Sampailah mereka di rumah keluarga Bintang. Orang tua Kirana turun dan takjub melihat rumah yang besar dan mewah.
Orang tua Bintang keluar dari dalam, menyambut kedatangan calon besan. Mereka berjabat tangan dan saling berpelukan. Di rumah Bintang terlihat ramai banyak orang.
"Maaf, ya Ambu di sini berantakan. Saya sedang menyiapkan untuk acara besok."
"Wah, saya bisa bantu apa Nyonya." Ambu tidak enak pada orang tua Bintang.
"Aduh jangan panggil Nyonya. Kita kan besan."
"Ya sudah panggil Jeng saja ya."
"Boleh asal jangan Nyonya."
"Masuk yuk, saya sudah siapkan kamar buat Abah dan Ambu beristirahat."
"Lah, kok istirahat. Saya mau bantu Jeng Au menyiapkan semuanya."
"Ambu ih, jangan Jeng Au ... yang lengkap manggilnya."
"Kenapa? 'Kan namanya Aurora jadi Jeng Au."
Aurora menggaruk belakang lehernya yang tidak Gatal. Dia lalu tersenyum. Galaksi tersenyum menahan tawanya.
"Salah ya?" tanya Ambu melihat semua orang terdiam dan tersenyum dia menjadi malu.
"Maaf, ya Jeng. Saya asal bicara." Ambu meminta maaf merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa. Mau panggil saya Jeng Au, atau Jeng apa aja juga boleh asal jangan 'Jeng kol' aja." Semua tertawa mendengar Aurora.
"Aduh, kok malah keterusan ngobrol di luar. Ayo masuk." Galaksi mengajak mereka masuk ke dalam.
Aurora mengantar mereka ke kamar. Letak kamar Karina dan orang tuanya bersebelahan. Kemudian Bintang dan orang tuanya meninggalkan mereka di kamar untuk beristirahat.
"Bah, Ambu mau ganti baju dulu, Abah istirahat aja. Ambu mau ke bantuin Jeng Au dulu."
"Mbu, jangan panggil Jeng Au atuh, yang lengkap saja Jeng Aurora atau Jeng Rora jangan Jeng Au apalagi di depan orang tidak enak."
"Iya, iya, Abah. Jeng Rora."
"Nah gitu, lebih enak di dengar."
Ambu lalu ke kamar mandi untuk berganti baju. "Wah, kamar mandinya aja, mewah banget, ada buat berendam. Nanti aku mau coba sama Abah berendam air hangat."
Setelah sepuluh menit, Ambu keluar dari kamar mandi. Giliran Abah sekarang yang masuk kamar mandi.
"Kamar mandinya bagus," Abah lalu mencuci muka di wastafel, dengan sabun cair yang ada di atas wastafel, bertuliskan handsoap.
"Segarnya, hm ... sabunnya Wangi." Abah mencium tangannya.
Abah lalu bercermin dan tersenyum. "Aku semakin putih dan tampan. Ambu pasti tambah kesemsem."
Abah lalu keluar kamar mandi. Kamar Nampak kosong. Mungkin Ambu sudah keluar untuk membantu Jeng Aurora.
Abah mengganti bajunya dan keluar untuk membantu Galaksi.
Sementara itu, Kirana berada di kamarnya. Dia sedang merenung tentang hari esok. Dalam sekejap statusnya akan berubah. Ah semua bagai mimpi. Takdir memang tidak bisa di tebak.
Bintang sedang pergi ke kantor dia harus menyelesaikan urusannya hari ini. Hal yang bisa di alihkan ke sekretarisnya dia alihkan. Merubah beberapa jadwal. Bintang akan cuti selama dua minggu untuk bulan madu.
***
Hari ini adalah hari yang bersejarah untuk Kirana, Bintang dan keluarganya. Bapak Penghulu sudah menunggu di tempat yang disediakan. Calon pengantin pria pun sudah duduk di depan penghulu.
Semua tinggal menunggu calon pengantin wanita. Bintang merasa sangat gugup. Sebentar lagi statusnya berubah. Dia akan mempunyai tanggung jawab lain.
Dia tidak akan tidur sendiri lagi, akan ada yang menemaninya setiap malam. Kebiasaannya akan berubah. Semoga dia dan Kirana akan bahagia.
"Duh anak Ambu cantik sekali. Pantas si Ujang ngejar-ngejar kamu."
"Ih, Ambu. Ngapain jadi bahas si Ujang di hari pernikahan Kiran?"
"Hehehe ... Ambu pengen ngomong aja. Tidak maksud apa-apa."
"Udah yuk kita turun ke bawah. Semua sudah menunggu," ucap Ambu.
Kirana berdiri dan beranjak bangun. Dia berjalan perlahan keluar pintu. Kirana didandani di kamarnya di rumah Bintang.
Acara akad di langsungkan di rumah Bintang. Semua karyawan kantor di undang. Berhubung tidak ada resepsi hanya syukuran saja orang tua Bintang dan Bintang hanya mengundang 500 orang saja, di luar karyawan, juga ada 100 anak yatim.
Acara pun hanya di gelar sederhana. Semua ada WO yang mengatur. Akad nikah hanya di hadiri oleh keluarga saja, dan kerabat serta tetangga dekat untuk saksi. Para karyawan di jadwalkan pukul sepuluh.
Kirana mulai menuruni tangga. Semua perhatian terpusat padanya. Kirana sangat cantik, wajahnya berubah. Kirana duduk di samping Bintang.
Penghulu memulai acara akad namun, sebelumnya beliau memeriksa identitas kepada kedua mempelai. Setelah itu memastikan identitas saksi dan wali nikah.
Semua sudah sesuai Pak Penghulu meminta Abah dan Bintang berjabat tangan. Keringat dingin keluar membasahi, tangan Bintang.
Abah memberi tisu. "Ini elap dulu tangannya, sampai keringetan." Semua tertawa mendengar Abah.
Acara pun di lanjutkan. Saat mengucapkan ijab qabul, Bintang dapat mengucapkannya dengan lancar hanya dalam satu tarikan nafas. Kata sah pun menggema di seluruh ruangan.
Akhirnya Kirana dan Bintang kini sudah resmi menyandang status suami istri. Kirana mencium tangan suaminya, lalu Bintang mencium kening istrinya.
Adegan itu di dokumentasikan oleh sang fotografer. Pak penghulu minta mereka untuk menandatangani berkas- berkas. Kemudian mereka menerima buku nikah.
Setelah semua selesai pengantin di giring untuk duduk di pelaminan. Acara di lanjutkan dengan tausiyah dari seorang ustadz kenamaan yang selalu menyapa 'Jamaah' Kiran mendengarkan tausiyah tersebut dengan serius.
***
Para undangan mulai berdatangan. Para Karyawan tidak mengenali Kirana. Mereka berpikir bahwa pengantin itu adalah dulunya kekasih Bintang.
"Pengantin wanitanya cantik banget," ucap salah satu undangan yang merupakan pegawai di kantor Bintang.
"Iya, ternyata Pak Bintang tidak ada hubungan apa- apa sama Kirana."
Setelah bersalaman dan mengucapkan selamat menempuh hidup baru, para undangan langsung menyantap jamuan.
"Pak, ini sih bukan sederhana. Katanya nggak ada resepsi, ini apa? Ada pelaminan, banyak makanan, undangan bejibun. Ini sih udah resepsi namanya." Kirana berbisik pada suaminya.
"Ini memang sederhana dan bukan resepsi, hanya syukuran saja. Kalau resepsi itu 5000 undangan, acaranya juga di gedung," bisik Bintang.
"Banyak banget Pak. Lima ribu orang, tangan saya bisa kebas Pak, itu mah." Kirana tidak bisa membayangkan bersalaman dengan lima ribu orang.
Bintang hanya terkekeh.
...--------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
X'tine
semoga mereka tetap awet ya Thor,,jangan ada dusta di antara kita..
2023-07-04
0
Kinan Rosa
ya elah Kiran nama nya juga horang kaya 🙈🙈😁😁
2023-02-04
1
EuRo
makasih kak
2022-08-05
0