Bab 12. Melabrak Kirana

Intan marah, dia tidak terima atas pemecatan tidak terhormat ini. Begitu juga dengan Puspa. Bukannya mereka introspeksi diri, mereka justru menyalahkan Kiran.

Mereka yakin kalau Kirana lah yang telah mengadu padu Pak Bintang. Mentang-mentang dia dekat dengan Pak Bintang. Intan dan Puspa mencari Kirana, sementara yang lain mereka memilih tidak mau lagi mencari masalah dengan Kirana dan Bintang.

Puspa melihat Kirana sedang membawakan minuman dari pantry. Dia mencolek Intan dan menunjuk Kirana dengan dagunya. Mereka berdua kemudian menghampiri Kirana.

"Heh, lo ngomong apa, sama Pak Bintang?" tanya Intan dengan emosi, dia menarik tangan Kirana. Hampir saja minuman di nampan tumpah, untunglah Kirana memegangnya dengan erat.

"Saya? Saya tidak bilang apa-apa? Memangnya ada apa Kak?" Kirana bingung maksud mereka. Sungguh dia tidak mengerti dan haruskah mereka bersikap kasar seperti itu?

Puspa membisikkan sesuatu pada Intan, "Kita jangan bicara di sini, nanti ada yang ngadu lagi sama Pak Bintang."

Intan menganggukkan kepala. Dia kemudian menarik tangan Kirana, sedangkan Puspa mendorong tubuh Kirana agar mengikuti Intan.

Kirana memegang nampan dengan kencang, dia berusaha menyeimbangkan agar gelas di atas nampan tidak jatuh.

Kirana di bawa ke tangga darurat. Intan mendorong Kirana hingga Kirana bersandar pada dinding. "Lo nggak usah ngelak, ya. Siapa lagi yang tahu semua kecuali Lo?"

"Kak, Maaf tapi tangan saya pegal bisa nggak saya simpan ini dulu di situ." Kirana menunjuk lantai di pojok dengan dagunya.

"Aa!" Intan menghempaskan nampan dengan tangan kirinya, semua gelas jatuh dan pecah menjadi puing-puing beling yang berserakan di lantai.

Airnya tumpah, sebagian membasahi pakaian Kirana. Suara gelas pecah dan teriakan Kirana rupanya tidak cukup mengundang perhatian sekitar. Tidak ada yang datang menolongnya.

Kirana mulai merasa jengah dengan tingkah mereka. Dia sadar tidak akan ada yang menolongnya. Dia harus bisa melindungi dirinya sendiri.

Jangan menganggap Kirana lemah. Dia selama ini diam mengalah karena dia tidak mau mencari masalah. Kirana tidak suka keributan. Namun, ini sudah melampaui batas.

"Lo, beraninya lo ngadu sama Pak Bintang!"

"Ngadu? Saya ngadu apa Kak? Ngadu gundu?" Kirana memang tidak tahu mengenai pemanggilan itu.

"Aduh." Intan menjenggut rambut Kirana, hingga kepala Kirana sedikit tertarik ke arahnya.

"Lo, jangan pura-pura bego, deh. Lo bilang kan kalo lo di bully dan lo rekam semuanya!"

"Saya tidak pernah bilang apa-apa, aduh ... Kak lepasin sakit kak."

"Jangan mentang-mentang lo dekat sama Pak Bintang, lo jadi belagu. Ngaca dong! Lo tuh cuma OG, office Girl. Mana pantas lo sama Pak Bintang."

"Aduh ... Kak lepasin dulu rambut saya atau saya ...."

"Atau apa, hah?" Intan memotong ucapan Kirana.

"Atau ini."

"Aduh." Kirana dengan cepat membalikkan keadaan, tangan Intan yang menjenggut rambut Kirana, kini terpelintir di belakang.

Rambutnya juga di jenggut oleh Kirana. "Saya diam bukan berarti saya takut, tapi saya mengalah untuk kedamaian."

"Namun, saya juga tidak akan diam jika mengancam keselamatan jiwa raga."

Puspa awalnya terkesima dengan Kirana yang membalikkan keadaan. Namun, dia segera tersadar dan membantu Intan.

"Aduh." Intan berteriak karena rambutnya ditarik Kirana.

Kirana reflek menarik rambut Intan, karena Puspa menarik rambutnya. Tangan Kirana yang memelintir tangan Intan, berpindah menahan tangan Puspa agar tidak terlalu kencang menariknya.

Intan mempunyai kesempatan menarik rambut Kirana dengan kedua tangan. "Kalian mainnya keroyokan, nggak gentle banget."

"Ya, jelaslah kita kan bukan laki- laki, rasain, nih!" Intan menarik rambut Kirana kencang. Kini ada tiga tangan menarik rambutnya. Akhirnya tangan Kirana yang menjenggut rambut Intan terlepas.

Dia mencoba melepaskan rambutnya dari tangan intan dan Puspa. Intan dan Puspa sedikit demi sedikit menggeser tubuh Kirana ke tangga.

"Lepas," Kirana menarik tangan Puspa.

Intan membantu Puspa, lalu dia mendorong tubuh Kirana ke tangga hingga Kirana terjatuh terguling-guling di tangga menuju basement.

Kirana terlihat tidak bergerak, Intan dan Puspa saling pandang. "Kita lebih baik pergi, sekarang!" ucap Intan. Mereka lalu pergi dari tempat itu.

...-------...

Terpopuler

Comments

Kinan Rosa

Kinan Rosa

wah kalian bener bener cari masalah ya tunggu aja pembalasan ku nanti 😁

2023-02-03

0

Safni Mardesi

Safni Mardesi

blm resmi jadian sama bintang.tapi kiran udah punya musuh .

2022-08-03

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2 Bab 2. Ke Rumah Sakit
3 Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4 Bab 4. OMG!!
5 Bab 5. Nazar Bintang
6 Bab 6. Bintang Pemaksa
7 Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8 Bab 8. Mengajak Pacaran
9 Bab 9. Pendekatan
10 10. Kirana Setuju Menikah
11 Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12 Bab 12. Melabrak Kirana
13 Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14 Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15 Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16 Bab 16. Wedding Day
17 Bab 17. Canggung
18 Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19 Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20 Bab 20. Kecewa
21 Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22 Bab 22. Perjanjian
23 Bab 23. Panas
24 Bab Pengumuman
25 Bab 24. First Kiss
26 Bab 25. Mencoba Percaya.
27 Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28 Bab 27. Malu
29 Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30 Bab 29. Agung Di Mutasi
31 Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32 Bab 31. Bintang Galau
33 Bab 32. Gara-gara Dia
34 Bab 33. Sebuah Rasa
35 Bab 34. Bertemu Maya
36 Bab 35. Menyimpan Rahasia
37 Bab 36. Pergi Menepi
38 Bab 37. Bertemu Adipati
39 Bab 38. Istirahat
40 Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41 Bab 40. Canggung
42 Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43 Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44 Bab 43. Bintang Berduka
45 Bab 44. Galau
46 Bab 45. Aurora Murka
47 Bab 46. Penjelasan Bintang
48 Bab 47. Ketegasan Bintang.
49 Bab 48. Kirana Cemburu
50 Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51 Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2
Bab 2. Ke Rumah Sakit
3
Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4
Bab 4. OMG!!
5
Bab 5. Nazar Bintang
6
Bab 6. Bintang Pemaksa
7
Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8
Bab 8. Mengajak Pacaran
9
Bab 9. Pendekatan
10
10. Kirana Setuju Menikah
11
Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12
Bab 12. Melabrak Kirana
13
Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14
Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15
Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16
Bab 16. Wedding Day
17
Bab 17. Canggung
18
Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19
Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20
Bab 20. Kecewa
21
Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22
Bab 22. Perjanjian
23
Bab 23. Panas
24
Bab Pengumuman
25
Bab 24. First Kiss
26
Bab 25. Mencoba Percaya.
27
Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28
Bab 27. Malu
29
Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30
Bab 29. Agung Di Mutasi
31
Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32
Bab 31. Bintang Galau
33
Bab 32. Gara-gara Dia
34
Bab 33. Sebuah Rasa
35
Bab 34. Bertemu Maya
36
Bab 35. Menyimpan Rahasia
37
Bab 36. Pergi Menepi
38
Bab 37. Bertemu Adipati
39
Bab 38. Istirahat
40
Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41
Bab 40. Canggung
42
Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43
Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44
Bab 43. Bintang Berduka
45
Bab 44. Galau
46
Bab 45. Aurora Murka
47
Bab 46. Penjelasan Bintang
48
Bab 47. Ketegasan Bintang.
49
Bab 48. Kirana Cemburu
50
Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51
Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!