BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)

Setelah Niko pamit ke kamar mandi lantas ia mengambil kunci motornya, dan entah dia akan keluar kemana karena ia tak pamit dan bertegur sapa dengan Intan.

"Nin, Niko, kenapa?"

"Tau, kalau lu tanya gue lantas gue tanya siapa dong." Sambil bersindakap Anin pun menjawab ucapan sang teman.

"Eh, lu kenapa jalannya biasa ya? dan gak sama kek waktu gue dulu?" apa yang di katakan Intan, membuat Anin bingung apa yang di maksud dengan pertanyaannya.

"Gue gak ngerti ngomong apa sih lu,"

"Dasar ogeb, lu belum ke bobol ya?"

Seketika membuat wajah gadis itu terlihat sangat kesal dan tak suka atas apa yang di ucapkan oleh Intan, dan Anin langsung melempar bantal kearah tepat di mukanya.

"Lu apaan sih, main lempar sakit tau!" teriaknya pada Intan.

"Dasar omes lu, makanya jangan kebanyakan di atas lu gini kan jadinya gesrek."

Aku sangat kesal padanya, bisa-bisanya dia ngomong seperti itu, dikira gue dia kali yang mau saja digagahi oleh pacarnya yang pengangguran. Iya kalau dapat uang! makan saja Intan yang jatah itu lelaki, dasar bodoh banget si Intan itu.

"Emang kalian gak ngelakuin ya?"

"Ya gak lah."

Stttt.."Ada Kak Niko dateng mending lu balik ke kamar sono."

"Iya, iya gue balik ya."

"Nin, sarapan dulu. Dan lekas lah kamu siap-siap ya? karena kita berangkat setelah ini biar gak terlalu malam nyampainya."

Lantas aku pun mengangguk dan segara berdiri untuk mengambil piring serta mengisi gelas dan menuangkan air kedalamnya yang ku pegang saat ini.

"Beli apa Kakak?" tanyaku padanya.

"Nasi rames gak papa Kan, Kakak bingung mau beli apa tadinya. Akhirnya lihat penjual nasi rames ya sudah Kakak berhenti dan membelinya." Jelasnya pada Anin.

"Gak papa kok, ini saja sudah terasa nikmat banget Kak."

"Oh iya nanti ada yang aku omongin ke elu, jadi buruan makan."

Akhirnya kami berdua makan dengan Nasi rames yang di belikan oleh Niko, dan hanya ada dentingan suara sendok yang terdengar.

"Alhamdulillah" lirihku karena merasa kenyang atas nikmat yang telah di berikan oleh tuhan lewat Niko.

"Nin apa gak sebaiknya kamu pindah dari tempat ini."

Lantas Anin pun mengerutkan keningnya, bukankah dia dulu yang mencarikan kos untuknya lantas sekarang ia malah di suruh pindah dari kos, yang selama ini sebagai tempat dirinya berteduh.

"Memangnya ada masalah apa? kok Kakak tiba-tiba nyuruh pindah,"

Anin pun segera menanyakannya karena menurutnya tak masuk akal, bukankah selama ini ia juga tau kalau kos ini tak pernah ada masalah.

"Kos ini penuh dengan saiton, dan gak cocok untuk kamu tinggali lagi Nin, dan mending kamu pindah deh, entar coba Kakak carikan lagi."

"Tapi aku sudah nyaman berada di tempat ini, kalaupun di sini banyak saiton nya, aku mah gak peduli yang penting kan akunya gak ikut-ikutan seperti mereka." Sungut Anin, yang menanggapi apa yang di katakan oleh Niko.

"Tapi suara tadi malam."

"Itu mah Kakak saja yang omes, wong aku sudah terbiasa jadi ya udah gak kaget."

Aku tau apa yang akan di katakan olehnya, namun sebelum melanjutkan percakapan yang unfaidah aku langsung memotongnya.

Aduh kenapa sih dengan semua orang heran sendiri dah, 0tak kok pada m*e***sum semua. gak bisa apa pagi-pagi gak bahas yang begituan. Kesalku dalam hati seraya menahan agar tak sampai aku mengeluarkan apa yang aku ucapkan dalam hati barusan.

"Ya sudah aku percaya kok sama kamu,"

"Gak percaya juga kagak apa-apa kok, itu kan hak asasi manusia."

"Elah sok bijak lu."

"Eh resek banget sih."

Siapa yang gak kesal coba, rambut yang sudah aku sisir dibrantakin lagi olehnya.

"Ya sudah aku pamit Intan bentar ya Kak!"

Niko pun hanya mengangguk saat Anin keluar kamar karena akan berpamitan dengan Intan sahabatnya.

Sesampainya di dalam kamar Intan.

ternyata pintunya terbuka, dan Anin pun segera menghampiri Intan yang kini berada di depan meja rias.

"Ntan, gue pamit dulu ya,"

"Iya lu hati-hati di jalan."

"Siap bos."

🍀🍀🍀

Sedang di kediaman Bu Indah.

"Anin jadi pulang hari ini?"

"Iya Bu, hari ini katanya." Ujar Edi.

"Yah lebih cepat lebih baik, biar dia juga cepet-cepet nikah mumpung ada orang kaya yang mau sama Adik kamu."

"Ibu, serius mau nikahin Anin sama itu orang?"

"Ya iyalah serius."

Jawabnya enteng.

"Apa Ibu yakin melakukan semua ini?" Edi pun masih tak percaya akan rencana ibunya yang akan menikah kan Anin, anak perempuannya satu-satunya. Apa sebegitu buruk kah Anin di mata Ibunya! hingga sang Ibu tega bersikap seperti itu kepada sang Anak, yang tak lain darah dagingnya sendiri.

"Udah lah kamu jangan ikut campur urusan Ibu, yang penting itu anak mau pulang ngerti!" teriakan Bu Indah begitu lantang, hingga tanpa sengaja Anin pun mendengar apa yang dikatakan nya bersama sang putra sulung.

Sedang di ambang pintu. Anin yang akan masuk diurungkan nya karena mendengar sesuatu dari mulut sang Ibu.

"Kak, Apa maksud semua ini," dengan nada yang gemetar Anin bertanya pada Niko, perihal ucapan dari sang Ibu, dan Kakaknya.

"Tunggulah sebentar, kamu jangan gegabah! biar jelas kita tungguin saja apa maksud dari ini semua, dan mengapa Ibu kamu terlihat bugar, bukan kah kata Intan, jika kamu di suruh pulang karena Ibumu sedang sakit!"

"Aku pun tak tau juga Kak, apa yang terjadi dengan semua ini, tapi nampaknya Ibu sedang merencanakan sesuatu hingga membuat aku terpaksa pulang."

"Itu artinya Anin, akan mempunyai anak tiri, sedangkan kan Pak Danu, duda yang mempunyai anak perempuan."

"Itu urusan Anin, dengan Danu yang penting mereka akan segera menikah walau pernikahan ini hanya pernikahan di bawah tangan, atau nikah Sirih karena aku tak mempermasalahkan itu semua!"

"Apa Ibu bilang NiKAH.."

Saat aku berteriak maka semua mata tertuju padaku mungkin mereka juga sangat terkejut, karena aku tiba-tiba sudah berada di rumah sedari tadi dan tanpa mereka sadari bahwa aku sudah mendengar pengakuan mereka terhadapku. Dan mereka pun sudah menyusunnya serta merencanakan untuk menikah kan ku.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tuhan mengapa semua ini harus terjadi padaku, apa aku tak boleh bahagia, apa aku tak boleh merasakan mencintai dan di cintai. Apa aku tak berhak mendapatkan semua ini! Kejam, mengapa mereka begitu kejam! apa salah dan dosaku hingga aku harus menerima karma ini. Andai aku jadi kura-kura maka sejenak aku akan bersembunyi di balik tempurungnya. Dan jika saja aku Burung maka saat ini aku akan pergi dan terbang jauh di atas sana, namun aku hanyalah manusia biasa..

Terpopuler

Comments

mom mimu

mom mimu

bawa Anin pergi Ko... ibu gada akhlak emang, bisa2nya serahin anak cewenya gitu aja sama duda anak satu, nihak sirih pula 🤦🏻‍♀️

2022-11-12

0

auliasiamatir

auliasiamatir

lawan yah nin

2022-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!