Di sebuah mension mewah nyonya William berjalan mondar mandir di ruang tamu. Dia menanti nanti kedatangan putrinya yang sangat dirindu.
“Pa, harusnya sudah sampai di bandara. Kenapa Andri yang menjemput tidak menemukannya. Aku pecat dia besok, kerja menjemput Alexa saja tidak bisa.” ucap Nyonya William sambil masih berjalan mondar mandir sambil mengumpat Andri sopir pribadi keluarga William.
“Pesawat yang dinaiki Alexa jelas, jam kedatangan jelas. Kenapa juga belum menemukan.” ucapnya lagi sambil masih terus komat kamit mengerutu.
Sedangkan Tuan William sibuk dengan hapenya dia membaca semua informasi dari sang sopir yang disuruh menjemput Alexandria sang puteri tercinta.
“Bagaimana Pa? Foto Alexa kan juga sudah ada di hape Andri. Nomor hape Alexa juga sudah dikasih.” ucap Nyonya William sambil menatap suaminya.
“Hape Alexa masih off Ma. Andri sudah lapor ke bagian informasi bandara. Sudah diinformasikan Alexa ditunggu penjemput di bagian informasi.” jawab tuan Willam.
“Andri tidak boleh pulang kalau tidak membawa Alexa.” ucap Nyonya William, kemudian dia duduk di sofa karena sudah capek mondar mandir.
“Kenapa tadi Papa tidak ikut menjemput sih? Kalau aku kan sedang sibuk membuat makanan kesukaan Alexa. Kemarin dia sudah ngelist makanan makanan yang dikangeni. Sudah aku buat semua malah tidak datang datang.” ucap nyonya William menyalahkan suaminya.
“Mama kenapa juga sibuk turun tangan masak sendiri pesanan Alexa, kan bisa nyuruh pelayan dan kita jemput Alexa bersama.” jawab Tuan William tidak mau disalahkan.
“Alexa yang bilang sendiri agar kita nunggu di rumah saja. Malah dia mau naik taxi pulangnya.” jawab Nyonya William
“Ooo jangan jangan dia pulang naik taxi Pa.” ucap Nyonya William kemudian terlihat matanya berbinar berharap Alexandria sudah dalam perjalanan naik taxi.
“Ya sudah Andri suruh pulang saja. Bilang ke bagian informasi kalau Alexa ke bagian informasi biar pulang naik taxi saja.” ucap Nyonya William.
Terlihat Tuan William mengusap usap hapenya lalu melakukan panggilan video pada Andri sopir pribadinya yang diberi tugas menjemput Alexandria.
“Sudah aku suruh Andri pulang.” ucap Tuan William
Beberapa menit kemudian Andri sang sopir keluarga William sampai ke mension. Namun saat Andri membuka pintu....
“Aduh kenapa kamu sudah sampai sini Alexa juga belum sampai.” teriak Nyonya William saat melihat Andri muncul di depan pintu
“Sekarang kamu balik lagi ke bandara.” perintah Nyonya William
Andri hanya mematung baru menginjakkan kaki sudah disuruh balik lagi ke bandara.
“Kenapa juga masih berdiri.” teriak Nyonya William dengan nada suara meninggi.
Andri lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar menuju ke garasi mobil lagi dan melajukan mobilnya menuju ke bandara. Sedangkan Nyonya William dan Tuan William terlihat mereka berdua hanya duduk terdiam .
“Mama kenapa suruh Andri balik lagi ke bandara? Kita kan bisa tanya tanya dia dulu. Sekarang kita tidak dapat informasi dari Andri dan Alexa juga belum datang.” ucap Tuan William sambil memgurut urut pelipisnya.
“Ya sudah Papa telpon Andri suruh dia balik lagi ke sini.” ucap Nyonya William
Tuan William lalu kembali mengusap usap hapenya menghubungi Andri agar kembali lagi ke mension. Beberapa menit kemudian Andri kembali datang.
“Ceritakan sekarang apa yang kamu lakukan di bandara sampai tidak menemukan Alexa.” ucap Tuan William.
“Disuruh jemput Alexa saja tidak becus, aku potong gajimu sampai gundul.” ucap Nyonya William dengan emosi.
“Maaf Tuan dan Nyonya, saya sudah berdiri di bagian depan di tempat kedatangan penumpang saya sudah bawa papan nama Nona Alexandria William. Tetapi sampai penumpang habis tidak ada nona Alexa. Terus saya ke bagian informasi saya nunggu di sana tetapi terus saya disuruh pulang kata Tuan, nona Alexa sudah pulang naik taxi.” jawab Andri dengan wajah menunduk.
“Ya sudah kamu kembali ke tempatmu. Mungkin Alexa masih ingin jalan jalan.” ucap Tuan William
“Papa gimana sih, suruh Andri mencari lagi.” saut Nyonya William
“Kita tanya pada Lizbeth saja pesawat yang ditumpangi Alexa, jangan jangan ganti penerbangan tidak kasih kabar ke kita.” jawab Tuan William lalu sibuk kembali dengan hapenya.
“Haduh mana mungkin ganti penerbangan tidak memberitahu kita di sini.” gumam Nyonya William. Sedangkan Tuan William masih terlihat sibuk dengan hapenya untuk menghubungi Elizabeth adik perempuannya yang mengurusi Alexandria selama tinggal di New York.
“Bener Ma, ganti penerbangan karena keinginan Alexa dan Lizbeth tidak tahu pesawat penggantinya.” ucap Tuan William setelah selesai berkomunikasi dengan adik perempuannya.
“Alexa dan Lizbeth pasti kerja sama jangan jangan mereka berdua sekarang sudah di puncak atau di Bali. Bikin pusing saja. Terus gimana itu makanan?” tanya Nyonya William bingung dengan makanan yang sudah tersedia dengan segala jenis menu kesukaan Alexa.
“Sudah suruh saja semua pelayan makan semua makanan yang kamu masak. Aku mau ke ruang kerja. Jangan ganggu.” ucap Tuan William lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke ruang kerjanya.
Tuan William membuka pintu pelan pelan lalu berjalan menuju ke kursi kerjanya. Dibukanya lap top miliknya. Terlihat dahinya berkerut saat melihat perkembangan terkini William Group miliknya.
“Kenapa semua rencana produk baru sudah didahului oleh Jonathan.” gumam Tuan William dengan geram.
“Kita belum launching, Jonathan sudah lebih dulu launching dan langsung memproduksi masal. Aku harus cari tahu siapa orang dalam William Group yang membocorkan semua blue print perusahaan.” gumam Tuan William dengan jari jari tangannya sibuk dengan tuth tuth lap topnya.
Namun tiba tiba terdengar suara notifikasi pesan masuk di hapenya. Tuan William cepat cepat meraih hapenya, lalu membuka aplikasi tampak ada pesan text dari sederet angka.
“Nomor siapa.” gumam Tuan William sambil membaca pesan yang tertulis:
Alexandria dalam kondisi baik baik. Tidak usah lapor pihak kepolisian.
Selesai membaca pesan teks, tuan William langsung menghubungi nomor telepon tersebut. Namun tidak ada nada sambung. Berkali kali tuan William tetap mencoba namun hasilnya sama saja tidak ada nada sambung. Tuan William lalu berjalan meninggalkan ruang kerjanya dan berjalan tergesa gesa menuju ke kamar dengan maksud untuk memberitahu pada istrinya.
Tuan William membuka pintu kamar dengan keras secara spontan. Sehingga mengagetkan Nyonya William yang sedang rebahan menenangkan hati sambil nyekrol nyekrol layar hapenya.
“Papa itu gimana sih, tadi katanya tidak mau diganggu malah sekarang menganggu aku.” ucap Nyonya William dengan nada tinggi sambil menoleh menatap Tuan William yang berjalan mendekatinya.
“Ma, ada pesan dari nomor asing, tapi nomor itu aku hubungi sudah tidak aktif.” ucap Tuan William sambil menunjukkan pesan teks di hapenya pada Nyonya William.
“Ya sudah suruh saja orang Papa untuk melacak nomor itu.” ucap Nyonya William setelah membaca pesan teks dan menyerahkan hape suaminya. Tuan William mengulurkan tangannya mengambil hapenya yang masih dipegang istrinya.
Sesaat kemudian tuan William sibuk dengan hapenya untuk menghubungi orang kepercayaan agar melacak nomor asing tersebut. Namun tiba tiba ada notifikasi di hape Nyonya William.
“Pa... ini ada email masuk.” teriak Nyonya William. Tuan William yang sedang sibuk menghubungi orang kepercayaannya sampai terlonjak kaget.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
aphrodite
pusing pala Andri😂😂
2024-12-19
0
Nia Sulistyowati
kasihan ya mas andri,,udah kayak setrikaan aja😁
2024-02-08
1
Nurwana
pak William bucin sama istrinya.
2023-10-23
2