Kumatikan telfon Toby, tak lama Toby kembali telfon.
" Makasi yaa, night call nya caa." Suara parau Toby bangun tidur.
" Apaan!! ngapain gak kau matiin kalo aku ketiduran." Ucapku marah.
" Aku suka denger suara napasmu." Balas Toby serasa berbicara sambil tersenyum.
Lalu kumatikan telfonya merasa kesal dan geli dengan perkataan Toby. Grup WhatsApp sudah ramai dengan teman-teman yang bersiap memindahkan barang-barang.
Pagi ini cukup malas aku beranjak dari kasurku, tapi aku harus bergegas mengemasi barang-barang apa saja yang akan dibawa, dan membeli keperluan kantor.
Hari pindah sudah datang, aku sudah mendesain denah rumah dan menata ruang meeting, ruang kerja dan lain sebagainya. Hari ini aku datang lebih dulu karna barang berat aku yang mengurusnya dibantu bapakku. Bapak membantuku mendekor suasana kantor yang lebih nyaman dan tampak hidup, menata pc dan kabel-kabel. Entah kemana teman-temanku yang lain.
Bapak juga menyarankan agar membeli ikan dan menghidupkan kembali kolam ikan, agar suara gemercik air dapat merefresh pikiran yang sedang kalut kalau banyak bekerja. Itu ide yang bagus, karna bapak dan aku pecinta binatang, aku akan membuat list keperluan dan diserahkan kepada Ambar. Saat aku mengantar bapak keluar rumah karna bapak harus pulang, aku bertemu penghuni kosnya bu Hartanti.
" Halo, ngekos di bu Hartanti yaaa?." Ucapku sok kenal.
" Iya kak, kakak pindahan kesini sendiri?." Katanya bertanya.
" Oh enggak, aku bersama teman-temanku cuma belum dateng pada ribet. oiya namaku Aca." Sambil melambaikan tangan.
" Namaku Gendhis kak, salam kenal yaaa." Kata gendhis menjawab.
Lalu iya pamit masuk rumah. Tak lama ada pak Widyo menyapa.
" Pindah hari ini neng?". Kata pak Widyo semangat.
" Iya pak, mohon bantuanya ya pak."
" Iya neng, kalau ada apa-apa kabari saja, saya ada di pos depan. makhlum lah malas dirumah nganggur, enak nongkrong bareng anak-anak penjaga." Ucap pak Widyo.
" Baik pak, makasi banyak ya. Pak Widyo memang awet muda kalau gabung sama yang muda." Kataku bersemangat.
Tak lama teman-teman datang. Aku sudah ada di meja kerjaku yang aku tata dengan nyaman. Kuletakkan kaktus yang cantik. Sambil mendata keperluan yang diperlukan. Tak lupa juga mengerjakan desain pesanan client.
" Acaaaaa... " Teriak Kris berlari memelukku.
" Kakimu sudah sembuh?" Kataku khawatir.
" Sudah dong... wow kamu udah nata meja kerjanya, meja kerjaku yang mana?." Tanya Kris.
" Bebas mau yang mana aja. kamu dateng sama siapa Kris?."
" Siapa lagi kalau bukan Roy, tapi ada Toby juga."
" Kenapa nih ngomongin aku yang tampan ini." Ucap Toby menyaut.
Dan Toby memilih meja kerja disebelahku agar bisa selalu berada di dekatku katanya. Tapi ini membuatku tidak nyaman. Ana datang dengan membawa banyak makanan yang akan dibagikan ke tetangga sekitar. Katanya sudah di doain dari rumah tinggal kami makan dan berbagi. Sepertinya Ana masih marah padaku karna kemaren.
Ana dan Ambar membagikan ke tetangga, Kris dan Roy menata ruang produksi. Sedangkan Toby menata ruang meeting.
Dalam beberapa hari kami semua sibuk menata dan menyiapkan lantai atas agar bisa di tempati jika kami menginap.
Karna sangat lelah entah apa yang aku pikirkan seperti melihat Toby didapur tapi ternyata Toby ada ruang studio. Kenapa aku kepikiran Toby terus sih.
Diantara kami yang jago masak dan suka masak adalah Ana. karna ibunya membuka katering Ana pun jadi handal memasak. Kami sebut dia chef karna selalu memasakkan kami yang enak-enak.
Pembagian tugas untuk basecamp ini sudah di bagi. Jadwal piket segalanya sudah ada, pembagian kamar juga sudah. Walau sepertinya lebih baik aku selalu pulang menemani bapak yang sendirian dirumah.
Deadline kami juga banyak, ada yang harus meeting client diluar. Menyiapkan desain logo, dan presentasi branding lainnya. Kami semua kelelahan, sampai akhirnya laparpun melanda. Tak ada yang masak semua pada kecapean, Roy merinisiatif menunggu nasi goreng keliling. Tapi ya itu jika ada, akhirnya karna Toby tak kuat menahan lapar dia jalan keluar membeli makanan dengan tenaganya yang masih tersisa.
Kami semua makan dengan lahap mengisi kekosongan dan keletihan hari ini. Dan kami akan pulang semua. Karna besok akan dibuka kantor resmi nya. Kami semua sangat excited sekali karna akhirnya ada tempat untuk kami berkarya. Yang pulang terakhir Ana karna dia menunggu dijemput Ibunya.
" Ana, kamu gapapakan nunggu sendirian? atau mau ditemani sampai Ibumu dateng?" Kataku menawarkan.
" Gausa caa, keburu ujan kalian balik aja dulu. Besok aku akan datang lebih dulu, karna kuncinya gabole diduplikat. Kan besok jadwal piketku." Seru Ana menjawab.
Aku pulang bersama Ambar karna aku mau merundingan masalah keuangan kantor. padahal jabatan paling tinggi disini penanggung jawabnya si Roy, tapi selalu dia tidak mau ambil pusing dan di serahkan kepadaku. Membuatku semakin pusing saja.
Aku bilang pada Ambar kok aku merasa ada yang aneh dengan Ana. Tapi katanya itu cuma perasaanku aja, Ana kan emang pendiam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 227 Episodes
Comments