Waktu terus berlalu, secara diam diam Ibu Rina selalu mengawasi kerja Sandra melalui layar monitor, karena setiap ruangan di perusahaan ada CCTV nya. Dari CCTV terlihat Sandra selalu kerja tepat waktu dan cekatan dalam setiap pekerjaannya. Waktu istirahat pun digunakan benar benar untuk istirahat, tidak bergosip ria seperti karyawan yang lain. Dari CCTV pula Ibu Rina bisa melihat kalau Sandra sering dibully dan disuruh mengerjakan pekerjaan karyawan lain dengan alasan memberi pelatihan. Dari CCTV terlihat pembully menertawakan Sandra dibalik punggung Sandra.
Di dalam rumah pun, Ibu Rina juga melakukan pengawasan. Lewat mbok Nah dan Pak No, Ibu Rina menggali informasi tentang sikap dan tingkah laku Sandra. Dari laporan mbok Nah dan Pak No didapat informasi kalau Sandra anak yang rajin. Pagi hari dia menyapu halaman rumah ibu Rina yang sangat luas menggantikan tugas pak No. Dan setelah selesai menyapu Sandra membantu mbok Nah kerja di dapur. Dari mbok Nah dan Pak No juga Ibu Rina mendapat informasi kalau Sandra adalah anak yang jujur beberapa kali mereka memasang umpan baik uang ataupun benda berharga tetapi Sandra tidak pernah mengambilnya.
“Dia anak cekatan dalam kerja, meskipun dibully dan dibenci oleh karyawan lain dia tidak ambil pusing. Dia juga anak yang jujur mungkin itu hasil didikan dari panti. Aku akan pindah anak itu di bagian yang lebih baik buat dia.” gumam Ibu Rina.
Ibu Rina lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke tempat kerja Sandra. Ibu Rina yang terkenal galak pada karyawannya membuat para karyawan terdiam dan bekerja dengan sungguh sungguh. Karena biasanya bila Ibu Rina melakukan sidak ada seorang karyawan yang membuat kesalahan.
Saat Ibu Rina masuk ke dalam ruang cuci, mereka para karyawan bersorak senang mereka menebak Sandra karyawan baru yang akan mendapat teguran langsung dari ibu Rina.
“San.” panggil Ibu Rina membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut melonjak kaget.
“Iya Bu.” jawab Sandra.
“Kamu ikut aku ke ruanganku.” ucap Ibu Rina lalu membalikkan tubuhnya. Dari ruang kerja Sandra, ibu Rina pindah sidak di bagian tempat lain.
“Rasain kamu.” ucap karyawan satu ruang dengan Sandra.
“Pasti dihukum Ibu Rina kamu.” ucapnya lagi sambil tersenyum puas.
“Tapi aku tidak buat kesalahan.” ucap Sandra sambil membereskan pekerjaannya.
“Sudah sana sana kalau tidak cepat cepat ke ruang Ibu Rina tambah kena sanksi kamu.” usir karyawan yang lain.
Setelah membereskan pekerjaannya Sandra lalu cepat cepat berjalan menuju ke ruangan Ibu Rina. Namun secara tidak sengaja dia berpapasan dengan Riris dan Vadeo yang sedang berjalan, sepertinya mereka berdua habis meeting dari luar.
“Ha....Ha....ha....” tawa Riris pecah saat melihat Sandra berjalan dengan tampilan seragam kedodoran ditambah wajah cupunya.
“Tuan Vadeo apa syaraf tawa anda sudah putus?” tanya Riiris di sela sela tawanya.
“Lumayan siang siang begini ada hiburan ha....ha...” ucap Riris lagi sambil terus menertawakan Sandra.
“Ris seharusnya tidak tertawa tetapi prihatin karena perusahaan tidak bisa memberi seragam yang layak buat karyawannya.” ucap Vadeo serius sambil terus melangkahkan kakinya
“Ups.” Riris langsung terdiam kaget dengan komentar Vadeo.
“Kamu panggil Ibu Rina suruh segera ke ruanganku.” ucap Vadeo lagi.
“Deo kenapa kamu selalu perhatian pada gembel cupu itu?”
“Bukan karena siapanya, tapi itu akan memalukan kita jika ada orang luar melihatnya.” jawab Vadeo sambil terus berjalan.
Tidak lama kemudian Vadeo dan Riris sudah masuk ke dalam ruang kerjanya. Riris segera menghubungi Ibu Rina agar segera datang menghadap Vadeo. Sebenarnya tidak hanya urusan sersgam kedodoran Vadeo memanggil Ibu Rina tetapi Vadeo juga ingin laporan dari Ibu Rina karena dia sudah memberi tugas pada Ibu Rina untuk mengawasi Sandra. Bagaimanapun Vadeo harus bertanggung jawab sebab dia yang mengijinkan Sandra bekerja tanpa id card.
Beberapa menit kemudian ada suara ketukan pintu di ruang Vadeo, dan Riris pun membukakan pintu. Tampak Ibu Rina sudah berada di depan pintu.
“Maafkan saya Pak.” ucap Ibu Rina setelah duduk di dalam ruangan Vadeo.
“Kamu sudah tahu salahmu.”
“Baju seragam Sandra, nanti akan segera kami ganti.” ucap Ibu Rina sambil menundukkan kepala. Dia sudah diberitahu Riris masalah seragam Sandra.
“Bagaimana kerja anak itu?” tanya Vadeo
“Dari hasil pengamatan dan evaluasi bagus, Pak. Hari ini rencana akan saya pindah bagian dan akan saya beri seragam baru Pak.”
“Baiklah sekarang kamu keluar, aku tidak ingin lagi ada karyawan meskipun masih dalam tahap training dikasih seragam yang tidak layak. Memalukan.”
Setelah meminta maaf Ibu Rina langsung meninggalkan ruangan sang CEO. Sementara itu Sandra yang berada di dalam ruangan Ibu Rina mendapat omelan dari Wika.
“Gara gara kamu ya, ibu Rina dipanggil Bos.” teriak Wika sambil tangannya terulur akan menoyor kepala Sandra dengan kekuatan ekstra namun Sandra dengan cepat menghindar. Sehingga Wika yang justru terjungkal dan terperangkap di bawah meja Ibu Rina. Melihat Wika terjungkal Sandra mengulurkan tangannya untuk menolong Wika agar bisa kembali berdiri. Namun Wika gengsi dan menolaknya. Saat Wika masih berada di bawah meja, Ibu Rina sudah masuk ke dalam ruangannya.
“Kamu ngapain Wik, sembunyi di bawah mejaku.”
“Ehm itu Bu, anak baru ini menarik tangan saya dan menjatuhkan.”
“Kamu berdiri dan pergi ke bagian uniform, besok pagi harus ada baju seragam sesuai ukuran Sandra. Kamu cek data diri Sandra, sudah lengkap data data dia di arsipku.” ucap Ibu Rina. Dan mau tak mau Wika harus menjalankan tugasnya. Dengan malas Wika berjalan menuju ke bagian kostum untuk memesankan seragam Sandra.
“San mulai hari ini kamu pindah tugas, mulai besok kamu membantu Wika mengantar logistik di mini pantry di setiap divisi. Dan mengantar jamuan jika ada meeting”
“Dan mulai sekarang kamu satu ruangan dengan aku, dengan Wika juga.”
“O ya ukuran tubuhmu kan hampir sama dengan Wika. Sekarang kamu tukeran seragam dengan Wika.” ucap Ibu Rina sambil memandang wajah Wika yang baru saja masuk ke dalam ruangan.
“Dan setelah ganti kamu ikut aku, akan aku tunjukin ke kamu ruangan ruangan yang untuk meeting yang harus kamu antar jamuan.”
“Bu, saya...” ucap Wika dengan nada tidak rela jika harus tukaran seragam dengan Sandra. Apalagi dia harus memakai seragam kedodoran. “Ah senjata makan tuan” guman Wika dalam hati
“Sudah sana kalian berdua ganti di belakang sana.” perintah Ibu Rina.
Beberapa menit kemudian Sandra sudah memakai seragam milik Wika. Lalu Ibu Rina mengajak Sandra untuk menunjukkan ruangan ruangan yang digunakan untuk meeting, termasuk ruangan vip tempat meeting para petinggi.
Sedangkan Wika di dalam ruang kerjanya duduk dengan gelisah tidak berani berdiri karena seragam yang menempel ditubuhnya membuat dia tidak percaya diri.
Sementara itu Ibu Rina dengan senang hati menunjukkan tempat tempat yang harus didatangi Sandra dan hal hal yang harus dikerjakan Sandra. Banyak karyawan terlihat tidak senang pada Sandra. Anak baru bisa langsung mengambil hati Ibu Rina dan langsung mendapatkan tugas penting.
“Apa harus tampil cupu dan gembel dulu ya agar bisa dapat job keren.” sindir salah satu karyawan pantry di dekat Sandra, dan Sandra hanya memberi jawaban dengan senyuman.
“Harus rajin, cekatan dan jujur.” saut Ibu Rina yang mendengar sindiran karyawannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Nit_Nit
untung masih ada ibu rina yg baik n profesional
2024-03-22
0
Nit_Nit
kapok wik 🤣
2024-03-22
0
Nia Sulistyowati
Bu rina adalah contoh karyawan yg patut di tiru karena tidak melihat orang dari sampul
2024-02-08
1