Yusi semakin panik saat apa yang ia lihat, hanya dirinya yang dapat melihatnya. Yusi menatap wajah Andra yang terlihat aneh melihatnya, tatapan seperti sedang berpikir jika Yusi adalah wanita yang tidak waras. Yusi segera menghentikan pencariannya, ia segera mengambil baju dari dalam tas dan segera memacu kedua kakinya ke dalam kamar mandi dengan hati yang terus mengumpat.
‘Bodoh! Ini kali pertamanya aku berkunjung ke rumah seorang pria. Kali pertama juga aku di teror di depan seseorang yang baru saja aku kenal. Aku sangat yakin jika Andra berpikir bahwa diriku ini adalah wanita yang kurang waras. Ah! Masa bodoh, yang jelas aku harus segera pergi les agar Abang Rabbani tidak menegurku dari kejauhan.’ Batin Yusi.
Yusi menghela nafas panjang saat dirinya berhenti di depan cermin yang menempel di dinding kamar mandi. Tangan kanannya memegang pipi kanannya, sedangkan tangan kiri memegang baju miliknya.
“Wajahku sepertinya sangat lelah karena semua kejadian ini.” Keluh Yusi ketika melihat raut wajah yang terlihat berantakan. Yusi melepaskan handuk yang melingkar di tubuh polosnya, kemudian ia memakai baju dan dalaman miliknya.
.
.
✨✨Di sisi lain✨✨
Andra sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu, kedua mata menatap langit-langit ruang tamu yang gelap karena tidak ada pencahayaan. “Aku sangat yakin jika kamu merasakan hal yang seperti pendosa lainnya rasakan. Y U S I. Gadis cantik berhati lebih dari Iblis. Suatu saat nanti aku akan membawa kamu ke dalam hal yang lebih nikmat lagi. Ha ha ha ha.” Gumam Andra pelan, dan tertawa puas setelah ingin merencanakan sesuatu hal yang kejam.
.
.
💦Di kediaman rumah Azzam💦
Tok!
Tok!!!
“Azzam! Keluar kau, lelaki kotor. Keluar kau bersama wanita yang sedang tidur di samping kamu!” Teriak seorang pria dari depan pintu rumah Azzam.
.
.
Azzam yang baru saja tidur terusik dengan suara pria yang sedari tadi menggedor pintu rumahnya. Tangan kanannya mengucek salah satu kelopak matanya. “Siapa tengah malam begini berani menggedor pintu rumahku. Apa dirinya tidak memiliki tata krama.” Gerutu Azzam merasa terganggu mendengar suara teriakan dan gedoran pintu dari seseorang pria di tengah malam.
“Jangan temui dia.” Ucap seorang wanita yang tidur satu ranjang dengan Azzam. Wanita tersebut menahan pergelangan tangan kanan Azzam. Wanita tanpa busana dan hanya berbalut selimut itu duduk, tatapan iba ia tunjukkan ke Azzam. “Aku mohon, jangan di buka. Aku sangat yakin jika di luar itu adalah mantan suamiku.”
Azzam melepaskan perlahan genggaman tangan wanita tersebut. “Tidak perlu kuatir, aku akan menemuinya dan berbicara kepadanya.”
“Jangan!” Ucap wanita tersebut meninggikan nada suaranya, ia juga memeluk tubuh Azzam dari belakang. “Aku mohon Azzam.” Ucap wanita itu lembut.
Azzam melirik sedikit ke belakang, kedua tangannya melepaskan perlahan genggaman tangan wanita tersebut. “Baiklah, aku akan menuruti semua keinginan kamu untuk satu malam ini. Asal.” Ucap Azzam menggantung ucapannya.
“Asal apa Azzam?” Tanya wanita tersebut berwajah serius.
Azzam berbalik badan, kini dirinya dan wanita tersebut saling berhadapan. Azzam mendekatkan wajahnya tanpa celah, hingga nafas mereka saling bersaut satu sama lain. Tangan kanan Azzam memegang pipi kanan wanita tersebut. “Aku sebenarnya lagi sulit, pesanan banyak, tapi aku tidak punya modal banyak buat merangkai bunga dari permintaan klien yang terlalu berlebihan. Aku tidak tahu lagi kemana aku meminta modal buat usahaku. Dulu sewaktu mendiang Ayah masih hidup, dirinya yang selalu memberikan aku modal tambahan.”
“Asal kamu menuruti semua keinginan aku, aku pastikan akan memberikan hal lebih buat kamu.” Sambung wanita tersebut memutus ucapan Azzam. Wanita tersebut juga memberikan ciuman manis.
“Tapi aku ini adalah seorang….”
Wanita tersebut menyerang Azzam sekali lagi dengan ciuman manis miliknya tanpa memberikan Azzam kesempatan untuk berbicara. Azzam juga membalas perbuatan wanita tersebut, kini Azzam dan wanita tersebut bergelut kembali menjadi satu di atas ranjang. Teriakan seorang mantan suami yang berada di depan rumah Azzam tak mereka hiraukan, Azzam dan wanita tersebut kini hanya menikmati dosa sesaat mereka.
Azzam yang sedang mengayunkan pinggulnya sambil menatap wajah wanita yang ada di bawahnya. Wanita yang terlihat menikmati perannya dan perbuatan Azzam kepadanya.
‘Dasar wanita bodoh. Kamu sudah terjebak di dalam rencana ku. Setelah semua yang aku inginkan aku dapatkan darimu, maka kamu tidak akan ada apa-apanya di mataku. Hidup itu perlu banyak uang dan harta, jika hidup hanya mengandalkan beberapa kekayaan, itu bukan hidup namanya. Azzam, kamu memang luar biasa. Teruskan perjuangan kamu hingga kamu merasa puas dengan hal ini.’ Batin Azzam yang merasa puas dengan rencana pertamanya.
Setelah Azzam mencapai puncaknya, ia merebahkan tubuhnya di samping wanita tersebut. Kedua tangan yang ia lipat, ia letakkan di belakang kepala, tatapan lurus ke atas plafon kamar yang gelap.
Wanita tersebut duduk, wajahnya terlihat cemas saat melihat wajah Azzam terlihat kurang puas akan dirinya. Wanita tersebut bernama, Shinta. Shinta seorang pengusaha terkenal nomor 10 yang ada di kota ini. Shinta jugalah menjadi incaran pertama Azzam untuk mengeruk semua harta Shinta.
Kenapa Azzam melakukan hal seperti itu? Karena sifat SERAKAH yang ia miliki di dalam dirinya membuat Azzam haus akan harta, serba kekurangan dan ingin memiliki semua hak orang lain yang tidak ia miliki di muka bumi ini, asal. Asal harta miliknya tetap utuh dan semakin bertambah dengan berbagai macam kenikmatan yang orang lain miliki.
Shinta meletakkan kepalanya di lengan kekar kiri Azzam, tubuh ia miringkan ke kanan agar Shinta dapat puas menatap wajah Azzam yang masih terlihat tidak puas, tangan kanan Shinta membelai lembut bidang dada Azzam.
“Apa ronde kedua tidak enak?”
Azzam menggeleng. “Enak.”
“Lantas apa yang membuat wajah kamu muram seperti itu?”
“Karena aku merasa bersalah telah tidur dengan istri orang.”
Wanita tersebut meletakkan jari telunjuk tangan kanannya di bibir Azzam. “Hust! Kenapa kamu yang bersalah. Semua ini yang menginginkan aku, bukan kamu. Kamu tenang saja, dan jangan pikirkan pria yang ada di luar sana.”
Azzam mengalihkan wajahnya menatap Shinta yang berada di sisi kirinya. “Tapi pria yang di luar itu suami kamu. Aku hanya orang lain, aku hanya seorang pria yang baru saja merintis di dalam bidang ini. Aku juga tidak kaya, untuk tambahan modal usaha saja aku masih ingin berhutang sama kamu.”
Shinta menjepit mulut Azzam dengan tangan kanannya, membuat Azzam berhenti bicara. Shinta menggeleng pelan. “Jangan anggap apa yang kamu minta itu menjadi hutang buat kamu. Jika aku memberikan sebagian hak milikku ke kamu, semua itu semata-mata karena aku bersungguh-sungguh mencintai kamu.”
“Apa! Kamu mecintaiku?”
Shinta mengangguk.
‘Tidak aku sangka, usahaku benar-benar berjalan lancar. Misi pertama selesai, selanjutnya mengenai pengesahan hak yang wanita ini janjikan, jika dirinya tidak memberikan apa yang ia janjikan. Lihat saja, mau tetap bernafas lega di dunia atau mau bernafas panjang di Neraka.’ Batin Azzam seperti mempunyai rencana lain buat Shinta.
...Bersambung.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
~~N..M~~~
Kok aku jadi seram ya
2022-08-25
0
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
2022-08-14
0