Bab 06. Hanya kamu.

Setelah pulang mengantar Yusi pergi ke sekolah, Rabbani singgah ke minimarket yang tak jauh dari sekolah Yusi. Baru saja memarkirkan mobilnya di pinggiran jalan toko, Rabbani melihat seorang wanita cantik duduk di bangku jalan. Terlihat wanita tersebut sedang menundukkan kepalanya, rambut panjang menutupi sebagian wajahnya. Tetesan air mata membasahi rok miliknya. Melihat wanita yang bersedih seperti itu, Rabbani masuk ke minimarket, membeli es krim coklat.

“Jika menangis bisa menyelesaikan masalah, maka menangislah sepuasnya. Jika tidak ada sandaran buat menangis, maka aku akan bersiap meminjamkan bahuku untukmu. Meski aku tidak mengenalmu.” Ucap Rabbani, tangan kanan memegang es krim mengulur panjang di sisi kiri wanita tersebut.

Wanita tersebut menyeka air mata dari rambut panjang yang menutupi wajahnya, tangan kanan mengambil topi putih yang ia letakkan di bangku sisi kanan, dan memakai topi untuk menutupi sebagian wajahnya. Wajah yang tertutup sebagian topi menoleh ke sisi kiri, bibir merah jambu tersenyum manis kepada Rabbani.

“Terimakasih. Aku memang butuh sandaran untuk meluapkan semua kekesalan yang ada di hatiku. Tapi, tidak semudah itu menerima uluran dan bahu seseorang yang tidak aku kenal. Aku sudah terbiasa seperti ini, dan terimakasih atas kebaikan Anda.” Sahut wanita tersebut lembut, tangan kanan mengambil es krim cokelat dari tangan Rabbani, “Terimakasih.” Ucap wanita itu sekali lagi. Wanita tersebut berdiri, ia sedikit menundukkan tubuhnya kepada Rabbani. Kedua kakinya ia ayunkan meninggalkan Rabbani yang masih berdiri di samping bangku jalan.

“Gadis yang aneh.” Ucap Rabbani. Melihat wanita tersebut yang sudah berjalan jauh tanpa menoleh, Rabbani melangkahkan kakinya menuju mobil.

.

.

.

🍃🍃Sekolah SMA🍃🍃

Yusi duduk santai di bangku yang berada di depan kelas, tubuh menyandar ke tiang sekolah, tangan kanan memegang ponsel. Terlihat jari-jemari Yusi membuka Google, menulis kalimat ‘Bagaimana caranya menyingkirkan musuh’. Sebelum jawabannya terbuka dari Google, 5 orang wanita mendekati Yusi. Yusi pun mematikan layar ponselnya, menyimpan benda pipih tersebut ke dalam saku kemeja sekolah miliknya.

“Hai, Yusi. Aku dengar dari Manager Papaku, kamu sekarang yang menggantikan posisi pemilik Mall terbesar yang ada di kota ‘M’?” tanya salah seorang wanita berambut pirang sebahu, yang berdiri di tengah 5 orang wanita atau teman SMA Yusi.

“Wah! Kalau begitu bisa diskon, dong. Iyakan, Yusi?”

Yusi mengulas senyum tipis, ia berdiri. “Diskon! Belum apa-apa kalian mau minta murah. Maaf, aku tidak butuh teman seperti kalian, memang aku pemiliknya sekarang, tapi bukan berarti kalian bisa memanfaatkan kesempatan ini dan terus berpura-pura baik kepadaku, hanya untuk sebuah barang.” Tegas Yusi di kalimat terakhir sedikit menekan nada suaranya. Yusi berbalik badan, tangan kanan melambai, “Daaa.”

Yusi melangkah pergi meninggalkan 5 wanita tersebut. Sudut bibir bagian atasnya menaik, kedua matanya teringat tentang penghinaan dari 5 wanita tersebut yang sempat menghina dirinya akibat Ayahnya, yaitu Deni tiba-tiba sakit parah 1 tahun yang lalu, membuat semua para pengusaha dan pebisnis menghina Deni yang akan hancur dan bangkrut sebelum meninggal dunia. Dan 5 orang wanita tersebut adalah anak-anak dari pengusaha dan pebisnis yang mengenal Ayahnya yaitu Deni.

Melihat kepergian Yusi begitu saja, 5 orang wanita tersebut menatap suram Yusi yang sudah berjalan jauh di koridor sekolah.

“Ck. Awas saja kamu, Yusi.” Ucap wanita yang berambut pirang.

.

.

.

🍃Di kediaman rumah Deni dan Laras. 🍃

Laras dan Deni duduk di bangku taman belakang, menikmati matahari pagi. Udara sejuk terus menerpa baju Deni dan Laras, membuat rambut mereka yang mulai di penuhi rambut berwarna putih terbang mengikuti arah angin.

“Istriku.” Panggil Deni, tangan kanan memegang punggung tangan kanan Laras, tatapan serius ia alihkan pada istrinya yang tersenyum manis kepadanya.

“Iya, Mas.”

“Jika aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Aku berharap kamu akan hidup bahagia dengan seseorang yang bisa melindungi kamu sampai kamu menua.”

“Mas.”

“Aku suami yang payah, belum apa-apa aku sudah menyusahkan kamu.” Sambung Deni tanpa memberikan kesempatan Laras untuk berbicara. Deni menengadah wajahnya, kedua mata menatap awan biru. “Setelah semua kesulitan yang kita alami, aku sempat berjanji tidak akan pernah menyusahkan kamu lagi. Tapi, 1 tahun ini aku mengingkari janji itu. Aku terus membuat kamu menangis, merawat diriku, dan selalu menemani kemana pun aku ingin pergi.” Deni menundukkan pandangannya, tangan kanannya menggenggam erat punggung tangan kanan Laras, “Seharusnya aku yang menemani kamu, mengajak kamu berbelanja, membawa kamu SPA, membawa kamu….”

Air mata Laras lolos dengan mudahnya, kedua tangannya memeluk tubuh suaminya yang tampak kurus dan semakin lemah, wajahnya ia benamkan di dada suaminya, yaitu Deni. “Tidak. Aku tidak pernah keberatan dengan semua apa yang aku lakukan untuk kamu, Mas. Aku ikhlas, cintaku hanya untuk kamu, kekuatanku, senyumku, waktuku, tawaku, dan masakan 'ku. Semuanya aku lakukan untuk kamu, suamiku. Jangan pernah katakan kepadaku hal menyakitkan itu lagi, aku hanya ingin bersama kamu sampai maut memisahkan kita.” Laras menaikkan pandangannya, tatapan penuh cinta berselimut air mata memandang lekat wajah Deni yang terlihat bahagia. “Tunggu aku, tunggulah aku di sisi Allah. Aku hanya ingin menjadi bidadari Dunia dan Akhiratmu. Dan aku hanya ingin kamu menjadi Pangeran Dunia dan akhiratku.”

Prok!

Prok!!

Rabbani dan Azzam melangkah secara bersamaan menuju taman belakang, kedua tangan mereka serentak memberi tepuk tangan buat Ayah dan Ibunya, yaitu Deni dan Laras.

“Wah! Wah. Ada yang pacaran di sini.” Ucap Azzam, menatap Deni dan Laras yang terlihat malu.

Rabbani mengembangkan kedua tangannya, meletakkannya di atas bahu Deni dan Laras dari belakang. “Aku senang melihat Ayah dan Ibu seperti ini. Aku harap hanya maut yang dapat memisahkan kita semua.”

Dahi Azzam mengerut, tatapan suram memandang wajah Rabbani yang terletak di tengah-tengah wajah Deni dan Laras.

‘Ck. Lagi dan lagi dia mengambil posisi paling penting. Apa hebatnya hanya bisa berbicara seperti itu. Dasar tukang cari muka.’ Batin Azzam tidak senang.

Melihat sikap Rabbani yang baik dan memiliki tutur kata yang sopan, Azzam kurang menyukainya. Beda dengan Yusi, ia hanya iri melihat prestasi yang di miliki Rabbani. Membuat Rabbani selalu di agungkan di rumah, dan selalu di bandingkan dengan Yusi.

Kenapa ada keluarga seperti ini? Terlihat romantis dan perduli di depannya, tapi mempunyai banyak sisi ketidaksukaan di belakangnya. Ibarat seorang munafik, dia bisa menutupi ketidaksukaannya hanya karena dia masih ingin berteman dengan orang tersebut, dan masih membutuhkan bantuannya. Tapi sikap yang di miliki Azzam dan Yusi lebih dari munafik, karena mereka sedang merencanakan hal buruk buat Rabbani, yaitu saudaranya sendiri yang berusaha baik kepada mereka dan selalu ingin mencoba dekat dengan satu sama lain, meski kadang kebaikannya tidak pernah terlihat baik di mata kedua saudaranya.

...Bersambung........

Terpopuler

Comments

Rini Antika

Rini Antika

Aku salfok sama ice cream nya..🤭

2022-10-14

0

mei

mei

lanjut

2022-08-02

1

~~N..M~~~

~~N..M~~~

Perasaan hidup nih bocah biasa aja, tapi knpa dia terus ingin menyingkirkan musuh.

Penasaran sama nih bocah

2022-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Surat Warisan 1
2 Bab 02. Isi surat Warisan 2
3 Bab 03. Mengenang perjuangan
4 Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5 Bab 05. Pasrah
6 Bab 06. Hanya kamu.
7 Bab 07. Rumah Sakit
8 Bab 08. Sampai kapan?
9 Bab 09. Menghibur Istri orang.
10 Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11 Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12 Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13 Bab 13. TEROR 1
14 Bab 14. Aku akan menunggumu
15 Bab 15.
16 Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17 Bab 17. Pepet terus
18 Bab 18. Azzam di Labrak
19 Bab 19. Keluar kamu
20 Bab 20. Misi pertama Azzam
21 Bab 21. Perlahan tapi pasti
22 BAB 22. Pantulan Cermin
23 BAB 23. Rayuan Maut.
24 BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25 BAB 25. Main petak umpet di kamar
26 BAB 26. Hanya teman
27 BAB 27. Karena sakit hati
28 BAB 28. Pesan hangat
29 BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30 Bab 30. AKAL YUSI
31 BAB 31. KEKECEWAAN
32 BAB 32. RENCANA BARU
33 BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34 BAB 34. HALUSINASI
35 BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36 BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37 BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38 BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39 BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40 BAB 40. BERAKHIR
41 BAB 41. Gara-gara Clara
42 BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43 BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44 BAB 44. Hasrat Janda
45 BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46 BAB 46. Teru-Teru Buzo
47 BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48 BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49 BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50 BAB 50. Bukan Bulan Madu
51 BAB 51. Clara! wanita Malam
52 BAB 52. Jangan sampai aku!
53 BAB 53. Bantu aku, Clara
54 BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55 BAB 55. Curahan Hati
56 BAB 56. MABUK
57 BAB 57. Suruhan Rashi
58 BAB 58. Balasan buat Rashi
59 BAB 59. Kembali melamar
60 BAB 60. Menunggu Hari H
61 BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62 BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63 BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64 BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65 BAB 65. ITU HARAPANKU
66 BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67 BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68 BAB 68. SOSOK BERBULU
69 BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70 BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71 BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72 BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73 BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74 BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75 BAB 75. Arwah Clara
76 BAB 76. Kok mirip ya?
77 BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78 BAB 78. Di saat hujan petir
79 BAB 79. Berhentilah Anggun
80 BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81 BAB 81. Makanan
82 BAB 82. Aku sangat mencintai kamu
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 01. Surat Warisan 1
2
Bab 02. Isi surat Warisan 2
3
Bab 03. Mengenang perjuangan
4
Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5
Bab 05. Pasrah
6
Bab 06. Hanya kamu.
7
Bab 07. Rumah Sakit
8
Bab 08. Sampai kapan?
9
Bab 09. Menghibur Istri orang.
10
Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11
Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12
Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13
Bab 13. TEROR 1
14
Bab 14. Aku akan menunggumu
15
Bab 15.
16
Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17
Bab 17. Pepet terus
18
Bab 18. Azzam di Labrak
19
Bab 19. Keluar kamu
20
Bab 20. Misi pertama Azzam
21
Bab 21. Perlahan tapi pasti
22
BAB 22. Pantulan Cermin
23
BAB 23. Rayuan Maut.
24
BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25
BAB 25. Main petak umpet di kamar
26
BAB 26. Hanya teman
27
BAB 27. Karena sakit hati
28
BAB 28. Pesan hangat
29
BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30
Bab 30. AKAL YUSI
31
BAB 31. KEKECEWAAN
32
BAB 32. RENCANA BARU
33
BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34
BAB 34. HALUSINASI
35
BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36
BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37
BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38
BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39
BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40
BAB 40. BERAKHIR
41
BAB 41. Gara-gara Clara
42
BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43
BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44
BAB 44. Hasrat Janda
45
BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46
BAB 46. Teru-Teru Buzo
47
BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48
BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49
BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50
BAB 50. Bukan Bulan Madu
51
BAB 51. Clara! wanita Malam
52
BAB 52. Jangan sampai aku!
53
BAB 53. Bantu aku, Clara
54
BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55
BAB 55. Curahan Hati
56
BAB 56. MABUK
57
BAB 57. Suruhan Rashi
58
BAB 58. Balasan buat Rashi
59
BAB 59. Kembali melamar
60
BAB 60. Menunggu Hari H
61
BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62
BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63
BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64
BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65
BAB 65. ITU HARAPANKU
66
BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67
BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68
BAB 68. SOSOK BERBULU
69
BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70
BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71
BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72
BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73
BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74
BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75
BAB 75. Arwah Clara
76
BAB 76. Kok mirip ya?
77
BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78
BAB 78. Di saat hujan petir
79
BAB 79. Berhentilah Anggun
80
BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81
BAB 81. Makanan
82
BAB 82. Aku sangat mencintai kamu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!