Bab 16. Wedding Day

Sampailah mereka di rumah keluarga Bintang. Orang tua Kirana turun dan takjub melihat rumah yang besar dan mewah.

Orang tua Bintang keluar dari dalam, menyambut kedatangan calon besan. Mereka berjabat tangan dan saling berpelukan. Di rumah Bintang terlihat ramai banyak orang.

"Maaf, ya Ambu di sini berantakan. Saya sedang menyiapkan untuk acara besok."

"Wah, saya bisa bantu apa Nyonya." Ambu tidak enak pada orang tua Bintang.

"Aduh jangan panggil Nyonya. Kita kan besan."

"Ya sudah panggil Jeng saja ya."

"Boleh asal jangan Nyonya."

"Masuk yuk, saya sudah siapkan kamar buat Abah dan Ambu beristirahat."

"Lah, kok istirahat. Saya mau bantu Jeng Au menyiapkan semuanya."

"Ambu ih, jangan Jeng Au ... yang lengkap manggilnya."

"Kenapa? 'Kan namanya Aurora jadi Jeng Au."

Aurora menggaruk belakang lehernya yang tidak Gatal. Dia lalu tersenyum. Galaksi tersenyum menahan tawanya.

"Salah ya?" tanya Ambu melihat semua orang terdiam dan tersenyum dia menjadi malu.

"Maaf, ya Jeng. Saya asal bicara." Ambu meminta maaf merasa tidak enak.

"Tidak apa-apa. Mau panggil saya Jeng Au, atau Jeng apa aja juga boleh asal jangan 'Jeng kol' aja." Semua tertawa mendengar Aurora.

"Aduh, kok malah keterusan ngobrol di luar. Ayo masuk." Galaksi mengajak mereka masuk ke dalam.

Aurora mengantar mereka ke kamar. Letak kamar Karina dan orang tuanya bersebelahan. Kemudian Bintang dan orang tuanya meninggalkan mereka di kamar untuk beristirahat.

"Bah, Ambu mau ganti baju dulu, Abah istirahat aja. Ambu mau ke bantuin Jeng Au dulu."

"Mbu, jangan panggil Jeng Au atuh, yang lengkap saja Jeng Aurora atau Jeng Rora jangan Jeng Au apalagi di depan orang tidak enak."

"Iya, iya, Abah. Jeng Rora."

"Nah gitu, lebih enak di dengar."

Ambu lalu ke kamar mandi untuk berganti baju. "Wah, kamar mandinya aja, mewah banget, ada buat berendam. Nanti aku mau coba sama Abah berendam air hangat."

Setelah sepuluh menit, Ambu keluar dari kamar mandi. Giliran Abah sekarang yang masuk kamar mandi.

"Kamar mandinya bagus," Abah lalu mencuci muka di wastafel, dengan sabun cair yang ada di atas wastafel, bertuliskan handsoap.

"Segarnya, hm ... sabunnya Wangi." Abah mencium tangannya.

Abah lalu bercermin dan tersenyum. "Aku semakin putih dan tampan. Ambu pasti tambah kesemsem."

Abah lalu keluar kamar mandi. Kamar Nampak kosong. Mungkin Ambu sudah keluar untuk membantu Jeng Aurora.

Abah mengganti bajunya dan keluar untuk membantu Galaksi.

Sementara itu, Kirana berada di kamarnya. Dia sedang merenung tentang hari esok. Dalam sekejap statusnya akan berubah. Ah semua bagai mimpi. Takdir memang tidak bisa di tebak.

Bintang sedang pergi ke kantor dia harus menyelesaikan urusannya hari ini. Hal yang bisa di alihkan ke sekretarisnya dia alihkan. Merubah beberapa jadwal. Bintang akan cuti selama dua minggu untuk bulan madu.

***

Hari ini adalah hari yang bersejarah untuk Kirana, Bintang dan keluarganya. Bapak Penghulu sudah menunggu di tempat yang disediakan. Calon pengantin pria pun sudah duduk di depan penghulu.

Semua tinggal menunggu calon pengantin wanita. Bintang merasa sangat gugup. Sebentar lagi statusnya berubah. Dia akan mempunyai tanggung jawab lain.

Dia tidak akan tidur sendiri lagi, akan ada yang menemaninya setiap malam. Kebiasaannya akan berubah. Semoga dia dan Kirana akan bahagia.

"Duh anak Ambu cantik sekali. Pantas si Ujang ngejar-ngejar kamu."

"Ih, Ambu. Ngapain jadi bahas si Ujang di hari pernikahan Kiran?"

"Hehehe ... Ambu pengen ngomong aja. Tidak maksud apa-apa."

"Udah yuk kita turun ke bawah. Semua sudah menunggu," ucap Ambu.

Kirana berdiri dan beranjak bangun. Dia berjalan perlahan keluar pintu. Kirana didandani di kamarnya di rumah Bintang.

Acara akad di langsungkan di rumah Bintang. Semua karyawan kantor di undang. Berhubung tidak ada resepsi hanya syukuran saja orang tua Bintang dan Bintang hanya mengundang 500 orang saja, di luar karyawan, juga ada 100 anak yatim.

Acara pun hanya di gelar sederhana. Semua ada WO yang mengatur. Akad nikah hanya di hadiri oleh keluarga saja, dan kerabat serta tetangga dekat untuk saksi. Para karyawan di jadwalkan pukul sepuluh.

Kirana mulai menuruni tangga. Semua perhatian terpusat padanya. Kirana sangat cantik, wajahnya berubah. Kirana duduk di samping Bintang.

Penghulu memulai acara akad namun, sebelumnya beliau memeriksa identitas kepada kedua mempelai. Setelah itu memastikan identitas saksi dan wali nikah.

Semua sudah sesuai Pak Penghulu meminta Abah dan Bintang berjabat tangan. Keringat dingin keluar membasahi, tangan Bintang.

Abah memberi tisu. "Ini elap dulu tangannya, sampai keringetan." Semua tertawa mendengar Abah.

Acara pun di lanjutkan. Saat mengucapkan ijab qabul, Bintang dapat mengucapkannya dengan lancar hanya dalam satu tarikan nafas. Kata sah pun menggema di seluruh ruangan.

Akhirnya Kirana dan Bintang kini sudah resmi menyandang status suami istri. Kirana mencium tangan suaminya, lalu Bintang mencium kening istrinya.

Adegan itu di dokumentasikan oleh sang fotografer. Pak penghulu minta mereka untuk menandatangani berkas- berkas. Kemudian mereka menerima buku nikah.

Setelah semua selesai pengantin di giring untuk duduk di pelaminan. Acara di lanjutkan dengan tausiyah dari seorang ustadz kenamaan yang selalu menyapa 'Jamaah' Kiran mendengarkan tausiyah tersebut dengan serius.

***

Para undangan mulai berdatangan. Para Karyawan tidak mengenali Kirana. Mereka berpikir bahwa pengantin itu adalah dulunya kekasih Bintang.

"Pengantin wanitanya cantik banget," ucap salah satu undangan yang merupakan pegawai di kantor Bintang.

"Iya, ternyata Pak Bintang tidak ada hubungan apa- apa sama Kirana."

Setelah bersalaman dan mengucapkan selamat menempuh hidup baru, para undangan langsung menyantap jamuan.

"Pak, ini sih bukan sederhana. Katanya nggak ada resepsi, ini apa? Ada pelaminan, banyak makanan, undangan bejibun. Ini sih udah resepsi namanya." Kirana berbisik pada suaminya.

"Ini memang sederhana dan bukan resepsi, hanya syukuran saja. Kalau resepsi itu 5000 undangan, acaranya juga di gedung," bisik Bintang.

"Banyak banget Pak. Lima ribu orang, tangan saya bisa kebas Pak, itu mah." Kirana tidak bisa membayangkan bersalaman dengan lima ribu orang.

Bintang hanya terkekeh.

...--------...

Terpopuler

Comments

X'tine

X'tine

semoga mereka tetap awet ya Thor,,jangan ada dusta di antara kita..

2023-07-04

0

Kinan Rosa

Kinan Rosa

ya elah Kiran nama nya juga horang kaya 🙈🙈😁😁

2023-02-04

1

EuRo

EuRo

makasih kak

2022-08-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2 Bab 2. Ke Rumah Sakit
3 Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4 Bab 4. OMG!!
5 Bab 5. Nazar Bintang
6 Bab 6. Bintang Pemaksa
7 Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8 Bab 8. Mengajak Pacaran
9 Bab 9. Pendekatan
10 10. Kirana Setuju Menikah
11 Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12 Bab 12. Melabrak Kirana
13 Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14 Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15 Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16 Bab 16. Wedding Day
17 Bab 17. Canggung
18 Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19 Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20 Bab 20. Kecewa
21 Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22 Bab 22. Perjanjian
23 Bab 23. Panas
24 Bab Pengumuman
25 Bab 24. First Kiss
26 Bab 25. Mencoba Percaya.
27 Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28 Bab 27. Malu
29 Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30 Bab 29. Agung Di Mutasi
31 Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32 Bab 31. Bintang Galau
33 Bab 32. Gara-gara Dia
34 Bab 33. Sebuah Rasa
35 Bab 34. Bertemu Maya
36 Bab 35. Menyimpan Rahasia
37 Bab 36. Pergi Menepi
38 Bab 37. Bertemu Adipati
39 Bab 38. Istirahat
40 Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41 Bab 40. Canggung
42 Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43 Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44 Bab 43. Bintang Berduka
45 Bab 44. Galau
46 Bab 45. Aurora Murka
47 Bab 46. Penjelasan Bintang
48 Bab 47. Ketegasan Bintang.
49 Bab 48. Kirana Cemburu
50 Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51 Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2
Bab 2. Ke Rumah Sakit
3
Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4
Bab 4. OMG!!
5
Bab 5. Nazar Bintang
6
Bab 6. Bintang Pemaksa
7
Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8
Bab 8. Mengajak Pacaran
9
Bab 9. Pendekatan
10
10. Kirana Setuju Menikah
11
Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12
Bab 12. Melabrak Kirana
13
Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14
Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15
Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16
Bab 16. Wedding Day
17
Bab 17. Canggung
18
Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19
Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20
Bab 20. Kecewa
21
Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22
Bab 22. Perjanjian
23
Bab 23. Panas
24
Bab Pengumuman
25
Bab 24. First Kiss
26
Bab 25. Mencoba Percaya.
27
Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28
Bab 27. Malu
29
Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30
Bab 29. Agung Di Mutasi
31
Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32
Bab 31. Bintang Galau
33
Bab 32. Gara-gara Dia
34
Bab 33. Sebuah Rasa
35
Bab 34. Bertemu Maya
36
Bab 35. Menyimpan Rahasia
37
Bab 36. Pergi Menepi
38
Bab 37. Bertemu Adipati
39
Bab 38. Istirahat
40
Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41
Bab 40. Canggung
42
Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43
Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44
Bab 43. Bintang Berduka
45
Bab 44. Galau
46
Bab 45. Aurora Murka
47
Bab 46. Penjelasan Bintang
48
Bab 47. Ketegasan Bintang.
49
Bab 48. Kirana Cemburu
50
Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51
Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!