BAB 7 . NELANGSA

Belum juga Anin masuk ke dalam rumah, tapi lagi-lagi ia mendengar suara Ibunya, akibat kejadian tadi pagi, namun tak di gubrisnya.

"Eh anak malas! baju kotor sudah menumpuk dasar anak pemalas, dari kemaren ngerjain pekerjaan di rumah sama sekali tak becus! dan buruan keluar dari kamarmu." Teriak Ibu dari arah dapur terdengar jelas di telingaku.

Sepulang dari kerja memang aku langsung masuk kamar karena tiba-tiba kepalaku pusing, sayangnya belum sempat merebahkan diri terdengar suara Ibu yang meneriaki ku dengan sangat nyaring.

"Anindiyah, keluar kamu! teriak ibuku lagi. lekas aku bangun dan berdiri setelah itu aku keluar kamar untuk menemuinya di ruang tengah.

Untuk ketiga kalinya Ibu berteriak dengan suara keras.

" Ada Bu?"

"Budeg ya kamu! gak denger ibu teriak-teriak manggil kamu."

Anin yang di marahi pun hanya bisa diam dan tertunduk, dan kali ini dia tak melawan perkataan Ibunya karena kepalanya yang berat dan teramat pusing membuat ia memilih diam.

"Ibu gak mau tau cucian di bak udah penuh dan kamu dari kemaren belum mencucinya, dan segeralah ke kamar mandi untuk mencuci semua baju-baju kotor yang berada di bak."

Anin tanpa menjawab bergegas menuju kamar mandi dan segera mencuci pakaian yang berada di bak. Tak ingin mendengar ocehan dari sang Ibu, Anin pun segera melaksanakan tugas yang di perintah kan oleh Bu Indah.

Dengan buliran air mata yang jatuh membasahi pipi gadis berusia 15 tahun itu, mencoba tegar akan perilaku Ibunya! dengan rasa kepala yang berdenyut Anin menahan sakit berusaha kuat agar pekerjaannya terselesaikan dengan begitu dia dapat beristirahat dengan cepat.

Tuhan berikan hidayah serta kesadaran untuk Ibu dalam memperlakukan aku, aku juga anaknya Ya Allah. Aku juga ingin di anggap anak oleh Ibu, apa salahku hingga aku harus menjalani hidup seperti ini . Dalam deraian air mata Anin hanya bisa mengeluh dalam batin.

Pukul 18:00, Anin sudah selesai mencuci lekas ia mandi dan tak berapa lama ia sudah keluar dengan mata yang sembab akibat menangis. Lalu ia gegas masuk ke dalam kamar hendak beristirahat, namun perutnya teramat lapar dan tak ada makanan yang di tawarkan oleh Ibunya padahal ia sangat lapar.

"Ah, ia aku kan punya mie sisa kemaren lebih baik aku memasaknya karena perutku sangat lapar dan segera minta di isi" Anin yang berbicara sendiri langsung mengambil Mie yang berada di meja samping tempat tidurnya yang sudah lusuh itu, dan keluar kamar menuju kearah dapur.

Tak berapa lama mie yang di masaknya sudah siap untuk di lahap, tak ingin mie yang sudah susah payah di masaknya akan di ketahui oleh Ibunya, maka ia berlalu masuk kamar lagi dan akan memakannya di dalam kamar.

Uap panas yang masih mengebul dan kuah yang di irisi beberapa potongan cabe membuat Anin tak sabar untuk segera menikmatinya.

Saat ia akan menyendok kan mie kedalam mulutnya tiba-tiba getaran gawai mengagetkannya.

Drett..drett.

Anin pun lekas mengecek siapa tahu ada yang penting jadi ia buru-buru melihat isi pesan, dan meletakkan sendok yang kini di pegang nya.

"Bocah lu lagi ngapain?" Isi pesan dari Niko.

"Gak lagi ngapa-ngapain, memangnya kenapa?" tanya Anin pada Niko.

"Eh, ada temenku yang minta di temani Ngopi mau gak kamu,"

"Cuma ngopi doang kan kak! gak adak maksud yang lain." Ucapku pada Niko, dan aku hanya berjaga-jaga bila mana ada yang meminta lebih dan di pastikan aku akan menolaknya.

"Tenang aja Nin, aku yang bakal jamin kalau temen Kakak hanya minta di temani,"

"Baiklah, jam berapa nanti acaranya ?"

"Nanti kakak yang akan jemput jadi bersiap-siaplah,"

"Ok, ya udah aku mau makan dulu perutnya uda gak sabar pengen buru-buru minta asupan."

"Eh bentar, jangan bilang kalau lu makan mie lagi?"

karena Niko pun sudah tau latar belakang Anin. Dan Niko pun sudah hafal kesehariannya seperti apa dan begitu juga Anin yang sedang makan apa.

"Sok tau lu kak,"

"udahlah jangan bohong gue tau lu lagi makan mie, memangnya kamu gak takut kalau sampai kamu sakit!"

Aku terdiam sejenak melihat isi pesan dari Niko, bagaimana bisa dia hanya orang luar yang begitu peduli dengan hidupku, namun tidak dengan keluargaku! biarpun aku Mati sekalipun mereka tak akan peduli.

Kepala yang baru saja sudah agak mendingan kini berdenyut hebat bagaikan di hantam oleh batu, sakit, sesak, kecewa, menjadi satu, Perut yang semula lapar kini terasa kenyang bersama datangnya sakit yang aku rasa.

Drett..Drett. Ku lirik suara getaran panjang dari arah gawai yang berada di sebelahku, sekilas ku lirik terpampang jelas tertera Nama Kak Niko.

"Halo Nin, kamu gak papa kan,"

"Memangnya aku kenapa Kak?"

aku mencoba kuat agar suara isakan ku tak terdengar olehnya, namun bukan Niko namanya yang tak mengetahui apa yang sedang terjadi padaku.

"Kalau kamu pengen nangis maka Menangis lah, ada aku di sini Nin, jangan lah kamu merasa sendiri. Aku Niko, selalu berusaha ada buat kamu buat tempat kamu mencurahkan segala isi hati kamu, menangis lah agar rasa sesak yang kamu rasakan berkurang.

Terpopuler

Comments

Dewi

Dewi

Niko memang laki-laki yang baik

2022-11-04

0

mom mimu

mom mimu

udah fix suka nih Niko... semangat kak, aku mampir lagi... 💪🏻💪🏻💪🏻

2022-10-27

0

Rini Antika

Rini Antika

So sweat nya..🤗

2022-09-14

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!