Bab 03. Mengenang perjuangan

🍃🍃Di dalam kamar. 🍃🍃

Laras duduk di pinggiran ranjang, kedua tangan memijat lembut kedua kaki Deni yang sedang duduk lurus. Laras terus menatap suaminya yang sedang menyandarkan tubuh di kepala ranjang.

“Mas.”

“Hem!” Sahut Deni, ia membuka perlahan kedua matanya, “Ada apa istriku?” tanya Deni lembut.

Laras menghentikan pijatannya, ia duduk dengan benar menghadap Deni. “Mas. Kenapa harus Rabbani yang meneruskan usaha Mas, kenapa tidak Azzam?” tanya Laras kepada Deni, kenapa harus anak kedua yang harus meneruskan usaha yang sudah lama ia rintis. Sedangkan anak pertama masih ada.

Deni menarik tangan kanan Laras, ia membelai lembut punggung tangan kanan Laras, “Istriku. Mungkin kamu bingung dengan semua surat warisan yang aku berikan kepada anak-anak kita. Tapi tidakkah kamu mengerti, anak pertama kita yaitu Azzam sudah aku berikan tanah dan juga perkebunan teh yang cukup luas dan terkenal. Karena aku melihat Azzam ahli di bidang perkebunan, tinggal Azzam saja yang harus meneruskan usaha yang sudah aku buat. Alasan kenapa aku memberikan perkebunan teh kepada Azzam, pasti kamu tadi sudah mendengarkannya. Sedangkan Rabbani, dia tidak aku berikan apa pun kecuali Villa yang ada di kota Bandung. Tentang usaha Kolektor barang antik yang aku rintis, cuman Rabbani yang mengerti tentang barang antik, dan barang langkah lainnya. Karena cuman Rabbani yang ahli di dalam bidang ini. Aku sudah berusaha adil, istriku. Aku harap kamu bisa mengerti keputusanku, aku memberikan karena mereka mampu dan ahli di bidangnya masing-masing.” Sahut Deni lembut.

Laras menghela nafas, wajah ia tundukkan ke bawah, “Aku pikir karena semenjak kelahiran Azzam membawa bisnis Mas menjadi lebih maju, maka Azzam lah yang cocok buat usaha Mas. Iya, aku percaya dengan keputusan Mas.”

“Terimakasih.” Sahut Deni. Tangan kanan Deni menepuk ranjang kiri yang kosong, “Mari temani aku duduk, sadarkan kepala kamu di bahuku, agar aku dan kamu bisa mengenang semua usaha kita yang tengah berjuang pada tahun itu. Aku ingin mengenang semua perjalanan hidup kita selama berumah tangga sebelum ajal menjemput 'ku.”

Tanpa di sadari Laras meneteskan air matanya, hatinya terasa teriris saat mendengar ucapan seperti salam perpisahan kepadanya. Laras menyeka kasar air matanya, ia merangkak ke ranjang dan duduk di sisi kiri suaminya dengan kepala ia sadarkan di bahu kiri Deni.

Deni membelai puncak kepala istrinya. Deni memulai ceritanya saat menikah dengan Laras di tahun 1998.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

🍃🍃Kembali ke tahun 1998.🍃🍃

Selasa 7 juli 1998. Laras dan Deni baru saja menikah, pernikahan mereka sempat tidak di setujui oleh pihak keluarga Laras karena status derajat yang jauh berbeda. Laras seorang anak kaya raya, sedangkan Deni hanya seorang anak yatim/piatu yang mempunyai usaha emas.

Karena Laras sangat mencintai Deni, dan Laras adalah anak semata wayang dari keluarga terpandang di kota “M”, kedua orang tua Laras terpaksa merestui hubungan mereka karena Laras mengancam akan bunuh diri jika dirinya tidak menikah dengan Deni.

Hampir satu tahun Laras menikah dengan Deni, mereka belum juga dikaruniai seorang anak, bisnis miliknya juga merosot. Deni dan Laras sempat tidak makan karena mereka tidak memiliki uang dan simpanan beras di dapur. Rasanya Laras ingin berlari kepangkuan kedua orang tuanya untuk memohon belas kasih dan meminta sedikit uang kepada kedua orang tuanya yang lebih dari cukup yang ada di kota “M”. Namun, Laras harus menahannya agar kedua orang tuanya tidak menyepelekan Deni.

Minggu 12 September 1999. Kedua orang tua Laras datang mengunjungi rumah Laras dan Deni yang hanya terbuat dari separuh batu dan separuh kayu. Kedatangan kedua orang tua Laras hanya untuk memberikan semua harta mereka kepada Laras, karena kedua orang tua Laras tak sanggup melihat anaknya menderita.

Dengan besar hati Laras menolak pemberian kedua orang tuanya, Laras hanya ingin meminta sedikit uang saja buat modal usaha baru yang akan di rintis Deni. Deni ingin menjadi seorang Kolektor barang antik, karena sebenarnya memang itu keahlian Deni. Cuman karena terkendala di uang, Deni hanya bisa membuka usaha jual/beli emas.

Seiring berjalannya waktu, usaha Deni mulai di kenal banyak kalangan atas. Banyak orang kaya yang mulai mencari Deni, hanya untuk membeli koleksi barang antik miliknya.

Menjelang kehamilan pertama Laras di pertengahan tahun 2000, Deni di tipu oleh salah satu pengusaha yang melarikan beberapa barang antik bernilai 1 M.

Keputusasaan melanda hati Deni dan Laras, dimana tengah mengandung anak pertama yaitu Azzam yang sudah memasuki bulan 3.

Seperti nasib sial yang terus menimpa mereka, Laras di beri kabar tentang kedua orang tuanya yang telah meninggal dalam kecelakaan mobil. Hal itu membuat Laras drop dan hampir mengalami keguguran, di sela kejadian buruk menimpa mereka, datanglah seorang pengacara utusan mendiang kedua orang tua Laras.

Tanpa sepengetahuan Laras, kedua orang tuanya memberikan warisan yang cukup banyak untuk menambah modal usaha Deni, dan untuk biaya persalinan anak pertama Laras yaitu Azzam.

Satu tahun sudah berlalu, Sabtu, 11 Agustus tahun 2001. Lahirlah anak pertama Laras dan Deni, seorang anak laki-laki berwajah tampan. Laras dan Deni menamai anak pertama mereka dengan nama Azzam. Kelahiran Azzam seperti membawa keberuntungan mereka berdua. Usaha yang susah payah di rintis Deni tiba-tiba berkembang pesat, membawa namanya sampai terkenal hampir ke Luar Negeri.

Usaha Deni pun semakin lama semakin berkembang sampai sekarang, 12 Februari tahun 2022.

...****************...

.

.

.

🍃🍃Kembali ke tahun 2022.🍃🍃

Setelah mengenai perjalanan dan perjuangan Deni dan Laras. Deni memberi kecupan manis di dahi istrinya, tatapan penuh cinta ia tunjukkan saat memandang wajah Laras yang masih terlihat lebih muda dari dirinya.

“Apa kamu tidak menyesal menikah denganku?”

Laras menggeleng, air mata kesedihan tercampur aduk menjadi satu saat memandang wajah Deni yang tampak tua dan lemah. “Sampai detik ini aku tidak pernah menyesal bersanding dan hidup bersama kamu, suamiku.” Laras melingkarkan kedua tangannya di tubuh Deni, wajah ia benamkan di bidang dada kekar yang mulai layu, “Rasanya aku ingin ikut pergi bersama kamu, suamiku. Entah bagaimana nasibku jika kamu sudah tak lagi di sampingku.”

Deni menempelkan jari telunjuknya di bibir Laras, “Jangan berkata seperti itu, kita masih memiliki anak-anak yang baik. Walau sekarang mereka sudah besar dan memiliki kehidupan masing-masing, tapi mereka masih bisa menyempatkan diri untuk mengunjungi kita. Kamu akan bahagia bersama anak-anak kita yang luar biasa hebatnya.” Ucap Deni, ia memberi kecupan sekali lagi di dahi Laras.

Laras tertawa renyah di depan suaminya, tangannya mendorong pelan bidang dada kekar Deni, “Sudah, ah.”

“Loh, kenapa rupanya jika aku terus mencium kening istriku yang licin ini?”

“Sudah malam, sebaiknya kita istirahat saja.” Ucap Laras menarik selimut.

“Baik.” Sahut Deni merebahkan tubuhnya di sisi kiri Laras, Deni memutar arah posisi tidurnya, memeluk Laras, “Selamat malam istriku.” Ucap Deni, tangan kanan menekan tombol lampu kamar berpindah ke mode redup.

.

.

🍃🍃Di ruang tamu. 🍃🍃

Terlihat seorang pria memakai jaket dan topi mengendap-endap berjalan di dalam gelapnya ruang tamu, sesekali ia menoleh ke belakang. Kemudian langkahnya semakin cepat saat melihat pintu utama sudah di depan mata. Diam-diam pria tersebut membuka kunci pintu, kedua kakinya pun melangkah dengan cepat meninggalkan rumah.

...Bersambung.......

Terpopuler

Comments

💞Amie🍂🍃

💞Amie🍂🍃

hayoo, siapa itu

2022-11-23

0

Ana Yulia

Ana Yulia

Azzam nih kayaknya tuh orang

2022-09-07

2

Rini Antika

Rini Antika

Aku hadir kak, nnti aku nyicil lg ya bacanya, semangat terus..💪💪

2022-08-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Surat Warisan 1
2 Bab 02. Isi surat Warisan 2
3 Bab 03. Mengenang perjuangan
4 Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5 Bab 05. Pasrah
6 Bab 06. Hanya kamu.
7 Bab 07. Rumah Sakit
8 Bab 08. Sampai kapan?
9 Bab 09. Menghibur Istri orang.
10 Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11 Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12 Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13 Bab 13. TEROR 1
14 Bab 14. Aku akan menunggumu
15 Bab 15.
16 Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17 Bab 17. Pepet terus
18 Bab 18. Azzam di Labrak
19 Bab 19. Keluar kamu
20 Bab 20. Misi pertama Azzam
21 Bab 21. Perlahan tapi pasti
22 BAB 22. Pantulan Cermin
23 BAB 23. Rayuan Maut.
24 BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25 BAB 25. Main petak umpet di kamar
26 BAB 26. Hanya teman
27 BAB 27. Karena sakit hati
28 BAB 28. Pesan hangat
29 BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30 Bab 30. AKAL YUSI
31 BAB 31. KEKECEWAAN
32 BAB 32. RENCANA BARU
33 BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34 BAB 34. HALUSINASI
35 BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36 BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37 BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38 BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39 BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40 BAB 40. BERAKHIR
41 BAB 41. Gara-gara Clara
42 BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43 BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44 BAB 44. Hasrat Janda
45 BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46 BAB 46. Teru-Teru Buzo
47 BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48 BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49 BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50 BAB 50. Bukan Bulan Madu
51 BAB 51. Clara! wanita Malam
52 BAB 52. Jangan sampai aku!
53 BAB 53. Bantu aku, Clara
54 BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55 BAB 55. Curahan Hati
56 BAB 56. MABUK
57 BAB 57. Suruhan Rashi
58 BAB 58. Balasan buat Rashi
59 BAB 59. Kembali melamar
60 BAB 60. Menunggu Hari H
61 BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62 BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63 BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64 BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65 BAB 65. ITU HARAPANKU
66 BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67 BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68 BAB 68. SOSOK BERBULU
69 BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70 BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71 BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72 BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73 BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74 BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75 BAB 75. Arwah Clara
76 BAB 76. Kok mirip ya?
77 BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78 BAB 78. Di saat hujan petir
79 BAB 79. Berhentilah Anggun
80 BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81 BAB 81. Makanan
82 BAB 82. Aku sangat mencintai kamu
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 01. Surat Warisan 1
2
Bab 02. Isi surat Warisan 2
3
Bab 03. Mengenang perjuangan
4
Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5
Bab 05. Pasrah
6
Bab 06. Hanya kamu.
7
Bab 07. Rumah Sakit
8
Bab 08. Sampai kapan?
9
Bab 09. Menghibur Istri orang.
10
Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11
Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12
Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13
Bab 13. TEROR 1
14
Bab 14. Aku akan menunggumu
15
Bab 15.
16
Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17
Bab 17. Pepet terus
18
Bab 18. Azzam di Labrak
19
Bab 19. Keluar kamu
20
Bab 20. Misi pertama Azzam
21
Bab 21. Perlahan tapi pasti
22
BAB 22. Pantulan Cermin
23
BAB 23. Rayuan Maut.
24
BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25
BAB 25. Main petak umpet di kamar
26
BAB 26. Hanya teman
27
BAB 27. Karena sakit hati
28
BAB 28. Pesan hangat
29
BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30
Bab 30. AKAL YUSI
31
BAB 31. KEKECEWAAN
32
BAB 32. RENCANA BARU
33
BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34
BAB 34. HALUSINASI
35
BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36
BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37
BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38
BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39
BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40
BAB 40. BERAKHIR
41
BAB 41. Gara-gara Clara
42
BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43
BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44
BAB 44. Hasrat Janda
45
BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46
BAB 46. Teru-Teru Buzo
47
BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48
BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49
BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50
BAB 50. Bukan Bulan Madu
51
BAB 51. Clara! wanita Malam
52
BAB 52. Jangan sampai aku!
53
BAB 53. Bantu aku, Clara
54
BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55
BAB 55. Curahan Hati
56
BAB 56. MABUK
57
BAB 57. Suruhan Rashi
58
BAB 58. Balasan buat Rashi
59
BAB 59. Kembali melamar
60
BAB 60. Menunggu Hari H
61
BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62
BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63
BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64
BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65
BAB 65. ITU HARAPANKU
66
BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67
BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68
BAB 68. SOSOK BERBULU
69
BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70
BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71
BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72
BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73
BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74
BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75
BAB 75. Arwah Clara
76
BAB 76. Kok mirip ya?
77
BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78
BAB 78. Di saat hujan petir
79
BAB 79. Berhentilah Anggun
80
BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81
BAB 81. Makanan
82
BAB 82. Aku sangat mencintai kamu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!