Bab 17. Pepet terus

Andra terus mengikuti kemanapun Yusi pergi. Mulai dari jam pelajaran sekolah, istirahat siang, dan kini berakhir pada usainya pelajaran sekolah. Andra terus mengikuti Yusi daring belakang, hal itu membuat Yusi tidak senang. Apa lagi wajah tampan, sifat dan sikap baik Andra sangat memikat hati para kaum siswa perempuan yang berada di SMA Negeri tersebut.

Yusi menghentikan kedua kakinya, tatapan suram mengarah pada Andra yang berdiri di belakangnya. “Apakah kamu tidak puas setelah mengemis pada wali kelas untuk duduk sebangku denganku.” Yusi melangkah cepat mendekatkan wajahnya ke wajah Andra yang terlihat lugu. “Apa kamu seorang pria mesum?”

“Kamu salah paham, mana mungkin pria sepertiku memiliki pikiran mesum seperti yang kamu pikirkan.” Ucap Andra berbangga diri. Kedua bahunya menaik. “Aku ini pria yang baik dan mampu menjaga seorang wanita dari pria jahat seperti yang kamu katakan tadi. Jika kamu tidak keberatan jika aku terus mendekati kamu, maka aku akan tetap terus mendekati kamu. Aku tidak perduli penolakan kamu, pandangan pertama telah membutakan mata dan hatiku.”

“Bodoh.” Yusi berbalik badan, kedua kaki melangkah cepat meninggalkan Andra di koridor sekolah, bibirnya terus mengumpat kesal. “Dasar pria bodoh yang aneh.” Yusi melirik sedikit belakang, melihat senyum manis Andra, tangan kanan melambai kepadanya. “Aku rasa dirinya memang sudah tidak waras, bisa-bisanya dia memberi senyum manis kepadaku. Ck. Pria aneh atau memang benar dirinya pria mesum.”

Yusi terus berjalan dengan wajah kesal sampai di depan gerbang, dan berhenti di samping dinding gerbang sekolah, tangan kanan Yusi mengambil ponsel miliknya dari saku kemeja seragam sekolah miliknya. “Nasib anak masih di bawah umur tidak boleh diberikan kendaraan sendiri buat pergi kemanapun aku mau, kecuali memesan taksi online.” Keluh Yusi, tangan kanan yang memegang benda pipih dan membuka aplikasi.

“Daripada kamu menghabiskan uang saku buat membayar taksi online setiap kamu jalan, lebih baik uang kamu buat membayar aku.” Ucap Andra nyelonong menarik benda pipih dari genggaman tangan Yusi.

“Dasar pria bertarif.” Tangan kanan Yusi mengulur. “Kembalikan ponselku.”

“Tidak mau.” Sahut pemuda tersebut, tangan kanannya menyimpan benda pipih milik Yusi kedalam saku celana sekolah. “Kalau kamu mau, ambil di sini.” Sambung pria tersebut menepuk ponsel milik Yusi di dalam saku sekolah celana kanannya.

“Na-jis.” Yusi mengulurkan tangan kanannya. “Kembalikan atau aku akan berteriak di sini, agar semua para siswa tahu jika kamu adalah pria….”

Andra segera bersujud, air mata buatan mengalir di wajah tampannya, dan suara lembut terasa pilu di dengar para siswa-siswa yang keluar dari gerbang sekolah.

“Aku mohon, aku mohon, aku mohon jangan kasar kepadaku. Aku akan melakukan apa pun asal kamu bisa menerimaku dengan lapang dada.” Andra berjalan di atas trotoar jalan dengan kedua lututnya, kedua tangannya menggenggam kedua tangan Yusi. “Aku mohon. Jangan menolak diriku untuk menjadi teman kamu.”

Perbuatan Andra menjadi pusat perhatian banyak siswa. Yusi seharusnya tidak bersalah harus menjadi bahan hujatan seluruh siswa-siswi yang lewat, hal itu membuat Yusi tidak tenang dan tidak enak saat melihat banyak pasang mata menatap dirinya suram.

“Tidak aku sangka wajah manis ternyata memiliki hati dingin.”

“Iya, jika Andra mau bersujud kepadaku seperti itu maka aku akan terus menerimanya tanpa pikir panjang.”

“Kalau aku rela melakukan apa saja asal aku terus bersama Andra.”

“Andra sungguh tampan. Tetap saja meski Yusi cantik, dirinya tidak pantas mendapatkan cinta pria setampan Andra.”

“Hust. Berhentilah menceritakan Yusi jika kalian tidak ingin di tatapan seperti itu.” Ucap salah satu wanita kepada teman-temannya untuk menghentikan percakapan mereka setelah melihat wajah Yusi yang suram.

Yusi menghela nafas panjang, tangan kanannya mengulur ke bawah, tatapan tidak suka ia alihkan ke sisi kiri jalan. “Baiklah. Aku tidak akan menjadi teman kamu, asal kamu mengembalikan kembali ponsel milikku yang kamu simpan di dalam saku celana sekolah kamu yang bau itu.”

“Benarkah?” Ucap Andra sambil berdiri, kedua mata berbintang mengarah pada Yusi, tangan kanannya mengeluarkan ponsel milik Yusi dari dalam saku celana. Andra mendekatkan bibirnya di daun telinga Yusi. “Jangan bilang bau, entar kamu ketagihan jika sudah tahu rasanya.”

Kedua mata Yusi membulat sempurna, tubuhnya segera bergerak menjauhkan wajahnya dari Andra. ‘Gila, gila, gila. Pria ini sungguh aneh, ucapan yang baru saja ia lontarkan membuat seluruh bulu halusku merinding. Pria ini seperti Vampir tampan yang sedang berusaha merayu mangsanya. Berulang kali aku tolak saja dia sudah seperti Vampir yang kehausan darah, apalagi aku terus menjadi temannya.’ Yusi menghela nafas pendek, menyambung pikirannya kembali. ‘Tidak. Aku harus biasa saja kepada pria satu ini. Permintaan dirinya juga tidak buruk, hanya teman. Ia teman.’ Batin Yusi meyakinkan kembali kepada dirinya jika semua permintaan tersebut tidaklah buruk.

“Aku lapar, sebelum lanjut pergi les aku ingin mampir ke warung mie ayam. Apa kamu mau ikut bersamaku?”

“Kamu tidak boleh makan mie, mie itu tidak bagus buat kesehatan tubuh kamu. Jika kamu mau, mari ikut aku ke rumah. Aku tadi pagi masak banyak, jika aku makan sendiri maka masakan yang aku buat pasti tidak akan habis sendiri.” Sahut Andra mengajak Yusi berkunjung ke rumahnya.

“Maaf, kita baru saja kenal.” Ucap Yusi menolak lembut.

“Aku tahu apa yang kamu pikirkan, tapi aku tidak akan pernah berbuat hal aneh dan hal buruk kepada kamu. Aku ini pria baik, mana mungkin aku menyakiti dan merusak temanku sendiri.” Sahut Andra meyakinkan Yusi jika dirinya bukan pria jahat.

Yusi terdiam, dirinya menatap Andra dari atas sampai bawah. ‘Dari raut wajahnya memang benar dirinya bukan pria jahat. Tapi, apa aku harus percaya begitu saja dengan tutur kata mulut manisnya.’ Batin Yusi menerka-nerka sikap dan sifat Andra.

“Kalau kamu tidak ingin makan masakan ku yang sudah aku masak terlalu banyak, aku tidak masalah. Aku akan buang masakannya, dan aku akan menemani kamu makan mie ayam seperti yang kamu inginkan.” Ucap Andra lembut.

Ucapan Andra ternyata meluluhkan hatinya, Yusi yang tadinya tidak mau ikut ke rumah Andra, menjadi luluh mendengar jika dirinya akan membuang semua masakan yang ia masak tadi pagi hanya demi menemani dirinya.

Yusi menundukkan pandangannya, menarik nafas diam-diam.

“Baiklah. Aku akan ke rumah kamu, sekalian aku ganti baju di rumah kamu juga.”

“Kamu tidak boleh berganti pakaian di rumahku. Kita cukup makan siang saja, setelah itu kita pergi les bersama-sama.”

“Kenapa tidak boleh, aku ini juga mau pergi les, masa iya aku memakai baju seragam sekolah yang bau lecit ini.”

“Tapi bau kamu enak kok.”

“Apa!!!” Yusi melayangkan tangan kanannya ke puncak kepala Andra dan memukuli nya dengan pelan. “Dasar penguntit.”

“He he. Mari kita pergi.” Ajak Andra, tangan kanan mengarah ke sepeda motor sport miliknya yang terparkir di depan gerbang sekolah.

...Bersambung...

Terpopuler

Comments

~~N..M~~~

~~N..M~~~

Kan benar

2022-08-11

0

~~N..M~~~

~~N..M~~~

Di balik ke luguan pasti tersimpan hal besar.

Aku yakin jika Andra tidak sebaik yang Author pikirkan.

2022-08-11

0

mei

mei

kok ceritanya tentang yusi terus thor... bukannya Azzam juga serakah..??

2022-08-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Surat Warisan 1
2 Bab 02. Isi surat Warisan 2
3 Bab 03. Mengenang perjuangan
4 Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5 Bab 05. Pasrah
6 Bab 06. Hanya kamu.
7 Bab 07. Rumah Sakit
8 Bab 08. Sampai kapan?
9 Bab 09. Menghibur Istri orang.
10 Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11 Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12 Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13 Bab 13. TEROR 1
14 Bab 14. Aku akan menunggumu
15 Bab 15.
16 Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17 Bab 17. Pepet terus
18 Bab 18. Azzam di Labrak
19 Bab 19. Keluar kamu
20 Bab 20. Misi pertama Azzam
21 Bab 21. Perlahan tapi pasti
22 BAB 22. Pantulan Cermin
23 BAB 23. Rayuan Maut.
24 BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25 BAB 25. Main petak umpet di kamar
26 BAB 26. Hanya teman
27 BAB 27. Karena sakit hati
28 BAB 28. Pesan hangat
29 BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30 Bab 30. AKAL YUSI
31 BAB 31. KEKECEWAAN
32 BAB 32. RENCANA BARU
33 BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34 BAB 34. HALUSINASI
35 BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36 BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37 BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38 BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39 BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40 BAB 40. BERAKHIR
41 BAB 41. Gara-gara Clara
42 BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43 BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44 BAB 44. Hasrat Janda
45 BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46 BAB 46. Teru-Teru Buzo
47 BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48 BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49 BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50 BAB 50. Bukan Bulan Madu
51 BAB 51. Clara! wanita Malam
52 BAB 52. Jangan sampai aku!
53 BAB 53. Bantu aku, Clara
54 BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55 BAB 55. Curahan Hati
56 BAB 56. MABUK
57 BAB 57. Suruhan Rashi
58 BAB 58. Balasan buat Rashi
59 BAB 59. Kembali melamar
60 BAB 60. Menunggu Hari H
61 BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62 BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63 BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64 BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65 BAB 65. ITU HARAPANKU
66 BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67 BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68 BAB 68. SOSOK BERBULU
69 BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70 BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71 BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72 BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73 BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74 BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75 BAB 75. Arwah Clara
76 BAB 76. Kok mirip ya?
77 BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78 BAB 78. Di saat hujan petir
79 BAB 79. Berhentilah Anggun
80 BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81 BAB 81. Makanan
82 BAB 82. Aku sangat mencintai kamu
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 01. Surat Warisan 1
2
Bab 02. Isi surat Warisan 2
3
Bab 03. Mengenang perjuangan
4
Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5
Bab 05. Pasrah
6
Bab 06. Hanya kamu.
7
Bab 07. Rumah Sakit
8
Bab 08. Sampai kapan?
9
Bab 09. Menghibur Istri orang.
10
Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11
Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12
Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13
Bab 13. TEROR 1
14
Bab 14. Aku akan menunggumu
15
Bab 15.
16
Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17
Bab 17. Pepet terus
18
Bab 18. Azzam di Labrak
19
Bab 19. Keluar kamu
20
Bab 20. Misi pertama Azzam
21
Bab 21. Perlahan tapi pasti
22
BAB 22. Pantulan Cermin
23
BAB 23. Rayuan Maut.
24
BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25
BAB 25. Main petak umpet di kamar
26
BAB 26. Hanya teman
27
BAB 27. Karena sakit hati
28
BAB 28. Pesan hangat
29
BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30
Bab 30. AKAL YUSI
31
BAB 31. KEKECEWAAN
32
BAB 32. RENCANA BARU
33
BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34
BAB 34. HALUSINASI
35
BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36
BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37
BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38
BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39
BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40
BAB 40. BERAKHIR
41
BAB 41. Gara-gara Clara
42
BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43
BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44
BAB 44. Hasrat Janda
45
BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46
BAB 46. Teru-Teru Buzo
47
BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48
BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49
BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50
BAB 50. Bukan Bulan Madu
51
BAB 51. Clara! wanita Malam
52
BAB 52. Jangan sampai aku!
53
BAB 53. Bantu aku, Clara
54
BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55
BAB 55. Curahan Hati
56
BAB 56. MABUK
57
BAB 57. Suruhan Rashi
58
BAB 58. Balasan buat Rashi
59
BAB 59. Kembali melamar
60
BAB 60. Menunggu Hari H
61
BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62
BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63
BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64
BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65
BAB 65. ITU HARAPANKU
66
BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67
BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68
BAB 68. SOSOK BERBULU
69
BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70
BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71
BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72
BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73
BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74
BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75
BAB 75. Arwah Clara
76
BAB 76. Kok mirip ya?
77
BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78
BAB 78. Di saat hujan petir
79
BAB 79. Berhentilah Anggun
80
BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81
BAB 81. Makanan
82
BAB 82. Aku sangat mencintai kamu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!