Sandra dan Vadeo berjalan menuju ke tempat VIP yang sudah ditunjukkan oleh resepsionis hotel. Mereka berdua masuk ke dalam ruangan tersebut.
“Sudah siap semua materinya kan San?” tanya Vadeo sambil mendudukkan pantatnya.
“Sudah, saya juga bawa hard copy.” jawab Sandra, Vadeo mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju sebab Tuan Alfredo sudah setengah baya usianya dia lebih menyukai materi dengan hard copy.
Tidak lama kemudian pintu terbuka muncul sosok laki laki blasteran usia setengah baya namun masih gagah dan tampan. Vadeo dan Sandra bangkit berdiri untuk berjabat tangan dan memberi salam. Selanjutnya mereka bertiga duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.
“Mana sekretarismu yang kemarin, aku dengar dia menjadi tunanganmu Tuan Vadeo. Maaf aku tidak bisa menghadiri acara pertunangan Tuan.” ucap Tuan Alfredo mengawali pembicaraan. Vadeo menjawab jika Riris resign karena akan fokus mengurus pernikahan. Tuan Alfredo tampak tersenyum dan mengangguk anggukan kepalanya. Vadeo lalu memperkenalkan Sandra sebagai sekretaris barunya.
DEG! DEG! DEG!
Jantung Sandra berdetak lebih kencang sebab Tuan Alfredo menatap tajam pada dirinya. Sandra berdoa dalam hati semoga Tuan Alfredo tidak mengenali jati dirinya. Sandra menganggukan kepala. Lalu Vadeo meneruskan berbicara akan memberikan laporan perkembangan Jonathan Co. Sandra bersyukur ucapan Vadeo memang bisa mengalihkan perhatian Tuan Alfredo dalam memandang Sandra. Sandra lalu menyerahkan materi hard copy pada Tuan Alfredo.
Tuan Alfredo tampak puas dengan laporan yang disampaikan Vadeo, Dia juga mencermati angka angka dan huruf huruf yang tertera di lembaran kertas yang dipegangnya. Tampak dia tersenyum puas.
“Tidak sia sia aku memindah sahamku ke Jonathan Co. William Group memang sudah hampir bangkrut. Aku sudah menawarkan diri untuk membantu William Group tetapi Tuan William tidak menerimanya.” ucap Tuan Alfredo, Sandra yang mendengar terlihat memperhatikan ucapan Tuan Alfredo. Dia sebenarnya hatinya sangat sedih karena belum bisa menyelesaikan misinya, namun dia berusaha menetralkan ekspresi wajahnya.
“Benarkah begitu, kenapa Tuan William menolak?” tanya Vadeo, Sandra juga penasaran menunggu jawaban dari Tuan Alfredo.
“Aku akan membantunya namun tidak dengan cuma cuma. Tuan William memiliki tiga anak gadis yang cantik cantik. Aku hanya mau tukar uangku dengan salah satu dari mereka ha....ha....” jawab Tuan Alfredo sambil tertawa.
Namun jawaban Tuan Alfredo membuat Sandra merasakan pusing di kepalanya.
Sandra memegangi keningnya dan mengurut urut pelan. Melihat hal itu Vadeo menanyakan kepada Sandra apa dia sakit. Sandra hanya menjawab tidak kuat dengan udara AC yang terlampau dingin. Karena laporan perkembangan Jonathan Co sudah selesai dan Tuan Alfredo memutuskan akan menambah sahamnya. Mereka pun mengakhiri pertemuannya.
“Tuan Alfredo kami mohon diri, terimakasih Tuan mempercayai Jonathan Co dengan menambah saham. Maaf karena Sandra sedang tidak fit kami langsung pulang.” ucap Vadeo.
“Iya maaf Tuan, saya mungkin kecapekan sehingga tidak tahan udara AC.” ucap Sandra dengan hati hati.
“Tidak apa apa, sebenarnya aku akan menjamu kalian. Tetapi karena Nona Sandra segera membutuhkan istirahat baiklah silahkan.” jawab Tuan Alfredo.
Setelah pulang dari pertemuannya dengan Tuan Alfredo, Sandra diantar pulang oleh Vadeo. Meskipun sudah menjadi sekretaris pribadi sang CEO, Sandra masih tetap tinggal di rumah Ibu Rina karena Sandra merasa aman di sana. Sandra berjalan menuju ke kamarnya yang masih di gudang belakang.
Setelah berganti pakaian Sandra berjibaku dengan alat alatnya. Ucapan Tuan Alfredo membuat dia bertekad bulat untuk segera mendapatkan bukti agar bisa segera menyelamatkan keluarganya. Dia tidak sampai hati jika kedua adiknya yang masih di bawah umur menjadi korban. Tidak terasa air mata Sandra meleleh dia begitu rindu dengan keluarganya.
Sandra tidak kenal lelah berusaha untuk memperbaiki alat alatnya. Pada suatu hari dia datang lebih pagi. Dia langsung berjalan menuju ke ruang rahasia Justin dia mencoba membuka pintu Justin. Sandra tersenyum.
“Tidak sia sia kerja kerasku.” gumam Sandra saat dia sudah berhasil meretas pass word pintu ruang Justin. Sandra mematikan CCTV di ruangan tersebut, lalu dia cepat cepat masuk ke dalam kamar Justin. Dia segera menuju ke komputer Justin lalu memasang sebuah alat yang sangat kecil dan tipis di tempat yang aman tidak akan terlihat oleh siapapun. Dia mengambil hape jadulnya dia pencet pencet sebentar, mengaktifkan dan memastikan semua alat bisa bekerja dengan baik. Tampak Sandra tersenyum semua bisa aktif. Sandra lalu cepat cepat keluar dari kamar Justin.
Sandra berjalan cepat untuk menuju ke ruang kerjanya. Aman belum ada orang yang melihat dirinya. Setelah sampai di ruang kerjanya dia mengambil lagi hape jadulnya. Dia sekarang sudah bisa mengaktifkan alat alat di ruang kerja Justin dari hape jadulnya.
“Ah aku tadi belum mengaktifkan lagi CCTV ruangan Tuan Justin.” gumam Sandra lalu dia mengaktifkan CCTV Justin lewat hape jadulnya. Setelah selesai Sandra memasukkan hape jadulnya lagi ke dalam sakunya. Dia lalu mengaktifkan komputer kerjanya, dia mulai bekerja.
Beberapa waktu kemudian dia melihat jam sudah saatnya dia menyiapkan kopi untuk Vadeo tidak lama lagi sang CEO akan datang. Dia lalu berjalan menuju ke mini pantry untuk membuatkan kopi untuk Vadeo. Saat keluar ruangan sang CEO, Sandra melihat sudah banyak karyawan yang datang.
Detik berganti detik menit berganti menit jam berganti jam. Sandra sudah tidak sabar untuk segera pulang untuk membongkar data data Justin.
“Sepertinya kamu gelisah San. Apa kamu ada janjian dengan Jojo?” tanya Vadeo pada Sandra yang terlihat beberapa kali melihat jam.
“Tidak Pak, hanya janjian dengan Mbok Nah saja mau mencoba resep masakan.” Jawab Sandra berbohong.
“Kamu boleh pulang lebih dulu, aku tahu kamu selalu datang lebih awal dan pulang lebih belakang. Sekarang pulanglah jika kamu ada keperluan lainnya.” ucap Vadeo sebab dia melihat Sandra sangat rajin dan semua pekerjaannya selalu selesai tepat waktu. Padahal Sandra datang lebih pagi dan pulang lebih belakang juga untuk mengerjakan misinya.
“Bener boleh pulang lebih dulu Pak?” tanya Sandra memastikan.
“Silahkan, nanti kalau aku butuh sesuatu aku panggil Pak Rio.” jawab Vadeo. Sandra terlihat sangat senang dia lalu memberesi barang barang dan pekerjaannya. Lalu dia pamit pada Vadeo.
“San...” panggil Vadeo sebelum Sandra membuka pintu.
“Ya Pak.” jawab Sandra sambil menoleh menatap Vadeo.
“Tapi jangan lupa besok kamu bawa masakan yang akan kamu buat.” ucap Vadeo sambil tersenyum. Sandra menganggukan kepalanya namun dalam hati dia berteriak, wadow!
Sandra terus berjalan dengan kaki yang terasa lebih ringan. Dia memesan ojek online agar cepat sampai ke rumah Ibu Rina. Namun tidak lupa dia juga memberi tahu pada Ibu Rina kalau dia pulang lebih dulu, sebab Ibu Rina selalu menawari untuk pulang bersama sama jika waktu pulang mereka bersamaan.
Sesampai di rumah tanpa berganti baju lebih dulu Sandra membuka alat alatnya dan mengaktifkan semua. Dia tersenyum senang saat alat alatnya bisa bekerja dengan baik. Semua data data Justin bisa terkirim masuk ke dalam file di lap topnya yang terlihat seperti buku tulis tebal jika ditutup. Sandra pun juga bisa melihat aktifitas Justin di ruang rahasianya lewat CCTV di ruangan Justin.
Sandra lalu membuka data data milik Justin satu persatu. Dia terlonjak kaget dengan apa yang sudah dilakukan Justin. Justin meretas data data banyak perusahaan besar, termasuk juga perusahaan otomotif Vadeo yang berada di luar negeri.
“Yang terpenting memberesi punya Papa lebih dulu. Meskipun aku penasaran dengan semua data data ini. Tetapi William Group sudah kondisi darurat aku tidak boleh berlama lama lagi.” gumam Sandra dalam hati. Dia lalu membuka data data bukti bukti pencurian Justin.
“Jika semua bukti sudah aku dapat, aku akan keluar dari Jonathan Co dengan baik baik agar tidak menimbulkan kecurigaan.” gumam Sandra lagi sambil tersenyum puas dengan hasil kerjanya hari ini.
Akan tetapi di lain tempat Justin yang selalu waspada dengan pekerjaannya. Dia mengecek CCTV di ruangnya. Namun betapa kagetnya dia saat melihat CCTV di ruangannya mati beberapa saat. Dia lalu mengecek CCTV yang berada di luar ruangannya. Dia terlihat kaget namun kemudian tersenyum licik saat melihat ada sosok Sandra yang berdiri di depan pintunya.
“Hah, tikus got itu mau mengajak bermain main dengan aku. Kamu tunggu saja tanggal mainnya. Aku akan lihat dia mau buat apa. Siapa sebenarnya dia, kenapa ada di depan pintu ruanganku dan setelahnya CCTV ruanganku mati beberapa saat.” ucap Justin sambil tersenyum licik dia mengatur strategi untuk bermain main dengan Sandra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
aphrodite
sudah kuduga di tempat petinggi tidak mungkin Cctv cuma di satu sisi..Sandra ceroboh
2024-12-19
0
Oi Min
knp kmu ceroboh San.....
2024-04-18
0
💐Nie Surtian💐
mulai tegang lagi... Justin mau apa yach...?!?
2024-02-28
1