Bab 15.

Taksi online yang di tumpangi Yusi berhenti tepat di depan gerbang rumahnya. Sore itu setelah selesai melakukan pembayaran, Yusi memasukkan dompet miliknya ke dalam tas sling bag miliknya. Yusi berbalik badan, kedua kakinya melangkah menuju gerbang rumah. Sesampainya di dalam halaman rumah, kedua mata Yusi membesar, dan langkah kakinya pun terhenti.

“Ti-tidak mungkin.” Ucap Yusi saat melihat sekelebatan orang berjalan di koridor teras rumah mirip mendiang Ayahnya yaitu Deni. Yusi mengucek kedua kelopak matanya, ia memastikan kembali apakah benar itu arwah mirip mendiang Ayahnya. “HAA! Tidak ada.” Sambung Yusi kembali saat tidak bisa melihat bayangan mirip mendiang arwah Ayahnya. “Aku harus mengejarnya, aku sangat yakin jika ada seseorang yang sedang mengerjai diriku.” Gumam Yusi pelan, kedua kakinya berlari menuju koridor teras terhubung dengan samping rumah mereka.

“Ada apa dengan Yusi?” Tanya Laras sendiri dari balik taman bunga yang sedang tumbuh mekar. Ternyata dari tadi Laras sedang berada di taman bunga halaman depan tanpa diketahui Yusi. Kegiatan sehari-hari Laras di sore hari menyiram tanaman bunga yang di taman oleh anak pertamanya yaitu Azzam. Laras meletakkan dan mematikan selang air, kedua kakinya berjalan mengikuti langkah kaki Yusi. Laras menghentikan kedua kakinya saat melihat putrinya menunduk di teras belakang rumah, kedua tangan di letakkan di depan lututnya. Tangan kanan Laras di letakkan di atas bahu kanan Yusi. “Nak.”

“HAA!” Yusi yang terlihat lelah terkejut melihat kedatangan Laras, ia segera menepis tangan kanan Laras. Raut wajah Yusi terlihat pucat dan panik. “I-ibu.” Ucap Yusi dengan nafas berat.

“Kamu kenapa berlari?”

“Ti-tidak ada ‘Bu. Yusi berpikir tadi ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam rumah saat Yusi sedang tidak ada di rumah.” Sahut Yusi berbohong.

Laras menatap sekeliling taman bunga di halaman belakang, kedua mata Laras tidak melihat ada seorang pun yang datang. Laras hanya melihat kucing liar, burung-burung dan kupu-kupu yang singgah di taman belakang halaman rumah mereka.

“Mungkin kamu hanya kelelahan, dari tadi Ibu di rumah tidak melihat siapapun.” Ucap Laras menepis adanya kedatangan orang lain di rumahnya kecuali, mereka berdua. Laras meletakkan tangan kananya di bahu kiri Yusi. “Sebaiknya kamu segera mandi agar tubuh kamu terasa lebih segar lagi.”

“Tapi ‘Bu!”

“Sudah, mari masuk.” Ajak Laras menggandeng tangan kanan putrinya dan membawa Yusi masuk ke dalam rumah dari pintu belakang.

‘Sial. Kenapa harus aku saja yang bisa melihat arwah mirip dengan mendiang Ayah. Awas saja jika aku bertemu kembali dengan arwah tersebut. Aku pastikan dirinya tidak akan kembali ke Neraka.’ Batin Yusi.

Begitu sampai di ruang tamu, Yusi pamit kepada Laras untuk mandi. Sedangkan Laras membuat menu makan malam buat mereka berdua.

“Hari ini sangat melelahkan, kalau saja aku tidak ingin mengambil hati kepada Abang Rabbani agar hidupku ke depannya lebih bagus lagi, mungkin aku tidak akan mau disuruhnya untuk melakukan les tambahan setelah pulang sekolah.” Gerutu Yusi, kedua kaki melangkah perlahan naik ke atas anak tangga. Betapa terkejutnya Yusi saat kedua kakinya sampai di depan pintu kamar miliknya. Kedua matanya membulat sempurna melihat botol obat Herbal milik mendiang Ayahnya terletak di depan pintu kamarnya. “Ck. Berani sekali dirinya mengerjai diriku.” Yusi menundukkan tubuhnya, tangan kanan hendak meraih botol obat herbal. Namun sayang, botol obat herbal nya menghilang secara misterius. Yusi menjadi panik, tatapan liar berselimut ketakutan ia arahkan ke koridor lantai dua yang terhubung dengan kamarnya, Azzam dan kamar Rabbani. Tangan kanannya dengan cepat membuka pintu kamar, dan masuk. Yusi menyandarkan badannya di pintu kamar, wajah mendongak dengan kedua mata terpejam. “Haaa!! Kenapa jadi seperti ini?”

“Sudah pulang Nak?” Tanya seorang pria tanpa wujud, suara mirip mendiang Ayahnya.

“Siapa kamu?” Tanya Yusi kembali kepada suara tanpa wujud. Tatapan liar mengarah ke sekeliling kamar. “Keluar.” Ucap Yusi meninggikan nada suaranya.

Bam!!!

Swiissshhh!!!!

Mendadak angin kencang masuk membuka paksa daun pintu jendela kamar, menerbangkan kain gorden bunga-bunga berwarna ungu tua. Antara ketakutan, penasaran, dan cemas menjadi satu. Yusi perlahan melangkahkan kedua kakinya mendekati kain gorden bunga-bunga berwarna ungu tua.

“Tidak biasanya angin sore sekencang ini.” Ucap Yusi, kedua tangan menarik kembali daun jendela kamar yang terbuka lebar. Kedua mata Yusi kembali membulat sempurna saat melihat pemandangan dari kamarnya yang terhubung langsung ke taman belakang. Pemandangan itu adalah seorang pria mirip dengan mendiang Ayahnya yaitu Deni, duduk di kursi roda yang jelas-jelas kursi rodanya sudah diberikan ke rumah sakit. “Ti-tidak mungkin.” Yusi segera mengunci daun jendela, menutup rapat-rapat kain gordennya. Yusi menepuk kedua pipinya. “Sadar Yusi, mungkin ini efek kelelahan yang kamu rasakan.” Ucap Yusi menyingkirkan pikiran aneh yang sedang menguasai dirinya.

.

.

💫💫1 jam kemudian 💫💫

Yusi dan Laras sedang menikmati santap makan malam. Terlihat ada 3 bangku yang kosong, bangku tersebut adalah bangku milik mendiang Ayah yaitu Deni, Azzam dan Rabbani yang kini sudah sibuk di dunia Bisnis mereka masing-masing.

Yusi merasa lelah dengan semua teror yang beberapa hari ini menghantui dirinya. Tatapan Yusi terus mengarah pada bangku utama, bangku milik mendiang Deni. Tatapan itu membuat Laras heran. Laras merasa heran semenjak suaminya meninggal dunia, Yusi terlihat berbeda, seperti ada yang sedang di sembunyikan dari putrinya itu.

Laras mengulurkan tangan kanannya, dan melambai. “Yusi! Kamu kenapa terus memandang kursi milik mendiang Ayah?”

“Eh.” Yusi menarik pandangannya, memberi senyum manis kepada Laras. “Yusi berpikir jika Ayah masih terus menemani kita.” Ucap Yusi sengaja berkata seperti itu karena dirinya ingin tahu kebenaran yang asli jika Deni beneran sudah meninggal atau kematiannya di palsukan hanya untuk membuka kedok Yusi.

Laras meletakkan sendok dan garpu di samping piringnya. Laras menarik nafas panjang, pandangan mengarah ke kursi utama. “Tadinya Ibu juga berpikir seperti itu, Ibu seperti tidak menerima kenyataan jika Ayah kalian sudah meninggalkan Ibu untuk selamanya. Tapi Ibu sadar, Ibu sadar jika semua keputusan Allah itu baik. Allah lebih sayang kepada Ayah daripada kita, jadi Allah mencabut rasa sakit yang selama ini Ayah rasakan dengan cara mengambil Ayah dari kita untuk selamanya.”

‘Tuh 'kan benar, mana mungkin Ayah bisa kembali lagi setelah aku membeli ramuan herbal yang di racik buat Ayah tertidur untuk selamanya. Berarti semua yang aku lihat itu adalah efek kelelahan. Tapi jika memang benar itu efek gangguan SETAN, aku harus segera mencari dukun sakti buat memberikan aku tanggal agar aku terhindar dari gangguan SETAN tersebut. Tapi dimana aku bisa mencari dukun sakti buat memberikan aku jimat?’ Batin Yusi.

Terpopuler

Comments

~~N..M~~~

~~N..M~~~

Yusi seperti manusia berkepribadian banyak. Tapi aku suka lihat dirinya sedikit menderita thor.

2022-08-08

0

mei

mei

makin sesat yusi 🤦

2022-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Surat Warisan 1
2 Bab 02. Isi surat Warisan 2
3 Bab 03. Mengenang perjuangan
4 Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5 Bab 05. Pasrah
6 Bab 06. Hanya kamu.
7 Bab 07. Rumah Sakit
8 Bab 08. Sampai kapan?
9 Bab 09. Menghibur Istri orang.
10 Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11 Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12 Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13 Bab 13. TEROR 1
14 Bab 14. Aku akan menunggumu
15 Bab 15.
16 Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17 Bab 17. Pepet terus
18 Bab 18. Azzam di Labrak
19 Bab 19. Keluar kamu
20 Bab 20. Misi pertama Azzam
21 Bab 21. Perlahan tapi pasti
22 BAB 22. Pantulan Cermin
23 BAB 23. Rayuan Maut.
24 BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25 BAB 25. Main petak umpet di kamar
26 BAB 26. Hanya teman
27 BAB 27. Karena sakit hati
28 BAB 28. Pesan hangat
29 BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30 Bab 30. AKAL YUSI
31 BAB 31. KEKECEWAAN
32 BAB 32. RENCANA BARU
33 BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34 BAB 34. HALUSINASI
35 BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36 BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37 BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38 BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39 BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40 BAB 40. BERAKHIR
41 BAB 41. Gara-gara Clara
42 BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43 BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44 BAB 44. Hasrat Janda
45 BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46 BAB 46. Teru-Teru Buzo
47 BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48 BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49 BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50 BAB 50. Bukan Bulan Madu
51 BAB 51. Clara! wanita Malam
52 BAB 52. Jangan sampai aku!
53 BAB 53. Bantu aku, Clara
54 BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55 BAB 55. Curahan Hati
56 BAB 56. MABUK
57 BAB 57. Suruhan Rashi
58 BAB 58. Balasan buat Rashi
59 BAB 59. Kembali melamar
60 BAB 60. Menunggu Hari H
61 BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62 BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63 BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64 BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65 BAB 65. ITU HARAPANKU
66 BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67 BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68 BAB 68. SOSOK BERBULU
69 BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70 BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71 BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72 BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73 BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74 BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75 BAB 75. Arwah Clara
76 BAB 76. Kok mirip ya?
77 BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78 BAB 78. Di saat hujan petir
79 BAB 79. Berhentilah Anggun
80 BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81 BAB 81. Makanan
82 BAB 82. Aku sangat mencintai kamu
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 01. Surat Warisan 1
2
Bab 02. Isi surat Warisan 2
3
Bab 03. Mengenang perjuangan
4
Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5
Bab 05. Pasrah
6
Bab 06. Hanya kamu.
7
Bab 07. Rumah Sakit
8
Bab 08. Sampai kapan?
9
Bab 09. Menghibur Istri orang.
10
Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11
Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12
Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13
Bab 13. TEROR 1
14
Bab 14. Aku akan menunggumu
15
Bab 15.
16
Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17
Bab 17. Pepet terus
18
Bab 18. Azzam di Labrak
19
Bab 19. Keluar kamu
20
Bab 20. Misi pertama Azzam
21
Bab 21. Perlahan tapi pasti
22
BAB 22. Pantulan Cermin
23
BAB 23. Rayuan Maut.
24
BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25
BAB 25. Main petak umpet di kamar
26
BAB 26. Hanya teman
27
BAB 27. Karena sakit hati
28
BAB 28. Pesan hangat
29
BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30
Bab 30. AKAL YUSI
31
BAB 31. KEKECEWAAN
32
BAB 32. RENCANA BARU
33
BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34
BAB 34. HALUSINASI
35
BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36
BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37
BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38
BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39
BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40
BAB 40. BERAKHIR
41
BAB 41. Gara-gara Clara
42
BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43
BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44
BAB 44. Hasrat Janda
45
BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46
BAB 46. Teru-Teru Buzo
47
BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48
BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49
BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50
BAB 50. Bukan Bulan Madu
51
BAB 51. Clara! wanita Malam
52
BAB 52. Jangan sampai aku!
53
BAB 53. Bantu aku, Clara
54
BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55
BAB 55. Curahan Hati
56
BAB 56. MABUK
57
BAB 57. Suruhan Rashi
58
BAB 58. Balasan buat Rashi
59
BAB 59. Kembali melamar
60
BAB 60. Menunggu Hari H
61
BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62
BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63
BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64
BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65
BAB 65. ITU HARAPANKU
66
BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67
BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68
BAB 68. SOSOK BERBULU
69
BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70
BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71
BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72
BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73
BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74
BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75
BAB 75. Arwah Clara
76
BAB 76. Kok mirip ya?
77
BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78
BAB 78. Di saat hujan petir
79
BAB 79. Berhentilah Anggun
80
BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81
BAB 81. Makanan
82
BAB 82. Aku sangat mencintai kamu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!