Bab 07. Rumah Sakit

Uhuk! Uhuk! Uhuk!” Deni batuk tiada henti, membuat Azzam, Yusi, Rabbani dan Laras panik. Mereka kini berkumpul di dalam kamar, masing-masing wajah memasang wajah cemas melihat Deni seperti itu.

“A-ayah. Kita ke Dokter Ferry saja. Aku akan menyiapkan mobil.” Ucap Rabbani mengajak Deni untuk pergi ke Dokter yang bisa menangani dirinya, dan mengarahkan tangan kanannya ke arah pintu.

“I-iya. Yusi sangat cemas dengan keadaan Ayah.” Sambung Yusi, ia duduk di pinggiran ranjang, kedua tangan memegang kedua kaki Deni.

“Ti-tidak perlu, nak. Ayah cuman batuk biasa sa….Uhuk!Uhuk.” Ucapan Deni terhenti saat dirinya kembali batuk, dan kali ini mengeluarkan darah.

“Ayah.”

“Da-darah.”

“Sudah. Cepat kita bawa Ayah ke Dokter Ferry, aku akan siapkan mobil dulu.” Ucap Rabbani cemas, kedua kakinya dengan cepat berlari keluar kamar.

“Ayah tidak boleh keras kepala.” Sambung Azzam, ia langsung menggendong tubuh Deni, membawa Deni keluar dari kamar.

“Ibu.” Keluh Yusi menatap wajah Laras yang sedang memeluk tubuhnya sambil berjalan mengikuti langkah kaki Laras.

Laras membelai lembut puncak kepala Yusi, “Cup!cup. Kamu jangan menangis, Ayah akan baik-baik saja.” Ucap Laras menenangkan putri bungsunya.

.

.

.

🍃Di ruang VIP rumah sakit. 🍃

Laras, Rabbani, Azzam, dan Yusi menunggu di kursi luar kamar VIP. Rabbani jalan ke sana kemari dengan wajah cemas. Mereka terus menunggu dan menunggu Dokter Ferry yang masih memeriksa Deni di dalam ruangan.

Azzam menyandarkan tubuhnya di dinding, kedua tangan di lipat di depan dada, dahinya terus mengerut seperti memikirkan sesuatu.

‘Jika Ayah meninggal sekarang, sebenarnya akan lebih bagus. Aku bisa menukar harta warisan milik Rabbani dengan milikku. Lagian buat apa Rabbani banyak-banyak memegang harta, kalau kehidupannya biasa-biasa saja. Bukannya jika kita sudah memiliki banyak harta, kita bisa memiliki segalanya.’ Batin Azzam.

Dokter Ferry keluar dari ruangan, tangan kanan memegang papan hasil pemeriksaan milik Deni. Dokter Ferry menghela nafas panjang, tatapan mengarah secara bergantian ke Laras, Yusi, Azzam, dan Rabbani yang berdiri di sisi kirinya.

“Mohon maaf semuanya.”

“Kenapa Dokter Ferry?” tanya Laras segera berdiri.

“Tuan Deni sebenarnya memiliki penyakit kanker paru-paru sudah memasuki stadium akhir.” Sahut Dokter Ferry memberi keterangan, tatapan beralih pada Laras, “Apa tuan Deni tidak pernah mengeluh?”

“Ti-tidak. Suami saya tidak seperti itu, dia selalu tampak bahagia di depan kami semua dan jarang mengeluh soal penyakitnya. Jika di ajak ke rumah sakit, pasti dirinya terus menolak.”

“Hem. Melihat kondisi tuan Deni yang cukup lemah, kita tidak bisa melakukan operasi sekarang. Jika keluarga berkenan, lebih baik di lakukan kemoterapi buat mengurangi penyebaran kanker. Setidaknya kita masih punya harapan 3 atau 6 bulan ke depan buat tuan Deni.” Ucap Dokter Ferry memberi saran buat di lakukan kemoterapi.

Yusi yang masih duduk di kursi tunggu mengepal kedua tangannya, wajah ia tundukkan menatap lantai rumah sakit.

‘Kemoterapi. Bukannya Kemoterapi itu akan memakan uang yang cukup banyak setiap kali Kemoterapi. Aku tidak ingin menjadi miskin hanya karena pengobatan Ayah, bisa-bisa aku di hina kembali oleh mereka berlima di sekolah nanti. Aku berharap Ayah tetap tidak ingin melakukan kemoterapi, aku harap Ayah hanya mau minum obat saja. Obat yang akan membawanya tenang dengan cepat.’ Batin Yusi.

Sebegitu kejamnya Yusi dan Azzam menginginkan Deni cepat tiada di Dunia ini. Apa yang kurang dari Deni dan Laras saat membesarkan anak-anaknya. Keluar dari kesengsaraan untuk menempuh hidup yang layak demi anak-anaknya untuk bisa hidup nyaman sudah Deni perjuangkan. Kasih sayang yang tulus dan didikan bagus sudah di terapkan kepada Azzam, Rabbani dan Yusi sejak mereka kecil.

Didikan apa yang kurang di sini? Sudah pasti didikan Agama. Jika anak di didik dengan bagus secara Agama, maka 80% anak akan memiliki sifat baik. Tidak seperti Azzam dan Yusi, hati mereka berdua kini di selimuti awan hitam. Awan hitam hasutan dari setan yang haus akan harta, hingga membuat Yusi dan Azzam memiliki sifat SERAKAH.

“Yu-Yusi ingin bertemu Ayah.” Ucap Yusi. Ia berdiri, kedua kaki melangkah mendekati pintu ruangan Deni.

“Silahkan. Bujuklah secara perlahan tuan Deni agar dirinya mau di kemoterapi. Siapa tahu, hati tuan Deni luluh setelah mendengar ajakan dari putrinya.” Sahut Dokter Ferry. Tatapan Dokter Ferry mengarah pada Rabbani, tangan kanan memukul pelan bahu kiri Rabbani, “Saya berharap keajaiban akan datang. Kalian harus selalu berdoa kepada Tuhan, demi kesembuhan tuan Deni. Saya pamit permisi.”

“Baik. Terimakasih, Dokter Ferry.” Sahut Laras, Rabbani, dan Azzam serentak.

Azzam merangkul tubuh Yusi. “Ayo. Pasti kamu sedang memikirkan sesuatu hal yang aneh, ‘kan?”

“Apaan sih! Gak lucu tahu.” Sahut Yusi melepaskan rangkulan tangan Azzam.

“Becanda. Abang cuman bercanda adikku yang cantik.” Ucap Azzam, kedua tangan mencubit pipi tembem Yusi, sehingga terlihat bibir mengerucut ke depan.

Yusi mengalihkan pandangannya ke pintu ruangan. ‘Abang Azzam memang buat aku bertambah kesal saja. Bisa-bisanya dia bercanda seperti itu di depan Abang Rabbani dan Ibu. Untung saja tadi malam aku menolaknya saat mengajakku membuat rencana licik buat Abang Rabbani, kalau tidak. Habislah aku jadi tumbalnya.’ Gerutu Yusi di dalam hati.

“Azzam. Kamu ini memang jahil orangnya, ya.” Ucap Laras mendekati Azzam, tangan kanan menjewer daun telinga kiri Azzam.

“A-ampun ‘Bu. Habisnya raut wajah kalian semua seperti itu, kasihan Ayah jika dirinya melihat kita seperti ini.”

Laras menarik nafas dalam-dalam, tangan kanan melepaskan daun telinga Azzam. “Huft. Kamu benar juga. Kalau begitu mari kita masuk, Ibu takut jika Ayah kalian sedang bersiap-siap untuk pulang.”

Laras berjalan terlebih dahulu, tangan kanannya membuka pintu ruangan. Benar saja, saat pintu ruangan sudah terbuka lebar, mereka disuguhkan dengan pemandangan Deni yang sedang duduk di tepian ranjang. Deni tersenyum manis kepada Istri, dan anak-anaknya.

“Ayah.”

“Mas.”

Laras, Rabbani, Azzam, dan Yusi berlari masuk ke dalam ruangan. Kini mereka berempat mengelilingi ranjang Deni.

“Ayah tidak ingin melakukan Kemoterapi atau apa pun itu.” Ucap Deni memberi tahu Istri dan anak-anaknya sebelum di tanya, kedua tangannya memeluk tubuhnya sendiri sambil mengelus lengan, “Seluruh tubuh ini sudah sakit, jadi jangan buat Ayah bertambah sakit lagi dengan bantuan Medis. Bukannya Ayah tidak menghargai usaha Medis, tapi Ayah tidak ingin membuat hidup Ayah bertambah lemah dan drop dengan semua hasil penyakit milik Ayah. Ayah hanya ingin minum obat herbal saja. Kalian tenang saja, ada kok obat Herbal tentang mengurangi perkembangan sel kanker. Ramuan yang di racik dan di kirim dari Negeri Sakura langsung.” Ucap Deni menyakinkan Istri dan anak-anaknya, jika dirinya akan baik-baik saja setelah meminum obat Herbal.

‘Kesempatan bagus buatku masuk ke dalam topik pembicaraan. Aku akan mendukung Ayah untuk membeli obat Herbal, jika satu anak sudah mendukung, pasti anak yang lainnya akan mendukung keputusan Ayah.’ Batin Yusi memiliki akal buruk buat Deni.

Yusi memeluk tubuh Deni, tatapan sendu mengarah pada kedua Abang dan Ibunya. “Yang Ayah bilang itu benar. Yusi tidak setuju jika tubuh Ayah yang sudah sakit bertambah sakit lagi. Lagian tidak semuanya orang yang di Kemoterapi itu akan beneran sehat, semua itu tergantung pada Allah dan kepercayaan kita buat bertahan hidup.” Air mata buatan milik Yusi membasahi baju tebal Deni. Kepala Yusi menggeleng, “Yusi hanya ingin melihat Ayah selalu tersenyum di rumah. Yusi tidak mengizinkan alat-alat medis menyentuh dan menembus kulit Ayah.” Rengek Yusi di depan Ibu dan kedua Abangnya.

Deni mengulas senyum tipis, tangan kanannya membelai lembut puncak kepala Yusi, “Tenang saja, Ayah akan selalu ada di dekat kamu. Harapan Ayah hanya satu, melihat kamu sampai tamat sekolah dan menjadi wanita hebat dan tangguh pemegang salah satu Mall yang sudah berkembang pesat.”

Melihat sikap putri nya, air mata Laras tak terbendung. Air mata perlahan menetes dan jatuh di pipinya. Dengan cepat Laras mengalihkan wajahnya, tangan kanan menyeka kasar air mata yang membasahi kedua pipinya.

Rabbani menarik nafas diam-diam, melihat adik perempuannya dan Ibunya bersedih, Rabbani mendekati Yusi, tangan kanan membelai lembut puncak kepala Yusi.

“Adikku yang paling cantik. Abang setuju dengan keputusan kamu. Abang akan mencari tahu di mana tempat penjualan obat Herbal yang bagus, dan Abang akan segera memesankan nya buat Ayah.” Ucap Rabbani ingin mencairkan suasana yang terasa tegang dan sedih.

“Iya. Kamu tenang saja, adikku Yusi.” Sambung Azzam. Itu yang ada di luar mulut Azzam, sedangkan di dalam hatinya. ‘Sial. Aku baru ingat wawasan Rabbani lebih luas dari diriku, jika dirinya berhasil mencari obat Herbal yang asli dan bagus, maka rencana 'ku akan sia-sia.’

...Bersambung.......

Terpopuler

Comments

Rini Antika

Rini Antika

dasar SERAKAH..🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ Semangat terus Kak..💪💪

2022-10-18

0

Rini Antika

Rini Antika

Astagfirullah Azam kok jahat amat sih..😭

2022-10-18

0

Dendry Den

Dendry Den

Tidak bisa berkata-kata...hanya di sini semua pemeran sebagai anaknya membuat aku emosi. Pingin aku peras .

2022-09-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Surat Warisan 1
2 Bab 02. Isi surat Warisan 2
3 Bab 03. Mengenang perjuangan
4 Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5 Bab 05. Pasrah
6 Bab 06. Hanya kamu.
7 Bab 07. Rumah Sakit
8 Bab 08. Sampai kapan?
9 Bab 09. Menghibur Istri orang.
10 Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11 Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12 Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13 Bab 13. TEROR 1
14 Bab 14. Aku akan menunggumu
15 Bab 15.
16 Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17 Bab 17. Pepet terus
18 Bab 18. Azzam di Labrak
19 Bab 19. Keluar kamu
20 Bab 20. Misi pertama Azzam
21 Bab 21. Perlahan tapi pasti
22 BAB 22. Pantulan Cermin
23 BAB 23. Rayuan Maut.
24 BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25 BAB 25. Main petak umpet di kamar
26 BAB 26. Hanya teman
27 BAB 27. Karena sakit hati
28 BAB 28. Pesan hangat
29 BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30 Bab 30. AKAL YUSI
31 BAB 31. KEKECEWAAN
32 BAB 32. RENCANA BARU
33 BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34 BAB 34. HALUSINASI
35 BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36 BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37 BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38 BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39 BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40 BAB 40. BERAKHIR
41 BAB 41. Gara-gara Clara
42 BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43 BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44 BAB 44. Hasrat Janda
45 BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46 BAB 46. Teru-Teru Buzo
47 BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48 BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49 BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50 BAB 50. Bukan Bulan Madu
51 BAB 51. Clara! wanita Malam
52 BAB 52. Jangan sampai aku!
53 BAB 53. Bantu aku, Clara
54 BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55 BAB 55. Curahan Hati
56 BAB 56. MABUK
57 BAB 57. Suruhan Rashi
58 BAB 58. Balasan buat Rashi
59 BAB 59. Kembali melamar
60 BAB 60. Menunggu Hari H
61 BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62 BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63 BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64 BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65 BAB 65. ITU HARAPANKU
66 BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67 BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68 BAB 68. SOSOK BERBULU
69 BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70 BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71 BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72 BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73 BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74 BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75 BAB 75. Arwah Clara
76 BAB 76. Kok mirip ya?
77 BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78 BAB 78. Di saat hujan petir
79 BAB 79. Berhentilah Anggun
80 BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81 BAB 81. Makanan
82 BAB 82. Aku sangat mencintai kamu
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 01. Surat Warisan 1
2
Bab 02. Isi surat Warisan 2
3
Bab 03. Mengenang perjuangan
4
Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5
Bab 05. Pasrah
6
Bab 06. Hanya kamu.
7
Bab 07. Rumah Sakit
8
Bab 08. Sampai kapan?
9
Bab 09. Menghibur Istri orang.
10
Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11
Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12
Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13
Bab 13. TEROR 1
14
Bab 14. Aku akan menunggumu
15
Bab 15.
16
Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17
Bab 17. Pepet terus
18
Bab 18. Azzam di Labrak
19
Bab 19. Keluar kamu
20
Bab 20. Misi pertama Azzam
21
Bab 21. Perlahan tapi pasti
22
BAB 22. Pantulan Cermin
23
BAB 23. Rayuan Maut.
24
BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25
BAB 25. Main petak umpet di kamar
26
BAB 26. Hanya teman
27
BAB 27. Karena sakit hati
28
BAB 28. Pesan hangat
29
BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30
Bab 30. AKAL YUSI
31
BAB 31. KEKECEWAAN
32
BAB 32. RENCANA BARU
33
BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34
BAB 34. HALUSINASI
35
BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36
BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37
BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38
BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39
BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40
BAB 40. BERAKHIR
41
BAB 41. Gara-gara Clara
42
BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43
BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44
BAB 44. Hasrat Janda
45
BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46
BAB 46. Teru-Teru Buzo
47
BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48
BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49
BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50
BAB 50. Bukan Bulan Madu
51
BAB 51. Clara! wanita Malam
52
BAB 52. Jangan sampai aku!
53
BAB 53. Bantu aku, Clara
54
BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55
BAB 55. Curahan Hati
56
BAB 56. MABUK
57
BAB 57. Suruhan Rashi
58
BAB 58. Balasan buat Rashi
59
BAB 59. Kembali melamar
60
BAB 60. Menunggu Hari H
61
BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62
BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63
BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64
BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65
BAB 65. ITU HARAPANKU
66
BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67
BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68
BAB 68. SOSOK BERBULU
69
BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70
BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71
BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72
BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73
BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74
BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75
BAB 75. Arwah Clara
76
BAB 76. Kok mirip ya?
77
BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78
BAB 78. Di saat hujan petir
79
BAB 79. Berhentilah Anggun
80
BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81
BAB 81. Makanan
82
BAB 82. Aku sangat mencintai kamu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!