Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?

Diam-diam seorang pria melangkah keluar dari pintu utama rumah. Pria tersebut juga menutup pintu rumah dengan pelan, seolah tidak ingin membangunkan pemilik rumah yaitu Deni dan Laras, beserta ketiga anaknya.

“Kamu siapa?” tanya Yusi berdiri di belakang pemuda misterius.

Pemuda misterius spontan berbalik badan, tangan kanannya mengelus pelan dadanya yang bidang, “Ukh! Aku pikir siapa. Ternyata kamu, dek Yusi.” Ucap pemuda tersebut ternyata Azzam.

Merasa penasaran dengan tingkah Abang pertamanya seperti seorang maling yang diam-diam keluar dari rumah, Yusi mendekatkan wajahnya, tangan kanan yang memegang bungkusan plastik bening berisi sate.

“Abang mau kemana? Dan kenapa Abang keluar seperti seorang maling?” tanya Yusi tanpa titik dan koma.

Azzam menarik lengan kiri Yusi, membawanya turun dari teras rumah. Kedua mata Azzam penuh waspada sesekali melihat pintu rumah yang masih tertutup rapat. Azzam mendekatkan wajah adiknya ke bibirnya, tatapan waspada masih terus mengarah pada pintu rumah.

“Abang kesal lihat Ayah. Abang ini, ‘kan anak pertama mereka, kenapa Ayah memberi warisan lebih besar kepada Rabbani dari pada Abang, anak pertamanya.”

“Mending kalian dapat tanah yang lebih besar, daripada aku. Aku hanya mendapatkan 25% dari milik kalian. Tidak adil.” Sahut Yusi seperti tidak senang.

“Abang hanya ingin usaha Kolektor barang antik milik Ayah menjadi milikku. Buat apa Ayah memberikan perkebunan itu untuk Abang, malas banget mengelolanya.”

“Gak tahu lah. Bukan urusan Yusi, bukannya Abang tadi sudah dengar kenapa Ayah memberi perkebunan buat Abang Azzam. Karena Abang Azzam lebih mampu menjalankannya daripada Abang Rabbani. Sudahlah, Abang buat Yusi bertambah bete.” Sahut Yusi menepis tubuh Azzam.

Azzam menahan pergelangan tangan kiri Yusi, “Dek. Apa kamu tidak ingin membuat rencana untuk menguasai harta milik Rabbani?” tanya Azzam mencoba merayu Yusi untuk ikut serta membuat rencana buruk buat Rabbani.

Yusi menghempaskan genggaman tangan Azzam, “Apaan sih, Yusi tidak mau ikut campur tentang urusan pribadi Abang. Yusi sudah kelas 3 SMA bang, dan sebentar lagi akan memasuki tahap akhir ujian. Kalau Abang mau membuat rencana, buat saja sendiri. Yusi tidak ingin ikut campur.” Tegas Yusi kepada Azzam.

“Apa kamu yakin dengan penolakan kamu itu?”

“Iya. Lagian warisan yang di beri Ayah sudah cukup buat Yusi.” Ucap Yusi berbohong. Padahal dalam hati Yusi dirinya juga ingin menguasai usaha Kolektor barang antik milik Rabbani, cuman karena dirinya masih sedang bersekolah dan tak ingin terganggu dengan urusan pribadi, Yusi mengurungkan niatnya sampai tamat sekolah.

Azzam berbalik badan, ia menolehkan pandangan sedikit ke sisi kiri, “Baiklah. Abang mau ke kota dulu, Abang mau bersenang-senang sejenak. Apa kamu tidak ingin ikut?” tanya Azzam mengajak adik kecilnya.

“Tidak. Yusi mau menikmati sate kacang yang baru saja di beli dari mamang.” Sahut Yusi, tangan kanan menunjukkan bungkusan plastik bening berisi satu bungkus sate kacang.

“Oh! Abang pergi dulu, pintu rumah kunci saja.”

“Iya.” Sahut Yusi, melihat Azzam berjalan menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumah, Yusi melangkahkan kedua kakinya menuju rumah.

.

.

.

🍃🍃Di tempat hiburan malam. 🍃🍃

Azzam memasukkan mobilnya ke dalam tempat hiburan malam seperti tempat karaoke. Terlihat dari depan karaoke berjejer perempuan memakai rok span, baju seperti kurang bahan, dan rambut panjang atau ikal berwarna-warni.

Azzam keluar dari mobil, kedua kakinya melangkah menuju tempat karaoke. Sesampainya di teras karaoke, Azzam disambut hangat oleh 3 orang wanita.

“Hai, tampan. Kamu mau di temani sama kami bertiga?” tanya salah satu wanita yang berdiri di samping kiri Azzam.

Kedua mata Azzam menatap liar ke semua tempat yang di penuhi pria dan wanita, “Aku ingin yang baru dan masih segar.”

“Ck. Tahu aja kamu kalau di sini ada yang baru.” Sahut wanita tersebut. Tangan kanan wanita tersebut melambai ke salah satu wanita yang duduk sendirian di sudut ruang tunggu yang kurang penerangan, “Hei, anak baru! Ke sini kamu.” Panggil wanita tersebut meninggikan sedikit nada suaranya.

Wanita tersebut berdiri, berjalan penuh ragu ke arah Azzam. Kedua kaki wanita tersebut berhenti tepat di depan Azzam.

“Ada apa Mami?” tanya wanita tersebut kepada seorang wanita yang berdiri di samping Azzam.

“Pemuda ini mau kamu temani. Hari ini hari pertama kamu bekerja di sini, dan kamu harus membuat pelayanan terbaik bagi pelanggan pertama kamu. Apa kamu sudah paham?” Ucap dan tanya wanita yang disebut Mami.

“Baik, Mami.” Sahut wanita tersebut.

Azzam mengulas senyum tipis, tatapan penuh tanya mengarah pada wanita yang berdiri di hadapannya. Wanita cantik, kulit putih bersih, dan rambut panjang.

‘Lumayan juga wanita satu ini. Terlihat masih sangat segar.’ Batin Azzam, pikiran kotor mulai menyelimuti kepalanya.

“Mari saya temani Anda bernyanyi.” Ajak wanita tersebut mengarahkan tangan kanannya ke pintu masuk ruang karaoke.

“Mari.” Sahut Azzam melangkahkan kedua kakinya mendekati wanita tersebut.

Azzam dan wanita tersebut berjalan seirama menuju ruang karoke. Terlihat di dalam ruang karoke banyak kamar dan suara lagu yang memenuhi tempat tersebut. Karena Azzam memilih ruangan VIP, ruangan tersebut berada jauh dari ruangan kelas regular. Sambil berjalan Azzam mulai pembicaraan mereka, agar suasana tidak terlalu kaku dan canggung.

“Kalau boleh tahu siapa nama kamu?” tanya Azzam lembut.

“Saya Clara.” Sahut wanita tersebut lembut.

“Clara. Nama yang bagus sesuai wajahnya.”

Langkah Clara terhenti di sudut koridor yang di penuhi beberapa ruang VIP yang terlihat mewah. Clara memberikan senyuman manis kepada Azzam yang berdiri di sisi kanannya. “Terimakasih. Kita sudah sampai, silahkan masuk terlebih dahulu.” Ucap wanita tersebut, tangan kanan membuka pintu ruangan.

...Ilustrasi ruang Karaoke....

Azzam masuk, ia memegang pergelangan tangan kanan Clara. Tatapan serius memandang wajah cantik Clara, “Aku hanya pesan minuman yang paling enak di sini, dan paling bagus buat merilekskan pikiran. Clara, kamu jangan lama-lama, karena aku sangat membutuhkan kamu.”

“Baik. Saya akan kembali dengan cepat.” Sahut Clara sopan. Clara menutup pintu ruangan, di depan pintu ruangan terlihat wajah yang sedari tadi memberi senyum tulus berubah cemas. Clara menghela nafas panjang, tatapan mengarah pada pintu ruangan, “Maafkan aku.”

.

.

Azzam merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang empuk di dalam ruang karoke yang redup dengan lampu penuh warna. Kedua matanya menatap langit-langit redup yang berhias lampu penuh warna.

“Sudah sampai di sini, ucapan Ayah mengenai harta warisan masih belum bisa aku terima. Sangat menjengkelkan. Apa yang harus aku perbuat kepada mereka semua agar aku bisa mendapatkan harta yang lebih banyak lagi daripada Rabbani.” Keluh Azzam, Azzam meraih remote yang ada di atas meja, tangannya terus menekan-nekan tombol lagu, “Sangat membosankan.”

...Bersambung.......

Terpopuler

Comments

💞Amie🍂🍃

💞Amie🍂🍃

orang serakah kuburannya sempit lohh😂

2022-11-23

0

Rini Antika

Rini Antika

jgn serakah Zam, harta tidak akan dibawa mati

2022-09-16

0

Ana Yulia

Ana Yulia

sama sama jahatnya mereka, jadi sesama saudara pun tidak boleh Terlalu percaya kalau soal harta

2022-09-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Surat Warisan 1
2 Bab 02. Isi surat Warisan 2
3 Bab 03. Mengenang perjuangan
4 Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5 Bab 05. Pasrah
6 Bab 06. Hanya kamu.
7 Bab 07. Rumah Sakit
8 Bab 08. Sampai kapan?
9 Bab 09. Menghibur Istri orang.
10 Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11 Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12 Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13 Bab 13. TEROR 1
14 Bab 14. Aku akan menunggumu
15 Bab 15.
16 Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17 Bab 17. Pepet terus
18 Bab 18. Azzam di Labrak
19 Bab 19. Keluar kamu
20 Bab 20. Misi pertama Azzam
21 Bab 21. Perlahan tapi pasti
22 BAB 22. Pantulan Cermin
23 BAB 23. Rayuan Maut.
24 BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25 BAB 25. Main petak umpet di kamar
26 BAB 26. Hanya teman
27 BAB 27. Karena sakit hati
28 BAB 28. Pesan hangat
29 BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30 Bab 30. AKAL YUSI
31 BAB 31. KEKECEWAAN
32 BAB 32. RENCANA BARU
33 BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34 BAB 34. HALUSINASI
35 BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36 BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37 BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38 BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39 BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40 BAB 40. BERAKHIR
41 BAB 41. Gara-gara Clara
42 BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43 BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44 BAB 44. Hasrat Janda
45 BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46 BAB 46. Teru-Teru Buzo
47 BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48 BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49 BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50 BAB 50. Bukan Bulan Madu
51 BAB 51. Clara! wanita Malam
52 BAB 52. Jangan sampai aku!
53 BAB 53. Bantu aku, Clara
54 BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55 BAB 55. Curahan Hati
56 BAB 56. MABUK
57 BAB 57. Suruhan Rashi
58 BAB 58. Balasan buat Rashi
59 BAB 59. Kembali melamar
60 BAB 60. Menunggu Hari H
61 BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62 BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63 BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64 BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65 BAB 65. ITU HARAPANKU
66 BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67 BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68 BAB 68. SOSOK BERBULU
69 BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70 BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71 BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72 BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73 BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74 BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75 BAB 75. Arwah Clara
76 BAB 76. Kok mirip ya?
77 BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78 BAB 78. Di saat hujan petir
79 BAB 79. Berhentilah Anggun
80 BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81 BAB 81. Makanan
82 BAB 82. Aku sangat mencintai kamu
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 01. Surat Warisan 1
2
Bab 02. Isi surat Warisan 2
3
Bab 03. Mengenang perjuangan
4
Bab 04. Apa yang harus aku lakukan?
5
Bab 05. Pasrah
6
Bab 06. Hanya kamu.
7
Bab 07. Rumah Sakit
8
Bab 08. Sampai kapan?
9
Bab 09. Menghibur Istri orang.
10
Bab 10. Pria dan botol Obat Misterius.
11
Bab 11. Mencoba Ikhlas.
12
Bab 12. Hari kedua kepergian Ayah.
13
Bab 13. TEROR 1
14
Bab 14. Aku akan menunggumu
15
Bab 15.
16
Bab 16. Terbawa ke alam nyata
17
Bab 17. Pepet terus
18
Bab 18. Azzam di Labrak
19
Bab 19. Keluar kamu
20
Bab 20. Misi pertama Azzam
21
Bab 21. Perlahan tapi pasti
22
BAB 22. Pantulan Cermin
23
BAB 23. Rayuan Maut.
24
BAB 24. Peluk Ibumu, Nak!
25
BAB 25. Main petak umpet di kamar
26
BAB 26. Hanya teman
27
BAB 27. Karena sakit hati
28
BAB 28. Pesan hangat
29
BAB 29. Awal ketidaksukaan Yusi
30
Bab 30. AKAL YUSI
31
BAB 31. KEKECEWAAN
32
BAB 32. RENCANA BARU
33
BAB 33. TIDAK BEKERJA, tidak Berupah
34
BAB 34. HALUSINASI
35
BAB 35. APAKAH IBU INGIN KE SURGA?
36
BAB 36. Kedatangan ARWAH LARAS
37
BAB 37. JASAD YANG MEMBENGKAK
38
BAB 38. HANTU di tempat KARAOKE
39
BAB 39. KECURIGAAN RABBANI
40
BAB 40. BERAKHIR
41
BAB 41. Gara-gara Clara
42
BAB 42. Menebus kesalahan Azzam
43
BAB 43. WANITA PATUT DIHARGAI
44
BAB 44. Hasrat Janda
45
BAB 45. Dibalik Penolakan Ben
46
BAB 46. Teru-Teru Buzo
47
BAB 47. Aku seperti Seorang PELAKOR
48
BAB 48. Kekuatan KEK RUSDI
49
BAB 49. Demi, Pelet Jaran Goyang
50
BAB 50. Bukan Bulan Madu
51
BAB 51. Clara! wanita Malam
52
BAB 52. Jangan sampai aku!
53
BAB 53. Bantu aku, Clara
54
BAB 54. Di dunia ini Semuanya Nyata
55
BAB 55. Curahan Hati
56
BAB 56. MABUK
57
BAB 57. Suruhan Rashi
58
BAB 58. Balasan buat Rashi
59
BAB 59. Kembali melamar
60
BAB 60. Menunggu Hari H
61
BAB 61. Satu hari menjelang Pernikahan
62
BAB 62. Menjelang Pernikahan.
63
BAB 63. KEMURKAAN Rabbani
64
BAB 64. Kehamilan di hari pernikahan.
65
BAB 65. ITU HARAPANKU
66
BAB 66. Tidak akan pernah menyerah
67
BAB 67. APA KALIAN YAKIN?
68
BAB 68. SOSOK BERBULU
69
BAB 69. 1 minggu setelah Syarat
70
BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI
71
BAB 71. Rasa sakit dan sikap berbeda
72
BAB 72. Meja aja bisa basah apa lagi yang lain
73
BAB 73. AKU ADALAH AKU. KAMU ADALAH KAMU!
74
BAB 74. Teror 1 buat Anggun
75
BAB 75. Arwah Clara
76
BAB 76. Kok mirip ya?
77
BAB 77. Bagaimana bisa Usus Mengandung?
78
BAB 78. Di saat hujan petir
79
BAB 79. Berhentilah Anggun
80
BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek
81
BAB 81. Makanan
82
BAB 82. Aku sangat mencintai kamu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!