Bab 9. Pendekatan

Bintang terus memperhatikan Kirana, diam- diam dia mengikuti Kirana. Sampai Kirana masuk ke dalam sebuah rumah dengan bertuliskan 'kos-kosan khusus Putri'

"Jadi dia kos di sini," gumam Bintang.

Dia lalu melajukan mobilnya pergi dari tempat itu.

***

Kirana terlihat sangat sibuk. Dia berlari ke sana dan ke mari, menyiapkan keperluannya untuk bekerja. Bahkan Kirana makan roti sambil memakai sepatu.

Bagaimana tidak? Hari ini Kirana bangun terlambat. Semua gara-gara perkataan Pak Bintang. Dia memikirkannya sepanjang malam.

Selama apa pun dia berpikir, dan di pandang dari berbagai sudut, tetap saja Kirana merasa belum siap untuk menikah. Tidak ada bayangan bahagia antara pernikahan dia dengan Bintang.

Haruskah, dia menerima usul Bintang untuk pacaran dulu selama tiga bulan? Tapi kalau seandainya, dia menerima usul itu, bukankah itu berarti dia menerima lamaran Bintang? Kepala Kirana pusing memikirkannya.

Kirana bergegas keluar dari kamar kosnya dan mengunci pintu. Dia lalu berlari ke halte.

Ternyata berangkat siang tidak nyaman. Kirana yang biasa berangkat masih sepi, merasa tidak nyaman dengan suasana bus yang padat.

Dia harus berdiri, dan berhimpitan dengan penumpang lain. Begitu sampai di halte dekat gedung kantornya, Kirana turun dan berlari ke gedung kantornya. Dia sudah terlambat.

Kirana segera absen, dan pergi menuju ruangannya, dan mengambil peralatan tempurnya. "Kirana, kamu di panggil Pak Bintang." Tesa memberi tahu Kirana.

"Masa? Ada apa, ya?" Kirana balik bertanya dengan nafas yang masih terputus-putus, setelah dia berlari.

"Aku, nggak tahu. Kamu kenapa baru datang? Mungkin Pak Bintang tahu, dan ingin menegur kamu?"

"Rajin amat Pak Bintang, nggak ada kerjaan apa, dia? Ngurusin aku yang terlambat. Itu kan bukan bagiannya."

Tessa terkekeh, dia hanya ingin menakut-nakuti Kirana. "Udah, gih. Cepetan ke sana nanti malah kena tegur kalau lama-lama."

"Iya, aku ke sana sekarang."

"Eh ... eh, kamu ke toilet dulu, beresin rambut dan dandan!" Tesa mengingatkan Kirana. Sebab dia melihat penampilan Kirana saat ini sangat kacau.

"Hah, iya." Walau bingung Kirana mengikuti anjuran Tesa.

Dia belok ke toilet, dan wow ... Kirana terkejut melihat dirinya sendiri di cermin. Pantas saja Tesa menyuruhnya untuk dandan.

Kantung mata yang hitam, wajah pucat, rambut berantakan, persis seperti mayat hidup. Kirana segera menyisir dan mengikat rambutnya, lalu dia memakai sedikit bedak padat yang disimpan di saku celananya.

Kirana tidak membawa lipstik. jadi dia biarkan bibirnya berwarna alami. Kirana kemudian segera pergi ke ruangan Pak Bintang.

Tok ... Tok ...

Kirana mengetuk pintu. Tidak terlihat sekretaris Pak Bintang di luar.

"Masuk!"

Setelah mendengar suara Pak Bintang yang menyuruhnya masuk, Kirana membuka pintu. Terlihat Pak Bintang sedang membaca berkas-berkas yang ada di atas mejanya.

"Pagi Pak." Kirana memberi salam pada Bintang setelah beberapa detik dia hanya berdiri menunggu Bintang.

Bintang yang mendengar suara Kirana, segera menoleh. Dia lalu menutup berkasnya.

" Sini, Kirana. Duduklah!" perintah Bintang.

"Iya, Pak." Kirana pun duduk.

"Kirana, kamu tahu kenapa saya panggil?"

"Tidak tahu, Pak."

"Saya ingin tahu jawaban kamu sekarang."

"Pak, nggak bisa gitu. Saya butuh waktu setidaknya satu bulan paling cepat dua minggu."

"Kamu mikir apa? Lama sekali, tinggal jawab iya atau setuju."

"Sama aja kali Pak, iya dengan setuju."

"Bagaimana? Cepat jawab."

"Maaf, Pak saya tidak bisa."

"Kenapa? Apa saya tidak memenuhi kriteria kamu?"

"Masyaallah Pak, yang ada melebihi kriteria saya. Justru itu, saya ini tidak pantas buat Bapak. Masih banyak perempuan lain yang jauh lebih baik dan sepadan dengan Bapak."

"Kirana, saya tidak pernah mempermasalahkan hal seperti itu. Bagi saya kamu itu pantas, kamu yang telah menyelamatkan saya. Kita ini jodoh. Dalam tubuh saya mengalir darah kamu, kurang apa lagi? Allah sendiri yang ingin kita bersama, bahkan darah kita sudah lebih dulu bersatu."

"Pak, saya bingung. Saya takut nanti setelah menikah Bapak menyesal telah menikah dengan saya dan meninggalkan saya. Pernikahan karena cinta saja banyak yang bercerai, apalagi pernikahan tanpa cinta."

"Kalau begitu kita mulai dari awal. Kita tumbuhkan perasaan cinta itu. Kita harus selalu bersama agar perasaan itu bisa hadir." Bintang lalu berdiri.

"Kenalkan nama saya Bintang Orion, umur saya 26 tahun." Bintang mengajak Kirana berkenalan.

Kirana menatap Bintang, lalu dia melihat ke arah tangan Bintang. Kirana menyerah mungkin tidak ada salahnya mencoba untuk dekat.

"Saya Kirana, umur saya baru 20 tahun." Kirana menyambut uluran tangan Bintang. Mereka berjabat tangan.

"Kita sudah melalui tahap perkenalan, selanjutnya kita ke tahap pendekatan. Nanti makan kamu makan siang dengan saya."

"Pak, itu namanya bukan tahap pendekatan tapi Bapak memaksa saya untuk makan siang bersama Bapak."

"Tidak ada yang salah?"

"Harusnya, Bapak bertanya bukan memaksa. 'Maukah kamu makan siang dengan saya?' begitu Pak harusnya."

"Terlalu betele-tele. Sudah kamu sana kembali bekerja, saya juga masih banyak pekerjaan."

"Yang gangguin Bapak kerja siapa? Bapak yang manggil saya. Pekerjaan saya malah tertunda gara-gara Bapak."

"Kamu protes sama Bos kamu?"

"Nggak Pak. Saya nggak protes. Kalau begitu saya permisi Pak."

"Hm ... jangan lupa nanti siang. Kalau kamu tidak ke sini saya yang akan jemput kamu ke ruangan kamu." Bintang berkata tanpa melihat Kirana, dia fokus melihat pada berkas di atas meja.

"Tunggu saja, Pak."

"Aku akan kabur duluan," batin Kirana.

Kirana lalu keluar dan menutup pintu.

***

Saatnya jam makan siang dan sholat, Kirana lebih dulu menunaikan sholat ketika sudah masuk waktu Dzuhur.

Setelah itu dia hendak pergi keluar untuk makan siang. Namun, ternyata di depan musholla sudah menunggu Pak direktur terhormat yang sedang dia hindari.

Kirana perlahan mundur dan berbalik badan dia bergegas pergi lewat jalan lain. Baru saja beberapa langkah, seseorang menarik belakang kerah bajunya.

"Saya sudah bilang makan siang dengan saya," ucap Bintang.

"Eh, Bapak. Iya, saya kan sholat dulu. Bapak tidak sholat?"

"Saya, sudah sholat. Saya harus jadi imam yang baik untuk keluarga saya. Ayo, sekarang kita berangkat."

Bintang menggandeng tangan Kirana agar dia tidak kabur. Kirana sendiri merasa malu. Dia tidak berani mengangkat wajahnya.

Kirana yakin, sekarang pasti banyak yang memperhatikannya. Sebentar lagi pasti akan tersebar gosip panas tentang dirinya dan Pak CEO.

Mereka pergi menuju parkiran. Benar yang di pikirkan Kirana. Mereka kini menjadi pusat perhatian. Para Karyawan saling berbisik. Ini adalah pemandangan langka.

Mereka tidak pernah melihat seorang Bintang menggandeng perempuan mana pun. Pak Bintang terkenal dingin dan sulit di dekati.

Banyak perempuan cantik yang mendekati Bos mereka, tapi semua mundur perlahan. Mereka tidak kuat dengan sikap Bintang yang cuek dan dingin.

Namun, kini seorang Bintang menggandeng seorang wanita biasa yang hanya berprofesi sebagai OG. Mereka penasaran akan sosok OG tersebut, yang bisa meluluhkan hati seorang Bintang.

...----------------...

Terima kasih sudah membaca cerita receh ini. Semoga kalian suka. Terima kasih juga dukungannya. 🥰🥰🥰❤️❤️

Terpopuler

Comments

Kinan Rosa

Kinan Rosa

semoga kalian berjodoh

2023-01-22

0

Siti N

Siti N

🤣🤣🤣

2022-11-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2 Bab 2. Ke Rumah Sakit
3 Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4 Bab 4. OMG!!
5 Bab 5. Nazar Bintang
6 Bab 6. Bintang Pemaksa
7 Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8 Bab 8. Mengajak Pacaran
9 Bab 9. Pendekatan
10 10. Kirana Setuju Menikah
11 Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12 Bab 12. Melabrak Kirana
13 Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14 Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15 Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16 Bab 16. Wedding Day
17 Bab 17. Canggung
18 Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19 Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20 Bab 20. Kecewa
21 Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22 Bab 22. Perjanjian
23 Bab 23. Panas
24 Bab Pengumuman
25 Bab 24. First Kiss
26 Bab 25. Mencoba Percaya.
27 Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28 Bab 27. Malu
29 Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30 Bab 29. Agung Di Mutasi
31 Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32 Bab 31. Bintang Galau
33 Bab 32. Gara-gara Dia
34 Bab 33. Sebuah Rasa
35 Bab 34. Bertemu Maya
36 Bab 35. Menyimpan Rahasia
37 Bab 36. Pergi Menepi
38 Bab 37. Bertemu Adipati
39 Bab 38. Istirahat
40 Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41 Bab 40. Canggung
42 Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43 Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44 Bab 43. Bintang Berduka
45 Bab 44. Galau
46 Bab 45. Aurora Murka
47 Bab 46. Penjelasan Bintang
48 Bab 47. Ketegasan Bintang.
49 Bab 48. Kirana Cemburu
50 Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51 Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2
Bab 2. Ke Rumah Sakit
3
Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4
Bab 4. OMG!!
5
Bab 5. Nazar Bintang
6
Bab 6. Bintang Pemaksa
7
Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8
Bab 8. Mengajak Pacaran
9
Bab 9. Pendekatan
10
10. Kirana Setuju Menikah
11
Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12
Bab 12. Melabrak Kirana
13
Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14
Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15
Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16
Bab 16. Wedding Day
17
Bab 17. Canggung
18
Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19
Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20
Bab 20. Kecewa
21
Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22
Bab 22. Perjanjian
23
Bab 23. Panas
24
Bab Pengumuman
25
Bab 24. First Kiss
26
Bab 25. Mencoba Percaya.
27
Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28
Bab 27. Malu
29
Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30
Bab 29. Agung Di Mutasi
31
Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32
Bab 31. Bintang Galau
33
Bab 32. Gara-gara Dia
34
Bab 33. Sebuah Rasa
35
Bab 34. Bertemu Maya
36
Bab 35. Menyimpan Rahasia
37
Bab 36. Pergi Menepi
38
Bab 37. Bertemu Adipati
39
Bab 38. Istirahat
40
Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41
Bab 40. Canggung
42
Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43
Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44
Bab 43. Bintang Berduka
45
Bab 44. Galau
46
Bab 45. Aurora Murka
47
Bab 46. Penjelasan Bintang
48
Bab 47. Ketegasan Bintang.
49
Bab 48. Kirana Cemburu
50
Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51
Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!