Setelah Vadeo mengijinkan Sandra bekerja di perusahaan. Ibu Rina membawa Sandra ke ruang kerjanya di divisi pantry. Di sepanjang perjalanan menuju ke divisi pantry banyak mata menatap pada sosok Sandra karena penampilan Sandra. Tatapan mata mereka sangat meremehkan Sandra bahkan ada yang secara terbuka mengejek dan menertawakan penampilan Sandra.
“Ayo masuk San.” ucap Ibu Rina saat membuka pintu ruang kerjanya.
“O ya karena kamu belum punya locker sendiri kamu titipkan tasmu itu di tempat penitipan barang. DI sana itu.” ucap Ibu Rina saat melihat Sandra masih menenteng tas bajunya yang tampak kumal.
“Baik Bu.” jawab Sandra sambil berjalan menuju ke tempat penitipan barang.
Karyawan petugas penitipan barang langsung mengambil masker kemudian segera memakainya dan tidak lupa memakai sarung tangan.
“Bisa tetanus ya kalau tidak pakai sarung tangan.” ucap karyawan yang lain saat melewati tempat penitipan.
Sandra hanya diam saja lalu menaruh tasnya di meja. Petugas penitipan barang memberi kartu pada Sandra.
“Terimakasih.” ucap Sandra
“Sudah sana cepat pergi.” ucap petugas penitipan barang sambil mengibas ibaskan tangannya sebagai kode agar Sandra segera pergi.
Sandra lalu segera melangkah meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ke ruangan Ibu Rina. Saat memasuki ruangan Ibu Rina, Sandra sudah tidak melihat sosok Ibu Rina, yang dilihat beberapa karyawan sedang sibuk dengan pekerjaannya.
“Maaf Kak, Ibu Rina dimana ya?” tanya Sandra dengan hati hati. Namun semua tidak menjawab pertanyaan Sandra.
Sandra mengulangi pertanyaannya sampai tiga kali namun tetap saja semua cuek kepada dirinya. Akhirnya Sandra mengambil hapenya yang nampak jadul lalu memencet mencet sebentar. Dan selanjutnya dia kembali mengantongi hapenya lalu berjalan sesuai dengan alat radar yang mendeteksi keberadaan Ibu Rina, orang yang beberapa menit bersamanya. Sandrapun berhasil menuju ke suatu ruangan pimpinan divisi pantry. Orang orang yang ditanya Sandra tadi hanya menatap dengan heran. Sandra mengetuk pintu ruangan pimpinan divisi pantry tersebut.
“Masuk.” suara Ibu Rina dari dalam. Sandra memutar pelan handel pintu lalu mendorong daun pintu dengan hati hati. Terlihat Ibu Rina duduk di kursinya.
“San, kamu langsung kerja hari ini ya bergabung di bagian cuci cuci perkakas, ini job deskripsi.” ucap Ibu Rina sambil menyerahkan selembar kertas.
“Baik Bu.”
“Wik, kamu antar Sandra sekarang carikan seragam dan selanjutnya bawa ke bagiannya.” perintah Ibu Rina pada seorang pegawai yang juga berada di dalam ruangan Ibu Rina.
“San, kamu ikuti Wika dia yang akan mengantar kamu.”
“Baik Bu, terimakasih.” ucap Sandra lalu bangkit berdiri dan mengikuti langkah kaki Wika yang sudah lebih dulu keluar dari ruang Ibu Rina. Saat Sandra keluar sudah tidak terlihat sosok Wika. Sandra menoleh ke kiri dan kanan.
“Kalau tanya pasti tidak ada yang mau menjawab.” gumam Sandra dalam hati. Sandra mengambil hape dari sakunya lalu melakukan hal yang sama untuk mendeteksi dimana orang yang dicari.
Sandra lalu melangkahkan kakinya dan tidak lama kemudian tampak Wika sedang berbicara dengan salah satu orang pegawai.
“Hai anak baru kalau kerja di sini harus cepat dan cekatan. Nih baju seragammu.” ucap Wika sambil melemparkan seragam. Lalu Wika berjalan lagi, kali ini Sandra langsung berjalan mengikuti Wika. Dan benar dia masuk ke ruang tempat cuci perkakas.
“Kamu ganti baju ke situ.” tunjuk Wika pada suatu tempat di pojok. Sandra lalu berjalan menuju ke tempat yang ditunjukan oleh Wika. Sandra membuka pintu ternyata itu adalah sebuah kamar mandi dan toilet yang berada di dalam satu ruangan. Sandra membuka lipatan seragam tersebut, dilihatnya seragam dengan ukuran yang sangat besar. Sandra lalu keluar lagi. Tampak Wika masih berdiri sambil tersenyum.
“Kok belum dipakai?” tanya Wika dengan ketus.
“Kak, ini ukurannya sangat besar buat saya.”
“Tidak ada yang lain pakai saja itu. Itu baju seragam bekas ibu Rina siapa tahu kamu besok juga bisa jadi gemuk dan jadi pimpinan ha...ha....ha....” ucap Wika sambil tertawa.
“Sudah pakai saja, dan cepat kerja.” ucap pegawai lain sambil mencuci gelas gelas. Sandra lalu masuk kembali ke kamar mandi dia tidak berganti baju namun hanya memakai rangkap baju seragam tersebut. Sandra lalu cepat cepat keluar agar bisa segera bekerja. Saat keluar semua yang berada di ruangan tersebut langsung menatap dirinya dan menertawakannya, termasuk Wika masih berdiri dan tertawa terpingkal pingkal. Lalu dia pergi meninggalkan ruangan masih sambil tertawa dan diikuti oleh beberapa pegawai yang bekerja di bagian lain.
Sandra diam saja tidak menghiraukan mereka yang menertawakannya dia bekerja sesuai job deskripsi yang sudah diberikan ibu Rina kepadanya.
Waktu terus berjalan hingga sore hari beberapa karyawan terlihat sudah pulang. Pekerjaan Sandrapun sudah selesai.
“Sana kamu keluar dan temui Ibu Rina!” perintah seorang karyawan di ruangan itu. Sandra hanya menganggukkan kepala lalu Sandra berjalan meninggalkan ruang tempat cuci perkakas menuju ke tempat penitipan tasnya. Semua orang yang melihat Sandra menertawakan penampilan Sandra. Sandra tidak ambil peduli, setelah mendapatkan tasnya Sandra berjalan menuju ke ruang kerja Bu Rina. Tampak kantor sudah mulai sepi. Sandra mengetuk pintu dengan pelan.
“Masuk.” suara Ibu Rina dari dalam. Sandra lalu membuka pintu dan berjalan masuk. Tampak Ibu Rina masih terlihat sibuk ngecek daftar daftar menu.
“Masih sibuk Bu?” tanya Sandra sambil duduk di kursi depan meja Ibu Rina.
“Tidak, hanya ngecek menu menu untuk konsumsi meeting besok. Sudah okey kok.” jawab Ibu Rina lalu mendongakkan wajahnya dan betapa kagetnya dia saat melihat Sandra yang duduk di depannya dengan seragam kedodoran.
“San, kamu dari tadi pakai baju ini?”
“Iya Bu, katanya tidak ada yang lain.”
“Ya sudah, ayo kita pulang. Kamu tidak malu pakai baju kedodoran seperti ini?” tanya Ibu Rina. Sandra hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Mereka berdua lalu berjalan meninggalkan ruangan divisi pantry menuju ke luar gedung. Karyawan yang masih tertinggal memandang Sandra dengan tawa tertahan sebab takut pada Ibu Rina yang berjalan di dekat Sandra.
Saat keluar gedung sudah ada mobil yang menjemput Ibu Rina. Beberapa menit kemudian mobil yang ditumpangi Ibu Rina dan Sandra memasuki halaman rumah setelah penjaga pintu gerbang membukakan pintu gerbang tersebut.
“Ayo turun San.” ucap Ibu Rina sambil membuka pintu. Sandra yang duduk di samping Ibu Rina ikut membuka pintu dan berjalan mengikuti ibu Rina.
Suasana rumah tampak sepi. Sandra tidak berani menanyakan sesuatu apapun. Ibu Rina terus berjalan tidak menuju ke pintu rumah tapi terus berjalan ke belakang. Di ujung tampak ada dua buah bangunan kecil. Ibu Rina berdiri di depan bangunan kecil tersebut lalu menekan saklar dan lampu menyala, setelahnya ibu Rina meraih kunci yang terletak di dekat pintu.
“San, maaf ya kamu tidur di sini. Ini gudang tetapi di dalam ada tempat tidur dan kasur yang tidak terpakai juga ada lemari lemari yang tidak terpakai di dalamnya ada sprai sprai dan baju baju bekas. Kamu bersihkan dulu mumpung masih sore.”
“Baik Bu.”
“Itu ada kamar mandi dan wc" ucap Ibu Rina sambil menunjuk sebuah bangunan yang lebih kecil dari gudang itu. Sandra menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala.
“Kamu tinggal di sini secara cuma cuma sebelum kamu mendapat gaji.”
“Baiklah aku ke dalam. Nanti malam mbok Nah atau pak No akan mengantar makan malammu.” ucap Ibu Rina lalu melangkah meninggalkan Sandra. Ibu Rina memberi tumpangan Sandra di gudang belakang karena masih dalam modus waspada pada orang yang baru dikenal.
Sedangkan Sandra lalu berjalan memasuki gudang tersebut. Dilihatnya di dalam gudang ada beberapa barang barang yang masih bisa digunakan. Sandra dengan cepat membersihkan isi gudang dari debu debu dan mengatur segalanya agar nyaman dia tinggal. Sandra justru senang tinggal di tempat ini karena akan mendukung misinya, sebab bisa dibilang ini tempat tersembunyi. Sandrapun melihat lihat semua sudut ruangan dan bisa dipastikan tidak ada CCTV di dalam gudang tesebut.
Setelah selesai membersihkan gudang, Sandra bermaksud akan mandi namun saat membuka pintu ada seorang perempuan yang terlihat lebih tua dari ibu Rina datang dengan membawa kotak makanan dan satu botol besar air mineral. Perempuan itu hanya memberikan makanan dan minuman tanpa bicara lalu pergi meninggalkan Sandra. Sandra lalu menaruh makanan dan minuman ke dalam gudang yang sudah menjadi kamarnya. Lalu dia pergi ke kamar mandi tidak lupa mengunci pintu kamarnya.
Setelah mandi Sandra masuk ke dalam kamar lalu mengunci kamar tersebut rapat rapat. Dia membuka kacamatanya dan menggerai rambutnya. Sandra lalu mengambil lap topnya yang sudah dimodifikasi, dari luar tampilannya hanya seperti sebuah buku tulis tebal. Sandra lalu membukanya saat dibuka sudah nampak layar monitor dan Sandra siap bekerja. Dia mengecek semua informasi mengenai perusahaan orang tuanya. Dahinya berkerut saat melihat kondisi perusahaan semakin darurat. Dia juga mendapat informasi tentang kegelisahan orang tuanya. Dia lalu mengirim email kepada nyonya William sang mama tercinta. Namun setelah email terkirim terdengar suara ketukan pintu. Sandra cepat cepat menutup lap topnya yang kini sudah terlihat seperti buku tulis biasa dan bolpen tergeletak di sampingnya. Sandra cepat cepat memakai kacamatanya dan memasang kerudung untuk menutup rambutnya yang tergerai. Sandra membuka pintu pelan pelan.Terlihat sosok Ibu Rina dengan kepala melongok ke dalam ruangan gudang yang sudah menjadi kamar.
“Hmmm sudah bersih dan rapi, lumayan kerjamu.” gumam Ibu Rina sambil pandangan matanya mengitari ruangan. Namun tiba tiba mata Ibu Rina menatap buku tulis yang tergeletak dan juga melihat kotak makan dan botol minuman yang masih utuh.
“Makan dulu, nulis buku diary bisa nanti kalau mau tidur.” ucap Ibu Rina lalu pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan Sandra tampak lega lalu menutup kembali pintu kamarnya.
“Kenapa radarku tidak bergetar ya padahal tadi ketemu orang penting Jonathan Co. Apa ada yang salah dan eror.” gumam Sandra lalu mengecek kacamata yang juga berfungsi sebagai radar untuk mendeteksi orang yang dia cari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
aphrodite
ini perusahaan besar tapi semua kary kecuali Bu Rina kok julid semua..jadi pengen nge bom dari bawah tanah biar ambruk nih gedung hancur
2024-12-19
0
Nit_Nit
kurang ajar bgt tuh, blm tahu siapa sebenarnya sandra
2024-03-18
0
Salmah
tolong dong san hp jadul q d modif juga biar kepakek gitu ....😊😊😊😊😊
2023-05-15
2