanya dan kabarnya akan segera pulang kemari. Kami hanya disuruh menunggu sebentar saja dan Pak Widyo akan telfon pak Darso dan menceritakan semuanya ke bapaknya.
Kami diminta pulang dan tetap waspada, walau penasaran jangan berbuat apapun. Tunggu saja kabar dari Pak Darso apa saja yang harus kami lakukan. Setelah itu kami bergegas kembali ke basecamp untuk mengambil tas dan pulang. Saat menutup pintu pagar seperti ada anak kecil yang melambaikan tanggan seperti mengucapkan dadaaaa... secara lirih. Aku berusaha tak peduli dan mengunci pagar itu lalu bergegas pergi.
Hari dimana review animasi berlangsung, diruang meeting dengan tatanan untuk 10 orang, tiba-tiba Bu Siska client kami bilang
"Kok banyak sekali ya ternyata yang hadir di review ini." Berbicara sambil tersenyum lebar, sangat mirip dengan wanita itu. Ini benar bu Siska atau wanita itu sedang menyerupainya?.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 227 Episodes
Comments