Setelah acara meeting selesai Sandra dan Jojo membereskan semua peralatan, hanya ada mereka berdua di dalam ruangan tersebut. Semua orang sudah keluar ruangan termasuk Riris yang pergi paling belakang sambil mengingatkan pada Sandra untuk menghadap dirinya ke ruang kerjanya.
“Kamu kenapa sih San, kayak ga konsentrasi kerja.” ucap Jojo sambil membawa meja dorong keluar ruangan. Sandra hanya diam saja lalu dia juga membawa meja dorong lainnya keluar mengikuti Jojo. Setelah menaruh meja dorong di tempatnya Sandra dengan segera berjalan menuju ke ruangan Riris.
Tidak lama kemudian Sandra sudah berada di depan ruang divisinya Riris. Ruangan itu dindingnya sebagian besar kaca tebal dan pintunya juga kaca, terlihat di dalam ruangan sebagian karyawannya perempuan perempuan cantik.
Sandra berdiri di depan pintu saat mau mendorong pintu. Sudah ada orang dari dalam yang membuka.
“Mau apa?” tanya orang tersebut dengan ketus.
“Saya disuruh menemui nona Riris.” jawab Sandra.
“Tidak ada di ruangan ini, dia masih di ruang CEO.” ucapnya lalu menutup pintu itu rapat rapat.
Sandra lalu membalikkan tubuhnya dia berjalan menuju ke ruang CEO yang bersebelahan dengan ruangan divisi sekretaris. Sandra mengetuk pintu pelan pelan dan tidak lama kemudian pintu terbuka secara otomatis.
“Sini.” Terdengar suara Riris dari dalam.
Sandra lalu melangkah menuju ke meja Riris dan duduk di sofa yang posisinya di dekat meja Riris. Sandra juga bisa melihat Vadeo yang duduk di seberang, tampak Vadeo sibuk dengan lap topnya. Sandra mengarahkan lensa kacamatanya pada lap top Vadeo, dan hasilnya tidak ada getaran di radarnya. Meskipun radar tidak bergetar namun Sandra juga menaruh kecurigaan pada setiap petinggi Jonathan Co.
“Hai hadap sini, malah bengong saja. Kamu kenapa tadi aku panggil tidak datang?” bentak Riris.
“Maaf, tadi sedang kagum dengan wajah wajah orang keren.” jawab Sandra lirih. Dia menjawab seperti itu karena mendengar kasak kusuk karyawan pantry yang membahas wajah wajah keren petinggi perusahaan.
“Ha... ha... Kamu bisa keras tidak bicaranya. Deo kau dengar jawaban orang yang kamu bawa, dia tidak bekerja malah memandangi peserta meeting.” ucap Riris sambil menertawakan Sandra.
“Aku heran orang kerjanya bengong saja kok bisa dinilai baik oleh ibu Rina. Aku laporkan ini pada ibu Rina, kamu jangan membelanya.” ucap Riris selanjutnya sambil menatap Vadeo.
“Terserah.” jawab Vadeo sambil masih fokus pada lap topnya. Dia sudah tidak mau ambil pusing lagi dengan masalah Sandra. Dia tadi sudah diomeli orang tuanya karena mengijinkan Sandra bekerja di Jonathan Co. Riris yang sudah sejak awal tidak menyukai Sandra menambah bumbu bumbu agar orang tua Vadeo semakin menyalahkan Vadeo yang mengijinkan Sandra bekerja di Jonathan Co.
Riris akhirnya menyuruh Sandra pergi, dia puas akhirnya Vadeo tidak lagi peduli pada Sandra.. Dan seterusnya Riris menelpon ibu Rina melaporkan kesalahan Sandra. Sandra meninggalkan ruang CEO setelah pamit terlebih dulu pada Riris dan Vadeo, meskipun mereka berdua hanya diam saja.
Saat memasuki ruangan ibu Rina, ibu Rina langsung menatap ke arah Sandra yang sedang berdiri di depan pintu. Ibu Rina kemudian menyuruh Sandra duduk di kursi di depan mejanya. Wika yang juga berada di dalam ruangan tersebut nampak kaget dan senang saat mendengar suara ibu Rina dengan nada tinggi memanggil Sandra.
“Maaf Bu.” ucap Sandra saat menghadap ibu Rina.
“Kamu tahu salahmu?.” tanya ibu Rina dan Sandra menjawab dengan anggukan kepala.
“Aku kan sudah pesan ke kamu, hati hati kok malah kamu tidak konsentrasi dengan pekerjaanmu. Bonus dan tip tidak kamu dapat dan tidak dapat tugas seperti itu lagi. Dua hari lagi ada pertemuan penting lagi, tugas kembali kuberikan pada Wika.” ucap Ibu Rina dengan serius menatap wajah Sandra dan selanjutnya memberi nasehat pada Sandra agar tidak mengulangi kesalahan lagi.
“Baik Bu, maafkan saya.” ucap Sandra pelan. Dia sedih bukan karena bonus dan tip yang melayang tapi sedih karena karena sudah mengecewakan ibu Rina yang selama ini selalu membantunya.
Sedangkan Wika yang mendengar terlihat senang, wajahnya tersenyum penuh kemenangan.
“Yes... yes... akhirnya tumbang dengan sendirinya.” sorak Wika dalam hati.
Sandra setelah mendapat nasehat dari ibu Rina bangkit berdiri dan berjalan menuju ke tempat duduknya.
“Comberan tempatnya ya di comberan, baru berapa menit di tempat yang bagus aja sudah ngap ngapan ga kuat.” cibir Wika saat Sandra berada di dekatnya. Sedangkan Sandra tidak menanggapi cibiran Wika, dia lebih memikirkan daftar peserta meeting di ruang VIP. Sandra mengambil hape dari sakunya lalu dia membuka salah satu aplikasi yang sudah terkonek dengan sistem di lensa kacamatanya. Dia membaca daftar nama peserta.
“Ada Tuan Jonathan, apa beliau pelakunya. Aku akan mencari tahu ruangan Tuan Jonathan.” gumam Sandra dalam hati. Lalu dia kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Sore hari Sandra mengerjakan jadwalnya untuk mengecek persediaan logistik di setiap mini pantry. Kesempatan ini tidak disia siakan oleh Sandra, dia akan mencari tahu ruangan tuan Jonathan. Saat di salah satu mini pantry Sandra bertemu dengan Jojo.
“Hai San, bagaimana kabarmu? Kena marah ya?”
“Iya Jo, ga dapat bonus dan tip dan juga ga lagi dapat tugas seperti tadi.”
“Kamu sih ga konsentrasi.”
“Iya, eh aku kepo dengan pemilik perusahaan ini. Tadi itu ada Tuan Jonathan ya, yang sudah berumur tapi masih gagah tadi ya?” ucap Sandra, dia ingin mencari informasi tentang Tuan Jonathan dari Jojo.
“Iya, kamu tertarik apa? Banyak karyawan perempuan muda yang berusaha mendekatinya loh.. awas banyak saingannya meskipun dia sudah tua.”
“Ooo.”
“Tapi susah San, dia lebih banyak tinggal di luar negeri.”
“Ooo dia tidak kerja di sini?” tanya Sandra yang ingin menggali informasi lagi.
“Hanya datang di acara acara penting saja. Kan sudah dipercayakan pada anaknya.”
“Aku sih tidak ada niat mendekati beliau Jo, aku sadar diri.”
“Maaf San, aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu. Hanya mengatakan hal yang umumnya terjadi pada karyawan perempuan di sini.”
“Iya Jo, tidak apa apa makasih ya kamu baik ke aku seperti ibu Rina.” ucap Sandra tulus lalu dia meninggalkan Jojo karena akan melanjutkan pekerjaannya. Informasi yang didapat dari Jojo secara tidak langsung sangat berguna baginya. Dirinya jadi tahu kalau tuan Jonathan jarang berkantor di tempat ini, tetapi dia masih berusaha untuk mencari tahu ruangan Tuan Jonathan di perusahaan ini.
Sandra lalu cepat cepat menyelesaikan pekerjaan hari ini. Dia ingin segera pulang dan masuk ke dalam kamarnya, untuk membuka semua informasi yang masuk di alat alatnya.
Sementara itu orang tua Vadeo, Tuan Jonathan yang tadi ikut hadir di pertemuan VIP, memperhatikan tingkah Sandra yang baru pertama kali dia lihat. Gelagat Sandra yang memperhatikan daftar peserta dan terlihat serius mendengarkan pembicaraan mereka, mencuri perhatiannya. Selain mengomeli Vadeo yang dianggap sembarangan mengambil karyawan, beliau juga menyuruh orang kepercayaannya untuk mengawasi Sandra.
“Awasi dia, dan cari tahu dia karyawan yang memang benar benar pintar punya potensi atau orang yang membahayakan.” perintah Tuan Jonathan pada orang kepercayaannya.
“Hasil laporanmu langsung saja serahkan pada Stave. Aku nanti yang akan berbicara dengan Stave. Tidak usah kamu laporkan pada Vadeo, anak itu perasaannya mudah tersentuh.” ucapnya lagi. Orang kepercayaannya hanya menganggukan kepala.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
aphrodite
penjahat beneran gini hebat langsung curiga..dan selalu waspada..bukan muji penjahat..tapi aku suka cerita kepintaran antara penjahat dan jagoan imbang jadi seru
2024-12-19
1
aphrodite
kamu terlalu konsen dg misimu padahal kacamatamu bisa nangkep sendiri kan bisa rekam sendiri kan gak harus bola matamu yg lihat..jadi Wika kesenengan deh..dan kamu tambah musuh
2024-12-19
0
Nit_Nit
semoga aman terlindungi kamu sandra
2024-03-23
1