Hari untuk barbeque an telah tiba, pagi sampai sore kami bekerja. Beberapa hari dibilang aman meski Ana kehilangan tomat didapur yang nyata-nyata ada didepannya dia tidak lihat. Roy masih sakit punggungnya dan sering kram. Tak lupa mengundang tetangga dekat untuk bergabung makan bersama di halaman belakang. Hanya saja bu Hartanti tidak bisa datang karna beliau tidak kuat dengan udara malam dan sedang tidak enak badan.
"Roy.. pinjem mobil, mau ambil keperluan nanti". Kataku datar.
"Bukanya udah beli bahan makanan ya, itu Ana nyiapin di dapur seafoodnya". Jawab Roy sambil baring di sofa ruang tamu.
"Iyaaa, tapi piring nya kurang, tempat buat makanan gak ada, tempat minuman gak ada dan banyak lagi". Jawabku ketus.
"Kamu sama siapa?". Kata Roy bertanya sambil memberikan kunci mobil.
"Sendirian, yang lain lagi beres-beres rumah, ada yang potongin sayuran, bikin bumbu. Sana bantuin jangan malah rebahan disini". Ucapkku sambil berlalu pergi.
Di jalan aku melihat Ananta dan Isabel yang menuju basecamp, tak lupa aku menyapa bapak-bapak di pos mengingatkan agar tak lupa kerumah. Sesampainya dirumah aku mulai mengemasi barang yang diperlukan sekalian mandi. Bapak belum pulang dan aku coba hubungi kali aja Bapak mau datang acara makan-makan, ternyata Bapak lembur.
Di jalan kembali ke basecamp aku mampir ke mini market membeli minuman 1 karton dan juga ketempat yang jual es batu. Setelah semua sudah beli semua hpku berdering, telfon dari Ana yang minta di belikan cemilan manis-manis karna kelupaan harusnya dia yang bikin. Aku membelinya dan balik ke basecamp tepat jam 17.30.
"Loh anak-anak kos udah dateng nih belum kenalan sama yang 2 ini". Kataku menyapa.
"Saya Lela kak". Ucap Lela gadis manis berambut keriting sebahu, bermata besar cantik.
"Kalau saya Stefia kak, panggil aja Stef". Kata Stef yang bergaya jaman now banget dengan mata soflens warna biru, rambut di cat warna merah.
"Okey deh, ini kalian bisa nikmatin cemilan, atau bantuin kita masak-masak di halaman belakang". Kataku sambil mengajak mereka bertiga masuk. Tapi kali ini Gendhis hanya senyum dan kebanyakan diam, mungkin introvert.
Kami semua sibuk dibelakang, aku dan Laras kebagian membuat es di dapur. Suasana sangat ramai dan menyenangkan, menyetel lagu memasak sambil bernyanyi dan berdansa. Sangat santai dan nikmat. Jam 7 malam, Bapak-bapak pos datang duduk bersama dan berdoa untuk kesuksesan usaha kami dan izin tinggal di rumah ini dengan berbagi sebagian rejeki.
Kami mulai makan-makan bersama, ada yang menikmati hasil masakan timnya Ana yaitu masak seafood-seafood an, ada yang makan sate bakar yang dibakar Toby, ada yang memanggang ayam ala-ala barbeque korea di bungkus pakai selada. Kami semua senang sambil bercerita apa saja diceritakan, sampai tak sadar sudah tengah malam.
"Makasih ya, perut rasanya kenyang. pulang masih dibungkusin pula". Kata Pak Widyo.
"Iya makasih bapak-bapak sudah berkenan datang". Ucap Toby sambil mengantar mereka ke depan rumah.
"Anak-anak kos yuk lanjut nonton film diatas". Seruku mengajak mereka yang kekengangan lanjut nyemil dan nonton.
"Wah asik tuh, yuk". Kata Gendhis
"Enak nih mantab". Ucap Stefia.
"Saya pulang yaaa.. kasian Ibu sendirian". Ucap Laras pamit pulang dan aku antar ke depan.
"Makasih ya mbak Laras". Kataku sambil memberikan bingkisan.
"Iya.. makasih, seru sekali masak-masak dan makan bersama". Ucap Laras dan pulang ke rumah nya.
Aku dan teman-teman membereskan pesta tadi membagi tugas ada yang nyapu dan cuci piring, agar sekalian capeknya. Setelah itu kami semua lanjut nonton film diatas. Aku kepikiran selama jamuan makan malam tadi tak ada yang ganjal merasa aman dan baik-baik saja. Malah ini membuatku khawatir akan situasi yang tenang ini.
Film sudah habis kami semua masuk ke kamar masing-masing. Di kamar Kris bercerita padaku kalau dia di gigit Adora karna berusaha gendong dia tapi dia gak mau. Kami hanya cerita yang lucu-lucu. Sampai kami mendengar suara Roy yang cekikikan di ruang tv, apa Roy belum tidur ya nonton apa sampai ketawa gitu. Tapi aku males mengeceknya karna sudah cukup lelah seharian ini.
Besok hari minggu, kemungkinan semua orang dirumah ini akan bangun siang karna kelelahan. Iya benar karna jam 9 aku baru bangun mereka semua masih di kamar, aku buka semua jendela, semprot pengharum ruangan, memberi makan Adoran dan Niko yang sudah lapar. Mandi dan berangkat membeli mie goreng karna ingin makan mie setelah makan besar semalam. Aku membeli mie 1 kardus dan brownies coklat kesukaanku yang bisa di nikmati semua orang. Karna hujan aku pergi dengan mobil Roy, aku pergi juga tanpa pamit.
Sampai akhirnya Toby menelponku, mengabari menyuruhku cepat pulang dan mau memakai mobil karna Lela sakit badanya panas dan menggigil. Akhirnya aku melaju dengan cepatbke basecamp, sesampainya di basecamp Toby dan Lela bersiap ke dokter. Sedangkan aku bertanya kenapa Lela sakit katanya Lela ke dinginan dan gak mau selimutan semalam.
Aku berpikir selalu ada ketenangan sampai akhirnya badai datang. Aku rasanya marah kenapa ada yang sakit setelah makan-makan enak kan aneh. Toh sebelumnya juga masih baik-baik saja.
"Udah Ca, gausa dipikir. mending kita sarapan mie aja, yuk bikin". Kata Ana sambil mengelus punggungku.
"Capek gak sih Na? aneh sumpah". Kataku kesal.
"Yaa capek, tapi mau gimana lagi". Ucap Ana sambil mulai memasak mie untuk kami semua. Aku dan Kris membantunya.
Roy juga malah lanjut tidur lagi, sampai aku mendengar Roy seperti berbicara dengan cewe di kamar padahal kami semua ada di bawah. Suara itu jelas, bukan dari telfon. Sangat jelas, Aku, Ana, Kris dan Ambar saling bertatapan memberi kode kalau kami harus mengecek ke atas. Karna Gendhis dan Stef pulang gak mungkin tiba-tiba ada gadis lain dirumah ini.
Saat ditangga, Adora tiba-tiba mengeong dengan keras membuat kami gak fokus karna kaget. Saat kami keatas dan membuka gorden kamar, ternyata Roy tidur tapi ada yang Ana sadari dengan mata terbelalak menatap ngeri ke lemari kaca dikamar itu.
Ada yang sedang mengelus-elus kepala Roy sembari memeluknya, ketika dilihat langsung tidak ada, hanya bisa dilihat dikaca. Sontak aku langsung berteriak menyadari itu. Ambar dan Kris tidak tahu apa yang terjadi. Roy juga kaget dan bangun sambil memarahiku dan menanyakan ada apa.
"Ayo ikut aku keluar". Kataku kepada semuanya sambil berjalan keluar kamar, semuanya termasuk wanita itu.
"Saya hanya mengajak temanku, untuk anda yang terhormat, mohon lepaskan pelukan anda kepada temanku, Saya mohon". Ucapku sambil berhenti berjalan dan berbicara tanpa melihat kebelakang.
"Ngomong apasih Ca?". Kata Ambar merasa aneh.
Saat turun dari tangga, ternyata wanita itu nampak dengan jelas menunggu dibawah, aku berbalik melihat Ana dan teman-teman, sepertinya yang bisa melihat hanya aku dan Ana. Kami memberi kode kalau seakan-akan tak melihat saja. Aku menembus sosok wanita itu yang seperti menunggu dibawah, langsung tubuhku bergidik dingin. Ana mengajak untuk makan mie dan membawanya ke teras depan.
Masih saja wanita itu melihat punggung Roy, Ana memeluk Roy membuat kesalahpahaman kepada Ambar dan Kris yang kaget, Roy juga kaget dan geli.
Sampai akhirnya Toby datang sendirian karna Lela sudah diantar ke kos. Toby seakan menyadari yang terjadi dan bercandain Ana dan Roy agar suasana cair mengalir tanpa ada beban.
Kami semua bersiap pulang, Toby minta agar Roy menginap dirumahnya saja. Saat wanita itu ingin memeluk Roy, Toby memeluk Roy sambil menariknya cepat keluar dari rumah itu.
terdengar suara rintihan tangis di rumah ini, semuanya mendengarnya, Ambar dan Kris kaget dan mengajak segera pergi dari sini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 227 Episodes
Comments