Justin yang sudah mengetahui kalau Sandra seorang mata mata, berpikir dan bekerja keras. Mengecek seluruh isi ruangan dan peralatan yang berada di dalam ruang kerjanya. Dia masih penasaran siapa orang yang menyuruh Sandra.
“Aku harus tahu siapa orang di belakang Sandra. Akan aku habisi meskipun itu saudara sendiri.” gumam Justin.
Sementera itu setelah pulang dari kantor Sandra langsung membuka alat alatnya. Dia sangat penasaran akan hal yang ditemuinya di ruangan Justin tadi siang.
“Sepertinya ada sesuatu di dalam lemari tadi. Sialan kenapa Dino mendadak muncul, bukannya katanya sedang tugas luar.” gumam Sandra dalam hati sambil mempersiapkan alat alatnya.
“Hah? Kenapa CCTV mati... “ teriak Sandra yang kaget karena di layar tidak ada tangkapan apapun. Sandra lalu terlihat sibuk mencoba lagi. Mencoba beberapa kali, namun hasilnya sama saja tidak ada apapun di layar monitornya.
“Sepertinya Justin sudah mencurigaiku, aku harus hati hati.” gumam Sandra dalam hati. Lalu dia mengerjakan sesuatu untuk menyelamatkan bukti bukti yang sudah didapatkan.
Pagi hari Sandra bangun lebih pagi, dia berjalan menuju ke dapur. Karena Vadeo menginginkan lagi dibuatkan skutel makaroni untuk sarapan di kantor. Saat di dapur sudah ada Mbok Nah.
“Mau buat bekal lagi San?” tanya Mbok Nah.
“Iya Mbok, kemarin bekalnya diminta Tuan Vadeo terus katanya enak dan sekarang minta dibuatkan lagi he...he....” jawab Sandra sambil tertawa kecil.
“Wah.. kebetulan Mbok juga belum buat sarapan, kemarin Ibu Rina juga suka.. jadi sekalian buat sarapan untuk Ibu Rina ya... Tapi kalau aku dan Pak No tetap harus sarapan nasi San he.. he...” ucap Mbok Nah sambil terkekeh.
“Tapi hati hati ya San, jangan keseringan membuatkan makanan untuk Tuan Vadeo, dia sudah punya tunangan jangan sampai nanti tunangannya cemburu kamu bisa dicakar cakar ha...ha...” ucapnya lagi sambil tertawa dan tangannya memperagakan mencakar cakar udara.
“Iya Mbok, aku tidak berani ini juga karena Tuan Vadeo yang minta.”
“Eh San, bagaimana rasanya tiap hari selalu berada di samping orang ganteng seperti Tuan Vadeo, seneng ya? Kalau Mbok setiap hari disamping kompor he...he...”
“Memang Mbok Nah sudah lihat Tuan Vadeo?”
“Sudah lihat di foto dan video Ibu Rina, bapaknya Tuan Jonathan juga ganteng gagah.”
“Pagi pagi sudah ngomongi orang ganteng Mbok.” ucap Ibu Rina yang masuk ke dalam dapur untuk mengambil sesuatu. Mereka bertiga pun terlihat bercanda sebentar lalu melanjutkan pekerjaannya.
Di lain tempat Vadeo bangun pagi pagi. Dia sangat bersemangat pagi ini. Cepat cepat dia bersiap siap untuk berangkat ke kantor. Saat Vadeo masuk di ruang makan tampak Tuan dan Nyonya Jonathan sudah duduk di meja makan untuk sarapan. Mereka kini memang lebih sering pulang ke Indonesia karena untuk menyiapkan acara pernikahan putra tunggalnya.
“Ma, Pa... Aku langsung berangkat, nanti sarapan di kantor saja.” ucap Vadeo sambil mencium pipi Mamanya.
“Tumben kamu semangat sekali Deo.” ucap Nyonya Jonathan
“Biasa Ma, mau menikah jadi dia sangat bersemangat. Dari dulu disuruh nikah tidak mau.” saut Tuan Jonathan
“Ada meeting di pagi hari Pa.” jawab Vadeo berbohong. Entahlah dia sangat ingin segera ke kantor ingin menikmati kopi buatan Sandra dan makan skutel makaroni buatan Sandra.
Vadeo lalu melangkahkan kaki menuju ke tempat mobil terparkir. Mobil berjalan pelan meninggalkan mension milik keluarga Jonathan. Saat mobil sampai di perusahaan, beberapa karyawan yang sudah datang melihat jam, seperti tidak percaya di pagi pagi sang CEO sudah sampai di kantor. Sedangkan Sandra dan Bu Rina saja belum sampai di kantor.
Vadeo turun dari mobil langsung berjalan menuju ke lift khusus yang membawa ke lantai tempat ruangannya berada. Suasana masih terlihat sepi. Vadeo langsung masuk ke dalam ruangannya. Dia membuka lap topnya lalu memulai pekerjaannya. Tidak lama kemudian pintu terbuka tampak sosok Sandra berdiri di depan pintu. Ada perasaan yang sulit diterjemahkan yang ada di hati Vadeo, antara senang kopi dan sarapan yang ditunggu tiba pun juga ada perasaan damai dan tenang dengan munculnya sosok Sandra di depan matanya.
“Maaf Pak, apa saya kesiangan.” ucap Sandra yang kaget karena Vadeo sudah duduk di ruangan kerjanya.
“Ooo tidak tidak San... ayo masuk saja kenapa kamu malah berdiri saja di depan pintu.” ucap Vadeo sambil tersenyum menatap Sandra yang masih berdiri karena tidak menduga Vadeo sudah datang lebih dulu. Sandra lalu berjalan masuk menuju ke meja Vadeo.
“Saya buatkan kopi dulu Pak.” ucap Sandra sambil menaruh kotak skutel di meja Vadeo. Vadeo tampak tersenyum lembut sambil menganggukkan kepalanya. Tidak lama kemudian kopi sudah siap di meja Vadeo. Selanjutnya Vadeo menikmati sarapan paginya. Selanjutnya mereka berdua melakukan pekerjaannya sebab nanti siang mereka ada jadwal meeting dengan kolega.
Beberapa waktu kemudian hape Vadeo berdering saat diangkat Justin meminta Sandra datang ke ruangan untuk menyerahkan berkas berkas yang sudah ditandatangani Vadeo.
“San, kamu antar ini ke ruangan Justin, katanya pass word pintu tidak diubah. Kamu jangan senang senang dulu karena ketemu dengan idolamu.” ucap Vadeo yang masih percaya dengan omongan Dino kalau Sandra ngefans Justin. Sebab memang sepengetahuannya banyak perempuan terpesona dengan Justin sang casanova. Sebagian hati Vadeo ada rasa cemburu jika Sandra mengidola Justin dan juga tidak rela jika Sandra menjadi korban permainan hati Justin.
“Siapa yang ngidola Pak.”
“Ya sudah sana, hati hati cepat kembali ke ruanganku.” ucap Vadeo sambil menyerahkan berkas berkas.
“Siap Pak.” ucap Sandra, dia memang akan hati hati misinya sudah tercium oleh Justin. Sedangkan Vadeo berpesan hati hati karena kuatir kalau Sandra termakan rayuan Justin.
Sandra sudah berada di depan pintu ruangan Justin sebelum Sandra membuka pintu, pintu sudah terbuka dan Justin berdiri di depannya sambil tersenyum lebar.
“Selamat datang.” ucap Justin sambil membentangkan tangannya. Sandra mencium ada sesuatu yang berbahaya. Radar Sandra juga bergetar kuat.
“Sebelum masuk ke dalam ruanganku ada SOP baru. Aku mau bertanya kepadamu Nona Sandra, ada masalah apa dengan matamu sehingga engkau memakai kacamata yang begitu tebal?”
“Ehmmm minusnya banyak Pak tanpa kacamata saya tidak bisa melihat obyek di depan saya.”
“Benarkah? Aku sudah menyiapkan loop buatmu dan sekarang titipkan kaca matamu di ruangan Dino juga hape mu itu. Tidak boleh ada benda logam yang menempel di tubuhmu pula.”
“Pak, saya hanya akan menyerahkan ini saja tidak perlu masuk ke ruangan Bapak.” ucap Sandra sambil mengulurkan berkas berkas yang dibawa.
“Ha...ha.... Kamu kira semudah itu...”
“Din!” teriak Justin, dan tidak lama kemudian Dino datang. Justin melepas paksa kacamata Sandra dan Dino mengambil hape Sandra. Sandra berusaha meronta mempertahankan alat alatnya namun sia sia. Di tempat itu hanya ada Justin dan Dino, andapun ada karyawan lain pasti tidak ada yang berani pada perintah Justin.
“Kamu jangan melawan jangan berteriak. Karena ini sudah masuk dalam SOP tidak boleh membawa alat alat itu jika akan masuk ke dalam ruanganku. Dan kamu masih harus masuk ke dalam ruanganku masih ada pekerjaan.” ucap Justin sambil menarik tubuh Sandra lalu menutup pintu rapat rapat.
“Katakan padaku siapa yang menyuruhmu?”
“Menyuruh apa, bukannya Anda yang menyuruh saya datang ke sini untuk menyerahkan berkas berkas.”
“Tidak usah pura pura.” ucap Justin sambil memegang erat wajah Sandra. Namun sejenak dia terperanjat melihat wajah Sandra yang tanpa kacamata.
“Aku sudah tahu apa yang kamu lakukan, aku bisa melaporkan kamu .” ucap Justin dengan suara berbisik di telinga Sandra.
“Laporkan saja aku juga akan melaporkan kejahatan Anda, semua bukti ada di tangan saya.” ucap Sandra
“Dan aku bisa membunuhmu” bisik Justin di telinga Sandra dan selanjutnya nafsu Justin memburu melihat leher jenjang Sandra yang berkeringat. Sedangkan Sandra semakin gemetar antara ketakutan akan dibunuh dan juga takut akan nafas Justin yang memburu mengenai di seluruh wajahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Santy Listyana Dewi
wah wah Justin dasar buaya... semoga Sandra bisa membongkar kedok Justin, Dino dan Riris...
2022-11-24
0
Kinan Rosa
hai Justin katanya kamu gak suka sama Sandra eh malah ngiler
2022-11-16
0
❣@Sha_Putrie❣
justin si buaya buntung,ga bisa liat yg bening*
2022-10-05
4