Bab. 10. Rahasia Sang Sekretaris

Sandra sudah berhari hari bekerja di divisi cleaning service. Pekerjaan yang lebih berat baginya, pagi pagi sudah harus sampai di kantor dan pulang juga lebih malam. Pekerjaannya juga menuntut banyak kerja fisik. Jika pulang dari kerja setelah mandi dan makan, seringnya langsung tertidur dan terbangun sudah pagi hari dan harus menyiapkan kerja lagi. Dia sudah agak lama tidak up date perkembangan informasi Willam Group. Alat alatnya juga senyap tidak memberikan informasi maupun notifikasi.

“Hah... sampai kapan aku banting tulang begini dan tidak mendapatkan informasi. Apa Jonathan Co sudah mencurigaiku dan sekarang mereka lebih rapi melindungi diri dan semua informasinya.” gumam Sandra saat bangun tidur, badannya terasa pegal pegal karena capek. Namun demi masa depan perusahaan keluarganya Sandra memotivasi dirinya sendiri. Lalu dia bangkit dari tempat tidurnya. Selanjutnya berbenah menyiapkan diri untuk pergi kerja.

Sandra sudah memakai seragam cleaning service. Pekerjaannya sebagai cleaning service mengharuskan dia selalu memakai masker. Hal ini justru membuat dia lebih nyaman sebab tidak perlu memasang ekspresi cupu, culun dan lugu. Namun Sandra tetap memakai make up agar wajah cerah dan mulusnya tampak kusam dan kasar. Sebab jika istirahat masker selalu dibuka saat makan bersama teman teman sesama cleaning service

Sandra berangkat memakai transportasi umum sebab jadwal Ibu Rina lebih siang dari dirinya. Pagi ini jadwal dia membersihkan ruang kerja divisi sekretaris tempat kerja Riris. Sandra menyiapkan diri dengan baik baik, dia tidak mau berbuat salah lagi, takut dikeluarkan dari Jonathan Co.

Saat Sandra masih membersihkan toilet. Sandra mendengar langkah kaki memasuki ruangan itu. Dan selanjutnya terdengar suara Riris.

Sandra melongokkan kepalanya sedikit dari pintu toilet. Beruntung Riris tidak melihatnya. Benar Riris sedang berbicara dengan lawan bicaranya lewat telpon selularnya. Sandra lalu menutup rapat pintu toilet, namun dia masih bisa mendengar suara Riris dengan jelas, apalagi alat radar Sandra juga sudah diaktifkan.

“Sabar sayang... Aku juga rindu padamu... rindu pada semua yang ada padamu... hmmm .... rindu malam malam panas kita.” ucap Riris dengan suara manjanya. Sandra kepo dengan siapa lawan bicara Riris. Bukannya gosip yang beredar di perusahaan Riris pacarnya Vadeo, bukannya setiap saat mereka bertemu kenapa harus rindu.

“Iya iya... kamu tahu kan Vadeo sudah tergantung padaku, kopi saja tidak ada yang bisa membuatkan selain aku, belum lagi segala keperluan lainnya mulai dari keperluan pribadi sampai segala urusan kerjanya.... mulai dari ngecek batere hape, permen mint yang harus tersedia, menyiapkan dan mengingatkan semua agendanya, ach belum lagi kalau banyak undangan undangan, tanpa ada aku semua tidak bisa jalan...” ucap Riris lagi panjang lebar. Sandra sekarang sudah bisa menebak kalau lawan bicara Riris bukan Vadeo.

“Iya setelah aku bisa menikah dengannya aku akan minta semua aset atas namaku, kamu tenang saja sayang... jika aku melakukan dengan Vadeo aku melakukan tidak dengan cinta, semua cinta untukmu sayang..... “ ucap Riris lagi lalu tidak terdengar suara Riris mungkin dia sedang mendengarkan lawan bicaranya.

“Ha... Ha... iya iya setelah semua selesai kita pergi ke planet mars agar tidak ada yang mengganggu kita...” suara Riris lagi terdengar sangat renyah dan bahagia.

Sementara itu Sandra di dalam toilet membersihkan ventilasi kaca di bagian atas, dia menggunakan tangga alumunium. Dia dengan jelas mendengar suara Riris.

“Ah dunia penuh kelicikan, Jonathan Co melakukan kecurangan dalam bisnis dengan mencuri semua blue print Papa. Mereka mencuri dengan sangat rapi dengan mengelabui jejak seakan orang dalam Papa yang melakukan pencurian. Akhirnya mereka ganti dicurangi oleh sekretarisnya sendiri. Terus ngapain Nona Riris capek capek cari harta kalau mau pergi ke mars, mau cari mati saja he...he...” gumam Sandra sambil tertawa pelan sendiri.

“Tapi dengan siapa ya Nona Riris melakukannya? Ah itu bukan urusanku. Misiku mencari pelaku pencuri blue print Papa.” gumam Sandra lagi lalu dia melanjutkan kerjanya membersihkan ventilasi kaca bagian atas.

Sedangkan di luar Riris masih bertelpon sayang sayangan dengan lawan bicaranya.

“Emmmmuach....” Riris mengakhiri sambungan telponnya. Lalu Riris memasukkan hapenya ke dalam tas. Namun tiba tiba...

BRAAAKK!

Terdengar suara benda berat jatuh di dalam toilet. Riris tampak kaget, dia lalu berjalan menuju ke arah sumber suara.

“Seperti di dalam toilet apa ada orang atau setan. Kalau orang siapa yang pagi pagi sudah datang.” gumam Riris sambil perlahan lahan berjalan menuju ke toilet.

Riris pelan pelan membuka pintu dan....

“Hai kamu gembel kenapa selalu buat masalah. Ngapain kamu pagi pagi di dalam sini.” bentak Riris sambil berkacak pinggang. Emosinya sudah sampai diujung kepala. Dia emosi karena kaget ditambah kuatir ada orang yang mendengar rahasianya ditambah lagi yang berada di dalam toilet adalah Sandra. Meskipun Sandra memakai masker namun kacamata dan model rambutnya tetap dikenali oleh Riris.

“Maaf Nona Riris, saya membersihkan ventilasi kaca di sebelah atas, saat turun tangganya bergeser dan jatuh.” jawab Sandra takut takut, kuatir masalah ini membuat dia dipanggil HRD lagi.

“Sudah cepat keluar!” perintah Riris.

“Maaf Nona Riris saya tidak bisa bawa tangga ini seorang diri. Saya nunggu teman saya.” jawab Sandra karena dia merasa kesulitan untuk membawa semua alat alatnya apalagi ada tangga yang harus dibawa.

“Aku tidak mau tahu sekarang juga keluar dan bawa semua alat alatmu itu.” ucap Riris penuh emosi sambil menunjuk nunjuk alat alat Sandra, lalu dia berkacak pinggang. Benar benar darah tingginya kambuh.

Sandra lalu mengambil alat alatnya juga tangga yang digunakan untuk membersihkan bagian atas. Karena kerepotan membawa, kaki tangga bagian belakang malah nyangkut pada rok mini Riris.

“Heiiiii.. tunggu.. kurang ajar ya kamu!” teriak Riris sambil berjalan terseret seret mengikut arah tangga yang dibawa Sandra, agar roknya tidak robek.

“Hei... tunggu..!” teriak Riris lagi.

Sandra lalu berhenti dan menoleh tampak Riris memegang kaki tangga sebelah ujung. Sandra merasa sangat kuatir.

“Maaf Nona Riris.” ucap Sandra penuh ketakutan.

“Hei... sini mendekat!” perintah Riris dengan mata melotot.

Sandra lalu menaruh alat alatnya dan berjalan mendekat.

“Hei... gembel, kupingmu ini tadi mendengar percakapanku di telpon tidak?” tanya Riris sambil menjewer telinga Sandra. Sandra yang dijewer telinganya agar tidak terasa sakit kepalanya mengikuti tarikan tangan Riris. Sandra bingung harus menjawab apa, jika dia menjawab mendengar nanti dia dikeluarkan tapi jika menjawab tidak , dia mendengar...

“Hei... jawab atau telingamu kuputus.” ucap Riris lagi.

“Eh... ehmmm tidak tidak mendengar apa apa Nona, tadi saya hanya dengar air kran mengalir di toilet. Karena saya sedang membersihkan toilet.” jawab Sandra berbohong agar aman tidak dikeluarkan dari Jonathan Co.

“Ya sudah sana pergi.” ucap Riris karena melihat sebagian karyawan divisi sekretaris sudah mulai datang. Juga teman Sandra sesama karyawan cleaning service sudah mendatangi Sandra untuk membantu membawakan alat alat kerja.

Riris berjalan menuju ke mejanya. Beberapa karyawan menanyakan apa yang terjadi kenapa Riris tampak emosi. Riris hanya diam saja. Dia antara percaya dan tidak percaya dengan jawaban Sandra.

“Bisa bahaya jika gembel itu mendengar. Dia memang tidak mungkin bicara dengan Vadeo, tetapi ada kemungkinan dia akan bicara pada Ibu Rina. Dan pasti Ibu Rina akan menyampaikan pada Vadeo. Andai Vadeo tidak percaya pada omongan Ibu Rina. Tapi pasti Vadeo akan mencari bukti. Ah... sial kenapa gembel itu selalu bikin masalah.” gumam Riris dalam hati, dia tampak gelisah di meja kerjanya. Dia masih terlihat berpikir pikir. Namun tidak lama kemudian terlihat hape Riris berdering ada panggilan dari Vadeo agar segera masuk ke ruang CEO.

Terpopuler

Comments

aphrodite

aphrodite

ya pasti curiga..masuk tanpa identitas,bukannya bekerja dg baik malah memperhatikan para peserta rapat 2 poin itu sudah sangat mencurigakan bagi yg punya kepekaan tingkat tinggi

2024-12-19

1

Santy Listyana Dewi

Santy Listyana Dewi

dasar ular Riris... racun... siapa ya selingkuhan Riris 🤔

2022-11-24

3

Kinan Rosa

Kinan Rosa

ternyata Riris hanya mengincar hartanya saja sedangkan Sandra mengincar kelicikan kerja Jonathan co

2022-11-16

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Misi Dimulai
2 Bab. 2. Jonathan Co
3 Bab. 3. William Group
4 Bab. 4. Karyawan Baru
5 Bab. 5. Karyawan Kesayangan
6 Bab. 6. Kacamata Sandra
7 Bab. 7. Radar Bergetar
8 Bab. 8. Curiga
9 Bab. 9. Pindah Divisi
10 Bab. 10. Rahasia Sang Sekretaris
11 Bab. 11. Tawaran Sang Sekretaris
12 Bab. 12. Perjodohan Vadeo
13 Bab. 13. Pertunangan Vadeo
14 Bab. 14. Menjadi Sekretaris Pribadi Vadeo
15 Bab. 15. Titik Terang
16 Bab. 16. Curahan Hati Vadeo
17 Bab. 17. Mengumpulkan Bukti
18 Bab. 18. Jebakan Justin
19 Bab. 19. Dalam Bahaya
20 Bab. 20. Melarikan Diri
21 Bab. 21. Alarm
22 Bab. 22. Rumah Sakit
23 Bab. 23. Vadeo Mencari Sandra
24 Bab. 24. Kedatangan Alexandria
25 Bab. 25. Rencana Alexandria
26 Bab. 26. Laporan Alexandria
27 Bab. 27. Vadeo Memergoki Riris
28 Bab. 28. Rencana Baru Justin
29 Bab. 29. Proses Hukum Dimulai
30 Bab. 30. Justin Melarikan Diri
31 Bab. 31. Pertemuan Vadeo dan Alexandria
32 Bab. 32. Di Ambang Kebingungan
33 Bab. 33. Rencana Justin Operasi Plastik
34 Bab. 34. Menunda
35 Bab. 35. Balas Dendam Justin
36 Bab. 36. Sesuatu Syarat dari Alexandria
37 Bab. 37. Penguntit Alexandria
38 Bab. 38. Pengintai Di Mension William
39 Bab. 39. Menemukan Obyek Mencurigakan
40 Bab. 40. Menjebak Penguntit
41 Bab. 41. Penguntit Kedua
42 Bab. 42. Pertemuan Vadeo dan Alexandria
43 Bab. 43. Bungkam
44 Bab. 44. Senjata Api
45 Bab. 45. Data Pelaku
46 Bab. 46. Tembakan
47 Bab. 47. Tertembak
48 Bab. 48. Memori Alexandria
49 Bab. 49. Membujuk Tuan Jonathan
50 Bab. 50. Gelora di Dada
51 Bab. 51. Pertemuan Vadeo dengan Keluarga William
52 Bab. 52. Tim Indipenden
53 Bab. 53. Proses Akuisisi Dimulai
54 Bab. 54. Kecurigaan Vadeo
55 Bab. 55. Datang ke Jonathan Co
56 Bab. 56. Strategi Alexandria
57 Bab. 57. Salah Sasaran
58 Bab. 58. Rencana Menjebak Justin
59 Bab. 59. Ijin Tuan William
60 Bab. 60. Justin Panik
61 Bab. 61. Menghadap Tuan William
62 Bab. 62. Pembicaraan Serius dengan Tuan William
63 Bab. 63. Aksi Dimulai
64 Bab. 64. Strategi Alexandria Berhasil
65 Bab. 65. Strategi Lain
66 Bab. 66. Pingsan
67 Bab. 67. Penculikan
68 Bab. 68. Menuju ke Villa
69 Bab. 69. Mempertahankan
70 Bab. 70. Curiga
71 Bab. 71. Penambah Gairah
72 Bab. 72. Aku Alexandria
73 Bab. 73. Meneruskan Hasrat
74 Bab. 74. Ternoda
75 Bab. 75. Emosi Vadeo
76 Bab. 76. Segerakan
77 Bab. 77. Tidak Fair
78 Bab. 78. Hotel Bintang Lima
79 Bab. 79. Perlawanan
80 Bab. 80. Pemeran Pengganti
81 Bab. 81. Rencana Nanti Malam
82 Bab. 82. Salah Paham
83 Bab. 83. Menit Menit Terakhir
84 Bab. 84. Terjebak
85 Bab. 85. Suntik Kebiri
86 Bab. 86. Rencana Pulang untuk Pergi
87 Bab. 87. Menunggu
88 Bab. 88. Jaminan Justin
89 Bab. 89. Menanti Justin
90 Bab. 90. Pasrah
91 Bab. 91. Ke Mension Jonathan
92 Bab. 92. Penculikan Lagi
93 Bab. 93. Menit Menit Kedatangan Justin
94 Bab. 94. Kedatangan Justin 1
95 Bab. 95. Kedatangan Justin 2 (Perjuangan Justin)
96 Bab. 96. Rencana Menjemput Riris
97 Bab. 97. Keraguan Alexandria
98 Bab. 98. Serius
99 Bab. 99. Cincin Spesial
100 Bab. 100. Dingin
101 Bab. 101. Vadeo Harus Pergi
102 Bab. 102. Lamaran
103 Bab. 103. Lamaran 2
104 Bab. 104. Pengakuan Alexandria
105 Bab. 105. Hukuman?
106 Bab. 106. Reward
107 Bab. 107. Pesan Alexandria
108 Bab. 108. Pamit
109 Bab. 108. Dijemput Seorang Perempuan
110 Bab. 110. Pengawal Vadeo
111 Bab. 111. Ulah Chaterine
112 Bab. 112. Dibawa Kabur
113 Bab. 113. Bantuan Alexandria
114 Bab. 114. Curiga
115 Bab. 115. Kecelakaan
116 Bab. 116. Siapa?
117 Bab. 117. Kehilangan Jejak
118 Bab. 118. Hebohnya Keluarga William
119 Bab. 119. Berbagi Tugas
120 Bab. 120. Harapan pada Alexandria
121 Bab. 121. Mual
122 Bab. 122. Rencana Richie
123 Bab. 123. Undangan dari Chaterine
124 Bab. 124. Adu Skenario
125 Bab. 125. Satu Hotel
126 Bab. 126. Menunggu
127 Bab. 127. Melepas Rindu
128 Bab. 128. Rumah Sakit
129 Bab. 129. Emosi Richie
130 Bab. 130. Ancaman Richie
131 Bab. 131. Menemui Chaterine
132 Bab. 132. Pernyataan Vadeo
133 Bab. 133. Tertangkap
134 Bab. 134. Cemas
135 Bab. 135. Richie Lari
136 Bab. 136. Mengejar Richie
137 Bab. 137. Baku Tembak
138 Bab. 138. Pulas
139 Bab. 139. Jatuh?
140 Bab. 140.
141 Bab. 141. Mencari
142 Bab. 142. Ke Kantor Polisi
143 Bab. 143. Bertemu Mobil Richie
144 Bab. 144. Menyerahkan Diri?
145 Bab. 145. Kembali ke Frankfurt
146 Bab. 146. Gerrit Hansen
147 Bab. 147. Seleksi
148 Bab. 148. Fix
149 Bab. 149. Cemburu
150 Bab. 150. Delay
151 Bab. 151. Cemas
152 Bab. 152. Tiba di Indonesia
153 Bab. 153. Persiapan Pernikahan (Dipingit)
154 Bab. 154.
155 Bab. 155. Rencana Menggagalkan Pernikahan
156 Bab. 156. Observasi
157 Bab. 157. Gagal?
158 Bab. 158. Sah
159 Bab. 159. Ekor Alexandria
160 Bab. 160. Kamar Pengantin
161 Bab. 161.
162 Bab. 162.
163 Bab. 163.
164 Bab. 164. Sudah Isi?
165 Bab. 165. Saatnya Periksa
166 Bab. 166. Kabar Buruk
167 Bab. 167.
168 Bab. 168. Kesedihan Alexandria
169 Bab. 169. Penolakan Vadeo
170 Bab. 170. Hadiah
171 Bab. 171. Pengawal untuk Alexandria
172 Bab. 172. Rahasia Keluarga
173 Bab. 173. Tersiksa Gelisah Kecewa
174 Bab. 174. Anti Radiasi
175 Bab. 175. Pulau Alexandria
176 Bab. 176. Tiga Perempuan
177 Bab. 177. Take Off
178 Bab. 178. Rumah Baru
179 Bab. 179.
180 Bab. 180.
181 Bab. 181.
182 Bab. 182.
183 Bab. 183.
184 Bab. 184.
185 Bab. 185.
186 Bab. 186.
187 Bab. 187.
188 Bab. 188.
189 Bab. 189.
190 Bab. 190.
191 Bab. 191
192 Bab. 192.
193 Bab. 193.
194 Bab. 194.
195 Bab. 195.
196 Bab. 196.
197 Bab. 197.
198 Bab. 198.
199 Bab. 199.
200 Bab. 200.
201 Bab. 201.
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205.
206 Bab. 206
207 Bab. 207.
208 Bab. 208.
209 Bab. 209.
210 Bab. 210.
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213.
214 Bab. 214.
215 Bab. 215.
216 Bab. 216
217 Bab. 217.
218 Bab. 218.
219 Bab. 219
220 Bab. 220.
221 Bab. 221.
222 Bab. 222.
223 Bab. 223.
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 PENGUMUMAN
227 Bonchap 1. Inisial
228 Bonchap 2. Kedatangan Richardo
229 Bonchap 3. Ulah Baby Twins ( Anak Ajaib?)
230 Bonchap 4. Mengajak Baby Twins ke Pulau Alexandria
231 Bonchap. 5. Menuju Bukit Pohon Asam
232 Bonchap. 6. Berteman dengan Ular
233 Bonchap. 7. Vadeo Pingsan
234 Bonchap. 8. Ke Sungai
235 Bonchap. 9. Hadiah Buat Oma William
236 PROMO NOVEL BARU
237 PROMO NOVEL BARU
238 Promo Novel Married with Daddy
239 Promo Novel Baru
240 Promo Novel Baru
241 Promo Novel Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
242 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 242 Episodes

1
Bab. 1. Misi Dimulai
2
Bab. 2. Jonathan Co
3
Bab. 3. William Group
4
Bab. 4. Karyawan Baru
5
Bab. 5. Karyawan Kesayangan
6
Bab. 6. Kacamata Sandra
7
Bab. 7. Radar Bergetar
8
Bab. 8. Curiga
9
Bab. 9. Pindah Divisi
10
Bab. 10. Rahasia Sang Sekretaris
11
Bab. 11. Tawaran Sang Sekretaris
12
Bab. 12. Perjodohan Vadeo
13
Bab. 13. Pertunangan Vadeo
14
Bab. 14. Menjadi Sekretaris Pribadi Vadeo
15
Bab. 15. Titik Terang
16
Bab. 16. Curahan Hati Vadeo
17
Bab. 17. Mengumpulkan Bukti
18
Bab. 18. Jebakan Justin
19
Bab. 19. Dalam Bahaya
20
Bab. 20. Melarikan Diri
21
Bab. 21. Alarm
22
Bab. 22. Rumah Sakit
23
Bab. 23. Vadeo Mencari Sandra
24
Bab. 24. Kedatangan Alexandria
25
Bab. 25. Rencana Alexandria
26
Bab. 26. Laporan Alexandria
27
Bab. 27. Vadeo Memergoki Riris
28
Bab. 28. Rencana Baru Justin
29
Bab. 29. Proses Hukum Dimulai
30
Bab. 30. Justin Melarikan Diri
31
Bab. 31. Pertemuan Vadeo dan Alexandria
32
Bab. 32. Di Ambang Kebingungan
33
Bab. 33. Rencana Justin Operasi Plastik
34
Bab. 34. Menunda
35
Bab. 35. Balas Dendam Justin
36
Bab. 36. Sesuatu Syarat dari Alexandria
37
Bab. 37. Penguntit Alexandria
38
Bab. 38. Pengintai Di Mension William
39
Bab. 39. Menemukan Obyek Mencurigakan
40
Bab. 40. Menjebak Penguntit
41
Bab. 41. Penguntit Kedua
42
Bab. 42. Pertemuan Vadeo dan Alexandria
43
Bab. 43. Bungkam
44
Bab. 44. Senjata Api
45
Bab. 45. Data Pelaku
46
Bab. 46. Tembakan
47
Bab. 47. Tertembak
48
Bab. 48. Memori Alexandria
49
Bab. 49. Membujuk Tuan Jonathan
50
Bab. 50. Gelora di Dada
51
Bab. 51. Pertemuan Vadeo dengan Keluarga William
52
Bab. 52. Tim Indipenden
53
Bab. 53. Proses Akuisisi Dimulai
54
Bab. 54. Kecurigaan Vadeo
55
Bab. 55. Datang ke Jonathan Co
56
Bab. 56. Strategi Alexandria
57
Bab. 57. Salah Sasaran
58
Bab. 58. Rencana Menjebak Justin
59
Bab. 59. Ijin Tuan William
60
Bab. 60. Justin Panik
61
Bab. 61. Menghadap Tuan William
62
Bab. 62. Pembicaraan Serius dengan Tuan William
63
Bab. 63. Aksi Dimulai
64
Bab. 64. Strategi Alexandria Berhasil
65
Bab. 65. Strategi Lain
66
Bab. 66. Pingsan
67
Bab. 67. Penculikan
68
Bab. 68. Menuju ke Villa
69
Bab. 69. Mempertahankan
70
Bab. 70. Curiga
71
Bab. 71. Penambah Gairah
72
Bab. 72. Aku Alexandria
73
Bab. 73. Meneruskan Hasrat
74
Bab. 74. Ternoda
75
Bab. 75. Emosi Vadeo
76
Bab. 76. Segerakan
77
Bab. 77. Tidak Fair
78
Bab. 78. Hotel Bintang Lima
79
Bab. 79. Perlawanan
80
Bab. 80. Pemeran Pengganti
81
Bab. 81. Rencana Nanti Malam
82
Bab. 82. Salah Paham
83
Bab. 83. Menit Menit Terakhir
84
Bab. 84. Terjebak
85
Bab. 85. Suntik Kebiri
86
Bab. 86. Rencana Pulang untuk Pergi
87
Bab. 87. Menunggu
88
Bab. 88. Jaminan Justin
89
Bab. 89. Menanti Justin
90
Bab. 90. Pasrah
91
Bab. 91. Ke Mension Jonathan
92
Bab. 92. Penculikan Lagi
93
Bab. 93. Menit Menit Kedatangan Justin
94
Bab. 94. Kedatangan Justin 1
95
Bab. 95. Kedatangan Justin 2 (Perjuangan Justin)
96
Bab. 96. Rencana Menjemput Riris
97
Bab. 97. Keraguan Alexandria
98
Bab. 98. Serius
99
Bab. 99. Cincin Spesial
100
Bab. 100. Dingin
101
Bab. 101. Vadeo Harus Pergi
102
Bab. 102. Lamaran
103
Bab. 103. Lamaran 2
104
Bab. 104. Pengakuan Alexandria
105
Bab. 105. Hukuman?
106
Bab. 106. Reward
107
Bab. 107. Pesan Alexandria
108
Bab. 108. Pamit
109
Bab. 108. Dijemput Seorang Perempuan
110
Bab. 110. Pengawal Vadeo
111
Bab. 111. Ulah Chaterine
112
Bab. 112. Dibawa Kabur
113
Bab. 113. Bantuan Alexandria
114
Bab. 114. Curiga
115
Bab. 115. Kecelakaan
116
Bab. 116. Siapa?
117
Bab. 117. Kehilangan Jejak
118
Bab. 118. Hebohnya Keluarga William
119
Bab. 119. Berbagi Tugas
120
Bab. 120. Harapan pada Alexandria
121
Bab. 121. Mual
122
Bab. 122. Rencana Richie
123
Bab. 123. Undangan dari Chaterine
124
Bab. 124. Adu Skenario
125
Bab. 125. Satu Hotel
126
Bab. 126. Menunggu
127
Bab. 127. Melepas Rindu
128
Bab. 128. Rumah Sakit
129
Bab. 129. Emosi Richie
130
Bab. 130. Ancaman Richie
131
Bab. 131. Menemui Chaterine
132
Bab. 132. Pernyataan Vadeo
133
Bab. 133. Tertangkap
134
Bab. 134. Cemas
135
Bab. 135. Richie Lari
136
Bab. 136. Mengejar Richie
137
Bab. 137. Baku Tembak
138
Bab. 138. Pulas
139
Bab. 139. Jatuh?
140
Bab. 140.
141
Bab. 141. Mencari
142
Bab. 142. Ke Kantor Polisi
143
Bab. 143. Bertemu Mobil Richie
144
Bab. 144. Menyerahkan Diri?
145
Bab. 145. Kembali ke Frankfurt
146
Bab. 146. Gerrit Hansen
147
Bab. 147. Seleksi
148
Bab. 148. Fix
149
Bab. 149. Cemburu
150
Bab. 150. Delay
151
Bab. 151. Cemas
152
Bab. 152. Tiba di Indonesia
153
Bab. 153. Persiapan Pernikahan (Dipingit)
154
Bab. 154.
155
Bab. 155. Rencana Menggagalkan Pernikahan
156
Bab. 156. Observasi
157
Bab. 157. Gagal?
158
Bab. 158. Sah
159
Bab. 159. Ekor Alexandria
160
Bab. 160. Kamar Pengantin
161
Bab. 161.
162
Bab. 162.
163
Bab. 163.
164
Bab. 164. Sudah Isi?
165
Bab. 165. Saatnya Periksa
166
Bab. 166. Kabar Buruk
167
Bab. 167.
168
Bab. 168. Kesedihan Alexandria
169
Bab. 169. Penolakan Vadeo
170
Bab. 170. Hadiah
171
Bab. 171. Pengawal untuk Alexandria
172
Bab. 172. Rahasia Keluarga
173
Bab. 173. Tersiksa Gelisah Kecewa
174
Bab. 174. Anti Radiasi
175
Bab. 175. Pulau Alexandria
176
Bab. 176. Tiga Perempuan
177
Bab. 177. Take Off
178
Bab. 178. Rumah Baru
179
Bab. 179.
180
Bab. 180.
181
Bab. 181.
182
Bab. 182.
183
Bab. 183.
184
Bab. 184.
185
Bab. 185.
186
Bab. 186.
187
Bab. 187.
188
Bab. 188.
189
Bab. 189.
190
Bab. 190.
191
Bab. 191
192
Bab. 192.
193
Bab. 193.
194
Bab. 194.
195
Bab. 195.
196
Bab. 196.
197
Bab. 197.
198
Bab. 198.
199
Bab. 199.
200
Bab. 200.
201
Bab. 201.
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205.
206
Bab. 206
207
Bab. 207.
208
Bab. 208.
209
Bab. 209.
210
Bab. 210.
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213.
214
Bab. 214.
215
Bab. 215.
216
Bab. 216
217
Bab. 217.
218
Bab. 218.
219
Bab. 219
220
Bab. 220.
221
Bab. 221.
222
Bab. 222.
223
Bab. 223.
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
PENGUMUMAN
227
Bonchap 1. Inisial
228
Bonchap 2. Kedatangan Richardo
229
Bonchap 3. Ulah Baby Twins ( Anak Ajaib?)
230
Bonchap 4. Mengajak Baby Twins ke Pulau Alexandria
231
Bonchap. 5. Menuju Bukit Pohon Asam
232
Bonchap. 6. Berteman dengan Ular
233
Bonchap. 7. Vadeo Pingsan
234
Bonchap. 8. Ke Sungai
235
Bonchap. 9. Hadiah Buat Oma William
236
PROMO NOVEL BARU
237
PROMO NOVEL BARU
238
Promo Novel Married with Daddy
239
Promo Novel Baru
240
Promo Novel Baru
241
Promo Novel Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
242
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!