Tepat jam 00.30 kami sampai di basecamp, sambil panik mendengar geraman dan meongan kucing ku nyalakan semua lampu dan mendapati Adora dan Niko mengeong mengarah ke lemari besar dilantai atas. Aku menenangkan mereka sambil memberi merekas snack dalam hati berkata, ada apa ini apa karna lampu di rumah ini dimatikan semua kucing jadi gini, sepertinya satu lampu atas dan satu lampu bawah harus tetap nyala kedepannya.
"Ada apa ca? mereka berisik sekali?". Kata Ana resah.
"Mungkin mereka ingin lampu nyala gak gelap total gini". Ucapku sembari mengelus mereka.
"Kamu turun aja, ambil keperluanmu. Aku akan telpon Toby meminta dia datang". Kataku ketus.
Ana ke bawah dan aku menyalakan tv agar tidak sunyi sambil menelpon Toby yang marah-marah bisanya kami senekat itu, untung Toby belum tidur. Aku mencari kain apa pun yang bisa dijadikan alas selimut para kucing tapi mereka malah tiduran di sofa dengan nyenyaknya. Gak lama Ana teriak dan aku langsung turun kebawah.
"Ada apa Na?" Tanyaku kaget.
"Aku tadi seperti liat bayangan Toby diruang tamu, pas aku liat bukan gak ada emm siapa-siapa tapi tapi dia menatapku tajam". Ucap Ana terbata-bata shock.
"Hah? Maling jangan-jangan nih". Aku mengecek keruang tamu dan tak ada siapapun tapi rasanya aku merinding hebat sampai ubun-ubun, perasaan yang tidak nyaman ini membutku kaku tak bisa bergerak.
"Na, Ana. .. ada siapa yang kamu liat, kenapa kamu melotot gitu". Kataku diam ditempat.
"Ca.. ca sini berlahan". Kata Ana berusaha menenangkan.
"Gimana aku kesitu, aku gak bisa gerak woi". Kataku berteriak.
Ana datang berlahan menunduk kan muka lalu memelukku erat dan membisikiku.
"Ada yang lain ca". Bisiknya pelan.
Aku kehabisan kata-kata hanya berdoa dalam hati. Tak lama Toby datang dan berteriak sampai kami sadar kalau suasana sudah aman.
Aku hanya diam karna benar-benar hawanya tidak enak, kami bertiga keatas keruang tv membuat volume tv lebih keras lagi membawa bantal serta selimut dan kami semua tidur disofa. Tak ada yang kami obrolkan karna seakan kami semua mengerti ini waktunya untuk diam dan tidur, besok saja dibahas.
Subuh, aku terbangun melihat Ana mengeram sambil menggigit bibirnya kubangunkan dia dengan paksa. Ternyata dia ketindihan, bangun-bangun mengeluh kesakitan. Aku mengambilkanya minum kebawah, tapi ketika diminum katanya asin, kucoba minum itu air putih biasa. Lalu kubangunkan Toby dan Toby mencoba airnya juga normal dan Toby membuatkan teh hangat saja. Aku membuka semua tirai karna matahari sebentar lagi terbit dan udara pagi masuk rumah. Aku booking jasa pembersih rumah online agar membersihkan rumah ini, mungkin karna ada debu yang tak terjamah jadi rumah ini terasa seram.
Ana bersiap pergi meeting client pagi ini, dia sudah merasa tenang. Aku hanya memberikan sarapan telur ceplok. Kami bertiga makan dimeja makan menyemangati Ana. Ana berangkat jam 05.30 pagi, sedangkan aku dan Toby berencana jalan pagi keliling kompleks. Kami mencari pak Widyo tapi pak Widyo tidak sedang di tempat, lalu aku ingin membeli susu coklat karna merasa perlu energi. Kami duduk didepan toko kelontong sambil membicarakan apa yang terjadi semalam, menurut Toby entah mengapa sekarang mereka lebih aktif bukan hanya menampakkan diri tapi mulai membuat resah.
Jam 9 kami kembali ke basecamp, Ambar sudah sampai dan kaget kenapa motor kami ada tapi pintu terkunci. Aku tak cerita ke Ambar tentang kejadian semalam. Hanya saja aku bilang akan ada tukang bersih-bersih datang jam. Baru ngomong ternyata mereka datang, dan kami bertiga dihalaman depan. Selama pembersihan ada saja masalahnya, ada listrik yang mati, ada salah satu dari mereka yang jatuh terpeleset, bahkan ada yang merasa aneh.
Roy datang membawa roti untuk santap pagi dan membagikanya pada kami semua. Roy merasa letih dan lesu karna bahunya serasa berat dan pegal semua. Sepertinya Roy kecapean karna bekerja lapangan terus. Aku menyarankanya istirahatkan saja atau olesi minyak. Tapi Roy hanya mengeluh kesakitan.
"Gimana kalau kita bikin pesta barbeque aja, sebagain bentuk selamatan rumah mengundang orang sekitar". Kataku yang tiba-tiba kepikiran akan ide itu.
"Yaa boleh tuh, kapan aja atur dah". Jawab Roy.
"Banyak kali pengeluaran ini yaaa..." Kata Ambar mengingatkan.
"Gapapa. Kan niat kita berbagi rejeki". Kataku meyakinkan.
Setelah tukang bebersih online selesai, aku merasa aroma ruangan sangat enak sangat Homy. Membuat pekerjaanku serasa ringgan. Kami semua bekerja dengan sangat nyaman kecuali Roy yang merasa punggungnya berat. Tiba-tiba ada suara gelas pecah di dapur, setelah di cek mungkin ulah Niko karna dia disana.
Roy saat istirahat terjatuh dalam kolam katanya saat memberi makan ikan seperti ada yang menariknya, tapi dia juga ngantuk jadi gatau jelasnya. Roy langsung mandi keatas. Kami yang di ruang kerja hanya diam karna Roy seperti mengendong sesuatu tapi mungkin hanya perasaanku yang kurang tidur saja. Tapi ketika aku melihat Toby, wajahnya seperti shock dan tau sesuatu karna dia menarik napas panjang seperti ada keanehan.
Ananta dan Isabel datang membuat nuansa kantor menjadi ceria dan romantis, seakan hawa jahat hilang. Kucing-kucingku juga tiduran dan bermain dengan tenang. Tak sengaja aku melihat bekas luka dipunggung Roy, mungkin karna jatuh. Roy seharian ini hanya memelas kesakitan dan sangat manja.
Aku bersiap untuk menemui bu Siska dengan Ananta dan Isabel disuatu cafe. Aku sekalian berpamitan kalau nanti aku akan langsung pulang. Tak lupa aku meminta sebelum meninggalkan rumah harap nyalakan lampu utama bawah dan atas.
Aku pergi tapi seakan dibalik punggungku ini sangat dingin seperti aku bisa membayangkan ada banyak orang menatap kepergianku, aku bergidik tak berani menatap kebelakang dan berlalu pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 227 Episodes
Comments