Bab 13. TEROR 1

"Sial. Kenapa aku jadinya takut seperti ini. Tulisan dan teror botol obat Herbal yang aku temui di toilet sekolah tadi membuat aku terus berpikir keras hingga aku tak bisa tidur malam ini.” Keluh Yusi menarik selimut menutupi seluruh tubuh hingga wajahnya.

...Ilustrasi tidur Yusi...

Jam terus berdetak hingga pukul 02:30 pagi dini hari. Yusi yang mulai lelah karena terus terjaga, kedua mata yang perlahan berat membawa dirinya tertidur. Saat Yusi baru saja terpejam, ia harus membuka matanya di suatu tempat yang berbeda.

.

.

🍃Di alam mimpi🍃

Yusi berdiri di tengah gelapnya malam, serta kabut tebal menutupi setiap langkah kaki Yusi. Malam yang gelap, kabut tebal, dan hanya cahaya bulan yang menemani pandangannya.

...Ilustrasi ...

“Halo! Apakah ada orang di sini?” Tanya Yusi sedikit berteriak, tatapan waspada menatap sekeliling gelapnya malam berselimut kabut.

“Dasar manusia SERAKAH. Manusia SERAKAH. Manusia SERAKAH. Manusia SERAKAH.” Ucap seorang Pria berdiri di belakang Yusi, di balik gelapnya malam berselimut kabut.

“Siapa kamu?” Tanya Yusi kepada seorang pria yang bersembunyi di balik kabut.

“Manusia SERAKAH. Manusia SERAKAH. Manusia SERAKAH.” Ucap pria itu kembali sebanyak 3 kali, kemudian menghilang di dalam gelapnya kabut yang semakin menebal.

Ucapan pria tersebut menari-nari di kedua telinga Yusi, membuat kedua telinganya dipenuhi suara pria tersebut. Yusi berbalik badan, ia merasa takut saat mendengar suara pria yang terus menghantui kedua telinganya.

Yusi yang mulai depresi, menjawab bayang-bayang suara pria yang terus mengusik kedua telinga. Kedua kaki yang terasa berat terpaksa ia bawa melangkah menembus kabut yang semakin tebal di dalam gelapnya malam, dan jalan seperti tidak berujung.

“A-aku bukan manusia SERAKAH. Aku tidak seperti itu. Ka-kamu siapa?”

.

.

🍃Di alam Nyata🍃

Yusi ngigau, ia terus bergelut di dalam selimut lembut yang menutupi seluruh tubuhnya. Rabbani yang ingin turun ke dapur untuk minum tak sengaja mendengar rintihan Yusi dari dalam kamarnya. Rabbani berbalik badan, kedua kakinya melangkah menuju kamar Yusi.

Tok!Tok.

Rabbani mengetuk pintu kamar Yusi pelan, karena dirinya tak ingin membangunkan Laras.

“Dek.” Panggil Rabbani lembut dari depan pintu, tangan kanannya membuka pintu kamar yang ternyata tidak terkunci. “Yusi pasti lupa mengunci pintu kamarnya.” Gumam Rabbani pelan, Rabbani menekan tombol lampu. “Yusi!”

Melihat Yusi bergelut di dalam selimut lembut yang tebal, Rabbani segera berlari mendekati Yusi. Dengan cepat Rabbani membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh Yusi, dan segera memeluk tubuh Yusi seperti sedang ketakutan.

“Dek. Bangun, Yusi.” Ucap Rabbani membelai lembut wajah Yusi yang penuh keringat.

Yusi langsung membuka kedua matanya, nafasnya terasa berat, tatapan waspada mengarah ke sekeliling kamar miliknya, dan terhenti pada Rabbani yang masih memeluk dirinya. Yusi segera duduk, ia menarik selimut menutup seluruh tubuhnya dan hanya tersisa wajahnya.

“Si-siapa kamu?”

“Kamu pasti bermimpi buruk.” Ucap Rabbani seperti mengetahui jika adik kecilnya itu baru saja bermimpi buruk, sehingga tidak percaya jika dirinya adalah Rabbani. Rabbani berdiri, tangan kanannya mengarah ke pintu. “Abang mau membuat teh di dapur, jika kamu tidak bisa tidur, lebih baik kamu temani Abang minum di bawah sambil sedikit bercerita.”

“Baik.” Sahut Yusi, kedua tangan perlahan menurunkan selimut dari kepalanya.

.

.

🍃🍃Di dapur🍃🍃

Rabbani sedang membuat coklat panas buat Yusi. Setelah minuman kesukaan Yusi dan Rabbani selesai, mereka berdua duduk berdampingan. Yusi yang duduk di kursi meja makan terus menatap wajah Rabbani yang terlihat tenang sambil menyeruput teh hangat miliknya.

“Bang.” Panggil Yusi membuka suaranya.

“Hem. Jika masih belum ingin berbicara, lebih baik kamu menenangkan diri kamu terlebih dahulu.”

“Maafkan Yusi, tadi Yusi berfikir Abang bukanlah Abangnya Yusi.” Sahut Yusi, pandangan ia arahkan ke cangkir berisi coklat panas yang masih mengepul asapnya.

Rabbani meletakkan telapak tangan kanannya di dahinya. “Pantas saja tidak ada wanita yang mau mendekati Abang. Ternyata wajah Abang seseram itu.” Keluh Rabbani polos.

“Bu-bukan. Abang itu manis dan tampan kok.” Yusi memijat lembut pelipisnya. “Hanya saja tadi Yusi bermimpi buruk. Yusi seperti sedang di kejar-kejar oleh seorang pria dan berkata hal buruk kepada Yusi. Perkataan yang masih Yusi ingat sampai sekarang.” Sambung Yusi mengeluhkan mimpi yang baru saja ia alami. Tapi Yusi tidak ingin membicarakan ucapan pria di dalam mimpinya kepada Rabbani, karena Yusi takut jiga Abangnya yang satu ini mewaspadai dirinya dan kembali mengorek kematian Ayah mereka yaitu mendiang Deni.

.

.

Teringat saat kematian mendiang Deni. Dokter Ferry sempat mencurigai obat herbal pemberian Yusi. Setelah di cek dan di telusuri lebih dalam, ternyata obat herbal pemberian Yusi, 100 % aman. Yusi memang masih berumur 16 tahun, tapi tingkat kelicikan, keSERAKAHAN, dan kejahatannya jauh lebih pintar dari Abang pertamanya yaitu Azzam.

.

.

.

🍃🍃Di sisi lain🍃🍃

💦Kediaman rumah Azzam💦

Azzam yang baru saja siap merangkai bunga buat di kirim kepada kliennya besok siang.

Azzam berdiri, ia merenggangkan kedua tangannya. “Akhirnya selesai juga buket bunga mawar yang indah ini.” Ucap Azzam merasa puas melihat rangkaian bunga ia ciptakan sangat cantik.

Ddrrtt!!! Drtt!!

Ponsel milik Azzam yang berada di dalam saku kemeja miliknya berdering, sambil berjalan keluar dari ruang kerja, Azzam menatap nomor panggilan suara dari layar ponselnya. Sudut bibir bagian atasnya menaik saat menatap nomor berlambang bunga anggrek. Azzam melangkahkan kedua kakinya menuju pintu utama, tangan kanan Azzam membuka pintu.

“Sudah ku duga.” Ucap Azzam menatap seorang wanita cantik berbaju kurang bahan di tengah lingkungan berudara dingin.

“Azzam, aku membutuhkan kamu.” Ucap wanita tersebut memeluk tubuh Azzam.

“Baiklah. Aku akan membuat kamu melepaskan rasa kebutuhan sesaat yang kamu inginkan.” Sahut Azzam membawa wanita tersebut masuk ke dalam rumah. Azzam mengarahkan tangan kananya ke sofa ruang tamu. “Silahkan duduk, aku akan membuatkan teh hangat buat kamu.”

Bukannya duduk di sofa, wanita tersebut malah memeluk tubuh Azzam. “Aku tidak butuh teh hangat. Aku hanya butuh diri kamu yang terasa hangat di setiap sentuhannya.”

Azzam perlahan melepaskan pelukan wanita tersebut. “Seorang wanita yang akan segera menikah tidak baik memeluk pria lain selain tunangannya.” Ucap Azzam karena dirinya tidak ingin terlibat dalam urusan hubungan sepasang kekasih yang mau menikah. Azzam berbalik badan, ia menoleh sedikit ke sisi kanan. “Tunggu aku di sana, aku akan membuatkan teh hangat buat kamu.”

“Tidak.” Tahan wanita tersebut kembali memeluk tubuh Azzam dari belakang. Wanita tersebut menggeleng. “Sepertinya aku sudah tidak mencintai calon suamiku. Aku kini sedang terpikat oleh seorang pria yang memiliki banyak wanita. Tapi, perbuatan pria tersebut sangat membuat diriku nyaman saat bersama dirinya. Pria itu adalah kamu, Azzam.”

Azzam tersenyum manis, ia berbalik badan, tangan kanan memegang dagu wanita tersebut. “Aku bukan pria yang akan memilih hubungan serius kepada setiap wanita yang aku ajak tidur. Aku hanya pria yang ingin menikmati kesenangan di dunia ini selagi aku muda. Kamu akan segera menikah, dan aku tidak ingin terlibat dan merusak pernikahan orang lain hanya karena hal buruk.” Azzam melepaskan tangan kanannya dari dagu wanita tersebut. “Luapkan semuanya kepada calon suami kamu, bukan kepadaku.”

Wanita tersebut tak menghiraukan nasehat Azzam. Wanita tersebut menempelkan telapak tangannya di jenjang leher bagian belakang Azzam, membuat tubuh Azzam sedikit menunduk. Wanita tersebut melayangkan ciuman manis, kemudian melepaskannya.

“Maaf, semua ini salahku.” Wanita tersebut berbalik badan. “Terimakasih atas waktunya. Aku pamit pulang dulu.”

Azzam menahan pergelangan tangan wanita tersebut. “Kamu pikir, kamu bisa pulang semudah itu setelah melakukan perbuatan yang membuat aku harus melanjutkannya sendiri. Kamu telah memancingku, maka kamu akan menerima balasan pancingan tersebut.” Ucap Azzam, ia menarik wanita tersebut masuk ke dalam kamar.

...Bersambung........

Terpopuler

Comments

Dendry Den

Dendry Den

Dari sini aku harus lebih berhati-hati mencari calon Istri.

2022-10-24

0

Dendry Den

Dendry Den

Cuman Rabbani anak paling baik

2022-10-24

0

Dendry Den

Dendry Den

Lantas manusia apa?

2022-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Surat Warisan 1
2 Bab 02. Isi surat Warisan 2
3 Bab 03. Mengenang perjuangan
4 Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5 Bab 05. Pasrah
6 Bab 06. Hanya kamu.
7 Bab 07. Rumah Sakit
8 Bab 08. Sampai kapan?
9 Bab 09. Menghibur Istri orang.
10 Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11 Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12 Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13 Bab 13. TEROR 1
14 Bab 14. Aku akan menunggumu
15 Bab 15.
16 Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17 Bab 17. Pepet terus
18 Bab 18. Azzam di Labrak
19 Bab 19. Keluar kamu
20 Bab 20. Misi pertama Azzam
21 Bab 21. Perlahan tapi pasti
22 BAB 22. Pantulan Cermin
23 BAB 23. Rayuan Maut.
24 BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25 BAB 25. Main petak umpet di kamar
26 BAB 26. Hanya teman
27 BAB 27. Karena sakit hati
28 BAB 28. Pesan hangat
29 BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30 Bab 30. AKAL YUSI
31 BAB 31. KEKECEWAAN
32 BAB 32. RENCANA BARU
33 BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34 BAB 34. HALUSINASI
35 BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36 BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37 BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38 BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39 BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40 BAB 40. BERAKHIR
41 BAB 41. Gara-gara Clara
42 BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43 BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44 BAB 44. Hasrat Janda
45 BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46 BAB 46. Teru-Teru Buzo
47 BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48 BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49 BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50 BAB 50. Bukan Bulan Madu
51 BAB 51. Clara! wanita Malam
52 BAB 52. Jangan sampai aku!
53 BAB 53. Bantu aku, Clara
54 BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55 BAB 55. Curahan Hati
56 BAB 56. MABUK
57 BAB 57. Suruhan Rashi
58 BAB 58. Balasan buat Rashi
59 BAB 59. Kembali melamar
60 BAB 60. Menunggu Hari H
61 BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62 BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63 BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64 BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65 BAB 65. ITU HARAPANKU
66 BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67 BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68 BAB 68. SOSOK BERBULU
69 BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70 BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71 BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72 BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73 BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74 BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75 BAB 75. Arwah Clara
76 BAB 76. Kok mirip ya?
77 BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78 BAB 78. Di saat hujan petir
79 BAB 79. Berhentilah Anggun
80 BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81 BAB 81. Makanan
82 BAB 82. Aku sangat mencintai kamu
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 01. Surat Warisan 1
2
Bab 02. Isi surat Warisan 2
3
Bab 03. Mengenang perjuangan
4
Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5
Bab 05. Pasrah
6
Bab 06. Hanya kamu.
7
Bab 07. Rumah Sakit
8
Bab 08. Sampai kapan?
9
Bab 09. Menghibur Istri orang.
10
Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11
Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12
Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13
Bab 13. TEROR 1
14
Bab 14. Aku akan menunggumu
15
Bab 15.
16
Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17
Bab 17. Pepet terus
18
Bab 18. Azzam di Labrak
19
Bab 19. Keluar kamu
20
Bab 20. Misi pertama Azzam
21
Bab 21. Perlahan tapi pasti
22
BAB 22. Pantulan Cermin
23
BAB 23. Rayuan Maut.
24
BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25
BAB 25. Main petak umpet di kamar
26
BAB 26. Hanya teman
27
BAB 27. Karena sakit hati
28
BAB 28. Pesan hangat
29
BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30
Bab 30. AKAL YUSI
31
BAB 31. KEKECEWAAN
32
BAB 32. RENCANA BARU
33
BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34
BAB 34. HALUSINASI
35
BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36
BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37
BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38
BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39
BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40
BAB 40. BERAKHIR
41
BAB 41. Gara-gara Clara
42
BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43
BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44
BAB 44. Hasrat Janda
45
BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46
BAB 46. Teru-Teru Buzo
47
BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48
BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49
BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50
BAB 50. Bukan Bulan Madu
51
BAB 51. Clara! wanita Malam
52
BAB 52. Jangan sampai aku!
53
BAB 53. Bantu aku, Clara
54
BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55
BAB 55. Curahan Hati
56
BAB 56. MABUK
57
BAB 57. Suruhan Rashi
58
BAB 58. Balasan buat Rashi
59
BAB 59. Kembali melamar
60
BAB 60. Menunggu Hari H
61
BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62
BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63
BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64
BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65
BAB 65. ITU HARAPANKU
66
BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67
BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68
BAB 68. SOSOK BERBULU
69
BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70
BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71
BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72
BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73
BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74
BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75
BAB 75. Arwah Clara
76
BAB 76. Kok mirip ya?
77
BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78
BAB 78. Di saat hujan petir
79
BAB 79. Berhentilah Anggun
80
BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81
BAB 81. Makanan
82
BAB 82. Aku sangat mencintai kamu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!