Sandra terus berlari sambil memanggil manggil Riris namun sayang pintu lift yang akan membawa Riris sudah terbuka. Dan Riris sudah masuk ke dalam lift. Sandra hanya mampu berdiri sambil menatap pintu lift yang sudah tertutup. Sandra lalu kembali berjalan menuju ke ruang divisi sekretaris untuk bekerja. Dia melupakan sejenak tawaran Riris.
“Yang penting tidak dikeluarkan saja sudah senang. Aku tetap bekerja di divisi cleaning service saja dulu, sambil menunggu panggilan Riris lagi atau HRD.” gumam Sandra dalam hati. Dia lalu melanjutkan pekerjaannya agar pulang tidak terlalu malam.
Waktu terus berlalu Sandra masih bekerja di divisi cleaning service. Sedangkan Riris juga tenang hatinya, sebab tampaknya Sandra tidak bicara apapun tentang dirinya, terbukti semua aman tidak ada perubahan sikap dari semua orang.
“Ternyata gembel itu hanya takut dikeluarkan dari sini terus tidak dapat pekerjaan. Tawaran mengiurkanpun tidak diambilnya. Apa dia tidak mau karena tidak punya baju bagus. Atau sadar diri dengan kapasitasnya. Hah biarlah yang penting dia tidak membocorkan rahasiaku.” gumam Riris dalam hati karena sudah berhari hari Sandra masih tetap bekerja sebagai cleaning service dan tidak datang menghubunginya lagi.
“Ris, apa sudah siap semua.” suara bariton Vadeo mengagetkan Riris yang sedang berpikir tentang Sandra.
“Apa Tuan Deo?”
“Apa kamu lupa kalau Papa dan Mamaku akan datang hari ini. Ini Justin menanyakan kepastian jamnya, dia akan ikut menemui mereka.” jawab Vadeo sambil menatap Riris.
“Semua sudah siap Tuan Deo, penjemputan Tuan dan Nyonya sudah siap, jamuan sudah Ibu Rina sendiri yang handel. Aku siapkan pertemuan di ruang super VIP. Apa masih ada yang kurang Tuan Deo?” jawab Riris lalu balik bertanya minta pertimbangan Vadeo. Tampak Vadeo diam saja itu sebagai pertanda kalau sudah tidak ada yang kurang.
Riris lalu bangkit berdiri, dia akan mengecek segala persiapan untuk menyambut kedatangan orang tua Vadeo. Tuan dan Nyonya Jonathan akan langsung datang dari kediamannya di luar negeri. Semua karyawan pun sudah diberitahu kalau hari ini ada kedatangan Tuan dan Nyonya Jonathan, kalau Tuan Jonathan sering datang jika ada pertemuan penting namun Nyonya Jonathan jarang sekali datang ke perusahaan. Para karyawan banyak yang penasaran ingin melihat sosok Nyonya Jonathan, yang menurut beritanya Tuan Jonathan tidak bisa menolak semua kemauan istrinya. Apalagi juga terdengar kabar jika kedatangan Nyonya Jonathan kali ini untuk mencari pendamping Vadeo.
Waktu yang ditunggupun tiba, mobil yang menjemput orang tua Vadeo sudah tiba. Tampak Vadeo, Riris, Justin sudah berdiri menyambut kedatangan mereka, diikuti juga para petinggi Jonathan Co. Karyawan karyawan yang sudah mendapat tugas untuk acara ini mereka sudah siap sejak tadi. Karyawan karyawan yang lain tetap bekerja namun mereka berusaha untuk melihat kedatangan orang tua Vadeo. Sedangkan Sandra dan teman temannya sesama cleaning service justru istirahat di basement.
Acara berjalan lancar. Orang tua Vadeo puas dengan segala perkembangan perusahaan.
“Bagaimana Om, Tante? Jonathan Co sudah menjadi yang pertama di negeri ini. William Group sudah menukik, pemegang saham handalnya sudah pindah pada kita.” ucap Justin saat selesai menyampaikan laporannya. Terlihat Tuan dan Nyonya Jonathan tersenyum senang.
“Kalian memang hebat.” ucap Nyonya Jonathan sambil menatap Vadeo, Justin dan Riris secara bergantian. Tampak Riris tersenyum sopan dia sejak tadi selalu siap melayani kebutuhan Nyonya Jonathan untuk mengambil hati.
“Berkat sekretaris Riris yang selalu kerja lembur Tan.” ucap Justin.
“Benarkah? Nona Riris sangat hebat cantik, pintar dan rajin kerja.” ucap Nyonya Jonathan sambil tersenyum menatap Riris.
“ Ehmmm apa Nona Riris sudah punya pacar?” tanya Nyonya Jonathan dengan suara berbisik di telinga Riris.
“Siapa yang mau dengan gadis yang hanya sibuk bekerja seperti saya ini Nyonya.” jawab Riris dengan ekspresi dibuat malu malu.
“Tante yang akan mencarikan yang mau. Iya kan Pa.” ucap Nyonya Jonathan lalu menepuk paha Tuan Jonathan yang duduk di sampingnya. Tuan Jonathan mengangguk mantap tanda setuju.
“Benar Nona Riris karena Nona sudah mencurahkan segala daya buat Jonathan Co sampai sampai tidak memikirkan diri Nona sendiri, kami yang akan mencarikan jodoh buat Nona.” ucap Tuan Jonathan kemudian.
“Apakah itu saya Om yang akan dijodohkan dengan Riris, saya akan terima dengan senang hati.” saut Justin sambil tersenyum menggoda Vadeo.
“Haisssss.... kamu cari sendiri. Barang bagus seperti ini untuk anakku yang tampan namun dingin itu.” bentak Nyonya Jonathan pada Justin.
“Vadeo tidak mau Tante katanya dia masih menunggu......” goda Justin.
“Mau cari yang seperti apalagi, mau menunggu apa lagi keburu tua. Sudahlah, harus mau. Aku kesini hanya untuk meminta kesanggupan dari Nona Riris kalau Nona Riris mau, masalah selesai. Vadeo sudah diberi kesempatan bertahun tahun untuk mencari sendiri tidak bisa.” ucap Nyonya Jonathan
“Tapi Tante, saya tidak mau jika Tuan Vadeo mau hanya karena keterpaksaan.” ucap Riris sambil menatap Vadeo.
“Sudahlah itu urusanku karena Vadeo memang harus begitu, awalnya dipaksa lalu dia merasa terpaksa tapi lama lama dia akan terbiasa ha....ha....” ucap Tuan Jonathan sambil tertawa.
“Dan pasti akan kecanduan seperti kecanduan pada kopi buatanmu itu Nona Riris.” saut Justin
“Benarkah Vadeo sudah kecanduan kopi buatan Nona, ah itu pertanda baik... laki laki memang harus dijerat lewat lidahnya..” ucap Nyonya Jonathan
“Mama bicara apa sih?” tanya Vadeo
“Kamu baru kopi buatan Riris saja sudah kecanduan apalagi masakannya.” saut Justin.
“Sudah Pa, keputusanku sudah bulat, aku pilih Nona Riris sebagai calon mantuku, dia cantik, pintar, rajin dan bisa masak. Sudah titik. Tinggal kita mendatangi orang tua Nona Riris.” ucap Nyonya Jonathan.
Akhirnya sudah deal, kedatangan orang tua Vadeo membawa hasil keputusan menjodohkan Vadeo dengan Riris. Tuan Jonathan sudah mengetahui hasil kerja Riris yang membuat Tuan Alfredo mau menanamkan sahamnya, sangat setuju dengan keputusan itu. Sedangkan Vadeo menuruti kemauan orang tuanya, dia juga tidak menutup mata jika Riris sangat berperan dalam memajukan Jonathan Co dan juga dengan sabar menyediakan keperluan keperluannya. Mereka tinggal mengatur waktu untuk mendatangi orang tua Riris. Sedangkan Riris tentu saja sangat bahagia.
Justin dan Vadeo pergi mengantar Tuan dan Nyonya Jonathan. Sedangkan Riris masih tinggal di perusahaan untuk melanjutkan kerjanya. Riris yang sangat bahagia lalu memanggil agar Sandra menghadap pada dirinya.
“Gembel itu bisa menyimpan rahasiaku. Aku harus berterima kasih pada dirinya.” gumam Riris, lalu dia menghubungi Pak Tarno agar Sandra segera menghadap dirinya di ruang CEO.
Sandra segera datang ke ruangan Riris, kali ini dia tidak kuatir karena dia sudah memperkirakan Riris akan menanyakan masalah tawarannya masuk ke dalam divisinya.
Sandra berdiri di depan ruangan CEO. Setelah mengetuk pelan pintu otomatis terbuka. Sandra melangkahkan kaki dan langsung menuju ke meja kerja Riris. Tampak Riris sedang sibuk dengan telpon selulernya. Sandra mengedarkan pandangan matanya tidak melihat sosok sang CEO.
“Duduk.” ucap Riris, Sandra lalu duduk di sofa. Tampak wajah Riris tambah bahagia membuat Sandra lega hatinya.
“Bagaimana apa kamu minta hadiah lainnya, kenapa belum menemuiku?” tanya Riris tanoa melihat wajah Sandra karena dia masih sibuk dengan hapenya.
“Maaf Nona Riris saya takut.”
“Takut kenapa?” tanya Riris lagi.
“Takut saya tidak bisa bekerja di divisi Nona Riris, saya tidak bisa mengoperasikan komputer juga tidak punya baju bagus.” ucap Sandra berpura pura menjadi orang buta teknologi informasi.
“Nanti ada karyawan yang membantumu latihan komputer. Masalah baju kan aku sudah bilang aku kasih bajuku.” ucap Riris.
“Ehmmm maaf Nona saya malu kalau pakai baju sexy, bagaimana kalau saya dikasih uang saja nanti saya beli baju sendiri he... he... itu kalau boleh.” ucap Sandra bernegosiasi.
“Kamu ngelunjak ya. Ya sudah ini sekalian kamu beli make up agar tidak kumal.” ucap Riris sambil memberikan sepuluh lembar uang seratusan ribu.
Deg!
Sandra terlonjak jika harus make up agar cantik bisa bisa nanti ketahuan siapa dia sebenarnya.
“Ah yang penting diiyain saja, nanti bisa diakali.” gumam Sandra dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Santy Listyana Dewi
jangan2 Justin yang jadi selingkuhan Riris
2022-11-24
2
Kinan Rosa
pengen lihat kelanjutan ceritanya
2022-11-16
0
Nit_Nit
pasti karyawan yang nglatih computer menghina sandra padahal yang dilatih suhu
2022-08-03
1