Riris berjalan menuju ke ruangan Vadeo. Dia sudah menyiapkan materi untuk presentasi Vadeo, dia menyiapkan dari rumah. Riris langsung membuks pintu ruangan yang tertutup rapat itu, karena dia sudah tahu pass word pintunya. Terlihat Vadeo sedang duduk di belakang mejanya sambil sibuk menatap layar lap top.
“Apa agendaku hari ini?” tanya Vadeo tanpa mengalihkan pandangannya dari lap top dia sedang mengawasi pergerakan saham sahamnya.
“Jam sepuluh ada meeting dengan Tuan Alfredo.” jawab Riris lesu. Bagaimanapun dia masih memikirkan Sandra yang berada di ruangannya tadi saat dia sedang berbicara lewat telpon tadi.
“Kenapa kamu terlihat lesu, apa kamu sakit?” tanya Vadeo sambil menatap Riris, lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke meja Riris.
“Tidak. Hanya capek menyiapkan materi buat meeting nanti. Bukankah Tuan Alfredo calon investor potensial. Aku harus buat materi presentasi sebagus mungkin agar beliau sungguh sungguh percaya dengan Jonathan Co.” ucap Riris sambil menatap Vadeo dengan tatapan mata super lembutnya agar Vadeo semakin tersentuh hatinya.
“Kamu memang hebat, tapi tetap jaga kesehatanmu.” ucap Vadeo yang sekarang sudah berdiri di samping Riris, Vadeo membelai rambut Riris dengan lembut. Hatinya tersentuh mendengar Riris sudah bekerja sungguh sungguh untuk Jonathan Co.
“Iya sayang, kerja kerasku demi Jonathan Co, demi masa depan kita.” ucap Riris sambil menyentuh tangan Vadeo yang masih mengusap lembut kepalanya. Riris lalu menarik pelan tangan Vadeo dan selanjutnya mencium tangan Vadeo dengan mesra. Entahlah itu modus atau karena hatinya gelisah dan dia membutuhkan ketenangan.
“Andai kamu tidak menerima aku sebagai kekasihmu, aku akan tetap setia mengabdi untuk Jonathan Co.” ucap Riris lagi. Vadeo yang semula hanya diam, mendengar sumpah setia palsu Riris, hati Vadeo lebih tersentuh lagi. Lalu Vadeo mencium puncak kepala Riris. Riris tampak tersenyum batin dia senang dan menebak kalau Vadeo sudah masuk perangkapnya.
“Sudah Tuan Deo, sebentar lagi Justin datang untuk memberikan laporannya, untuk melengkapi materi presentasi.” ucap Riris sambil mendorong pelan tubuh Vadeo agar kembali ke meja kerja. Meskipun sebenarnya dia ingin berlama lama dalam suasana seperti ini dimana Vadeo tersentuh hatinya. Namun mengingat Justin akan datang ke ruangan CEO mau gimana lagi harus merelakan kesempatan mendapatkan sentuhan Vadeo. Vadeo pun akhirnya berjalan menuju ke mejanya dan tentu saja sudah menetralkan suasana hatinya kembali.
Benar, tidak lama kemudian Justin datang untuk menyerahkan laporan. Mereka bertiga tampak serius untuk menyiapkan materi meeting dengan Tuan Alfredo.
Sore harinya setelah semua jadwal kerja Riris mendampingi Vadeo selesai. Riris kembali ke ruang divisinya. Dia kembali gundah memikirkan Sandra yang pagi hari tadi berada di dalam toilet sementara dia sedang berbicara masalah rahasia besarnya. Tampak wajah Riris berpikir keras, sehingga semua karyawan di ruangan tersebut tidak berani menatapnya apalagi menyapanya. Mereka mengira Riris sedang mendapat tugas berat karena habis ada meeting dengan Tuan Alfredo.
Tampak Riris mengetuk ngetuk jarinya di meja.
“Apa aku panggil gembel itu ya, nanti nunggu semua karyawan pulang. Aku harus berbicara dengannya sebelum dia ada waktu bertemu dengan Ibu Rina.” gumam Riris dalam hati sambil masih mengetuk ngetuk meja dengan ujung jarinya. Dia lalu terlihat serius menghubungi seseorang lewat sambungan telpon selularnya.
Sementara ini di lain tempat Sandra yang sedang berjalan dari tugasnya membersihkan ruang pertemuan. Mendadak kaget, sebab radarnya sedikit bergetar namun lama lama menjauh dan menghilang.
“Ah ada informasi tapi minim sekali.” gumam Sandra dalam hati. Dia lalu berjalan menuju ke lift yang akan membawanya ke basement karena jam istirahat sudah tiba.
Beberapa waktu kemudian saat sampai di ruang yang digunakan untuk istirahat group kerjanya.
“San dapat pesan dari Pak Tarno, kamu harus menghadap Pak Tarno sekarang juga.” ucap salah satu temannya sesama cleaning service yang sudah lebih dulu memasuki ruang istrirahat. Sandra tampak kaget dan kuatir, dia lalu berjalan menuju ke ruang kerja Pak Tarno.
“Masuk.” suara berat Pak Tarno saat Sandra mengetuk pintu. Sandra lalu berjalan masuk dan duduk di kursi depan meja Pak Tarno.
“Bapak memanggil saya?” tanya Sandra dia menduga ini pasti masalah tadi dengan Riris.
“Hmmm. Kamu nanti ditunggu Nona Riris selesai jam kerja karyawan divisi sekretaris. Kamu sekalian bersihkan ruangan di sana. Kamu tukaran jadwal dengan temanmu yang jadwal sore di ruangan itu.” ucap Pak Tarno.
“Kalau sudah jelas, kembali kamu ke tempatmu. Keburu jam istirahatmu habis.” ucap Pak Tarno lagi.
Sandra lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke ruang istirahat dan dia melaksanakan perintah Pak Tarno untuk bertukar jadwal dengan temannya. Sambil beristirahat Sandra tidak tenang hatinya. Kuatir kalau dia akan dikeluarkan dari Jonathan Co. Padahal tadi radarnya sudah memberi informasi meskipun minim.
“Padahal aku akan melacak tempat tadi besok. Malah Nona Riris memanggilku.” gumam Sandra dalam hati sambil minum air bekalnya.
Jam pulang karyawan telah tiba, sedangkan jam istirahat karyawan cleaning service sudah usai. Dengan lesu Sandra berjalan menuju ke lift karyawan dia memencet lantai divisi sekretaris.
Ting...
Lift berhenti di lantai yang dituju Sandra. Sandra keluar dengan beberapa karyawan yang juga bertugas di lantai tersebut. Sebab di lantai tersebut juga ada divisi lainnya. Sandra berjalan menuju ke divisi sekretaris, suasana tampak sepi. Pintu juga sudah terbuka lebar, tampaknya Riris sudah menunggu.
“Tutup pintunya.” suara Riris saat Sandra melewati pintu tersebut. Sandra menutup pintu dengan hati hati dia tidak mau membuat masalah lagi.
“Duduk.” ucap Riris saat Sandra sudah mendekat. Sandra lalu duduk di kursi depan meja Riris.
“Aku tahu, kamu tadi meskipun hanya sedikit pasti mendengar percakapanku.”
DERRR...
Ucapan Riris yang tidak keras itu mengagetkan Sandra.
“Nona Riris saya tidak mendengar apapun, tolong jangan keluarkan saya.”
“Aku tidak akan mengeluarkanmu, bahkan aku akan memberikan hadiah buat kamu.” ucap Riris, dia memang tidak akan mengeluarkan Sandra sebab jika dikeluarkan pasti omongannya malah akan kemana mana.
“Terimakasih jika Nona Riris tidak mengeluarkan saya. Saya mau syarat apapun asal jangan keluarkan saya.”
“Syaratnya kamu jangan bicara apapun mengenai aku pada siapapun. Dan hadiahnya kamu masuk dalam divisiku.” ucap Riris dengan senyuman liciknya. Dia membawa Sandra ke dalam divisinya agar bisa mengawasi Sandra. Namun bagi Sandra tawaran masuk ke dalam divisi Riris adalah kesempatan emasnya.
“Apakah saya tidak salah dengar Nona?”
“Tidak, aku sudah bicara pada para petinggi Jonathan Co.” ucap Riris. Dia memang sudah menghubungi Stave dan Tuan Jonathan tentang rencananya memasukkan Sandra di divisinya. Keberhasilan meeting tadi menjadikan Tuan Alfredo menanam sahamnya membuat Tuan Jonathan menuruti rencana Riris.
“Tapi saya tidak punya baju kerja untuk divisi ini Nona.” ucap Sandra karena dia melihat karyawan di divisi sekretaris tidak memakai baju seragam seperti di dua divisi yang sudah ia masuki.
“Kamu pakai baju apa adanya dulu, besok kalau aku sempat aku bawa beberapa baju bekasku. Kamu anak panti kan biasa pakai baju bekas.”
“Sudah, kamu pikir pikir, aku mau pulang. Kalau kamu setuju mulai hari Senin kamu masuk divisiku.” ucap Riris lalu bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Sandra.
Sandra masih duduk di kursi dia tidak menyangka dengan tawaran gabung di divisi Riris yang baru saja didengar.
“Ini kesempatan baik, di divisi ini banyak kesempatan dan peluang untuk bertemu dengan petinggi Jonathan Co. “ gumam Sandra sambil tersenyum, meskipun senyumnya tidak terlihat sebab dia memakai masker. Sandra lalu teringat sesuatu dia lalu bangkit berdiri dan berlari menyusul langkah kaki Riris.
“Nona Riris.... Nona Riris....” teriak Sandra saat masih melihat punggung Riris yang terus berjalan menjauh menuju ke lift.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
aphrodite
ya masuklah ke dalam perangkap Riris..o iya semoga Vadeo bukan jodoh Sandra..secara dia kurang tangguh gampang di bodohi😁
2024-12-19
0
Kinan Rosa
ayo Sandra ini peluang bagimu gunakan sebaik mungkin ok
semangat san
2022-11-16
2
Nit_Nit
ayo san kejar kesempatan tangkap peluang
2022-08-02
2