Bab 3. Bertemu Di Jakarta

Hari ini Kirana pulang dengan wajah yang kacau. Matanya terlihat sembab. Ambu yang berada di rumah untuk mengambil makan siang dan membawanya ke sawah, terkejut melihat Kirana yang pulang dalam keadaan wajah yang kacau.

“Kamu kenapa pulang-pulang  mukanya kok jadi jelek begitu?” tanya Ambu.

“Ambu maafkan Kiran, Kirana gak mau kerja di tempat itu lagi. Kirana mau berhenti saja!”

“Aduh, bagaimana ini? Nanti saja bicaranya ya, Ambu harus segera ke sawah mengantar makanan untuk Abah. Kamu tenangkan dirimu dulu. Nanti kita baru bicara lagi.” Ambu bingung di satu sisi anaknya sedang butuh dirinya, disisi lain suaminya butuh makan setelah bekerja dari pagi. Akhirnya dia pilih ke tempat suaminya dulu dan langsung pulang.

“Iya Ambu,” ucap Kirana. Ambu segera pergi ke sawah membawa bekal untuk suaminya.

“Kirana, Kirana ... maafkan Akang! Akang tidak tahu kalau Tati akan melakukan itu.” Teriak seseorang dari luar. Kirana membuka pintu dan menghampiri Ujang.

“Kang Ujang, Kirana sudah bilang jangan mendekati Kirana dan membuat orang lain salah paham. Kita ini hanya teman tapi perlakuan Akang terlalu berlebihan. Bukannya Kirana tidak menghargai Akang, Kirana sangat berterima kasih atas semua kebaikan Akang, tetapi Akang sudah punya gadis yang akan dijodohkan dengan Akang. Semua orang berpikir kalau Kirana ini yang menggoda Akang. Semua  orang di pabrik membicarakan Kirana. Bahkan Tati jodoh Akang itu, dia menghina Kiran dan membuli Kiran."

Kirana mengungkapkan kekesalannya pada Ujang. Dia sudah sering memperingati Ujang agar jangan mendekatinya. Ujang sudah di jodohkan oleh orang tuanya. Lagipula Kirana juga tidak mencintai Ujang.

“Maaf Kiran, Akang minta maaf. Percayalah Akang tidak cinta sama Tati dan tidak mau dijodohkan dengannya.”

“Aku gak perduli, Akang mau dijodohin sama siapa dan cinta sama siapa? Asal itu bukan aku. Aku tidak cinta sama  Akang. Sekarang Kirana minta Akang pulang!"

“Bailklah Kiran, Akang  pulang, tapi kamu harus ingat satu hal kalau Akang tidak akan menyerah dan berhenti mencintaimu. Akang akan terus berjuang untuk mendapatkan kamu.”

“Terserah Akang! Teruslah berjuang, tapi Akang juga ingat satu hal, perjuangan Akang akan sia-sia karena aku tidak akan mencintai Akang sampai kapan pun!” Kirana berkata dengan tegas kemudian dia masuk ke dalam.

Ujang yang ditinggalkan kemudian mengepalkan tangannya. “Ini semua terjadi karena Tati dan ibunya. Awas Tati, aku akan membalasmu,” gumam Ujang. Dia lalu pergi dari pekarangan rumah Kirana.

Kirana tidak tahu harus bagaimana? Dia bertambah kalut mendengar ucapan Ujang. Kirana lalu mengambil tas besarnya dan memasukkan baju-bajunya yang ada di lemari ke dalam tas. Dia  juga memasukkan berkas-berkas  penting, kemudian beberapa foto.

Kirana berganti baju setelah itu keluar kamar. Saat dia akan duduk, Ambu datang. “Assalamualaikum.” Ambu dan Abah datang memberi salam, lalu duduk d samping Kirana. 

“Wa’alaikumsalam. Kebetulan  Ambu dan Abah sudah pulang.” Kirana lalu mencium tangan kedua orang tuanya. Dia kemudian menceritakan semua yang terjadi. Dia juga mengatakan niatnya yang ingin pergi  ke Ibu Kota, Jakarta. Dia ingin mengadu nasib di sana. Meskipun mereka bilang Ibu Kota lebih kejam dari pada ibu tiri.

Ambu awalnya tidak mengizinkan, tapi Kirana menjelaskan alasannya, akhirnya dengan berat hati Ambu mengizinkan Kirana pergi. Abah juga  mengizinkan dan memberi beberapa wejangan singkat. Abah lalu pergi mandi, dia akan mengantar Kirana pergi ke Jakarta.

***

Mereka sampai sekitar pukul setengah tujuh malam di Kampung Rambutan. Kemudian Abah dan Kirana sholat magrib dahulu di mesjid yang ada di terminal. Setelah sholat mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Abah mengantar Kirana ke tempat teman Abah di daerah Kebun Jeruk Jakarta Barat. Bukan untuk tinggal di sana. Karena Abah tidak mau merepotkan orang lain. Selain itu dia tidak mau Kirana merasa tidak nyaman dan merasa canggung.

Abah minta di antar ke tempat kos di daerah itu, yang khusus perempuan. Alhamdulillah akhirnya mereka dapat tempat yang nyaman dan aman.

Malam itu juga Kirana langsung tinggal di kost-an, Abah akan langsung pulang ke kampung. Namun, sebelumnya Abah mengantar Kirana membeli perlengkapan makan dan mandi.

Kirana berjalan pulang setelah mengantar Abah ke jalan raya untuk naik bus menuju terminal. Sampai di kamar Kirana menyiapkan berkas lamaran kerja untuk besok. Dia akan langsung melamar pekerjaan. Semoga saja berhasil.

***

Satu bulan sudah berlalu, Kirana sudah bekerja di Perusahaan Property sebagai OG. Dia melamar lewat jalur resmi bukan jalur belakang. Bekerja di sini sangat melelahkan tetapi orangnya baik-baik. Suka memberi tip membuat dia semangat bekerja.

“Eh cepat, bos baru sudah sampai di lobi!” seru seorang pegawai wanita bertag nama Ririn.

“Aduh, gimana ini? Aku udah cantik belum? Sebentar bibirku kurang sexy,” timpal Eka.

“Aku juga, bedakku belum rata.” Suara wanita-wanita yang ribut berdandan di toilet, hendak menyambut kedatangan bos baru.

“Mba, disuruh ke ruangan secepatnya.” Kirana datang menyampaikan pesan dari manager.

“Iya Kir, makasih. Yuk cepat!” ajak Eka yang lebih dulu pergi, di susul teman-temannya.

“Cantik-cantik sekali. Mereka pasti ingin di lirik bos.” Kirana terkekeh.

Dia lalu mulai bekerja membersihkan toilet. Setelah selesai Kirana lalu keluar dari toilet. Kirana berjalan pelan, dia melihat para karyawan yang berbaris. Kirana segera kembali ke toilet.

"Mereka masih baris, berarti Bos barunya belum datang. Padahal ini sudah lima belas menit." Kirana bergumam sendiri.

Dia menunggu di dalam. Setelah lima belas menit berlalu, Kirana yakin Bos barunya pasti sudah datang. Kirana keluar dari toilet, dengan membawa senjata perangnya, berupa alat-alat kebersihan.

Baru saja satu langkah dia keluar, tiba-tiba ....

Brugh

"Aww." Kirana reflek teriak karena dia terjatuh setelah membentur sesuatu.

Peralatan Kirana jatuh berantakan di lantai. Kirana bangun dan mengusap celana belakangnya, rasanya sungguh sakit. Kirana melihat ke arah Pria yang ada di hadapannya.

Dia merasa wajah pria ini tidak asing. Di mana dia pernah melihatnya. Kirana berusaha untuk mengingat. Memorinya berputar lalu Kirana teringat saat dia menolong seseorang pria yang tertusuk pisau.

Benar, pria ini adalah pria itu, pria yang telah dia tolong. Jadi pria itu bekerja di sini juga, tetapi Kirana tidak pernah melihatnya. Kirana termenung menatap Pria di hadapannya.

"Hei, bisa kamu menyingkir? Saya mau ke toilet."

"Ha, oh iya. Maaf ... silahkan." Kirana tersadar dari lamunannya. Kemudian dia menggeser badannya sambil menunduk. Benarkah pria ini orang yang di tolongnya? Hati Kirana bertanya-tanya, tetapi sikap pria ini sombong sekali.

Kirana lalu mengedikkan bahu, dan membereskan peralatan perangnya. "Aduh, bokong gue sakit banget lagi. Itu badan apa tembok keras amat, sampai gue mental" Kiran bergumam seraya mengusap bokongnya.

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terpopuler

Comments

Iiae Wesh

Iiae Wesh

kok kosongnya banyak

2025-02-20

0

Kinan Rosa

Kinan Rosa

Kiran itu bokong kamu yang kurus bukan yang di tabrak yang kaya tembok 😄

2023-01-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2 Bab 2. Ke Rumah Sakit
3 Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4 Bab 4. OMG!!
5 Bab 5. Nazar Bintang
6 Bab 6. Bintang Pemaksa
7 Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8 Bab 8. Mengajak Pacaran
9 Bab 9. Pendekatan
10 10. Kirana Setuju Menikah
11 Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12 Bab 12. Melabrak Kirana
13 Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14 Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15 Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16 Bab 16. Wedding Day
17 Bab 17. Canggung
18 Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19 Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20 Bab 20. Kecewa
21 Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22 Bab 22. Perjanjian
23 Bab 23. Panas
24 Bab Pengumuman
25 Bab 24. First Kiss
26 Bab 25. Mencoba Percaya.
27 Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28 Bab 27. Malu
29 Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30 Bab 29. Agung Di Mutasi
31 Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32 Bab 31. Bintang Galau
33 Bab 32. Gara-gara Dia
34 Bab 33. Sebuah Rasa
35 Bab 34. Bertemu Maya
36 Bab 35. Menyimpan Rahasia
37 Bab 36. Pergi Menepi
38 Bab 37. Bertemu Adipati
39 Bab 38. Istirahat
40 Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41 Bab 40. Canggung
42 Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43 Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44 Bab 43. Bintang Berduka
45 Bab 44. Galau
46 Bab 45. Aurora Murka
47 Bab 46. Penjelasan Bintang
48 Bab 47. Ketegasan Bintang.
49 Bab 48. Kirana Cemburu
50 Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51 Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1. Kirana Menolong Orang Asing
2
Bab 2. Ke Rumah Sakit
3
Bab 3. Bertemu Di Jakarta
4
Bab 4. OMG!!
5
Bab 5. Nazar Bintang
6
Bab 6. Bintang Pemaksa
7
Bab 7. Bertemu Orang Tua Bintang
8
Bab 8. Mengajak Pacaran
9
Bab 9. Pendekatan
10
10. Kirana Setuju Menikah
11
Bab 11. Bintang Marah Kirana Dibully
12
Bab 12. Melabrak Kirana
13
Bab 13. Melaporkan Pelaku Ke Polisi
14
Bab 14. Bintang Bertemu Orang Tua Kirana
15
Bab 15. Pulang ke Rumah Bintang
16
Bab 16. Wedding Day
17
Bab 17. Canggung
18
Bab 18. Sarapan Pertama Bersama
19
Bab 19. Berpisah Dengan Abah Dan Ambu
20
Bab 20. Kecewa
21
Bab 21. Yang Sebenarnya Terjadi
22
Bab 22. Perjanjian
23
Bab 23. Panas
24
Bab Pengumuman
25
Bab 24. First Kiss
26
Bab 25. Mencoba Percaya.
27
Bab 26. Permohonan Maaf Bintang.
28
Bab 27. Malu
29
Bab 28. Hukuman untuk Kirana
30
Bab 29. Agung Di Mutasi
31
Bab 30. Kewajiban Istri Hak Suami
32
Bab 31. Bintang Galau
33
Bab 32. Gara-gara Dia
34
Bab 33. Sebuah Rasa
35
Bab 34. Bertemu Maya
36
Bab 35. Menyimpan Rahasia
37
Bab 36. Pergi Menepi
38
Bab 37. Bertemu Adipati
39
Bab 38. Istirahat
40
Bab 39. Bintang Sampai Di Rumah Kirana
41
Bab 40. Canggung
42
Bab 41. Makan Siang Di Sawah
43
Bab 42. Pernikahan Yang Menghancurkan Hati Kirana
44
Bab 43. Bintang Berduka
45
Bab 44. Galau
46
Bab 45. Aurora Murka
47
Bab 46. Penjelasan Bintang
48
Bab 47. Ketegasan Bintang.
49
Bab 48. Kirana Cemburu
50
Bab 49. Rencana Bintang dan Nathan
51
Bab 50. Kirana Hamil (Tamat )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!