Aku kebangun setelah ku dengar ada suara tangisan. Aku terkaget melihat Kris nangis di pojokan kasurku sambil duduk. Karna kamarku gelap hanya ada lampu tidur yang remang-remang. Rambut panjang lurus dan aku baru sadar kalau rambutnya Kris kan ikal.
" Kris... kenapa Krisss..". Ucapku pelan.
Tapi Kris tidak merespon, aku keluar dari selimutku dan nyamperin Kris, ku colek bahunya. Kris tersentak kaget dan bingung.
" Hah.. kenapa caa?". Kata Kris kaget.
" Lah situ yang kenapa, ngapain duduk dipojokan sambil nangis?". Kataku kesal.
" Aku tidur kok, cuma ngapain ak duduk yaa". Kata Kris kebingungan.
" Haduh, jangan becanda ya kamu Kris, liat nih jam 3 pagi bikin orang jantungan". Ucapku marah sambil ngecek jam di hp.
" Aku beneran tidur ca, aku ga becanda tapi gatau kenapa bisa duduk". Kata Kris gemetaran.
" Jangan bikin emosi dah, jangan-jangan kamu nih yang tidur sambil jalan itu yaa, ada gangguan tidur". Kataku dengan nada keras.
" Beneran enggak caa, serius. Akupun juga gatau". Ucap Kris meyakinkan.
Kami masih terdiam sambil memikirkan apa yang terjadi barusan, kenapa aku mendengar Kris menangis, kenapa Kris tidur sambil duduk. Lalu aku ke dapur mencari minum karna haus. Aku dan Kris ngobrol di dapur sambil makan roti karna kami juga lapar.
Kris masih terbayang situasi mencekam di depan basecamp, dan melihat anjing dan tuan nya, aku menenangkan mungkin sedang jaga malam. Kris juga cerita di pasar banyak orang liatin dia dan Gendhis entah apa alasanya, apa karna kami heboh sepanjang jalan. Gendhis banyak curhat tentang keluarganya ke Kris, kalau Gendhis anak dari 4 saudara dan Gendhis paling akhir yang harus mengurus dirinya sendiri, karna keluarga nya jauh dan pergi. Gendhis juga orang yang menyenangkan dan terlihat dewasa dari pada umurnya untuk pemikiranya.
Tak terasa sudah terang saja. Bapak sampai kaget kenapa kami berdua malah bercengkrama di dapur bukan nya tidur. Aku masak nasi goreng untuk sarapan kami bertiga. Bapak harus segera berangkat kerja, aku dan Kris pun juga.
" Nduk, kamu kalau ditempat baru hati-hati. Kok bapak denger seperti suara Kris nangis semalam tuh ada apa toh? curhat apa kalian sampe nangis gitu?". Kata Bapak sambil menyalami kami untuk berangkat kerja yang membuat kami berdua kaget dan hanya terdiam sampai suara mobil bapak berlalu.
Sejak itu aku dan Kris ingin rasanya bercerita pada anak-anak. Tapi karna kami gamau membuat suasana menjadi heboh dan bikin gak nyaman makanya kami pendam berdua sampai waktunya tiba.
" Caa.. nanti aku sepertinya nginep kantor. Karna aku harus packing barang pesanan relasi". Kata Kris sambil nyetir motor.
" Sama siapa?. aku gabisa nemenin, nanti aku sudah janjian sama bapak mau kerumah saudaraku". Kataku menimpali.
" Yaa aku ajak anak-anak yang lain, aku juga takut kalau harus sendirian". Jawab Kris muram.
Di sepanjang jalan kebanyakan kami diam karna mungkin kami masih menelaah keanehan apa ini. Sesampainya di basecamp udah rame ada pick up yang bawa tanaman dan ikan-ikan. Rasanya aku sangat senang sampai lupa kalau aku juga sedikit risau dengan yang terjadi semalam.
Kunyalakan PC ku, mencari list lagu kesukaan untuk memulai hariku. Aku mencari sketch book ku di gudang sambil bersin-bersin karna aku alergi debu tapi tidak ketemu. Akhirnya aku minta tolong pada siapapun kalau ada yang melihat sketch book ku. Semua temanku sangat sibuk dan terlihat lesu. Sampai akhirnya tukang wifi datang dan memasangnya di temani Toby. Ambar di dapur sedang membuatkan kopi. Aku mengecek kolam ikan dan tanaman-tanamanku serasa sejuk dan enak. Ikan-ikan berlarian seakan menari-nari. Entah mengapa aku seperti hanyut dalam bayangan rumah ini tahun seperti 70an yang sedang mengadakan pesta kebun dan menatap ikan-ikan. Ah tapi aku memang pengkhayal sejati. Suka ngayal gatau realita.
" By baguskan halaman belakang?". Kata ku bertanya.
" Iya cantik". Jawab Toby singkat sambil memandangi seluruh halaman belakang.
" Effort banget ya kamu ca, bikin suasana jadi beda dan adem". Ucap Kris sambil selfie-selfie.
" Iyaaaa.. effort nya banyak uang keluar tuh". Sindir Ambar.
" Yaa maaf. Yang pentingkan kita nyaman di basecamp. Apalagi 2 tahun loh, entah itu dalam waktu segitu kita dah bangun tempat sendiri atau malah nambah kontrak". Ucapku menenangkan.
" Tapi disini kita gausa lama-lama yaa, 2 tahun itu cukup. Mudahan kita ada modal untuk bangun kantor". Kata Kris sembari berdoa.
" Ya itukan harapan semua, gatau kedepanya. Kita harus bersyukur dapet murah nih". Jawab Ambar ketus.
" Iya Mbar, tapi aku kek ga nyaman". Jawab Kris.
" Ganyaman kenapa Kris". Tanya Tobu excited.
" Hmm gapapasih hehehe". Jawab Kris kebingungan. Padahal udah janji mau di pendam dulu dasar Kris keceplosan.
Kami lanjut bekerja sampai katering makan siang datang. Lahap nya kami makan karna sangat enak. Ada 10 kotak, padahal kami cuma berempat. Mungkin buat yang nanti lembur.
Kris bilang pada Toby untuk menemaninya packing barang dan kemungkinan menginap. Mungkin Ana dan Roy juga akan menginap tapi aku dan Ambar pulang.
Aku datang kerumah saudaraku, makan malam menikmati jamuan, cerita-cerita. Ada yang bercerita gangguan di kosnya ada juga yang cerita penampakan. Entah mengapa obrolan apapun yang santai lama-lama bisa jadi horror.
Ku buka hp di grup obrolan adem ayem aja, bahkan tak ada updatetan terbaru karna anak-anak di basecamp semua. Di rumah aku bercerita sama bapak tentang yang terjadi semalam. Bapak merasa mendengar tangisan aja tanpa obrolan makanya bapak bingung ini curhat atau apa. Bapak cuma menyarankan jangan aneh-aneh dan wajar saja jika tempat yang lama tak di huni ada sesuatunya, bapak mengira ada yang ikut bersama Kris semalam. Karna bapak seakan melihat kami ada 3 orang padahal kan cuma aku dan Kris. Perkataan bapak yang seperti itu malah membuatku gak bisa tidur. Ku telfon gaada yang angkat apa semua udah pada tidur, katanya lagi packing. Mungkin mereka kelelahan dan aku ketiduran diruang tv sampai akhirnya aku kebangun seperti melihat Kris membangunkanku. Hawa dingin menyeruak membuat sekujur tubuhku kaku seperti es dan bulu kuduk berdiri, aku teriak-teriak tapi tak ada yang keluar dari mulutku. Badanku kaku tak bisa bergerak, suasana ini antara aku bangun dan tidur. Sakit sekali badanku ini sangat sakit karna dingin seperti sayatan disetiap bagian tubuh. Akhirnya Bapak membangunkanku. Aku bangun ngos-ngosan dan takut apa yang kualami barusan. Diambilkanya aku minum oleh bapak, ketika bapak pergi ada seseorang dibalik pungung bapak nampak tersenyum padaku. Aku tertegun dan teriak-teriak. Bapak kembali padaku memelukku, aku menunjuk-nunjuk seperti ada orang di sana tapi Bapak tak melihat apapun. Aku ketakutan aku ikut bapak ke dapur dan minum air putih sebanyak-banyaknya sampai aku tenang. Masih terbayang diotakku apa yang aku lihat barusan, Wanita seperti siluet berambut hitam dan senyumnya yang mencapai pipi.
Bapak menenangkanku, dan dibuatkanya aku susu hangat. Agar tubuhku hangat karna tubuhku seperti mengigil. Aku hanya berdoa agar semua ini berlalu dan tak ada yang terjadi padaku selanjutnya.
Sampai aku tiba di kantor suasana kantor sudah berantakan. Anak-anak terdiam dengan muka yang seperti tidak tidur semalaman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 227 Episodes
Comments
ghina🌺🌺
ngk saling terbuka, PD semaunya sendiri, kurang kompak mereka
2024-01-03
1