Bab 20. Misi pertama Azzam

Yusi semakin panik saat apa yang ia lihat, hanya dirinya yang dapat melihatnya. Yusi menatap wajah Andra yang terlihat aneh melihatnya, tatapan seperti sedang berpikir jika Yusi adalah wanita yang tidak waras. Yusi segera menghentikan pencariannya, ia segera mengambil baju dari dalam tas dan segera memacu kedua kakinya ke dalam kamar mandi dengan hati yang terus mengumpat.

‘Bodoh! Ini kali pertamanya aku berkunjung ke rumah seorang pria. Kali pertama juga aku di teror di depan seseorang yang baru saja aku kenal. Aku sangat yakin jika Andra berpikir bahwa diriku ini adalah wanita yang kurang waras. Ah! Masa bodoh, yang jelas aku harus segera pergi les agar Abang Rabbani tidak menegurku dari kejauhan.’ Batin Yusi.

Yusi menghela nafas panjang saat dirinya berhenti di depan cermin yang menempel di dinding kamar mandi. Tangan kanannya memegang pipi kanannya, sedangkan tangan kiri memegang baju miliknya.

“Wajahku sepertinya sangat lelah karena semua kejadian ini.” Keluh Yusi ketika melihat raut wajah yang terlihat berantakan. Yusi melepaskan handuk yang melingkar di tubuh polosnya, kemudian ia memakai baju dan dalaman miliknya.

.

.

✨✨Di sisi lain✨✨

Andra sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu, kedua mata menatap langit-langit ruang tamu yang gelap karena tidak ada pencahayaan. “Aku sangat yakin jika kamu merasakan hal yang seperti pendosa lainnya rasakan. Y U S I. Gadis cantik berhati lebih dari Iblis. Suatu saat nanti aku akan membawa kamu ke dalam hal yang lebih nikmat lagi. Ha ha ha ha.” Gumam Andra pelan, dan tertawa puas setelah ingin merencanakan sesuatu hal yang kejam.

.

.

💦Di kediaman rumah Azzam💦

Tok!

Tok!!!

“Azzam! Keluar kau, lelaki kotor. Keluar kau bersama wanita yang sedang tidur di samping kamu!” Teriak seorang pria dari depan pintu rumah Azzam.

.

.

Azzam yang baru saja tidur terusik dengan suara pria yang sedari tadi menggedor pintu rumahnya. Tangan kanannya mengucek salah satu kelopak matanya. “Siapa tengah malam begini berani menggedor pintu rumahku. Apa dirinya tidak memiliki tata krama.” Gerutu Azzam merasa terganggu mendengar suara teriakan dan gedoran pintu dari seseorang pria di tengah malam.

“Jangan temui dia.” Ucap seorang wanita yang tidur satu ranjang dengan Azzam. Wanita tersebut menahan pergelangan tangan kanan Azzam. Wanita tanpa busana dan hanya berbalut selimut itu duduk, tatapan iba ia tunjukkan ke Azzam. “Aku mohon, jangan di buka. Aku sangat yakin jika di luar itu adalah mantan suamiku.”

Azzam melepaskan perlahan genggaman tangan wanita tersebut. “Tidak perlu kuatir, aku akan menemuinya dan berbicara kepadanya.”

“Jangan!” Ucap wanita tersebut meninggikan nada suaranya, ia juga memeluk tubuh Azzam dari belakang. “Aku mohon Azzam.” Ucap wanita itu lembut.

Azzam melirik sedikit ke belakang, kedua tangannya melepaskan perlahan genggaman tangan wanita tersebut. “Baiklah, aku akan menuruti semua keinginan kamu untuk satu malam ini. Asal.” Ucap Azzam menggantung ucapannya.

“Asal apa Azzam?” Tanya wanita tersebut berwajah serius.

Azzam berbalik badan, kini dirinya dan wanita tersebut saling berhadapan. Azzam mendekatkan wajahnya tanpa celah, hingga nafas mereka saling bersaut satu sama lain. Tangan kanan Azzam memegang pipi kanan wanita tersebut. “Aku sebenarnya lagi sulit, pesanan banyak, tapi aku tidak punya modal banyak buat merangkai bunga dari permintaan klien yang terlalu berlebihan. Aku tidak tahu lagi kemana aku meminta modal buat usahaku. Dulu sewaktu mendiang Ayah masih hidup, dirinya yang selalu memberikan aku modal tambahan.”

“Asal kamu menuruti semua keinginan aku, aku pastikan akan memberikan hal lebih buat kamu.” Sambung wanita tersebut memutus ucapan Azzam. Wanita tersebut juga memberikan ciuman manis.

“Tapi aku ini adalah seorang….”

Wanita tersebut menyerang Azzam sekali lagi dengan ciuman manis miliknya tanpa memberikan Azzam kesempatan untuk berbicara. Azzam juga membalas perbuatan wanita tersebut, kini Azzam dan wanita tersebut bergelut kembali menjadi satu di atas ranjang. Teriakan seorang mantan suami yang berada di depan rumah Azzam tak mereka hiraukan, Azzam dan wanita tersebut kini hanya menikmati dosa sesaat mereka.

Azzam yang sedang mengayunkan pinggulnya sambil menatap wajah wanita yang ada di bawahnya. Wanita yang terlihat menikmati perannya dan perbuatan Azzam kepadanya.

‘Dasar wanita bodoh. Kamu sudah terjebak di dalam rencana ku. Setelah semua yang aku inginkan aku dapatkan darimu, maka kamu tidak akan ada apa-apanya di mataku. Hidup itu perlu banyak uang dan harta, jika hidup hanya mengandalkan beberapa kekayaan, itu bukan hidup namanya. Azzam, kamu memang luar biasa. Teruskan perjuangan kamu hingga kamu merasa puas dengan hal ini.’ Batin Azzam yang merasa puas dengan rencana pertamanya.

Setelah Azzam mencapai puncaknya, ia merebahkan tubuhnya di samping wanita tersebut. Kedua tangan yang ia lipat, ia letakkan di belakang kepala, tatapan lurus ke atas plafon kamar yang gelap.

Wanita tersebut duduk, wajahnya terlihat cemas saat melihat wajah Azzam terlihat kurang puas akan dirinya. Wanita tersebut bernama, Shinta. Shinta seorang pengusaha terkenal nomor 10 yang ada di kota ini. Shinta jugalah menjadi incaran pertama Azzam untuk mengeruk semua harta Shinta.

Kenapa Azzam melakukan hal seperti itu? Karena sifat SERAKAH yang ia miliki di dalam dirinya membuat Azzam haus akan harta, serba kekurangan dan ingin memiliki semua hak orang lain yang tidak ia miliki di muka bumi ini, asal. Asal harta miliknya tetap utuh dan semakin bertambah dengan berbagai macam kenikmatan yang orang lain miliki.

Shinta meletakkan kepalanya di lengan kekar kiri Azzam, tubuh ia miringkan ke kanan agar Shinta dapat puas menatap wajah Azzam yang masih terlihat tidak puas, tangan kanan Shinta membelai lembut bidang dada Azzam.

“Apa ronde kedua tidak enak?”

Azzam menggeleng. “Enak.”

“Lantas apa yang membuat wajah kamu muram seperti itu?”

“Karena aku merasa bersalah telah tidur dengan istri orang.”

Wanita tersebut meletakkan jari telunjuk tangan kanannya di bibir Azzam. “Hust! Kenapa kamu yang bersalah. Semua ini yang menginginkan aku, bukan kamu. Kamu tenang saja, dan jangan pikirkan pria yang ada di luar sana.”

Azzam mengalihkan wajahnya menatap Shinta yang berada di sisi kirinya. “Tapi pria yang di luar itu suami kamu. Aku hanya orang lain, aku hanya seorang pria yang baru saja merintis di dalam bidang ini. Aku juga tidak kaya, untuk tambahan modal usaha saja aku masih ingin berhutang sama kamu.”

Shinta menjepit mulut Azzam dengan tangan kanannya, membuat Azzam berhenti bicara. Shinta menggeleng pelan. “Jangan anggap apa yang kamu minta itu menjadi hutang buat kamu. Jika aku memberikan sebagian hak milikku ke kamu, semua itu semata-mata karena aku bersungguh-sungguh mencintai kamu.”

“Apa! Kamu mecintaiku?”

Shinta mengangguk.

‘Tidak aku sangka, usahaku benar-benar berjalan lancar. Misi pertama selesai, selanjutnya mengenai pengesahan hak yang wanita ini janjikan, jika dirinya tidak memberikan apa yang ia janjikan. Lihat saja, mau tetap bernafas lega di dunia atau mau bernafas panjang di Neraka.’ Batin Azzam seperti mempunyai rencana lain buat Shinta.

...Bersambung.......

Terpopuler

Comments

~~N..M~~~

~~N..M~~~

Kok aku jadi seram ya

2022-08-25

0

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

keren 😍

2022-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Surat Warisan 1
2 Bab 02. Isi surat Warisan 2
3 Bab 03. Mengenang perjuangan
4 Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5 Bab 05. Pasrah
6 Bab 06. Hanya kamu.
7 Bab 07. Rumah Sakit
8 Bab 08. Sampai kapan?
9 Bab 09. Menghibur Istri orang.
10 Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11 Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12 Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13 Bab 13. TEROR 1
14 Bab 14. Aku akan menunggumu
15 Bab 15.
16 Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17 Bab 17. Pepet terus
18 Bab 18. Azzam di Labrak
19 Bab 19. Keluar kamu
20 Bab 20. Misi pertama Azzam
21 Bab 21. Perlahan tapi pasti
22 BAB 22. Pantulan Cermin
23 BAB 23. Rayuan Maut.
24 BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25 BAB 25. Main petak umpet di kamar
26 BAB 26. Hanya teman
27 BAB 27. Karena sakit hati
28 BAB 28. Pesan hangat
29 BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30 Bab 30. AKAL YUSI
31 BAB 31. KEKECEWAAN
32 BAB 32. RENCANA BARU
33 BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34 BAB 34. HALUSINASI
35 BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36 BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37 BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38 BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39 BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40 BAB 40. BERAKHIR
41 BAB 41. Gara-gara Clara
42 BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43 BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44 BAB 44. Hasrat Janda
45 BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46 BAB 46. Teru-Teru Buzo
47 BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48 BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49 BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50 BAB 50. Bukan Bulan Madu
51 BAB 51. Clara! wanita Malam
52 BAB 52. Jangan sampai aku!
53 BAB 53. Bantu aku, Clara
54 BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55 BAB 55. Curahan Hati
56 BAB 56. MABUK
57 BAB 57. Suruhan Rashi
58 BAB 58. Balasan buat Rashi
59 BAB 59. Kembali melamar
60 BAB 60. Menunggu Hari H
61 BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62 BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63 BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64 BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65 BAB 65. ITU HARAPANKU
66 BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67 BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68 BAB 68. SOSOK BERBULU
69 BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70 BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71 BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72 BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73 BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74 BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75 BAB 75. Arwah Clara
76 BAB 76. Kok mirip ya?
77 BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78 BAB 78. Di saat hujan petir
79 BAB 79. Berhentilah Anggun
80 BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81 BAB 81. Makanan
82 BAB 82. Aku sangat mencintai kamu
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 01. Surat Warisan 1
2
Bab 02. Isi surat Warisan 2
3
Bab 03. Mengenang perjuangan
4
Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5
Bab 05. Pasrah
6
Bab 06. Hanya kamu.
7
Bab 07. Rumah Sakit
8
Bab 08. Sampai kapan?
9
Bab 09. Menghibur Istri orang.
10
Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11
Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12
Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13
Bab 13. TEROR 1
14
Bab 14. Aku akan menunggumu
15
Bab 15.
16
Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17
Bab 17. Pepet terus
18
Bab 18. Azzam di Labrak
19
Bab 19. Keluar kamu
20
Bab 20. Misi pertama Azzam
21
Bab 21. Perlahan tapi pasti
22
BAB 22. Pantulan Cermin
23
BAB 23. Rayuan Maut.
24
BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25
BAB 25. Main petak umpet di kamar
26
BAB 26. Hanya teman
27
BAB 27. Karena sakit hati
28
BAB 28. Pesan hangat
29
BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30
Bab 30. AKAL YUSI
31
BAB 31. KEKECEWAAN
32
BAB 32. RENCANA BARU
33
BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34
BAB 34. HALUSINASI
35
BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36
BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37
BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38
BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39
BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40
BAB 40. BERAKHIR
41
BAB 41. Gara-gara Clara
42
BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43
BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44
BAB 44. Hasrat Janda
45
BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46
BAB 46. Teru-Teru Buzo
47
BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48
BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49
BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50
BAB 50. Bukan Bulan Madu
51
BAB 51. Clara! wanita Malam
52
BAB 52. Jangan sampai aku!
53
BAB 53. Bantu aku, Clara
54
BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55
BAB 55. Curahan Hati
56
BAB 56. MABUK
57
BAB 57. Suruhan Rashi
58
BAB 58. Balasan buat Rashi
59
BAB 59. Kembali melamar
60
BAB 60. Menunggu Hari H
61
BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62
BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63
BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64
BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65
BAB 65. ITU HARAPANKU
66
BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67
BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68
BAB 68. SOSOK BERBULU
69
BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70
BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71
BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72
BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73
BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74
BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75
BAB 75. Arwah Clara
76
BAB 76. Kok mirip ya?
77
BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78
BAB 78. Di saat hujan petir
79
BAB 79. Berhentilah Anggun
80
BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81
BAB 81. Makanan
82
BAB 82. Aku sangat mencintai kamu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!