Bab. 8. Curiga

Setelah acara meeting selesai Sandra dan Jojo membereskan semua peralatan, hanya ada mereka berdua di dalam ruangan tersebut. Semua orang sudah keluar ruangan termasuk Riris yang pergi paling belakang sambil mengingatkan pada Sandra untuk menghadap dirinya ke ruang kerjanya.

“Kamu kenapa sih San, kayak ga konsentrasi kerja.” ucap Jojo sambil membawa meja dorong keluar ruangan. Sandra hanya diam saja lalu dia juga membawa meja dorong lainnya keluar mengikuti Jojo. Setelah menaruh meja dorong di tempatnya Sandra dengan segera berjalan menuju ke ruangan Riris.

Tidak lama kemudian Sandra sudah berada di depan ruang divisinya Riris. Ruangan itu dindingnya sebagian besar kaca tebal dan pintunya juga kaca, terlihat di dalam ruangan sebagian karyawannya perempuan perempuan cantik.

Sandra berdiri di depan pintu saat mau mendorong pintu. Sudah ada orang dari dalam yang membuka.

“Mau apa?” tanya orang tersebut dengan ketus.

“Saya disuruh menemui nona Riris.” jawab Sandra.

“Tidak ada di ruangan ini, dia masih di ruang CEO.” ucapnya lalu menutup pintu itu rapat rapat.

Sandra lalu membalikkan tubuhnya dia berjalan menuju ke ruang CEO yang bersebelahan dengan ruangan divisi sekretaris. Sandra mengetuk pintu pelan pelan dan tidak lama kemudian pintu terbuka secara otomatis.

“Sini.” Terdengar suara Riris dari dalam.

Sandra lalu melangkah menuju ke meja Riris dan duduk di sofa yang posisinya di dekat meja Riris. Sandra juga bisa melihat Vadeo yang duduk di seberang, tampak Vadeo sibuk dengan lap topnya. Sandra mengarahkan lensa kacamatanya pada lap top Vadeo, dan hasilnya tidak ada getaran di radarnya. Meskipun radar tidak bergetar namun Sandra juga menaruh kecurigaan pada setiap petinggi Jonathan Co.

“Hai hadap sini, malah bengong saja. Kamu kenapa tadi aku panggil tidak datang?” bentak Riris.

“Maaf, tadi sedang kagum dengan wajah wajah orang keren.” jawab Sandra lirih. Dia menjawab seperti itu karena mendengar kasak kusuk karyawan pantry yang membahas wajah wajah keren petinggi perusahaan.

“Ha... ha... Kamu bisa keras tidak bicaranya. Deo kau dengar jawaban orang yang kamu bawa, dia tidak bekerja malah memandangi peserta meeting.” ucap Riris sambil menertawakan Sandra.

“Aku heran orang kerjanya bengong saja kok bisa dinilai baik oleh ibu Rina. Aku laporkan ini pada ibu Rina, kamu jangan membelanya.” ucap Riris selanjutnya sambil menatap Vadeo.

“Terserah.” jawab Vadeo sambil masih fokus pada lap topnya. Dia sudah tidak mau ambil pusing lagi dengan masalah Sandra. Dia tadi sudah diomeli orang tuanya karena mengijinkan Sandra bekerja di Jonathan Co. Riris yang sudah sejak awal tidak menyukai Sandra menambah bumbu bumbu agar orang tua Vadeo semakin menyalahkan Vadeo yang mengijinkan Sandra bekerja di Jonathan Co.

Riris akhirnya menyuruh Sandra pergi, dia puas akhirnya Vadeo tidak lagi peduli pada Sandra.. Dan seterusnya Riris menelpon ibu Rina melaporkan kesalahan Sandra. Sandra meninggalkan ruang CEO setelah pamit terlebih dulu pada Riris dan Vadeo, meskipun mereka berdua hanya diam saja.

Saat memasuki ruangan ibu Rina, ibu Rina langsung menatap ke arah Sandra yang sedang berdiri di depan pintu. Ibu Rina kemudian menyuruh Sandra duduk di kursi di depan mejanya. Wika yang juga berada di dalam ruangan tersebut nampak kaget dan senang saat mendengar suara ibu Rina dengan nada tinggi memanggil Sandra.

“Maaf Bu.” ucap Sandra saat menghadap ibu Rina.

“Kamu tahu salahmu?.” tanya ibu Rina dan Sandra menjawab dengan anggukan kepala.

“Aku kan sudah pesan ke kamu, hati hati kok malah kamu tidak konsentrasi dengan pekerjaanmu. Bonus dan tip tidak kamu dapat dan tidak dapat tugas seperti itu lagi. Dua hari lagi ada pertemuan penting lagi, tugas kembali kuberikan pada Wika.” ucap Ibu Rina dengan serius menatap wajah Sandra dan selanjutnya memberi nasehat pada Sandra agar tidak mengulangi kesalahan lagi.

“Baik Bu, maafkan saya.” ucap Sandra pelan. Dia sedih bukan karena bonus dan tip yang melayang tapi sedih karena karena sudah mengecewakan ibu Rina yang selama ini selalu membantunya.

Sedangkan Wika yang mendengar terlihat senang, wajahnya tersenyum penuh kemenangan.

“Yes... yes... akhirnya tumbang dengan sendirinya.” sorak Wika dalam hati.

Sandra setelah mendapat nasehat dari ibu Rina bangkit berdiri dan berjalan menuju ke tempat duduknya.

“Comberan tempatnya ya di comberan, baru berapa menit di tempat yang bagus aja sudah ngap ngapan ga kuat.” cibir Wika saat Sandra berada di dekatnya. Sedangkan Sandra tidak menanggapi cibiran Wika, dia lebih memikirkan daftar peserta meeting di ruang VIP. Sandra mengambil hape dari sakunya lalu dia membuka salah satu aplikasi yang sudah terkonek dengan sistem di lensa kacamatanya. Dia membaca daftar nama peserta.

“Ada Tuan Jonathan, apa beliau pelakunya. Aku akan mencari tahu ruangan Tuan Jonathan.” gumam Sandra dalam hati. Lalu dia kembali sibuk dengan pekerjaannya.

Sore hari Sandra mengerjakan jadwalnya untuk mengecek persediaan logistik di setiap mini pantry. Kesempatan ini tidak disia siakan oleh Sandra, dia akan mencari tahu ruangan tuan Jonathan. Saat di salah satu mini pantry Sandra bertemu dengan Jojo.

“Hai San, bagaimana kabarmu? Kena marah ya?”

“Iya Jo, ga dapat bonus dan tip dan juga ga lagi dapat tugas seperti tadi.”

“Kamu sih ga konsentrasi.”

“Iya, eh aku kepo dengan pemilik perusahaan ini. Tadi itu ada Tuan Jonathan ya, yang sudah berumur tapi masih gagah tadi ya?” ucap Sandra, dia ingin mencari informasi tentang Tuan Jonathan dari Jojo.

“Iya, kamu tertarik apa? Banyak karyawan perempuan muda yang berusaha mendekatinya loh.. awas banyak saingannya meskipun dia sudah tua.”

“Ooo.”

“Tapi susah San, dia lebih banyak tinggal di luar negeri.”

“Ooo dia tidak kerja di sini?” tanya Sandra yang ingin menggali informasi lagi.

“Hanya datang di acara acara penting saja. Kan sudah dipercayakan pada anaknya.”

“Aku sih tidak ada niat mendekati beliau Jo, aku sadar diri.”

“Maaf San, aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu. Hanya mengatakan hal yang umumnya terjadi pada karyawan perempuan di sini.”

“Iya Jo, tidak apa apa makasih ya kamu baik ke aku seperti ibu Rina.” ucap Sandra tulus lalu dia meninggalkan Jojo karena akan melanjutkan pekerjaannya. Informasi yang didapat dari Jojo secara tidak langsung sangat berguna baginya. Dirinya jadi tahu kalau tuan Jonathan jarang berkantor di tempat ini, tetapi dia masih berusaha untuk mencari tahu ruangan Tuan Jonathan di perusahaan ini.

Sandra lalu cepat cepat menyelesaikan pekerjaan hari ini. Dia ingin segera pulang dan masuk ke dalam kamarnya, untuk membuka semua informasi yang masuk di alat alatnya.

Sementara itu orang tua Vadeo, Tuan Jonathan yang tadi ikut hadir di pertemuan VIP, memperhatikan tingkah Sandra yang baru pertama kali dia lihat. Gelagat Sandra yang memperhatikan daftar peserta dan terlihat serius mendengarkan pembicaraan mereka, mencuri perhatiannya. Selain mengomeli Vadeo yang dianggap sembarangan mengambil karyawan, beliau juga menyuruh orang kepercayaannya untuk mengawasi Sandra.

“Awasi dia, dan cari tahu dia karyawan yang memang benar benar pintar punya potensi atau orang yang membahayakan.” perintah Tuan Jonathan pada orang kepercayaannya.

“Hasil laporanmu langsung saja serahkan pada Stave. Aku nanti yang akan berbicara dengan Stave. Tidak usah kamu laporkan pada Vadeo, anak itu perasaannya mudah tersentuh.” ucapnya lagi. Orang kepercayaannya hanya menganggukan kepala.

Terpopuler

Comments

aphrodite

aphrodite

penjahat beneran gini hebat langsung curiga..dan selalu waspada..bukan muji penjahat..tapi aku suka cerita kepintaran antara penjahat dan jagoan imbang jadi seru

2024-12-19

1

aphrodite

aphrodite

kamu terlalu konsen dg misimu padahal kacamatamu bisa nangkep sendiri kan bisa rekam sendiri kan gak harus bola matamu yg lihat..jadi Wika kesenengan deh..dan kamu tambah musuh

2024-12-19

0

Nit_Nit

Nit_Nit

semoga aman terlindungi kamu sandra

2024-03-23

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Misi Dimulai
2 Bab. 2. Jonathan Co
3 Bab. 3. William Group
4 Bab. 4. Karyawan Baru
5 Bab. 5. Karyawan Kesayangan
6 Bab. 6. Kacamata Sandra
7 Bab. 7. Radar Bergetar
8 Bab. 8. Curiga
9 Bab. 9. Pindah Divisi
10 Bab. 10. Rahasia Sang Sekretaris
11 Bab. 11. Tawaran Sang Sekretaris
12 Bab. 12. Perjodohan Vadeo
13 Bab. 13. Pertunangan Vadeo
14 Bab. 14. Menjadi Sekretaris Pribadi Vadeo
15 Bab. 15. Titik Terang
16 Bab. 16. Curahan Hati Vadeo
17 Bab. 17. Mengumpulkan Bukti
18 Bab. 18. Jebakan Justin
19 Bab. 19. Dalam Bahaya
20 Bab. 20. Melarikan Diri
21 Bab. 21. Alarm
22 Bab. 22. Rumah Sakit
23 Bab. 23. Vadeo Mencari Sandra
24 Bab. 24. Kedatangan Alexandria
25 Bab. 25. Rencana Alexandria
26 Bab. 26. Laporan Alexandria
27 Bab. 27. Vadeo Memergoki Riris
28 Bab. 28. Rencana Baru Justin
29 Bab. 29. Proses Hukum Dimulai
30 Bab. 30. Justin Melarikan Diri
31 Bab. 31. Pertemuan Vadeo dan Alexandria
32 Bab. 32. Di Ambang Kebingungan
33 Bab. 33. Rencana Justin Operasi Plastik
34 Bab. 34. Menunda
35 Bab. 35. Balas Dendam Justin
36 Bab. 36. Sesuatu Syarat dari Alexandria
37 Bab. 37. Penguntit Alexandria
38 Bab. 38. Pengintai Di Mension William
39 Bab. 39. Menemukan Obyek Mencurigakan
40 Bab. 40. Menjebak Penguntit
41 Bab. 41. Penguntit Kedua
42 Bab. 42. Pertemuan Vadeo dan Alexandria
43 Bab. 43. Bungkam
44 Bab. 44. Senjata Api
45 Bab. 45. Data Pelaku
46 Bab. 46. Tembakan
47 Bab. 47. Tertembak
48 Bab. 48. Memori Alexandria
49 Bab. 49. Membujuk Tuan Jonathan
50 Bab. 50. Gelora di Dada
51 Bab. 51. Pertemuan Vadeo dengan Keluarga William
52 Bab. 52. Tim Indipenden
53 Bab. 53. Proses Akuisisi Dimulai
54 Bab. 54. Kecurigaan Vadeo
55 Bab. 55. Datang ke Jonathan Co
56 Bab. 56. Strategi Alexandria
57 Bab. 57. Salah Sasaran
58 Bab. 58. Rencana Menjebak Justin
59 Bab. 59. Ijin Tuan William
60 Bab. 60. Justin Panik
61 Bab. 61. Menghadap Tuan William
62 Bab. 62. Pembicaraan Serius dengan Tuan William
63 Bab. 63. Aksi Dimulai
64 Bab. 64. Strategi Alexandria Berhasil
65 Bab. 65. Strategi Lain
66 Bab. 66. Pingsan
67 Bab. 67. Penculikan
68 Bab. 68. Menuju ke Villa
69 Bab. 69. Mempertahankan
70 Bab. 70. Curiga
71 Bab. 71. Penambah Gairah
72 Bab. 72. Aku Alexandria
73 Bab. 73. Meneruskan Hasrat
74 Bab. 74. Ternoda
75 Bab. 75. Emosi Vadeo
76 Bab. 76. Segerakan
77 Bab. 77. Tidak Fair
78 Bab. 78. Hotel Bintang Lima
79 Bab. 79. Perlawanan
80 Bab. 80. Pemeran Pengganti
81 Bab. 81. Rencana Nanti Malam
82 Bab. 82. Salah Paham
83 Bab. 83. Menit Menit Terakhir
84 Bab. 84. Terjebak
85 Bab. 85. Suntik Kebiri
86 Bab. 86. Rencana Pulang untuk Pergi
87 Bab. 87. Menunggu
88 Bab. 88. Jaminan Justin
89 Bab. 89. Menanti Justin
90 Bab. 90. Pasrah
91 Bab. 91. Ke Mension Jonathan
92 Bab. 92. Penculikan Lagi
93 Bab. 93. Menit Menit Kedatangan Justin
94 Bab. 94. Kedatangan Justin 1
95 Bab. 95. Kedatangan Justin 2 (Perjuangan Justin)
96 Bab. 96. Rencana Menjemput Riris
97 Bab. 97. Keraguan Alexandria
98 Bab. 98. Serius
99 Bab. 99. Cincin Spesial
100 Bab. 100. Dingin
101 Bab. 101. Vadeo Harus Pergi
102 Bab. 102. Lamaran
103 Bab. 103. Lamaran 2
104 Bab. 104. Pengakuan Alexandria
105 Bab. 105. Hukuman?
106 Bab. 106. Reward
107 Bab. 107. Pesan Alexandria
108 Bab. 108. Pamit
109 Bab. 108. Dijemput Seorang Perempuan
110 Bab. 110. Pengawal Vadeo
111 Bab. 111. Ulah Chaterine
112 Bab. 112. Dibawa Kabur
113 Bab. 113. Bantuan Alexandria
114 Bab. 114. Curiga
115 Bab. 115. Kecelakaan
116 Bab. 116. Siapa?
117 Bab. 117. Kehilangan Jejak
118 Bab. 118. Hebohnya Keluarga William
119 Bab. 119. Berbagi Tugas
120 Bab. 120. Harapan pada Alexandria
121 Bab. 121. Mual
122 Bab. 122. Rencana Richie
123 Bab. 123. Undangan dari Chaterine
124 Bab. 124. Adu Skenario
125 Bab. 125. Satu Hotel
126 Bab. 126. Menunggu
127 Bab. 127. Melepas Rindu
128 Bab. 128. Rumah Sakit
129 Bab. 129. Emosi Richie
130 Bab. 130. Ancaman Richie
131 Bab. 131. Menemui Chaterine
132 Bab. 132. Pernyataan Vadeo
133 Bab. 133. Tertangkap
134 Bab. 134. Cemas
135 Bab. 135. Richie Lari
136 Bab. 136. Mengejar Richie
137 Bab. 137. Baku Tembak
138 Bab. 138. Pulas
139 Bab. 139. Jatuh?
140 Bab. 140.
141 Bab. 141. Mencari
142 Bab. 142. Ke Kantor Polisi
143 Bab. 143. Bertemu Mobil Richie
144 Bab. 144. Menyerahkan Diri?
145 Bab. 145. Kembali ke Frankfurt
146 Bab. 146. Gerrit Hansen
147 Bab. 147. Seleksi
148 Bab. 148. Fix
149 Bab. 149. Cemburu
150 Bab. 150. Delay
151 Bab. 151. Cemas
152 Bab. 152. Tiba di Indonesia
153 Bab. 153. Persiapan Pernikahan (Dipingit)
154 Bab. 154.
155 Bab. 155. Rencana Menggagalkan Pernikahan
156 Bab. 156. Observasi
157 Bab. 157. Gagal?
158 Bab. 158. Sah
159 Bab. 159. Ekor Alexandria
160 Bab. 160. Kamar Pengantin
161 Bab. 161.
162 Bab. 162.
163 Bab. 163.
164 Bab. 164. Sudah Isi?
165 Bab. 165. Saatnya Periksa
166 Bab. 166. Kabar Buruk
167 Bab. 167.
168 Bab. 168. Kesedihan Alexandria
169 Bab. 169. Penolakan Vadeo
170 Bab. 170. Hadiah
171 Bab. 171. Pengawal untuk Alexandria
172 Bab. 172. Rahasia Keluarga
173 Bab. 173. Tersiksa Gelisah Kecewa
174 Bab. 174. Anti Radiasi
175 Bab. 175. Pulau Alexandria
176 Bab. 176. Tiga Perempuan
177 Bab. 177. Take Off
178 Bab. 178. Rumah Baru
179 Bab. 179.
180 Bab. 180.
181 Bab. 181.
182 Bab. 182.
183 Bab. 183.
184 Bab. 184.
185 Bab. 185.
186 Bab. 186.
187 Bab. 187.
188 Bab. 188.
189 Bab. 189.
190 Bab. 190.
191 Bab. 191
192 Bab. 192.
193 Bab. 193.
194 Bab. 194.
195 Bab. 195.
196 Bab. 196.
197 Bab. 197.
198 Bab. 198.
199 Bab. 199.
200 Bab. 200.
201 Bab. 201.
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205.
206 Bab. 206
207 Bab. 207.
208 Bab. 208.
209 Bab. 209.
210 Bab. 210.
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213.
214 Bab. 214.
215 Bab. 215.
216 Bab. 216
217 Bab. 217.
218 Bab. 218.
219 Bab. 219
220 Bab. 220.
221 Bab. 221.
222 Bab. 222.
223 Bab. 223.
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 PENGUMUMAN
227 Bonchap 1. Inisial
228 Bonchap 2. Kedatangan Richardo
229 Bonchap 3. Ulah Baby Twins ( Anak Ajaib?)
230 Bonchap 4. Mengajak Baby Twins ke Pulau Alexandria
231 Bonchap. 5. Menuju Bukit Pohon Asam
232 Bonchap. 6. Berteman dengan Ular
233 Bonchap. 7. Vadeo Pingsan
234 Bonchap. 8. Ke Sungai
235 Bonchap. 9. Hadiah Buat Oma William
236 PROMO NOVEL BARU
237 PROMO NOVEL BARU
238 Promo Novel Married with Daddy
239 Promo Novel Baru
240 Promo Novel Baru
241 Promo Novel Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
242 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 242 Episodes

1
Bab. 1. Misi Dimulai
2
Bab. 2. Jonathan Co
3
Bab. 3. William Group
4
Bab. 4. Karyawan Baru
5
Bab. 5. Karyawan Kesayangan
6
Bab. 6. Kacamata Sandra
7
Bab. 7. Radar Bergetar
8
Bab. 8. Curiga
9
Bab. 9. Pindah Divisi
10
Bab. 10. Rahasia Sang Sekretaris
11
Bab. 11. Tawaran Sang Sekretaris
12
Bab. 12. Perjodohan Vadeo
13
Bab. 13. Pertunangan Vadeo
14
Bab. 14. Menjadi Sekretaris Pribadi Vadeo
15
Bab. 15. Titik Terang
16
Bab. 16. Curahan Hati Vadeo
17
Bab. 17. Mengumpulkan Bukti
18
Bab. 18. Jebakan Justin
19
Bab. 19. Dalam Bahaya
20
Bab. 20. Melarikan Diri
21
Bab. 21. Alarm
22
Bab. 22. Rumah Sakit
23
Bab. 23. Vadeo Mencari Sandra
24
Bab. 24. Kedatangan Alexandria
25
Bab. 25. Rencana Alexandria
26
Bab. 26. Laporan Alexandria
27
Bab. 27. Vadeo Memergoki Riris
28
Bab. 28. Rencana Baru Justin
29
Bab. 29. Proses Hukum Dimulai
30
Bab. 30. Justin Melarikan Diri
31
Bab. 31. Pertemuan Vadeo dan Alexandria
32
Bab. 32. Di Ambang Kebingungan
33
Bab. 33. Rencana Justin Operasi Plastik
34
Bab. 34. Menunda
35
Bab. 35. Balas Dendam Justin
36
Bab. 36. Sesuatu Syarat dari Alexandria
37
Bab. 37. Penguntit Alexandria
38
Bab. 38. Pengintai Di Mension William
39
Bab. 39. Menemukan Obyek Mencurigakan
40
Bab. 40. Menjebak Penguntit
41
Bab. 41. Penguntit Kedua
42
Bab. 42. Pertemuan Vadeo dan Alexandria
43
Bab. 43. Bungkam
44
Bab. 44. Senjata Api
45
Bab. 45. Data Pelaku
46
Bab. 46. Tembakan
47
Bab. 47. Tertembak
48
Bab. 48. Memori Alexandria
49
Bab. 49. Membujuk Tuan Jonathan
50
Bab. 50. Gelora di Dada
51
Bab. 51. Pertemuan Vadeo dengan Keluarga William
52
Bab. 52. Tim Indipenden
53
Bab. 53. Proses Akuisisi Dimulai
54
Bab. 54. Kecurigaan Vadeo
55
Bab. 55. Datang ke Jonathan Co
56
Bab. 56. Strategi Alexandria
57
Bab. 57. Salah Sasaran
58
Bab. 58. Rencana Menjebak Justin
59
Bab. 59. Ijin Tuan William
60
Bab. 60. Justin Panik
61
Bab. 61. Menghadap Tuan William
62
Bab. 62. Pembicaraan Serius dengan Tuan William
63
Bab. 63. Aksi Dimulai
64
Bab. 64. Strategi Alexandria Berhasil
65
Bab. 65. Strategi Lain
66
Bab. 66. Pingsan
67
Bab. 67. Penculikan
68
Bab. 68. Menuju ke Villa
69
Bab. 69. Mempertahankan
70
Bab. 70. Curiga
71
Bab. 71. Penambah Gairah
72
Bab. 72. Aku Alexandria
73
Bab. 73. Meneruskan Hasrat
74
Bab. 74. Ternoda
75
Bab. 75. Emosi Vadeo
76
Bab. 76. Segerakan
77
Bab. 77. Tidak Fair
78
Bab. 78. Hotel Bintang Lima
79
Bab. 79. Perlawanan
80
Bab. 80. Pemeran Pengganti
81
Bab. 81. Rencana Nanti Malam
82
Bab. 82. Salah Paham
83
Bab. 83. Menit Menit Terakhir
84
Bab. 84. Terjebak
85
Bab. 85. Suntik Kebiri
86
Bab. 86. Rencana Pulang untuk Pergi
87
Bab. 87. Menunggu
88
Bab. 88. Jaminan Justin
89
Bab. 89. Menanti Justin
90
Bab. 90. Pasrah
91
Bab. 91. Ke Mension Jonathan
92
Bab. 92. Penculikan Lagi
93
Bab. 93. Menit Menit Kedatangan Justin
94
Bab. 94. Kedatangan Justin 1
95
Bab. 95. Kedatangan Justin 2 (Perjuangan Justin)
96
Bab. 96. Rencana Menjemput Riris
97
Bab. 97. Keraguan Alexandria
98
Bab. 98. Serius
99
Bab. 99. Cincin Spesial
100
Bab. 100. Dingin
101
Bab. 101. Vadeo Harus Pergi
102
Bab. 102. Lamaran
103
Bab. 103. Lamaran 2
104
Bab. 104. Pengakuan Alexandria
105
Bab. 105. Hukuman?
106
Bab. 106. Reward
107
Bab. 107. Pesan Alexandria
108
Bab. 108. Pamit
109
Bab. 108. Dijemput Seorang Perempuan
110
Bab. 110. Pengawal Vadeo
111
Bab. 111. Ulah Chaterine
112
Bab. 112. Dibawa Kabur
113
Bab. 113. Bantuan Alexandria
114
Bab. 114. Curiga
115
Bab. 115. Kecelakaan
116
Bab. 116. Siapa?
117
Bab. 117. Kehilangan Jejak
118
Bab. 118. Hebohnya Keluarga William
119
Bab. 119. Berbagi Tugas
120
Bab. 120. Harapan pada Alexandria
121
Bab. 121. Mual
122
Bab. 122. Rencana Richie
123
Bab. 123. Undangan dari Chaterine
124
Bab. 124. Adu Skenario
125
Bab. 125. Satu Hotel
126
Bab. 126. Menunggu
127
Bab. 127. Melepas Rindu
128
Bab. 128. Rumah Sakit
129
Bab. 129. Emosi Richie
130
Bab. 130. Ancaman Richie
131
Bab. 131. Menemui Chaterine
132
Bab. 132. Pernyataan Vadeo
133
Bab. 133. Tertangkap
134
Bab. 134. Cemas
135
Bab. 135. Richie Lari
136
Bab. 136. Mengejar Richie
137
Bab. 137. Baku Tembak
138
Bab. 138. Pulas
139
Bab. 139. Jatuh?
140
Bab. 140.
141
Bab. 141. Mencari
142
Bab. 142. Ke Kantor Polisi
143
Bab. 143. Bertemu Mobil Richie
144
Bab. 144. Menyerahkan Diri?
145
Bab. 145. Kembali ke Frankfurt
146
Bab. 146. Gerrit Hansen
147
Bab. 147. Seleksi
148
Bab. 148. Fix
149
Bab. 149. Cemburu
150
Bab. 150. Delay
151
Bab. 151. Cemas
152
Bab. 152. Tiba di Indonesia
153
Bab. 153. Persiapan Pernikahan (Dipingit)
154
Bab. 154.
155
Bab. 155. Rencana Menggagalkan Pernikahan
156
Bab. 156. Observasi
157
Bab. 157. Gagal?
158
Bab. 158. Sah
159
Bab. 159. Ekor Alexandria
160
Bab. 160. Kamar Pengantin
161
Bab. 161.
162
Bab. 162.
163
Bab. 163.
164
Bab. 164. Sudah Isi?
165
Bab. 165. Saatnya Periksa
166
Bab. 166. Kabar Buruk
167
Bab. 167.
168
Bab. 168. Kesedihan Alexandria
169
Bab. 169. Penolakan Vadeo
170
Bab. 170. Hadiah
171
Bab. 171. Pengawal untuk Alexandria
172
Bab. 172. Rahasia Keluarga
173
Bab. 173. Tersiksa Gelisah Kecewa
174
Bab. 174. Anti Radiasi
175
Bab. 175. Pulau Alexandria
176
Bab. 176. Tiga Perempuan
177
Bab. 177. Take Off
178
Bab. 178. Rumah Baru
179
Bab. 179.
180
Bab. 180.
181
Bab. 181.
182
Bab. 182.
183
Bab. 183.
184
Bab. 184.
185
Bab. 185.
186
Bab. 186.
187
Bab. 187.
188
Bab. 188.
189
Bab. 189.
190
Bab. 190.
191
Bab. 191
192
Bab. 192.
193
Bab. 193.
194
Bab. 194.
195
Bab. 195.
196
Bab. 196.
197
Bab. 197.
198
Bab. 198.
199
Bab. 199.
200
Bab. 200.
201
Bab. 201.
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205.
206
Bab. 206
207
Bab. 207.
208
Bab. 208.
209
Bab. 209.
210
Bab. 210.
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213.
214
Bab. 214.
215
Bab. 215.
216
Bab. 216
217
Bab. 217.
218
Bab. 218.
219
Bab. 219
220
Bab. 220.
221
Bab. 221.
222
Bab. 222.
223
Bab. 223.
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
PENGUMUMAN
227
Bonchap 1. Inisial
228
Bonchap 2. Kedatangan Richardo
229
Bonchap 3. Ulah Baby Twins ( Anak Ajaib?)
230
Bonchap 4. Mengajak Baby Twins ke Pulau Alexandria
231
Bonchap. 5. Menuju Bukit Pohon Asam
232
Bonchap. 6. Berteman dengan Ular
233
Bonchap. 7. Vadeo Pingsan
234
Bonchap. 8. Ke Sungai
235
Bonchap. 9. Hadiah Buat Oma William
236
PROMO NOVEL BARU
237
PROMO NOVEL BARU
238
Promo Novel Married with Daddy
239
Promo Novel Baru
240
Promo Novel Baru
241
Promo Novel Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
242
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!