Setelah kejadian di lapangan basket. Sandra tidak tinggal diam, dia melaporkan kejadian tersebut pada Ibu Rina. Sandra tidak ingin misinya gagal karena orang orang di luar target sasaran.
Mendengar laporan Sandra, ibu Rina naik pitam, beliau mengecek CCTV yang berada di sekitar lapangan basket dan benar apa yang dilaporkan Sandra. Semua karyawan yang membuat Sandra celaka diberi sanksi dan harus minta maaf kepada Sandra. Mereka semua meminta maaf kepada Sandra di depan ibu Rina. Namun mereka masih menunjukkan sikap ketidaksukaannya pada Sandra. Sedangkan Sandra semakin mendapat pengawasan dari ibu Rina. Kali ini pengawasan untuk keselamatan Sandra, karena ibu Rina sudah menyadari kalau banyak anak buahnya yang iri dengan job Sandra.
Pada suatu hari di perusahaan ada jadwal pertemuan super penting para petinggi perusahaan dengan para investor papan atas.
“San, besok kamu yang ngantar jamuan di ruang VIP ya... “ ucap ibu Rina sambil menatap Sandra. Wika yang juga berada di dekatnya tentu saja sangat tidak suka. Sebab Wika sudah menanti nanti untuk tugas tersebut, sebab selain melihat wajah wajah kinclong juga akan mendapatkan tip dan bonus yang lumayan.
“Baik Bu.” jawab Sandra, dia pun juga senang sebab berharap dia akan segera menemukan sasarannya.
Malam harinya Sandra tidak bisa tidur karena sangat excited dengan tugas pentingnya besok. Namun selain daripada itu hape Sandra juga mendapatkan teror dari Wika. Wika berkirim banyak sms, karena nomor hape Sandra yang diberikan pada perusahaan nomor hape yang hanya bisa menerima sms dan panggilan saja. Sandra akhirnya memblokir nomor Wika untuk sementara waktu. Setelahnya Sandra menenangkan diri lalu memejamkan matanya dan tertidur.
Pagi harinya Sandra melakuan aktivitas seperti biasa, setelah menyapu halaman dia berjalan menuju ke dapur dengan maksud untuk membantu mbok Nah. Namun kali ini tidak seperti biasanya terlihat ibu Rina juga berada di dapur.
“San, kamu siap siap saja pekerjaan di sini sudah akan selesai. Kamu nanti berangkat bersama aku. Kita berangkat lebih awal.” ucap Ibu Rina saat melihat Sandra masuk ke dalam dapur.
“Baik Bu.” jawab Sandra lalu dia kembali ke kamarnya dan segera bersiap diri.
Setelah selesai Sandra dan ibu Rina berangkat ke perusahaan. Bapak Satpam masih terlihat tidak suka pada Sandra, tampal wajah bapak Satpam selalu bersungut sungut kalau melihat Sandra. Namun Sandra selalu menyapa pak Satpam dengan ramah.
Suasana kantor masih terlihat sepi, Wika belum menampakkan batang hidungnya. Sandra dengan cekatan mempersiapkan segala tugasnya. Dadanya berdebar debar bukan karena teror dari Wika, tetapi karena dia akan menjumpai orang orang penting Jonathan Co. Sandra berharap akan segera menemukan target sasarannya.
“Hati hati nanti ya San, kamu kan pertama kali akan menjamu orang orang VIP.” ucap Ibu Rina yang sepertinya bisa merasakan debar debar Sandra meskipun Ibu Rina tidak tahu debaran jantung Sandra karena misi yang dia bawa. Ibu Rina hanya memperkirakan debaran karena pegawai baru mendapat tugas penting.
“Iya Bu, doakan Sandra tidak membuat kesalahan.” ucap Sandra lalu dia berjalan menuju ke tempat tugasnya. Dia meninggalkan ruangan tersebut sebelum Wika datang. Sandra ditemani seorang karyawan pantry pria, yang sudah berpengalaman dan mendapat kepercayaan dari ibu Rina. Karena karyawan tersebut dari pengamatan ibu Rina yang tidak pernah membully Sandra.
Waktu yang dinanti pun tiba. Sandra memasuki ruangan VIP tersebut. Sandra memastikan alat alatnya bisa bekerja dengan sempurna.
Sandra dan karyawan pantry pria itu sudah menyiapkan jamuan untuk pagi hari. Sandra menunggu waktu peserta masuk dengan tidak sabar. Tidak lama kemudian Riris sang sekretaris pribadi Vadeo datang paling awal.
“Hai hai... hallo Jojo pemuda tampan, kamu mimpi apa semalam bisa kerja dengan dia. Dapat petaka ya Jo." teriak Riris saat memasuki ruangan dan melihat Sandra dan karyawan pantry pria yang menemani Sandra. Jojo nama karyawan pantry pria itu hanya menjawab dengan senyuman. Jojo sudah biasa bertemu dengan Riris, dia biasanya bekerja dengan Wika.
Riris tampak mengecek semua isi ruangan. Dan tidak lama kemudian dia mengambil hapenya terdengar dia menghubungi Vadeo dan mengatakan semua sudah siap. Lalu terlihat Riris duduk di salah satu kursi tersebut dan menyiapkan lap topnya. Beberapa menit kemudian pintu ruangan itu terbuka, dan tampak beberapa orang masuk ke dalam ruangan dan terakhir kali Vadeo. Lalu pintu secara otomatis tertutup.
Jojo dan Sandra berdiri di pojok ruangan di samping meja jamuan dan perlengkapannya. Mereka harus siap sedia jika dibutuhkan oleh peserta meeting entah minta kopi, teh, kudapan ataupun tambahan air mineral.
Namun tiba tiba Sandra terlonjak kaget sebab sinyal radar yang berada di bingkai kacamatanya di posisi belakang telinga bergetar hebat. Juga hape jadul di dalam saku bergetar dan muncul banyak notifikasi. Untung sudah disenyapkan suaranya sehingga hanya getaran yang terasa.
“Sepertinya sasaran berada di dalam ruangan ini.” gumam Sandra dalam hati. Sandra lalu mengamati satu satu orang yang berada di dalam ruangan itu. Hanya Vadeo dan Riris yang sudah pernah ditemui Sandra.
“Jo kamu tahu siapa mereka?” tanya Sandra dengan suara bisikan. Jojo menjawab dengan mengangkat kedua bahunya. Sebab dia tahu di dalam ruangan itu tidak boleh berbicara jika pertemuan sudah dimulai. Kecuali menjawab pertanyaan peserta yang membutuhkan informasinya. Sandra akhirnya sadar kalau dia tidak boleh berbicara.
Waktu terus berlalu Sandra ingin sekali segera mencari siapa orang yang sudah berani membuat hancur perusahaan orang tuanya. Dia sebenarnya ingin berjalan mendekati mereka satu persatu namun itu tidak mungkin bisa dilakukan.
“Jo.” panggil Riris saat waktu istirahat tiba. Jojo dengan cekatan mendorong meja jamuan yang sudah sudah disiapkan. Sedangkan Sandra yang pikirannya sedang sibuk oleh getaran radar dan notifikasi terlihat kaget. Dia lalu berjalan mengikuti Jojo bersiap untuk membantu melayani peserta meeting.
Sandra terlihat tidak berkonsentrasi dalam melayani, konsentrasi dia terpecah dengan mendeteksi pada peserta mana radar bergetar kuat. Riris yang tidak suka pada Sandra melihat tingkah laku Sandra yang tidak bekerja dengan baik.
“Gembel cupu belum apa apa sudah diberi job penting. Memalukan, akan aku laporkan pada Ibu Rina. Kesempatan buatku membuat dia salah di mata Vadeo.” gumam Riris dalam hati kemudian dia dengan isyarat memanggil Sandra.
Sementara itu Sandra tidak paham dengan isyarat panggilan dari Riris justru matanya menangkap daftar nama peserta. Konsentrasi Sandra tambah bercabang lagi selain mendeteksi dimana radar bergetar kuat dia juga mencari cara untuk mendapatkan nama nama itu. Namun tiba tiba...
“San, kamu dipanggil nona Riris.” Jojo menepuk pundak Sandra.
“Oh iya.” ucap Sandra agak gugup karena kaget dipanggil oleh Riris dan kaget karena konsentrasinya buyar. Sandra lalu berjalan menuju ke kursi Riris.
“Aku sudah panggil kamu sejak tadi tapi kamu tidak segera datang. Waktu istirahat sudah hampir selesai, aku tidak jadi minta bantuanmu. Tetapi kamu nanti harus menghadap padaku setelah selesai acara ini.” ucap Riris dengan nada kesal. Sandra hanya menganggukkan kepala sambil matanya melirik pada daftar nama peserta, dia tidak mau membuang kesempatan pandangan matanya fokus pada daftar peserta tersebut agar lensa kaca matanya bisa merekam obyek tersebut.
“Tuan Vadeo kau lihat orang yang kamu bawa, sudah membuat kesalahan tetapi masih cuek seperti tidak bersalah saja.” bisik Riris pada Vadeo yang duduk di dekatnya. Vadeo tampak hanya menganggukkan kepala, dia tidak ingin masalah kesalahan karyawan diributkan di ruangan ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Dehan
5 iklan + 1 bunga buat author
2023-07-26
3
Rizka Susanto
Ya ampun...setiap mau lanjut part berikutnya knp selalu ada iklannya siihh....pdhal lgi seru2nya,yg Kya gini aku doang apa yg laen jg??😭
2023-05-29
2
Tinna Augustinna
hadeuuh p satpam kok melok" urusan g pnting d skakmat Sandra tau rasa dehh
2022-12-12
1