Bab 18. Sarapan Pertama Bersama

Kirana membuka kamarnya, dia melihat Bintang sedang memakai kaos. "Hp ... A, di panggil Mamah. Sudah di tunggu sarapan."

Kirana ingin manggil Pak, tapi tidak jadi. Dia teringat pesan Ambu untuk membiaskan diri pada suaminya, jadi Kirana putuskan memanggilnya Aa. Bintang justru merasa aneh dipanggil Aa, sebab ini baru pertama kali ada yang memanggilnya Aa.

"Iya, aku sudah rapi. Yuk." Bintang sudah selesai menyisir rambut lalu menghampiri Kirana. Dia menggandeng tangannya, dan keluar kamar.

"Aduh, penganten baru jalannya aja gandengan, udah kaya mau nyebrang aja."

Aurora menggoda Bintang dan Kirana, membuat Kirana malu dan menarik tangannya dari gandengan Bintang. Dia lalu bergegas duduk di samping Ambu. Bintang duduk di samping Kirana.

Mereka mulai sarapan bersama, Abah diminta oleh Galaksi untuk memimpin doa makan.

"Hm ... makanannya enak banget. Rasanya seperti makan di restoran," puji Galaksi.

"Benar Pah, Mamah sampai mau nambah lagi." Benar saja Aurora kembali menambah nasi dan lauk pauknya.

"Papah sekalian, Mah." Galaksi juga minta diambilkan nasi dan lauknya pada Aurora.

Ambu mencolek paha Kirana, membuat Kirana yang sedang makan, menoleh pada Ambu. Kemudian Ambu memberi kode pada Kirana dengan matanya untuk mengambilkan nasi buat suaminya.

Kirana menoleh pada Bintang. "A, mau nambah lagi." Bukan hanya Bintang yang menoleh tapi juga semua ikut menatap Kirana.

"Kenapa semua melihat Kirana?" tanya Kirana saat melihat semua menatapnya.

"Tidak apa-apa." Semua menjawab kompak lalu melanjutkan makannya.

"Aa, mau nambah nggak? Ditanya kok diam aja!" Ambu langsung mencubit paha Kirana.

"Aduh!" Kirana spontan menjerit.

"Yang sopan sama suami kamu!" bisik Ambu.

"Iya, iya." Kirana mengusap-usap pahanya yang dicubit Ambu.

"Ya Allah, cubitan Ambu dahsyat ih. Pasti langsung biru ini paha," batin Kirana.

"Aa ... mau nambah lagi?" tanya Kirana dengan suara yang lembut dan perlahan seperti putri Solo.

"Boleh, tapi banyakin kangkungnya."

"Iya, A."

Kirana mengambilkan nasi dan lauk pauknya, terutama Kangkung. Dia lalu memberikannya pada Bintang.

"Makasih."

"Bintang, kamu kapan mau bulan madu?" tanya Galaksi.

Uhuk ... uhuk ...

Kirana terbatuk mendengar pertanyaan Papah mertuanya.

"Kamu kenapa? Kalau makan pelan-pelan. Nih minum."

Bintang mengambilkan minum untuk Kirana.

"Terima kasih." Kirana menerima minum dari Bintang.

"Nanti siang kami pergi bulan madu, Pah."

Uhuk ... uhuk ...

Kirana kembali terbatuk mendengar ucapan Bintang.

"Kamu kenapa, sih? Kalau dengar kata bulan madu jadi batuk?" tanya Ambu.

"Kirana nggak apa-apa. Cuma keselek aja."

"Keselek, kok sampai berkali-kali!" Ambu menggoda Kirana.

"Kalian mau bulan madu di mana?" tanya Aurora.

"Di Korea aja Mah. Yang dekat aja dulu. Nanti lain kali baru ke Eropa." Bintang menjawab.

"A, bagaimana kalau di Indonesia aja? Aku belum pernah ke mana-mana selain Jakarta doang.

"Kamu, nggak mau keluar negeri?"

"Nggak A, di Indonesia aja, ya?"

"Iya deh." Bintang akhirnya setuju.

"Kemana pun kalian pergi, semoga nanti kalian pulang bawa oleh-oleh spesial."

"Amin, semoga Allah mengabulkan doa Mamah."

"Mamah, memangnya minta apa? Nanti biar Kirana ingatkan Aa."

Aurora senyam-senyum. "Mamah, minta cucu."

Uhuk ... uhuk ...

Kirana kembali batuk dahsyat kali ini dia benar-benar keselek ludah. Ambu sampai menepuk-nepuk punggung Kirana. Bintang dengan cepat mengambil minum.

"Minum dulu." Kirana pun minum, tapi tetap saja masih batuk.

"Duh, kamu itu sensitif sekali. Kirana. Nanti kalau kalian begitu, kamu juga batuk-batuk nggak ya?" Aurora membayangkannya.

Kirana sudah tidak sanggup lagi. Dia pun pamit dan pergi dari meja makan.

"Mamah kenapa, sih godain Kirana terus? Jadi ngambek kan." Galaksi menegur Aurora.

"Tidak apa-apa Pak Galaksi. Kirana nggak ngambek, dia cuma malu aja," ucap Abah.

"Bintang susul Kirana dulu."

Bintang pun pergi. Dia menaiki anak tangga satu per satu. menuju ke kamarnya.

Bintang membuka pintu kamarnya. Kirana sedang duduk di sofa. Bintang duduk di samping Kirana.

"Kamu, kenapa?"

"Kiran nggak apa-apa."

"Oh,"

"A, apa benar, kita mau ke Korea nanti siang?"

"Iya, saya suka di panggil Aa. Selama ini belum pernah ada yang manggil Aa."

"Kirana panggil Aa nya kalau di luar kantor aja ya. Kalau di kantor tetap Bapak."

"Iya."

"Sekarang kita packing dulu. Baju-baju yang mau di bawa untuk dua minggu."

"Oh, iya."

Kirana dan Bintang memilah pakaian yang mau di bawa. Untung saja tadi setelah sholat subuh Kirana memindahkan pakaian dari kamarnya ke kamar ini.

...---------...

Terpopuler

Comments

Kinan Rosa

Kinan Rosa

yah mama
gimana kalau Kiran batuk pas waktu ena ena kan gak lucu 🤣🤣🤣

2023-02-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2 Bab 2. Ke Rumah Sakit
3 Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4 Bab 4. OMG!!
5 Bab 5. Nazar Bintang
6 Bab 6. Bintang Pemaksa
7 Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8 Bab 8. Mengajak Pacaran
9 Bab 9. Pendekatan
10 10. Kirana Setuju Menikah
11 Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12 Bab 12. Melabrak Kirana
13 Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14 Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15 Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16 Bab 16. Wedding Day
17 Bab 17. Canggung
18 Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19 Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20 Bab 20. Kecewa
21 Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22 Bab 22. Perjanjian
23 Bab 23. Panas
24 Bab Pengumuman
25 Bab 24. First Kiss
26 Bab 25. Mencoba Percaya.
27 Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28 Bab 27. Malu
29 Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30 Bab 29. Agung Di Mutasi
31 Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32 Bab 31. Bintang Galau
33 Bab 32. Gara-gara Dia
34 Bab 33. Sebuah Rasa
35 Bab 34. Bertemu Maya
36 Bab 35. Menyimpan Rahasia
37 Bab 36. Pergi Menepi
38 Bab 37. Bertemu Adipati
39 Bab 38. Istirahat
40 Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41 Bab 40. Canggung
42 Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43 Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44 Bab 43. Bintang Berduka
45 Bab 44. Galau
46 Bab 45. Aurora Murka
47 Bab 46. Penjelasan Bintang
48 Bab 47. Ketegasan Bintang.
49 Bab 48. Kirana Cemburu
50 Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51 Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2
Bab 2. Ke Rumah Sakit
3
Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4
Bab 4. OMG!!
5
Bab 5. Nazar Bintang
6
Bab 6. Bintang Pemaksa
7
Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8
Bab 8. Mengajak Pacaran
9
Bab 9. Pendekatan
10
10. Kirana Setuju Menikah
11
Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12
Bab 12. Melabrak Kirana
13
Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14
Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15
Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16
Bab 16. Wedding Day
17
Bab 17. Canggung
18
Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19
Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20
Bab 20. Kecewa
21
Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22
Bab 22. Perjanjian
23
Bab 23. Panas
24
Bab Pengumuman
25
Bab 24. First Kiss
26
Bab 25. Mencoba Percaya.
27
Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28
Bab 27. Malu
29
Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30
Bab 29. Agung Di Mutasi
31
Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32
Bab 31. Bintang Galau
33
Bab 32. Gara-gara Dia
34
Bab 33. Sebuah Rasa
35
Bab 34. Bertemu Maya
36
Bab 35. Menyimpan Rahasia
37
Bab 36. Pergi Menepi
38
Bab 37. Bertemu Adipati
39
Bab 38. Istirahat
40
Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41
Bab 40. Canggung
42
Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43
Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44
Bab 43. Bintang Berduka
45
Bab 44. Galau
46
Bab 45. Aurora Murka
47
Bab 46. Penjelasan Bintang
48
Bab 47. Ketegasan Bintang.
49
Bab 48. Kirana Cemburu
50
Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51
Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!