Intan marah, dia tidak terima atas pemecatan tidak terhormat ini. Begitu juga dengan Puspa. Bukannya mereka introspeksi diri, mereka justru menyalahkan Kiran.
Mereka yakin kalau Kirana lah yang telah mengadu padu Pak Bintang. Mentang-mentang dia dekat dengan Pak Bintang. Intan dan Puspa mencari Kirana, sementara yang lain mereka memilih tidak mau lagi mencari masalah dengan Kirana dan Bintang.
Puspa melihat Kirana sedang membawakan minuman dari pantry. Dia mencolek Intan dan menunjuk Kirana dengan dagunya. Mereka berdua kemudian menghampiri Kirana.
"Heh, lo ngomong apa, sama Pak Bintang?" tanya Intan dengan emosi, dia menarik tangan Kirana. Hampir saja minuman di nampan tumpah, untunglah Kirana memegangnya dengan erat.
"Saya? Saya tidak bilang apa-apa? Memangnya ada apa Kak?" Kirana bingung maksud mereka. Sungguh dia tidak mengerti dan haruskah mereka bersikap kasar seperti itu?
Puspa membisikkan sesuatu pada Intan, "Kita jangan bicara di sini, nanti ada yang ngadu lagi sama Pak Bintang."
Intan menganggukkan kepala. Dia kemudian menarik tangan Kirana, sedangkan Puspa mendorong tubuh Kirana agar mengikuti Intan.
Kirana memegang nampan dengan kencang, dia berusaha menyeimbangkan agar gelas di atas nampan tidak jatuh.
Kirana di bawa ke tangga darurat. Intan mendorong Kirana hingga Kirana bersandar pada dinding. "Lo nggak usah ngelak, ya. Siapa lagi yang tahu semua kecuali Lo?"
"Kak, Maaf tapi tangan saya pegal bisa nggak saya simpan ini dulu di situ." Kirana menunjuk lantai di pojok dengan dagunya.
"Aa!" Intan menghempaskan nampan dengan tangan kirinya, semua gelas jatuh dan pecah menjadi puing-puing beling yang berserakan di lantai.
Airnya tumpah, sebagian membasahi pakaian Kirana. Suara gelas pecah dan teriakan Kirana rupanya tidak cukup mengundang perhatian sekitar. Tidak ada yang datang menolongnya.
Kirana mulai merasa jengah dengan tingkah mereka. Dia sadar tidak akan ada yang menolongnya. Dia harus bisa melindungi dirinya sendiri.
Jangan menganggap Kirana lemah. Dia selama ini diam mengalah karena dia tidak mau mencari masalah. Kirana tidak suka keributan. Namun, ini sudah melampaui batas.
"Lo, beraninya lo ngadu sama Pak Bintang!"
"Ngadu? Saya ngadu apa Kak? Ngadu gundu?" Kirana memang tidak tahu mengenai pemanggilan itu.
"Aduh." Intan menjenggut rambut Kirana, hingga kepala Kirana sedikit tertarik ke arahnya.
"Lo, jangan pura-pura bego, deh. Lo bilang kan kalo lo di bully dan lo rekam semuanya!"
"Saya tidak pernah bilang apa-apa, aduh ... Kak lepasin sakit kak."
"Jangan mentang-mentang lo dekat sama Pak Bintang, lo jadi belagu. Ngaca dong! Lo tuh cuma OG, office Girl. Mana pantas lo sama Pak Bintang."
"Aduh ... Kak lepasin dulu rambut saya atau saya ...."
"Atau apa, hah?" Intan memotong ucapan Kirana.
"Atau ini."
"Aduh." Kirana dengan cepat membalikkan keadaan, tangan Intan yang menjenggut rambut Kirana, kini terpelintir di belakang.
Rambutnya juga di jenggut oleh Kirana. "Saya diam bukan berarti saya takut, tapi saya mengalah untuk kedamaian."
"Namun, saya juga tidak akan diam jika mengancam keselamatan jiwa raga."
Puspa awalnya terkesima dengan Kirana yang membalikkan keadaan. Namun, dia segera tersadar dan membantu Intan.
"Aduh." Intan berteriak karena rambutnya ditarik Kirana.
Kirana reflek menarik rambut Intan, karena Puspa menarik rambutnya. Tangan Kirana yang memelintir tangan Intan, berpindah menahan tangan Puspa agar tidak terlalu kencang menariknya.
Intan mempunyai kesempatan menarik rambut Kirana dengan kedua tangan. "Kalian mainnya keroyokan, nggak gentle banget."
"Ya, jelaslah kita kan bukan laki- laki, rasain, nih!" Intan menarik rambut Kirana kencang. Kini ada tiga tangan menarik rambutnya. Akhirnya tangan Kirana yang menjenggut rambut Intan terlepas.
Dia mencoba melepaskan rambutnya dari tangan intan dan Puspa. Intan dan Puspa sedikit demi sedikit menggeser tubuh Kirana ke tangga.
"Lepas," Kirana menarik tangan Puspa.
Intan membantu Puspa, lalu dia mendorong tubuh Kirana ke tangga hingga Kirana terjatuh terguling-guling di tangga menuju basement.
Kirana terlihat tidak bergerak, Intan dan Puspa saling pandang. "Kita lebih baik pergi, sekarang!" ucap Intan. Mereka lalu pergi dari tempat itu.
...-------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Kinan Rosa
wah kalian bener bener cari masalah ya tunggu aja pembalasan ku nanti 😁
2023-02-03
0
Safni Mardesi
blm resmi jadian sama bintang.tapi kiran udah punya musuh .
2022-08-03
3