BAB 11 . MULAI MENIKMATI

Sesampainya aku di rumah. Aku langsung merebahkan badanku di tempat tidur yang sudah tak layak untuk di tiduri. Saat aku dan Kak Niko akan masuk kedalam kamar, namun di cekal pergelangan tangan ku oleh Ibu.

"Dasar Anak manja! buktinya kamu kuat kan jalan tanpa terjatuh, sakit gitu saja sudah ngeluh."

Mereka berdua pun sama-sama diam dan tak ingin menanggapi ucapan Bu Indah.

Apa Ibunya tak melihat bahwa Anin berjalan dengan menahan Kakinya agar tak terjatuh, dan Anin pun berjalan dengan langkah Kaki yang lunglai, apa Ibunya pun tak dapat melihat itu. Dan mereka pun tak memperdulikan Bu Indah yang terus saja mengomel bagai burung Kutilang yang baru saja di beri pisang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Seminggu sudah Anin terbaring sakit, dan kini ia telah sembuh dari penyakit yang teramat menyiksanya. Dan itu membuat ia tak mendapatkan uang! dan otomatis penghasilannya berkurang banyak.

Setelah sembuh dari sakitnya kini ia menjalani hari-hari seperti biasanya. Dan kini ia bertambah semangat untuk lebih giat lagi dalam bekerja, bukan tanpa alasan karena uang simpanannya semakin menipis karena itu sebagai uang yang nantinya untuk ia mencari kos dan keluar dari rumah. Karena keputusannya sudah bulat bahwa ia akan pergi dari kediaman Ibunya lalu memulai dengan kehidupan barunya tanpa ada gangguan yang menjadikannya sapi perah! karena Niko pun terus memaksanya agar segera pergi dari rumahnya.

Pukul 20:09 saat ini. Entah kenapa Aku ingin memakan Nasi goreng di ujung perempatan yang berada di rumah ku, dan jadilah aku berjalan kaki untuk menuju ke pangkalan nasi goreng.

Di rasa sepi tak ada yang melihat kini Anin telah keluar dengan cara mengendap-endap agar tak kepergok oleh Ibunya, berjalan menyusuri terangnya lampu jalanan? Namun mengapa hidupnya tak seterang lampu yang terpasang di jalanan yang begitu sangat cerah, akan pantulan Cahaya yang di dapat dari lampu itu sendiri.

"Ais.. Ngapain sih pakai berkhayal dan membayang kan hidup gue seterang lampu! dasar otak somplak bisa-bisanya mikir sampai sejauh itu. Ini kan kehidupan nyata bukan cerita yang berada di novel-novel itu " Anin yang ngedumel sambil berjalan seakan hampir semua orang meliriknya.

Dasar gak waras.

Dasar Orgil.

Seperti itulah yang di bicarakan orang-orang para pengendara yang melihat kelakuan Anin.

Bodoh amat batinnya. Dengan ocehan orang sekitarnya.

Tak berapa lama sampai di tempat pangkalan nasi goreng juga.

"Pak! bungkus Satu ya," pintanya pada sang penjual.

"Iya Mbak, di tunggu ya."

"Sendirian saja Dek?" tanya seseorang yang berada di sampingku, yang tiba-tiba menegurku, dan sedikit membuat aku terkejut.

"lah emang Bapak, gak lihat apa! atau memang ada orang di belakangku yang tak terlihat." Jawabku yang penuh rasa kesal pada orang itu.

"Bungkus berapa memangnya kamu Dek," tanya dia lagi yang aku perkirakan kisaran 30 keatas.

"Dua, memang kenapa! apa Bapak mau bayarin juga punya saya? sehingga Bapak bertanya." Aku berlagak acuh, dan tak mau genit.

" Berapa lah harga dua bungkus nasi goreng itu, nanti biar saya yang bayar! dan jangan panggil saya Bapak, karena saya belum tua?"

"Beneran Bapak mau bayarin nasi goreng saya,"

"Panggil saya Om Bagas, beneran saya yang akan membayar. apalagi kalau kamu mau ikut Om jalan, pasti apa yang kamu minta bakal Om kasih."

Anin pun merasa sangat gembira karena mendapat tawaran oleh seseorang yang memintanya memanggil dengan sebutan Om itu.

"Wahh.. Anin mau Om, kalau gitu."

"Jadi kamu namanya Anin ya?"

"Iya, Om."

"Kalau deal besok kita bisa pergi! cukup temani Om, jalan saja, Ok."

"Baik."

"Mbak ini nasi gorengnya, dan sudah di bayar sama Mas, ini."

"Baik Pak, makasih ya." penjual nasi goreng pun mengangguk sambil tersenyum kepada Anin.

"Om! saya duluan ya, dan makasih sudah di bayari."

"Sama-sama, dan besok saya tunggu jam 6 sore." Bisik nya padaku.

Dan aku pun mengangguk tanda bahwa aku mengerti..

Dengan hati berbunga aku membawa dua bungkus nasi goreng, dan yang satunya bisa ku gunakan untuk besok bekal kerja.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan harinya.

Sesuai perjanjian Anin dan orang yang di panggilnya Om Bagas, mereka kini sedang mengadakan pertemuan. Dan apa yang di katakan oleh Om Bagas bahwa Anin hanya cukup menemaninya jalan tanpa ada permintaan lebih dari Om Bagas, dan itu membuat Anin semakin semangat dan begitu sangat gencar akan mencari Mangsa lagi. Karena tanpa melakoni hubungan yang tak selayaknya di lakukan, sebagai mana pekerjaan yang ia lakoni seperti menemani Om-om, hingga menjadi simpanan.

Sedang di lain tempat Niko yang kelabakan karena sudah dua hari ini Anin tak bisa di hubungi sama sekali, karena takut akan Anin yang kenapa-kenapa akhirnya, Niko menuju kerumahnya sepulang dari kerja lembur nanti.

"Anin kamu kemana sih, di hubungi susah banget" Batin Niko, karena Niko sama sekali tak fokus dalam bekerja karena merasa di acuhkan oleh Anin.

Sedangkan di rumahnya Anin.

"Mana jatah uang belanja Ibu! kamu gak lupa kan."

Anin pun memberikan Uang pecahan namun totalnya ada seratus ribu.

"Jika kurang maka carilah sendiri." Sambil mengatakan lantas Anin pun berlalu dan langsung masuk kedalam kamar. Belum juga ia merebahkan badannya, terdengar suara sepeda motor dengan kenalpot suara khas, Anin pun bisa menebaknya siapa yang malam-malam bertamu.

"Assalamualaikum Nin! Anin." Teriak Niko di depan rumah.

"Waalaikumsalam Kak Niko, tumben kesini kak ada apa?" karena Anin merasakan ada sesuatu yang membuat Niko bisa sampai disini.

"Nin! ikut aku keluar bentar ya?"

"Kemana?"

"Gak usah banyak tanya dulu, lekas lah masuk ambil jaket gue tunggu disini." Kata Niko.

"Sebenarnya kita mau kemana sih Kak?"

"Udah nanti saja tanya nya, buruan naik dan jangan lupa pegangan."

Anin pum menuruti apa yang di ucapkan oleh Niko, tanpa membantah perintahnya.Tak berapa lama sampailah mereka di taman. Hembusan Angin yang yang masuk dalam pori-pori kulitku seakan membawa aku dalam keheningan malam ini, kala kami berdua hanya duduk tanpa berkata apapun.

Setelah beberapa menit kemudian terdengar suara Niko yang cukup keras.

"Kamu dua hari kemana saja Nin!" Suara keras Niko mampu mengalihkan perhatian para pengunjung, hingga semua orang menoleh kearah ku dan Kak Niko.

"Di rumah dan gak kemana-mana," ucapku. Padahal dua hari ini aku menemani Om-om jalan, dan aku terpaksa berbohong padanya.

"Kamu bohong!"

"Iya Kak! beneran."

"Aku bukan lah bocah seperti kamu yang pandai berbohong, Nin."

"Jujur kamu!"

"Maaf."

"Kesalahan apa yang kamu perbuat hingga kamu meminta maaf,"

Dalam tangis aku meminta maaf pada Kak Niko, dan aku mencoba berkata jujur dengannya.

"Kemaren waktu aku beli Nasi goreng karena lapar, gak sengaja bertemu dengan Om-om,"

"Maksud kamu?"

Cukup lama ku pandangi wajah Kak Niko dan benar saja dia tau apa yang tersirat di wajahku.

"Tapi kamu sama sekali gak ngelakuin itu kan, Nin!"

"Kakak tenang saja, sama sekali tak ada yang mereka pinta, selain ingin di temani Kak."

"Syukur lah kalau begitu."

...----------------...

Pundi-pundi rupiah mulai mengalir di kantong Anin, dengan ia menemani Om-om? Dan Anin pun mulai menikmatinya karena hasil yang ia dapat cukup lumayan. Makasih ya buat para reader yang telah sudi mampir di karya receh saya🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Dewi

Dewi

Niko sayang banget sama Anin cuma ada batas diantara mereka berdua

2022-11-18

0

mom mimu

mom mimu

Anin kayanya beneran anak pungut nih... ibunya ko tegannya pake kebangetan ya... tiap hari mintain uang sama Anin 😢

2022-11-06

0

Lina Zascia Amandia

Lina Zascia Amandia

Ibunya persis pemeras....

2022-09-17

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!