BAB 14 . MENGENANG MASALALU

Seperti biasa pukul dua dini hari aku baru pulang dari bekerja bersama Intan. Dengan di antar oleh ojek langganan kami, agar memudahkan perjalanan kami tanpa harus gonta ganti ojek.

"Mbak Anin, kemaren Mbak viral loh,"

"Huh, kok bisa, Bang?" tanyaku kepada Bang Heru ojek langganan ku.

"Iya, kemaren aku lihat FB, kalau gak percaya nanti sampai rumah cek saja Mbak.

" Iya Bang, makasih infonya ya,"

Kok jadi penasaran ya, terus siapa yang berani ngevidio? tar dah ku mau lihat dan sekalian nyuruh dia buat hapus tuh Vidio. Gumam ku dalam hati, karena aku tak terima jika semua orang tau.

Selepas berganti pakaian aku yang hendak naik ke ranjangku, namun aku urungkan karena kedipan dari arah ponsel yang sengaja aku Silence. Dengan cepat segera aku menyambarnya dan terpampang nama Niko yang berada di layar Ponselku.

["Halo Kak, kenapa malam-malam begini telepon?"] tanyaku pada Niko.

]"Maaf Nin, aku mau tanya sesuatu sama kamu boleh?"]

["Gak harus malam-malam gini kan Kak!"] aku pun cukup lumayan kesal karena pukul tiga dini hari, ingin bertanya yang aku tak tau soal apa? namun sepertinya cukup penting karena di jam segini meneleponku.

["Gak bisa! harus sekarang,"]

["Baik lah, mau tanya soal apa memangnya. Dan sepertinya ada yang penting?"]

["Kamu kok bisa ketemu sama Erika?"]

["Kakak tau darimana? apa jangan-jangan Kakak udah liat vidio yang di sebar di sosmed ya,"]

["Jawab dulu, itu nanti saja di bahas."]

Lantas aku pun menceritakan semuanya tanpa ku tambahi dan aku kurangi sedikit pun, bagaimana aku bisa bertemu dengan si ulet bulu itu.

["Nah gitu ceritanya."]

["Hahahaha."] Terdengar suara tawa dari Niko begitu nyaring dan membuat telingaku ngilu karena tawanya yang sangat keras.

["Udah ketawanya."]

["Hahaha maaf Nin, kelepasan. Tapi kamu gak papa kan gak ada yang luka kan,"]

["Idih, sok perhatian kamu, menurutmu apa aku gampang terluka?"]

["Aih, iya aku lupa? lu kan cewek pemberani jadi gak mungkin kan ya kalau lu terluka,"] pekiknya.

["Ya udah tidur lah udah mau pagi, besok aku telepon lagi."]

"Iya." Tutt. Lantas aku mematikan ponselku dan segera beranjak tidur.

🍀🍀🍀🍀🍀

Beberapa tahun silam awal aku mengenal Niko.

Aku yang berjalan gontai karena sedang mencari pekerjaan namun seharian penuh tak kunjung aku mendapatkannya. Rasa lelah dan perut yang teramat sakit karena dari pagi hingga sore menjelang aku belum memakan nasi sama sekali. Hanya satu roti yang ku makan untuk mengganjal perutku saat akan berangkat mencari pekerjaan.

Namun di usiaku yang masih terbilang kecil karena umurku baru 13 tahun waktu itu, secara mana ada yang mau menerimaku biarpun aku melamar jadi seorang babu sekalipun tak ada yang mau menerima. Karena di usia yang masih bocah, maka yang ada di benak orang dewasa hanya lah bermain dan sekolah tanpa mengerti memasak dan beberes, padahal semua itu telah menjadi makananku sehari-hari.

Dan entah waktu itu jam berapa aku tak tau, karena langkah kakiku terus saja berjalan sampai aku mendengarkan suara tarkim dari arah masjid, dan tandanya sudah hampir masuk magrib.

Tiiiinnnn..Seorang pria berhenti tepat di hadapan dengan membunyikan klakson.

"Adik, mau kemana? bukanya ini sudah mau masuk magrib?" ucap lelaki itu.

"Mau pulang Om, dari cari kerja," Aku menjawabnya dengan suara lemah dan aku tak berani menatapnya juga.

"Memangnya kamu gak sekolah?" sambil mengerutkan dahinya lelaki itu bertanya.

"Emang penting ya Om, sekolah itu." ucapku polos, karena memang kata Ibu sekolah itu tak penting karena menghabiskan banyak duit, jadi jika harus sekolah maka anak lelaki lah yang akan bersekolah, seperti saudaraku Bang Edi, dan Riki.

"Huff, kamu namanya siapa?" terdengar helaan nafas berat dari lelaki itu.

"Anindiyah Om, tapi orang manggilnya Anin."

"Jangan panggil saya Om, panggil saja Kakak. Ok,"

Lalu aku mengangguk tanda bahwa aku mengerti.

Kruuukk.. krukkk.

"Hahaha, kamu lapar ya,"

Aku yang tak punya rasa malu lantas aku pun menjawabnya dengan gamblang.

"Ya udah ikut Kakak, cari warung dan kita makan ya,"

"Aku yang ditawarinya sedikit pun tak punya rasa takut, dan aku tak perduli jika orang yang mengajak ku bicara saat ini pun adalah orang jahat.

Dan dalam benakku, lebih baik aku di bawah oleh orang jahat, entah di siksa ataupun di ambil organ tubuhku untuk di jualnya. Karena bagiku lebih baik seperti itu, daripada aku harus merasakan sakit namun tak berdarah. Akibat siksaan mental yang di torehkan Ibu.

Dan karenanya lah aku seharian berusaha mencari pekerjaan karena dianggap tak berguna dan bisanya hanya menyusahkan, dan dalam seharian ini aku tak mendapat pekerjaan maka aku harus siap di usir dari rumah.

Di dalam warung aku yang tadinya lapar kini menjadi kenyang, dan entah darimana datangnya air mata ini tiba-tiba membasahi pipiku,

"Kenapa nangis," tanya laki-laki itu

Aku yang tak kuasa menahan sesak yang teramat sakit, akhirnya ku peluk erat lelaki yang berada di sampingku. Hingga tanpa malu aku meluapkan semua isi hatiku kepadanya dengan di iringi isak tangis.

"Kamu yang tenang ya, sekarang lebih baik kamu makan dulu." Titahnya.

"Kak, habis ini bawa aku ya."

Aku yang bernama Niko Saputra, sungguh tak tega melihat gadis belia ini, yang sedang berjuang melawan hidup. Dan betapa mirisnya kehidupan yang di berikan oleh orang tuanya, jika ia tak ingin mempunyai anak mengapa harus di buat sengsara? lebih baik di berikan pada orang yang tak bisa mempunyai keturunan bukan. Dan tak harus menjadikannya tulang punggung untuk mereka selaku keluarganya. Untungnya aku adalah orang baik, bagaimana jika orang jahat menemukannya berjalan menyusuri jalanan yang penuh dengan lahan tebu, dan jalanan pun begitu sepi, tak bisa ku bayangkan jika saja ia bertemu dengan orang jahat. Kebetulan aku adalah pemilik pabrik Lollipop, yang di dirikan oleh orang tuaku, namun aku tak mau jika orang-orang tau akan statusku. dan aku ingin menjadi orang biasa tanpa Embel-embel kekayaan dari orang tuaku. Dan sifat orang tuaku pun menurun padaku agar selalu menolong sesama jika di butuhkan, dan jangan lah memandang kasta orang, itulah pesan yang di berikan pada orang tuaku.

"Kak kenapa diam gak mau ya,"

"Kamu Kakak antar pulang ya, besok Kakak jemput kerumah kamu buat kerja mau kan."

"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah," ucap ku dengan rasa syukur.

"Udah buruan makan nanti keburu malam dan takutnya nanti kamu tambah di marahi."

Aku pun mengulum senyum dan menggelengkan kepala karena merasa lucu, akan sifatnya yang ceplas-ceplos dan keberaniannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di situlah awal mereka bertemu hingga menjadi sebuah sahabat. Sifat rendah hati Niko membuat Anin tak terima jika sahabatnya itu di sakiti. Karena tanpa Niko, kini Anin bukanlah siapa-siapa dan bisa di pastikan jika Anin akan menjadi gembel, jika saja waktu itu Niko tak menolongnya dan memberikan pekerjaan padanya, maka akibatnya di usir oleh ibunya, jika pulang tanpa membawa berita tentang pekerjaan yang ia cari selama seharian penuh.

Terpopuler

Comments

mom mimu

mom mimu

jadi Niko sebenernya orang kaya ya, tapi dia gak suka pamer dan sombong... sempurna deh, aku padamu lah Nik 😍😍😅👍🏻

2022-11-10

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!