Sandra sudah berhari hari bekerja di divisi cleaning service. Pekerjaan yang lebih berat baginya, pagi pagi sudah harus sampai di kantor dan pulang juga lebih malam. Pekerjaannya juga menuntut banyak kerja fisik. Jika pulang dari kerja setelah mandi dan makan, seringnya langsung tertidur dan terbangun sudah pagi hari dan harus menyiapkan kerja lagi. Dia sudah agak lama tidak up date perkembangan informasi Willam Group. Alat alatnya juga senyap tidak memberikan informasi maupun notifikasi.
“Hah... sampai kapan aku banting tulang begini dan tidak mendapatkan informasi. Apa Jonathan Co sudah mencurigaiku dan sekarang mereka lebih rapi melindungi diri dan semua informasinya.” gumam Sandra saat bangun tidur, badannya terasa pegal pegal karena capek. Namun demi masa depan perusahaan keluarganya Sandra memotivasi dirinya sendiri. Lalu dia bangkit dari tempat tidurnya. Selanjutnya berbenah menyiapkan diri untuk pergi kerja.
Sandra sudah memakai seragam cleaning service. Pekerjaannya sebagai cleaning service mengharuskan dia selalu memakai masker. Hal ini justru membuat dia lebih nyaman sebab tidak perlu memasang ekspresi cupu, culun dan lugu. Namun Sandra tetap memakai make up agar wajah cerah dan mulusnya tampak kusam dan kasar. Sebab jika istirahat masker selalu dibuka saat makan bersama teman teman sesama cleaning service
Sandra berangkat memakai transportasi umum sebab jadwal Ibu Rina lebih siang dari dirinya. Pagi ini jadwal dia membersihkan ruang kerja divisi sekretaris tempat kerja Riris. Sandra menyiapkan diri dengan baik baik, dia tidak mau berbuat salah lagi, takut dikeluarkan dari Jonathan Co.
Saat Sandra masih membersihkan toilet. Sandra mendengar langkah kaki memasuki ruangan itu. Dan selanjutnya terdengar suara Riris.
Sandra melongokkan kepalanya sedikit dari pintu toilet. Beruntung Riris tidak melihatnya. Benar Riris sedang berbicara dengan lawan bicaranya lewat telpon selularnya. Sandra lalu menutup rapat pintu toilet, namun dia masih bisa mendengar suara Riris dengan jelas, apalagi alat radar Sandra juga sudah diaktifkan.
“Sabar sayang... Aku juga rindu padamu... rindu pada semua yang ada padamu... hmmm .... rindu malam malam panas kita.” ucap Riris dengan suara manjanya. Sandra kepo dengan siapa lawan bicara Riris. Bukannya gosip yang beredar di perusahaan Riris pacarnya Vadeo, bukannya setiap saat mereka bertemu kenapa harus rindu.
“Iya iya... kamu tahu kan Vadeo sudah tergantung padaku, kopi saja tidak ada yang bisa membuatkan selain aku, belum lagi segala keperluan lainnya mulai dari keperluan pribadi sampai segala urusan kerjanya.... mulai dari ngecek batere hape, permen mint yang harus tersedia, menyiapkan dan mengingatkan semua agendanya, ach belum lagi kalau banyak undangan undangan, tanpa ada aku semua tidak bisa jalan...” ucap Riris lagi panjang lebar. Sandra sekarang sudah bisa menebak kalau lawan bicara Riris bukan Vadeo.
“Iya setelah aku bisa menikah dengannya aku akan minta semua aset atas namaku, kamu tenang saja sayang... jika aku melakukan dengan Vadeo aku melakukan tidak dengan cinta, semua cinta untukmu sayang..... “ ucap Riris lagi lalu tidak terdengar suara Riris mungkin dia sedang mendengarkan lawan bicaranya.
“Ha... Ha... iya iya setelah semua selesai kita pergi ke planet mars agar tidak ada yang mengganggu kita...” suara Riris lagi terdengar sangat renyah dan bahagia.
Sementara itu Sandra di dalam toilet membersihkan ventilasi kaca di bagian atas, dia menggunakan tangga alumunium. Dia dengan jelas mendengar suara Riris.
“Ah dunia penuh kelicikan, Jonathan Co melakukan kecurangan dalam bisnis dengan mencuri semua blue print Papa. Mereka mencuri dengan sangat rapi dengan mengelabui jejak seakan orang dalam Papa yang melakukan pencurian. Akhirnya mereka ganti dicurangi oleh sekretarisnya sendiri. Terus ngapain Nona Riris capek capek cari harta kalau mau pergi ke mars, mau cari mati saja he...he...” gumam Sandra sambil tertawa pelan sendiri.
“Tapi dengan siapa ya Nona Riris melakukannya? Ah itu bukan urusanku. Misiku mencari pelaku pencuri blue print Papa.” gumam Sandra lagi lalu dia melanjutkan kerjanya membersihkan ventilasi kaca bagian atas.
Sedangkan di luar Riris masih bertelpon sayang sayangan dengan lawan bicaranya.
“Emmmmuach....” Riris mengakhiri sambungan telponnya. Lalu Riris memasukkan hapenya ke dalam tas. Namun tiba tiba...
BRAAAKK!
Terdengar suara benda berat jatuh di dalam toilet. Riris tampak kaget, dia lalu berjalan menuju ke arah sumber suara.
“Seperti di dalam toilet apa ada orang atau setan. Kalau orang siapa yang pagi pagi sudah datang.” gumam Riris sambil perlahan lahan berjalan menuju ke toilet.
Riris pelan pelan membuka pintu dan....
“Hai kamu gembel kenapa selalu buat masalah. Ngapain kamu pagi pagi di dalam sini.” bentak Riris sambil berkacak pinggang. Emosinya sudah sampai diujung kepala. Dia emosi karena kaget ditambah kuatir ada orang yang mendengar rahasianya ditambah lagi yang berada di dalam toilet adalah Sandra. Meskipun Sandra memakai masker namun kacamata dan model rambutnya tetap dikenali oleh Riris.
“Maaf Nona Riris, saya membersihkan ventilasi kaca di sebelah atas, saat turun tangganya bergeser dan jatuh.” jawab Sandra takut takut, kuatir masalah ini membuat dia dipanggil HRD lagi.
“Sudah cepat keluar!” perintah Riris.
“Maaf Nona Riris saya tidak bisa bawa tangga ini seorang diri. Saya nunggu teman saya.” jawab Sandra karena dia merasa kesulitan untuk membawa semua alat alatnya apalagi ada tangga yang harus dibawa.
“Aku tidak mau tahu sekarang juga keluar dan bawa semua alat alatmu itu.” ucap Riris penuh emosi sambil menunjuk nunjuk alat alat Sandra, lalu dia berkacak pinggang. Benar benar darah tingginya kambuh.
Sandra lalu mengambil alat alatnya juga tangga yang digunakan untuk membersihkan bagian atas. Karena kerepotan membawa, kaki tangga bagian belakang malah nyangkut pada rok mini Riris.
“Heiiiii.. tunggu.. kurang ajar ya kamu!” teriak Riris sambil berjalan terseret seret mengikut arah tangga yang dibawa Sandra, agar roknya tidak robek.
“Hei... tunggu..!” teriak Riris lagi.
Sandra lalu berhenti dan menoleh tampak Riris memegang kaki tangga sebelah ujung. Sandra merasa sangat kuatir.
“Maaf Nona Riris.” ucap Sandra penuh ketakutan.
“Hei... sini mendekat!” perintah Riris dengan mata melotot.
Sandra lalu menaruh alat alatnya dan berjalan mendekat.
“Hei... gembel, kupingmu ini tadi mendengar percakapanku di telpon tidak?” tanya Riris sambil menjewer telinga Sandra. Sandra yang dijewer telinganya agar tidak terasa sakit kepalanya mengikuti tarikan tangan Riris. Sandra bingung harus menjawab apa, jika dia menjawab mendengar nanti dia dikeluarkan tapi jika menjawab tidak , dia mendengar...
“Hei... jawab atau telingamu kuputus.” ucap Riris lagi.
“Eh... ehmmm tidak tidak mendengar apa apa Nona, tadi saya hanya dengar air kran mengalir di toilet. Karena saya sedang membersihkan toilet.” jawab Sandra berbohong agar aman tidak dikeluarkan dari Jonathan Co.
“Ya sudah sana pergi.” ucap Riris karena melihat sebagian karyawan divisi sekretaris sudah mulai datang. Juga teman Sandra sesama karyawan cleaning service sudah mendatangi Sandra untuk membantu membawakan alat alat kerja.
Riris berjalan menuju ke mejanya. Beberapa karyawan menanyakan apa yang terjadi kenapa Riris tampak emosi. Riris hanya diam saja. Dia antara percaya dan tidak percaya dengan jawaban Sandra.
“Bisa bahaya jika gembel itu mendengar. Dia memang tidak mungkin bicara dengan Vadeo, tetapi ada kemungkinan dia akan bicara pada Ibu Rina. Dan pasti Ibu Rina akan menyampaikan pada Vadeo. Andai Vadeo tidak percaya pada omongan Ibu Rina. Tapi pasti Vadeo akan mencari bukti. Ah... sial kenapa gembel itu selalu bikin masalah.” gumam Riris dalam hati, dia tampak gelisah di meja kerjanya. Dia masih terlihat berpikir pikir. Namun tidak lama kemudian terlihat hape Riris berdering ada panggilan dari Vadeo agar segera masuk ke ruang CEO.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
aphrodite
ya pasti curiga..masuk tanpa identitas,bukannya bekerja dg baik malah memperhatikan para peserta rapat 2 poin itu sudah sangat mencurigakan bagi yg punya kepekaan tingkat tinggi
2024-12-19
1
Santy Listyana Dewi
dasar ular Riris... racun... siapa ya selingkuhan Riris 🤔
2022-11-24
3
Kinan Rosa
ternyata Riris hanya mengincar hartanya saja sedangkan Sandra mengincar kelicikan kerja Jonathan co
2022-11-16
1