Bab 18. Azzam di Labrak

🍃Di kediaman Rumah Azzam🍃

Azzam yang sudah berjanji akan bertemu dengan klien untuk melakukan rapat mengenai karangan bunga buat pernikahan, harus tertunda karena seorang pria berumur berdiri di samping mobil miliknya. Pria berwajah sangar, kemeja kotak-kotak di buka kancing baju bagian atas dan tak lupa kalung perak melingkar di jenjang lehernya.

Azzam melangkahkan kedua kakinya mendekati pria tersebut, bibirnya menolak halus seorang pria yang sedari tadi menatapnya tajam. “Mohon maaf, bisakah Anda datang nanti siang.” Ucap Azzam seolah dirinya mengetahui pria tersebut ingin bertemu dengannya.

Tanpa menjawab pertanyaan dari Azzam, pria tersebut meraih leher kemeja Azzam dan menggenggamnya sangat kuat, membuat wajah mereka saling bertatap muka. “Ternyata kamu pria yang selalu di sebut-sebut istriku ketika ia sedang tidur.”

“Maaf, mungkin Anda salah orang.” Sahut Azzam, kedua tangannya perlahan menurunkan kedua tangan pria tersebut yang menggenggam erat leher kemeja Azzam. “Jika memang itu aku, maka sebaiknya Anda berkaca dulu. Bisa tidak Anda memberikan kepuasan lebih buat….”

Bam!!

Satu bogem mentah menghentikan ucapan Azzam.

Azzam menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya, tubuh dan kepala yang sempat miring kini ia tegakkan kembali. Sudut bibir yang masih terlihat noda darah tersenyum puas. “Aku tidak tahu siapa nama dan wajah istri kamu. Banyak wanita yang tidur menemaniku, membuat aku tidak bisa menghafal wajah mereka.”

“Bre*ngsek.”

Pria tersebut hendak melayangkan bogem mentah kembali, dengan cepat tangan kanan Azzam menahan lengan kekar pria tersebut, dan tangan kirinya melayangkan bogem mentah di perut kotak-kotak pira tersebut.

Bam!!!

“Itu akibatnya jika kamu mengganggu jalanku. Kamu tidak tahu siapa aku, tapi aku akan cari tahu siapa istri kamu dan apa yang ia miliki. Jika dia seperti berlian, maka aku akan terus menyimpan berlian tersebut hingga dirinya kehilangan harganya. Jika dia hanya batu krikil yang mudah di dapatkan, maka aku akan membuangnya, tapi aku pastikan dirinya akan menerima semua perlakuan seperti suaminya memperlakukanku.” Ucap Azzam dengan nada suara sedikit menekan. Setelah puas berkata seperti itu, Azzam masuk ke dalam mobil, dan meninggalkan pria tersebut sendirian di halaman rumahnya.

Sepanjang perjalan menuju tempat rapat sesuai permintaan klien, Azzam terus berdecak kesal. Ia merasa kesal karena dirinya yang baru saja memulai aktivitas di kejutkan dengan seorang pria yang mengaku sebagai suami dari salah satu seorang wanita yang menemani dirinya tidur. Bukan hanya mengaku, pria tersebut juga memberikan Azzam bogem mentah yang membuat dirinya masih merasakan perih dan nyeri di sekitar kulitnya.

Mobil Azzam yang terus melaju selama 2 jam lamanya harus terhenti di sebuah kafe pondok yang berada di tepian pantai. Sebelum turun dari mobil, Azzam membersihkan bekas luka yan ia dapat dengan tisu basah yang selalu tersedia di dalam mobil miliknya. Darah memang bisa di bersihkan, tapi bekas luka tidak dapat di tutupin dan dihilangkan dengan mudahnya hanya dengan tisu basah.

Azzam keluar dari mobil dengan sudut bibir yang lebam. Kedua kaki Azzam perlahan berjalan di atas pasir pantai.

“Akhir-akhir aku banyak mengeluarkan uang. Mana Ayah sudah meninggal dunia. Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan uang dengan tanpa menyiksa diri dan menunggu hasil panen dan pembayaran dari klien yang memakai bungaku.” Azzam menggeleng pelan. “Ah! Nanti saat aku pikirkan itu, yang terpenting sekarang aku harus menyelesaikan pekerjaan ini.”

Apalagi yang akan di rencanakan Azzam. Warisan usaha perkebunan teh dan dan tanah yang cukup luas sudah diberikan oleh mendiang Deni kepada Azzam. Perkebunan teh juga sedang naik daun, hingga mencapai target bermiliyaran di setiap kali panen. Usaha bunga yang ia buat juga sedang laku keras, mulai dari pesanan yang kecil hingga pesanan yang meraup omset jutaan rupiah.

Dasar Azzam manusia kurang bersyukur, memiliki sifat SERAKAH mengantarkan dirinya akan terus kekurangan dan ingin memiliki segalanya yang ada pada Bumi ini, dan seluruh manusia yang ada di muka Bumi ini.

.

.

.

💫💫 4 jam kemudian💫💫

Azzam menghabiskan waktu selama 4 jam, mulai dari rapat sampai pulang ke rumah. Klien yang banyak tuntutan buat karangan bunga dan dekor pelaminannya dengan bunga asli membuat Azzam sedikit lelah. Rasa lelah yang ia alami membuat dirinya tidak perduli ke sekeliling kediaman rumahnya. Kedua kaki Azzam terus melangkah, mata yang lelah membuat pandangan menjadi buram.

“Azzam.” Panggil seorang wanita cantik dari sisi kanan sudut teras rumah.

Azzam menolehkan wajah lelahnya ke sisi kanan. “Maaf, aku lagi tidak menerima klien di malam hari.” Ucap Azzam sopan. Tangan kanan Azzam mengambil kunci rumah dari dalam saku kemeja miliknya, dan membuka pintu rumah. Sebelum masuk ke dalam rumah Azzam memberitahu wanita tersebut agar kembali lagi besok pagi atau siang, karena malam ini dirinya sangat lelah. “Sekeras apa pun Anda meminta untuk di berikan buket bunga, aku tetap tidak akan membuatnya. Pulanglah.” Ucap Azzam menyuruh wanita tersebut sekali lagi.

Wanita tersebut berlari kecil, ia memeluk Azzam dari samping tanpa rasa malu. Kepala ia sandarkan di lengan kekar Azzam, air mata perlahan membasahi kedua pipinya. “Azzam, bisakah aku menemani kamu tidur untuk yang terakhir kalinya?”

“Tidak. Aku tidak ingin berurusan dengan wanita yang sudah memiliki pasangan hidup.” Tegas Azzam, tangan kirinya perlahan melepaskan pelukan wanita tersebut. “Sebaiknya kamu pulang! Aku tidak mau kejadian buruk seperti tadi pagi menimpaku kembali.” Ucap Azzam kepada wanita beristri agar tidak mengunjunginya lagi, karena dirinya tak ingin wajah tampannya kembali mendapatkan bogem mentah.

Wanita tersebut berdiri dengan kedua kakinya, kedua tangannya menggenggam erat celana Azzam, kepala mendongak, terlihat jelas air mata bercucuran tanpa henti. “Maafkan suamiku. Maafkan dirinya telah membuat luka di wajah kamu. Pria yang tadi pagi datang itu adalah suamiku. Aku sudah mengatakan akan berpisah dengannya, tapi dirinya tidak pernah mau menandatangani surat perceraian yang sudah aku berikan mulai dari 1 tahun yang lalu. Dia adalah suami yang tak berguna, kerjaannya hanya bisa menghabiskan harta warisan dari kedua orang tuaku saja. Aku mohon izinkan aku untuk tidur satu malam ini saja di rumah kamu, sebelum aku berangkat ke Luar Negeri.”

Sudut bibir Azzam menaik setelah mendengar penuturan dari wanita tersebut. Azzam tidak menyangka jika pertemuannya 3 bulannya yang lalu dengan wanita tajir tersebut sangat membuahkan hasil bagi dirinya. Azzam juga tidak menyangka jika istri dari pria tersebut adalah seorang wanita sukses yang terkenal di kota ia tinggal. Azzam juga tidak menyangka jika ternyata wanita ini sudah lama menggugat suaminya. Semua penuturan dari wanita tersebut membuat Azzam mengingat akan rencananya sewaktu di pantai.

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

semangat 😍

2022-08-12

1

~~N..M~~~

~~N..M~~~

Azzam memang benar-benar brutal. Yang mirip dengan kedua orang tuanya hanya Rabbani.

2022-08-11

1

~~N..M~~~

~~N..M~~~

Mampus...

2022-08-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Surat Warisan 1
2 Bab 02. Isi surat Warisan 2
3 Bab 03. Mengenang perjuangan
4 Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5 Bab 05. Pasrah
6 Bab 06. Hanya kamu.
7 Bab 07. Rumah Sakit
8 Bab 08. Sampai kapan?
9 Bab 09. Menghibur Istri orang.
10 Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11 Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12 Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13 Bab 13. TEROR 1
14 Bab 14. Aku akan menunggumu
15 Bab 15.
16 Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17 Bab 17. Pepet terus
18 Bab 18. Azzam di Labrak
19 Bab 19. Keluar kamu
20 Bab 20. Misi pertama Azzam
21 Bab 21. Perlahan tapi pasti
22 BAB 22. Pantulan Cermin
23 BAB 23. Rayuan Maut.
24 BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25 BAB 25. Main petak umpet di kamar
26 BAB 26. Hanya teman
27 BAB 27. Karena sakit hati
28 BAB 28. Pesan hangat
29 BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30 Bab 30. AKAL YUSI
31 BAB 31. KEKECEWAAN
32 BAB 32. RENCANA BARU
33 BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34 BAB 34. HALUSINASI
35 BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36 BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37 BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38 BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39 BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40 BAB 40. BERAKHIR
41 BAB 41. Gara-gara Clara
42 BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43 BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44 BAB 44. Hasrat Janda
45 BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46 BAB 46. Teru-Teru Buzo
47 BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48 BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49 BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50 BAB 50. Bukan Bulan Madu
51 BAB 51. Clara! wanita Malam
52 BAB 52. Jangan sampai aku!
53 BAB 53. Bantu aku, Clara
54 BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55 BAB 55. Curahan Hati
56 BAB 56. MABUK
57 BAB 57. Suruhan Rashi
58 BAB 58. Balasan buat Rashi
59 BAB 59. Kembali melamar
60 BAB 60. Menunggu Hari H
61 BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62 BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63 BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64 BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65 BAB 65. ITU HARAPANKU
66 BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67 BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68 BAB 68. SOSOK BERBULU
69 BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70 BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71 BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72 BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73 BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74 BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75 BAB 75. Arwah Clara
76 BAB 76. Kok mirip ya?
77 BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78 BAB 78. Di saat hujan petir
79 BAB 79. Berhentilah Anggun
80 BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81 BAB 81. Makanan
82 BAB 82. Aku sangat mencintai kamu
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 01. Surat Warisan 1
2
Bab 02. Isi surat Warisan 2
3
Bab 03. Mengenang perjuangan
4
Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5
Bab 05. Pasrah
6
Bab 06. Hanya kamu.
7
Bab 07. Rumah Sakit
8
Bab 08. Sampai kapan?
9
Bab 09. Menghibur Istri orang.
10
Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11
Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12
Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13
Bab 13. TEROR 1
14
Bab 14. Aku akan menunggumu
15
Bab 15.
16
Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17
Bab 17. Pepet terus
18
Bab 18. Azzam di Labrak
19
Bab 19. Keluar kamu
20
Bab 20. Misi pertama Azzam
21
Bab 21. Perlahan tapi pasti
22
BAB 22. Pantulan Cermin
23
BAB 23. Rayuan Maut.
24
BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25
BAB 25. Main petak umpet di kamar
26
BAB 26. Hanya teman
27
BAB 27. Karena sakit hati
28
BAB 28. Pesan hangat
29
BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30
Bab 30. AKAL YUSI
31
BAB 31. KEKECEWAAN
32
BAB 32. RENCANA BARU
33
BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34
BAB 34. HALUSINASI
35
BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36
BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37
BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38
BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39
BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40
BAB 40. BERAKHIR
41
BAB 41. Gara-gara Clara
42
BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43
BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44
BAB 44. Hasrat Janda
45
BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46
BAB 46. Teru-Teru Buzo
47
BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48
BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49
BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50
BAB 50. Bukan Bulan Madu
51
BAB 51. Clara! wanita Malam
52
BAB 52. Jangan sampai aku!
53
BAB 53. Bantu aku, Clara
54
BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55
BAB 55. Curahan Hati
56
BAB 56. MABUK
57
BAB 57. Suruhan Rashi
58
BAB 58. Balasan buat Rashi
59
BAB 59. Kembali melamar
60
BAB 60. Menunggu Hari H
61
BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62
BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63
BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64
BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65
BAB 65. ITU HARAPANKU
66
BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67
BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68
BAB 68. SOSOK BERBULU
69
BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70
BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71
BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72
BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73
BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74
BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75
BAB 75. Arwah Clara
76
BAB 76. Kok mirip ya?
77
BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78
BAB 78. Di saat hujan petir
79
BAB 79. Berhentilah Anggun
80
BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81
BAB 81. Makanan
82
BAB 82. Aku sangat mencintai kamu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!