Bab 17. Canggung

Acara pernikahan selesai sehabis isya. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam kamar Bintang yang sudah di dekor menjadi kamar pengantin. Kirana merasa lelah dan gerah.

Kirana segera masuk ke kamar mandi dan hendak membuka baju. Namun dia mengalami kesulitan. Kirana kembali keluar dari kamar mandi.

"Pak, Maaf. Kiran minta tolong bukain resleting belakang baju Kirana," pinta Kirana sambil membelakangi Bintang yang sedang duduk di sofa.

Bintang menurunkan resleting baju Kirana perlahan. Tangan Bintang menyentuh kulit Kirana. Kirana merasa tubuhnya berdesir. Dia seketika menjadi canggung dan malu.

Wajah Kirana berubah menjadi merah. Bintang sendiri merasa canggung. Tubuhnya bereaksi karena bersentuhan dengan kulit punggung Kirana yang halus.

Kirana segera berlari ke kamar mandi setelah dirasa resletingnya cukup terbuka. "Makasih Pak." Kirana berteriak sambil menutup pintu kamar mandi.

Bintang segera duduk dan menghembuskan nafas lewat mulutnya. Dia mengipasi wajahnya yang juga merah, dengan tangannya. "Kenapa jadi gugup begini ya?" tanya Bintang pada dirinya sendiri.

Bintang menyalakan TV untuk mengalihkan pikirannya. Setengah jam kemudian Kirana keluar dari kamar mandi. Dia hanya mengenakan handuk yang dililitkan pada tubuhnya.

Namun, handuknya hanya menutupi sebatas dada sampai paha. Kirana lupa membawa baju ganti. Mata Bintang tak lepas dari Kirana.

Bintang menelan ludahnya melihat Kirana. Siapa yang tidak tergoda melihat sesuatu yang indah? Bintang juga seorang laki-laki, apalagi Kirana sudah sah menjadi istrinya.

Pikiran liar Bintang mulai berkelana. Dia terus memperhatikan Kiran yang sedang mencari pakainnya di lemari. "Pak, kok pakaian Kiran nggak ada ya? Belum di pindahin dari kamar, ya?"

Bintang tidak menjawab, dia sedang terpesona oleh Kirana. "Pak, bagaimana ini? Kiran pakai apa, dong?" tanya Kiran lagi.

Merasa tidak ada jawaban, Kirana melihat ke arah Bintang. "Pak, kok bengong? Baju Kiran gimana ini?"

Kirana tidak menyadari, jika dirinya menjadi objek fantasi liar Bintang. Kirana mendekati Bintang. "Pak, kenapa mukanya begitu, keringatan begini." Kirana menyentuh dahi Bintang dan mengusap keringatnya.

Bintang memegang tangan Kirana. Mereka saling tatap, Bintang kemudian perlahan mendekatkan wajahnya. Kirana menelan ludahnya dengan susah payah agar tidak terdengar Bintang.

Hampir saja mereka semakin dekat, Kirana langsung berlari dan mengambil asal pakaian dari lemari. Kirana lalu ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan kencang.

Bintang mengipasi wajahnya dengan tangan, lalu membuka jasnya. Dia melempar jas itu ke sofa. Bintang lalu membuka kancing kemejanya satu per satu.

Pintu kamar mandi terbuka, Kirana keluar memakai kemeja Bintang tanpa bawahan. Kemeja itu kebesaran di tubuh Kirana sampai menutupi setengah pahanya. Kirana semakin terlihat sexy di mata Bintang.

Kirana segera berlari ke tempat tidur dan berbaring. Dia menutupi tubuhnya sampai leher dengan selimut. Sementara Bintang segera ke kamar mandi, sebelum pikirannya semakin liar dan menerjang Kirana.

"Aduh, semoga aja Pak Bintang, tidak menganggap aku menggodanya. Aku benar-benar lupa kalau pakai handuk doang. Udah gitu nggak ada pakaianku, terpaksa aku pakai aja yang ada di lemari." gumam Kirana pelan.

Dia lalu menutup kepalanya dengan selimut. "lebih baik aku segera tidur saja."

Kirana memejamkan matanya, tak lama kemudian dia membuka selimut yang menutupi wajahnya. "Huh, aku nggak bisa nafas."

Pintu kamar mandi terbuka, Kirana segera menutup mata. Namun jantungnya berdetak cepat. Bintang lupa membawa handuk.

Dia keluar kamar mandi dan mengambil handuk di lemari, kemudian kembali masuk kamar mandi, sekilas dia melihat ke arah Kirana yang pura-pura tidur. Terlihat bola matanya yang bergerak ke kanan dan kiri.

Bintang tersenyum, dan masuk kamar mandi. Kirana membuka mata kemudian merubah posisinya menjadi membelakangi kamar mandi. Kini posisinya lebih santai, dia dapat relax dan memejamkan mata kembali.

***

Pagi ini adalah hari pertamanya sebagai menantu di rumah ini. Kirana sedang memasak sarapan di bantu Bibi, asisten rumah tangga Bintang. Setelah sholat subuh tadi Kirana segera turun ke dapur.

Ambu datang ke dapur. "Loh, Kiran! Kamu kok sudah turun. Sudah sholat kamu nak?" tanya Ambu.

"Sudah Mbu."

"Kok rambutnya nggak basah?"

"Ya, 'kan aku kan nggak keramas jadi tidak basah."

"Kenapa nggak keramas."

"Kan sudah semalam sebelum tidur aku keramas. Nanti aku pusing keramas terus."

"Nggak apa-apa, dari pada suami kamu yang pusing atas bawah, kan kasihan."

"Hah, atas bawah gimana maksudnya, Ambu?" tanya Kirana bingung.

Bibi hanya tersenyum menahan tawanya. "Tuh, Bibi aja ngerti, senyum-senyum. Masa kamu nggak ngerti?"

"Ngerti apa Mbu?"

"Cape, deh! Tanya Bibi aja. Ambu mau masak."

"Ih ... Ambu orang aku nggak ngerti juga. Bi ... Bibi ngerti maksud Ambu?"

Bibi hanya menggaruk kepalanya. "Anu .. Nya, itu ... eh Ambu biar saya yang iris bawangnya." Bibi mengambil alih pisau yang di pegang Ambu.

Bibi lebih memilih menghindar. Dia bingung mau menjawab apa. Rasanya malu kalau harus membahas masalah itu dengan Nyonya barunya.

"Ih ... kalian bikin penasaran aja. Buatin nanti aku tanya sama Pak Bintang."

"Nih, cuci kangkungnya. mulut bicara tapi tangannya juga kerja. Kalau nggak mau bantuin nggak usah ke dapur." Ambu memberikan beberapa ikat kangkung pada Kirana.

"Dih ... yang pertama ke dapur 'kan Kirana. Berarti Kirana yang mau masak. Eh Ambu datang bikin bingung Kiran." Kirana protes, tapi tangannya membuka ikatan kangkung dan memetik daun kangkung.

"Kiran, kamu masih panggil 'Pak' sama suamimu?" tanya Ambu sambil memasukkan bawang merah yang sudah di iris ke dalam wajan berisi minyak panas.

"Iya, Mbu. Kirana bingung mau manggil apa?" jawab Kirana hidungnya menghirup wangi bawang goreng. Ah dia suka sekali di dapur bila Ambu sedang masak. Wanginya menggugah selera.

"Iya, tapi kamu harus rubah, kecuali kalau kalian di kantor dan posisi kamu karyawan, baru kamu panggil Pak. Kalau di luar kantor panggilannya di rubah."

"Iya, nanti Kirana coba. Ini udah Bi tinggal di cuci." Kirana memberikan kangkung dalam wadah pada bibi.

Mereka memasak beberapa menu masakan. Setengah jam kemudian masakan sudah selesai. Jika dikerjakan bersama semua jadi cepat.

Bibi mencuci piring dan membereskan dapur bekas masak. Kirana dan Ambu menata makanan di meja makan.

"Hm ... wanginya sampai masuk ke dalam. Masak apa, nih?" tanya Aurora.

"Ah ... masakan biasa aja, Jeng."

"Maaf, ya Ambu, saya baru turun. Biasanya saya baru mulai masak jam segini. Tapi sekarang malah udah rapi."

"Iya, Jeng nggak apa- apa. Saya biasa masak pagi- pagi. Maaf loh Jeng, dapurnya saya acak- acak."

"Nggak apa- apa."

"Ini mau ngobrol atau sarapan? Papah udah lapar nih Mah!" Galaksi protes pada istrinya yang terus mengajak ngobrol besan.

"Kirana, sayang, panggil suamimu. Dia kalau belum dipanggil nggak bakal turun."

"Iya, Mah."

Kirana segera beranjak memanggil suaminya.

...-------------...

Terpopuler

Comments

Safni Mardesi

Safni Mardesi

double up dong thoor...

2022-08-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2 Bab 2. Ke Rumah Sakit
3 Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4 Bab 4. OMG!!
5 Bab 5. Nazar Bintang
6 Bab 6. Bintang Pemaksa
7 Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8 Bab 8. Mengajak Pacaran
9 Bab 9. Pendekatan
10 10. Kirana Setuju Menikah
11 Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12 Bab 12. Melabrak Kirana
13 Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14 Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15 Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16 Bab 16. Wedding Day
17 Bab 17. Canggung
18 Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19 Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20 Bab 20. Kecewa
21 Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22 Bab 22. Perjanjian
23 Bab 23. Panas
24 Bab Pengumuman
25 Bab 24. First Kiss
26 Bab 25. Mencoba Percaya.
27 Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28 Bab 27. Malu
29 Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30 Bab 29. Agung Di Mutasi
31 Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32 Bab 31. Bintang Galau
33 Bab 32. Gara-gara Dia
34 Bab 33. Sebuah Rasa
35 Bab 34. Bertemu Maya
36 Bab 35. Menyimpan Rahasia
37 Bab 36. Pergi Menepi
38 Bab 37. Bertemu Adipati
39 Bab 38. Istirahat
40 Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41 Bab 40. Canggung
42 Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43 Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44 Bab 43. Bintang Berduka
45 Bab 44. Galau
46 Bab 45. Aurora Murka
47 Bab 46. Penjelasan Bintang
48 Bab 47. Ketegasan Bintang.
49 Bab 48. Kirana Cemburu
50 Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51 Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2
Bab 2. Ke Rumah Sakit
3
Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4
Bab 4. OMG!!
5
Bab 5. Nazar Bintang
6
Bab 6. Bintang Pemaksa
7
Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8
Bab 8. Mengajak Pacaran
9
Bab 9. Pendekatan
10
10. Kirana Setuju Menikah
11
Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12
Bab 12. Melabrak Kirana
13
Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14
Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15
Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16
Bab 16. Wedding Day
17
Bab 17. Canggung
18
Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19
Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20
Bab 20. Kecewa
21
Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22
Bab 22. Perjanjian
23
Bab 23. Panas
24
Bab Pengumuman
25
Bab 24. First Kiss
26
Bab 25. Mencoba Percaya.
27
Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28
Bab 27. Malu
29
Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30
Bab 29. Agung Di Mutasi
31
Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32
Bab 31. Bintang Galau
33
Bab 32. Gara-gara Dia
34
Bab 33. Sebuah Rasa
35
Bab 34. Bertemu Maya
36
Bab 35. Menyimpan Rahasia
37
Bab 36. Pergi Menepi
38
Bab 37. Bertemu Adipati
39
Bab 38. Istirahat
40
Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41
Bab 40. Canggung
42
Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43
Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44
Bab 43. Bintang Berduka
45
Bab 44. Galau
46
Bab 45. Aurora Murka
47
Bab 46. Penjelasan Bintang
48
Bab 47. Ketegasan Bintang.
49
Bab 48. Kirana Cemburu
50
Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51
Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!