Waktu terus berlalu tidak terasa sudah beberapa bulan Sandra bekerja di divisi sekretaris. Pekerjaannya sekarang membuat iri banyak karyawan terutama karyawan kaum hawa. Karena bisa masuk divisi sekretaris adalah incaran mereka sebab jika beruntung bisa punya kesempatan menjadi sekretaris sang CEO atau sekretaris menejer muda lainnya.
Kini Sandra sudah bisa mengoperasikan komputer. Di awal kerjanya Sandra dibully habis habisan karena dianggap tidak layak masuk di divisi sekretaris karena penampilan jelek dan tidak memiliki ketrampilan mengoperasikan komputer. Namun karena atas perintah Riris, mereka semua hanya bisa melampiaskan kekesalannya kepada Sandra. Beberapa kali karyawan yang disuruh melatih komputer pada Sandra mencoba menjerumuskan Sandra agar salah dalam mengoperasikan komputer. Namun karena Sandra hanya berpura pura tidak bisa maka dia gagal menjerumuskan Sandra. Dan kini Sandra sudah diberi kepercayaan oleh Riris untuk memakai komputer sendiri tak perlu pinjam komputer karyawan lain.
Akan tetapi penampilan Sandra masih terlihat cupu, dia tidak merubah model rambutnya juga make up untuk menutupi wajah segar dan mulusnya. Cuma sekarang ditambah untuk menuruti kemauan Riris, Sandra memakai lipstik, pensil alis, eye shadow dan lain lainnya. Sandra memakai hal itu tapi dia memakai dengan asal, bener bener yang dia buat riasan sebaliknya pada umumnya orang. Bukan agar terlihat cantik tapi justru agar terlihat semakin jelek. Benar benar bukan make up tetapi make down wajahnya. Tentu saja yang dilakukan Sandra itu menjadi bahan tertawaan para karyawan. Sebutan Sandra bukan lagi gembel cupu tetapi sekarang menjadi badut cupu.
Sedangkan Riris, dia teramat sangat bahagia rencananya berjalan mulus. Kedua keluarga sudah menyetujui perjodohan Riris dan Vadeo. Acara pertunangan mereka pun sudah di depan mata. Riris sekarang lebih banyak berada di ruangan CEO.
“Sayang ... ini daftar karyawan yang akan diundang di acara pertunangan kita.” ucap Riris pada Vadeo sambil menunjukkan daftar tamu undangan dari perusahaan.
“Kamu tidak salah mengundang Sandra untuk mewakili divisimu?” tanya Vadeo saat matanya membaca nama Sandra.
“Tidak sayang, aku pikir dia adalah salah satu karyawan yang berpotensi, aku lihat dia bisa cepat mengoperasikan komputer kerja juga cekatan terstruktur. Dia rajin mengerjakan tugas selalu tepat waktu.” jawab Riris
“Benarkah? Aku senang jika kamu sekarang tidak membenci dia karena dia jelek dan miskin.” ucap Vadeo sambil memeluk pinggang Riris dari samping.
“Iya sayang aku sudah tahu karena dia anak baik dan pintar jadi aku tidak lagi membencinya.”
“Tapi dia sekarang kenapa make up nya seperti itu, apa kamu yang menyuruh?” tanya Vadeo sambil menoleh menatap Riris yang berdiri di sampingnya sementara dia duduk di kursi kerjanya dan tangan satunya masih memeluk pinggang Riris.
“Aku nyuruh dia beli make up, tapi entahlah mungkin dia tidak bisa dandan malah jadi kayak badut ha... ha... Tapi biar saja anggap saja kita undang badut untuk acara pertunangan kita ha... ha....”
Vadeo mengerutkan keningnya. Baru juga dipuji sekarang sudah menertawakan Sandra lagi.
Akhirnya undangan pertunangan Vadeo dan Riris sudah tersebar di perusahaan. Undangan hanya terbatas perwakilan dari masing masing divisi. Penunjukan Sandra untuk mewakili divisi sekretaris tentu saja sangat membuat para karyawan semakin iri dan membenci pada Sandra.
“Kok bisa sih badut cupu ini yang mewakili kita, benar benar aku merasa tidak terwakili...” ucap salah satu karyawan yang sexy dan cantik sambil menunjuk Sandra. Karyawan yang lain mengiyakan.
“Mungkin yang ngundang hanya mau menunjukkan kalau untuk menjadi sekretaris tidak harus sexy tapi yang penting sopan dan pekerjaan selalu beres tepat waktu, hasil kerja bener dan rapi....” ucap Sandra dengan santai sambil terus sibuk dengan pekerjaannya. Karena bekerja di depan komputer adalah hobbynya sejak kecil.
Ucapan Sandra itu tentu saja membuat karyawan lain semakin kesal pada Sandra, namun Sandra hanya diam saja sambil terus melanjutkan pekerjaannya.
Malam acara pertunangan Vadeo pun tiba. Sandra sudah siap, dia akan berangkat dengan Ibu Rina. Ibu Rina sangat senang sebab orang yang dia tolong kini sudah mendapatkan job yang lebih baik.
Mereka berdua sudah sampai di sebuah hotel berbintang tempat acara pertunangan Vadeo. Tampak mobil mobil mewah sudah mulai memasuki halaman hotel. Mobil yang membawa merekapun memasuki halaman hotel yang luas. Sandra sedikit grogi bukan karena memasuki tempat dan pertemuan mewah itu. Tetapi dia grogi karena dia berharap bisa menemukan sasaran yang dia cari.
“Aku harus mendapatkan hasil malam ini. Kasihan Papa dan Mama jika terlalu lama terperangkap dalam permainan bisnis Jonathan Co. Tetapi sebelum aku mempunyai bukti Papa pasti tidak percaya padaku, Papa lebih percaya pada....”
“San, ayo turun.. kamu santai saja nanti selalu di dekatku ya.. jangan jauh jauh dari aku.” ucap Ibu Rina saat mobil sudah berhenti di depan pintu masuk hotel. Ibu Rina menatap Sandra sekilas tampak beliau melihat kegelisahan Sandra.
Mereka berdua setelah turun dari mobil berjalan menuju ke tempat resepsionis. Setelah mendapat pin dari petugas resepsionis mereka berdua berjalan menuju ke lift yang akan membawa mereka menuju ke tempat acara pertunangan Vadeo dan Riris.
Ruangan tempat acara dengan penjagaan yang sangat ketat. Suasana mewah terasa sejak kaki memasuki pintu. Sudah banyak tamu undangan yang datang.
Agar tidak mengundang perhatian Sandra memakai baju dengan model sederhana namun sopan dan elegan. Rambutnya disanggul, kacamata radarnya tetap menempel di wajahnya. Make up nya dia buat tetap menutupi wajah aslinya tetapi dia tidak memakai make up tebal tebal namun make up agar wajahnya terlihat tua. Fix menampilan Sandra membuat dia hampir sebaya dengan Ibu Rina.
Sandra berjalan di samping Ibu Rina, benar mereka berdua tidak mengundang perhatian tamu undangan lainnya. Mereka berdua tampak sebagai dua wanita setengah baya. Acara pun segera dimulai. Tampak wajah cantik Riris terlihat sangat bahagia, dan Vadeo terlihat sangat tampan namun ekspresi wajahnya biasa saja. Wajah orang tua Vadeo dan Riris sama seperti ekspresi wajah Riris mereka tampak sangat bahagia.
Setelah acara resmi selesai, kini acara jamuan dimulai. Semua tamu undangan mengambil jamuan yang mereka suka. Tampak mereka semua bergabung Vadeo, Riris dan juga orang tuanya juga turun ke tempat meja jamuan. Mereka semua menikmati jamuan sambil berbincang bincang.
“Bu Rina, saya mau ambil menu penutup.” ucap Sandra pada Ibu Rina. Ibu Rina menganggukkan kepalanya. Sandra lalu berjalan menuju ke tempat menu penutup.
Dert.... dert.... dert......
Sandra terlonjak kaget saat radarnya bergetar. Dan semakin lama semakin terasa. Sandra mengedarkan pandangan mencari cari dimana sasaran berada. Namun Sandra tidak mendapatkan. Akhirnya dia mengambil menu penutup sambil berjalan pelan pelan mengikut getaran radarnya.
Sandra terus berjalan mencari cari sasaran, dia konsentrasi pada informasi radarnya. Namun tiba tiba, dia menabrak seseorang.
“Ehm maaf... maaf....” ucap Sandra dengan sangat sopan dan penuh penyesalan. Dia tidak mau membuat masalah karena terlalu fokus pada konsentrasi alat radarnya.
“Apa Anda mencari seseorang Bu?” tanya orang yang ditabrak Sandra itu pada Sandra. Untung gelas minuman yang dibawa sudah habis jadi tidak menumpahi bajunya.
“Iya iya saya mencari Ibu Rina teman saya.” jawab Sandra bohong. Dan selanjutnya dia melanjutkan pencariannya. Dan tiba tiba radar bergetar kuat, saat dia melihat orang orang di sekitarnya. Tampak orang tua Vadeo dan Justin sedang berbincang bincang dengan beberapa tamu. Mereka berada dengan jarak yang tidak terlalu jauh dengan Sandra.
“San, kamu sudah aku bilang jangan jauh jauh dariku. Untung ada orang yang memberi tahu aku katanya ada wanita berkacamata mencariku.” ucap Ibu Rina sambil menepuk pundak Sandra. Dan tentu saja itu mengagetkan Sandra.
“Iya iya Bu, maaf..”
“Ya sudah ayo kita pamit saja, kita kasih ucapan selamat pada Tuan Vadeo dan Nona Riris mereka sudah berjalan menuju tempatnya untuk menerima ucapan selamat.” ucap Ibu Rina sambil menggandeng tangan kiri Sandra.
Sandra hanya mampu menuruti kemauan Ibu Rina untuk kembali pulang. Semakin melangkah menuju pintu keluar radar Sandra semakin melemah getarannya.
Di dalam perjalanan pulang Sandra menganalisa beberapa orang yang ditemui saat di ruang meeting dan orang yang berada di pertunangan Vadeo. Kesimpulan sementara yang diambil Sandra adalah orang tua Vadeo dan Justin.
‘Aku harus cari bukti.” gumam Sandra
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Siti Arbainah
Gmna klo trnyta Riris itu sekongkolannya sama Justin dan mereka yg punya hbungan itu
2022-12-06
4
Santy Listyana Dewi
aku yakin Justin yang menjadi penyusup di William group
2022-11-24
1
❣@Sha_Putrie❣
sepertinya justin lah penghianatnya
2022-10-05
3