Bab 19. Keluar kamu

🍃🍃Kediaman rumah Andra🍃🍃

Brum! Brum.

Sepeda motor sport milik Andra memasuki pagar putih yang terbuka sedikit. Andra menghentikan sepeda motor sport miliknya di samping mobil yang berada di dalam garasi. Andra membuka helmnya, sedikit ia menoleh kebelakang, menatap Yusi yang tampak heran.

“Walaupun rumahku tidak sebesar rumah kamu, tapi aku bangga bisa punya rumah sendiri dari hasil usahaku.”

“Emang aku ada nanya?” Sahut Yusi turun dari sepeda motor sport Andra.

“He he. Kalau begitu mari kita masuk.” Ajak Andra yang sudah jalan terlebih dahulu keluar dari garasi mobil.

“Sebaiknya aku tidak usah masuk.” Kedua mata Yusi mengedar ke sekeliling komplek yang terlihat elit. “Aku tidak enak sama tetangga kamu.”

Andra mengulas senyum tipis di bibir seksinya, kedua kaki berjalan mendekati Yusi, tangan kanan menggenggam erat pergelangan tangan kanan Yusi yang di letak di sisi badan. “Tidak perlu mencemaskan tetangga. Lagian kita tidak melakukan apa pun di sini, jadi kamu jangan kuatir.” Ucap Andra meyakinkan diri Yusi.

Grrttt!!!

Wajah Yusi memerah, dirinya menahan malu karena perutnya mendadak memberontak di depan Andra.

“Jangan pikirkan mulut tetangga, sekarang pikirkan saja perut kamu yang terus memberontak seperti itu.” Ucap Andra menarik tangan Yusi, membawanya masuk ke dalam rumah.

Sesampainya di dalam rumah, Yusi menghentikan langkah kakinya di ruang tamu. Terlihat jejeran foto lawas seorang sepasang suami dan istri duduk di kursi besar beserta seorang anak laki-laki berusia 10 tahun. Melihat Yusi menghentikan langkah kakinya, Andra juga ikut menghentikan langkah kakinya di sisi kanan Yusi.

“Apakah ini foto keluarga kamu?” Tanya Yusi kepada Andra.

Andra mengambil foto sepasang suami dan istri, menatap foto keluarga tersebut dengan penuh cinta. “Iya, mereka berdua adalah kedua orang tuaku, mereka meninggal dunia 6 tahun yang lalu. Foto ini adalah foto terakhir aku berjumpa dengan Papa dan Mamaku.”

“Eh, maaf jika aku sudah menyinggung kamu.” Ucap Yusi merasa bersalah.

Andra meletakkan kembali foto keluarga tersebut. “Tidak perlu minta maaf, lagian itu sudah berlalu.” Andra mengarahkan tangan kanannya ke sisi kanan, dimana ruang tamu terhubung dengan ruang makan. “Mari kita pergi makan.”

“Baik.” Sahut Yusi patuh.

.

.

💫💫2 jam kemudian💫💫

Setelah selesai makan, agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk kepada mereka berdua, Yusi berinisiatif meminta Andra untuk mengajak dirinya berkeliling rumahnya. Namun, Andra tidak mengiyakan ajakan Yusi, Andra mengganti ajakan Yusi menjadi membaca Novel bergenre horor, dengan judul “Teror Mahar Mewah”. Andra dan Yusi duduk di dalam ruangan khusus baca.

“Aku tidak suka baca cerita horor.” Ucap Yusi mengembalikan novel tersebut kepada Andra.

“Ini sebenarnya kisahnya sedih, seorang gadis yang polos harus terjebak akibat ulah Ayahnya yang SERAKAH. Seorang Ayah yang haus akan uang dan harta hingga merelakan putri kesayangannya menikahi seorang pria psikopat yang memiliki banyak harta. Tapi tidak sepenuhnya harta itu adalah milik pria psikopat tersebut, harta itu di dapatkan dengan menghabisi banyak orang kaya.” Ucap Andra menjelaskan sedikit tentang novel yang berjudul “Teror Mahar Mewah”.

“Tetap saja aku tidak suka membaca cerita seperti itu.” Tolak Yusi sopan. Bukan tidak mau membaca novel tersebut, Yusi hanya tidak suka jika ada perkataan seperti menyinggung dirinya padahal perkataan itu belum tentu mereka mengetahui perbuatan Yusi. Yusi berdiri, tangan kanan mengarah ke pintu. “Sebaiknya aku menumpang kamar mandi.” Yusi menatap jam di dinding. “Sebaiknya kita harus berangkat les sebelum kita terlambat.”

“Baiklah, aku akan menunjukkan kamarku di mana.” Sahut Andra. Andra berdiri, kedua kakinya melangkah terlebih dahulu membuka pintu ruangan dan menuntun Yusi menuju kamar miliknya yang berada di lantai 2.

Kedua kaki Yusi dan Andra terhenti tepat di depan pintu kamar milik Andra, tangan kanan Andra membuka pintu kamar. “Ini kamarku, semua keperluan buat mandi ada di dalam. Kamu bisa memakai handuk baru yang aku simpan di dalam lemari gantung kecil yang berada di dalam kamar mandi.” Andra menatap wajah Yusi yang terlihat serius melihat ke dalam kamarnya. “Apa kamu mendengar ucapanku?”

“Dengar.”

“Oh, aku pikir kamu tidak mendengarkan aku.” Tangan kanan Andra memegang pergelangan tangan kanan Yusi. “Aku punya ide, daripada kamu menghabiskan air untuk satu badan, lebih bagus aku ikut kamu mandi.”

Tak!!

“Bodoh.” Ucap Yusi meninggikan nada suaranya setelah menjitak dahi Andra. Yusi berbalik badan, kedua kakinya melangkah cepat menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar Andra. Bibirnya mengumpat kesal, sesekali ia menatap Andra yang masih berdiri di depan pintu kamar. “Ck. Dasar mesum. Bisa-bisanya dia berbicara tanpa pikiran.”

.

.

🍃🍃30 menit kemudian🍃🍃

Untuk sesaat Yusi merasa lega dan sedikit melupakan teror yang terus menghantui dirinya. Setelah Yusi selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk hanya sebatas paha, kedua kakinya melangkah mendekati tas miliknya yang di letakkan di atas meja rias milik Andra. Saat hendak mengambil baju yang berada di dalam tas, kedua mata Yusi membesar melihat botol obat herbal seperti milik mendiang Ayahnya dan tulisan kecil di atas meja rias.

“Keluar kamu! Jangan beraninya melakukan hal ini tanpa sepengetahuanku. Keluar kamu SE..TAN.” Ucap Yusi sedikit meninggikan nada suaranya, pandangan tak tentu arah ia tuju ke seluruh ruangan. “KELUAR.” Teriak Yusi sekali lagi.

“Ada apa Yusi?” Tanya Andra tanpa mengetuk pintu langsung membuka pintu dan masuk.

Yusi yang tidak sadar jika tubuhnya hanya berbalut handuk kecil berlari mendekati Andra yang berjalan ke arahnya. Tangan kanan Yusi memegang pergelangan tangan kiri Andra, jari telunjuk tangan kanan mengarah ke meja rias. “Li-lihat di sana ada setan yang terus menerorku. Seolah dirinya adalah mendiang Ayahku.”

“Teror! Kalau begitu aku akan menemani kamu untuk melihatnya.” Sahut Andra. Tangan kiri Andra berbalik memegang tangan kanan Yusi. “Kamu jangan takut lagi, karena aku ada di sini untuk kamu.” Ucap Andra sedikit menenangkan hati Yusi.

Kedua kaki Yusi dan Andra melangkah perlahan mendekati meja rias, Yusi yang tadinya berjalan di samping kiri Andra berubah menjadi berlindung di belakang tubuh Andra. Kedua kaki Yusi dan Andra berhenti tepat di depan meja rias, betapa terkejutnya Yusi melihat meja rias sudah bersih tanpa tulisan berdarah yang berkata, ‘Anak seperti kamu tidak pantas hidup’ , tulisan menyeramkan tepat di samping botol obat herbal seperti bekas mendiang Ayahnya.

“Tidak ada apa-apa di atas meja ini.” Ucap Andra memberitahu Yusi jika yang ia lihat dan baru saja ia bicarakan tidak ada di atas meja rias miliknya.

Yusi menyingkirkan semua benda milik Andra dan tas miliknya dari atas meja rias milik Andra. “Tadi ada kok! Gak mungkin bisa hilang begitu saja.”

...Bersambung...

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

top 👍

2022-08-12

0

~~N..M~~~

~~N..M~~~

Aku juga sudah baca sampek hbis "Teror Mahar Mewah". Di cerita itu kamu bisa mandapatkan Ayat kursi dll.

2022-08-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Surat Warisan 1
2 Bab 02. Isi surat Warisan 2
3 Bab 03. Mengenang perjuangan
4 Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5 Bab 05. Pasrah
6 Bab 06. Hanya kamu.
7 Bab 07. Rumah Sakit
8 Bab 08. Sampai kapan?
9 Bab 09. Menghibur Istri orang.
10 Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11 Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12 Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13 Bab 13. TEROR 1
14 Bab 14. Aku akan menunggumu
15 Bab 15.
16 Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17 Bab 17. Pepet terus
18 Bab 18. Azzam di Labrak
19 Bab 19. Keluar kamu
20 Bab 20. Misi pertama Azzam
21 Bab 21. Perlahan tapi pasti
22 BAB 22. Pantulan Cermin
23 BAB 23. Rayuan Maut.
24 BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25 BAB 25. Main petak umpet di kamar
26 BAB 26. Hanya teman
27 BAB 27. Karena sakit hati
28 BAB 28. Pesan hangat
29 BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30 Bab 30. AKAL YUSI
31 BAB 31. KEKECEWAAN
32 BAB 32. RENCANA BARU
33 BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34 BAB 34. HALUSINASI
35 BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36 BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37 BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38 BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39 BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40 BAB 40. BERAKHIR
41 BAB 41. Gara-gara Clara
42 BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43 BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44 BAB 44. Hasrat Janda
45 BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46 BAB 46. Teru-Teru Buzo
47 BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48 BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49 BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50 BAB 50. Bukan Bulan Madu
51 BAB 51. Clara! wanita Malam
52 BAB 52. Jangan sampai aku!
53 BAB 53. Bantu aku, Clara
54 BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55 BAB 55. Curahan Hati
56 BAB 56. MABUK
57 BAB 57. Suruhan Rashi
58 BAB 58. Balasan buat Rashi
59 BAB 59. Kembali melamar
60 BAB 60. Menunggu Hari H
61 BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62 BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63 BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64 BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65 BAB 65. ITU HARAPANKU
66 BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67 BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68 BAB 68. SOSOK BERBULU
69 BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70 BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71 BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72 BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73 BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74 BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75 BAB 75. Arwah Clara
76 BAB 76. Kok mirip ya?
77 BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78 BAB 78. Di saat hujan petir
79 BAB 79. Berhentilah Anggun
80 BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81 BAB 81. Makanan
82 BAB 82. Aku sangat mencintai kamu
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 01. Surat Warisan 1
2
Bab 02. Isi surat Warisan 2
3
Bab 03. Mengenang perjuangan
4
Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5
Bab 05. Pasrah
6
Bab 06. Hanya kamu.
7
Bab 07. Rumah Sakit
8
Bab 08. Sampai kapan?
9
Bab 09. Menghibur Istri orang.
10
Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11
Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12
Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13
Bab 13. TEROR 1
14
Bab 14. Aku akan menunggumu
15
Bab 15.
16
Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17
Bab 17. Pepet terus
18
Bab 18. Azzam di Labrak
19
Bab 19. Keluar kamu
20
Bab 20. Misi pertama Azzam
21
Bab 21. Perlahan tapi pasti
22
BAB 22. Pantulan Cermin
23
BAB 23. Rayuan Maut.
24
BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25
BAB 25. Main petak umpet di kamar
26
BAB 26. Hanya teman
27
BAB 27. Karena sakit hati
28
BAB 28. Pesan hangat
29
BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30
Bab 30. AKAL YUSI
31
BAB 31. KEKECEWAAN
32
BAB 32. RENCANA BARU
33
BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34
BAB 34. HALUSINASI
35
BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36
BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37
BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38
BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39
BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40
BAB 40. BERAKHIR
41
BAB 41. Gara-gara Clara
42
BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43
BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44
BAB 44. Hasrat Janda
45
BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46
BAB 46. Teru-Teru Buzo
47
BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48
BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49
BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50
BAB 50. Bukan Bulan Madu
51
BAB 51. Clara! wanita Malam
52
BAB 52. Jangan sampai aku!
53
BAB 53. Bantu aku, Clara
54
BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55
BAB 55. Curahan Hati
56
BAB 56. MABUK
57
BAB 57. Suruhan Rashi
58
BAB 58. Balasan buat Rashi
59
BAB 59. Kembali melamar
60
BAB 60. Menunggu Hari H
61
BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62
BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63
BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64
BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65
BAB 65. ITU HARAPANKU
66
BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67
BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68
BAB 68. SOSOK BERBULU
69
BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70
BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71
BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72
BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73
BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74
BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75
BAB 75. Arwah Clara
76
BAB 76. Kok mirip ya?
77
BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78
BAB 78. Di saat hujan petir
79
BAB 79. Berhentilah Anggun
80
BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81
BAB 81. Makanan
82
BAB 82. Aku sangat mencintai kamu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!