Malam pun kian larut, dan suara dengkuran halus dari arah Niko, membuat Anin, tak bisa memejamkan mata. Dan di liriknya Hp lalu mengambilnya dengan segera di nyalakan nya, terlihat jam pun sudah di angka 3:00 dini hari, namun Anin tak kunjung tidur. Dan ia pun mencoba untuk datang ke kamarnya Intan dan menumpang tidur di sana sementara untuk beberapa jam saja.
Saat aku hendak bangun, namun Niko pun juga ikut terbangun mau apa dia batinku.
"Nin!"
"Apa?"
"Aku kebelet pipis anterin yuk,"
"Ogah, masa cowok pipis minta anter." ucapku.
"Ayolah Nin, anterin udah gak tahan ini."
"Kamu mau ya aku ngompol di sini."
"Aish nyusahin aja nih orang" gerutuku.
"Yang ikhlas kenapa?"
"Bawel." Sungguh aku sangat kesal di buat olehnya. niat ingin numpang tidur malah di minta untuk nganterin ke kamar mandi sial banget, gumam ku dalam hati.
Saat kami berjalan dan hendak membuka pintu, maka terdengarlah suara terkutuk itu.
"Nin, suara apaan itu?"
"Kan tadi sudah di bilangin."
"Yang mana?"
"Astaga Kak Niko! ampun dah, tadi kan sudah ku bilang jika mendengar suara tokek sumpal aja itu kuping kanan dan kiri."
"Ja-jadi."
"Lantas aku mengangguk dan berharap Kak Niko, tak bertanya lagi.
" Udah buruan katanya mau pipis."
"Eh, iya."
🍀🍀
Aku lelaki normal jika mendengar suara yang barusan ku dengar membuat jiwa lelakiku meronta. Oh **1*. benar-benar tak tahan akibat ulah dari dalam kamar Mbak Weni, dan sepertinya ini kos sudah tak layak untuk di tempati, karena penghuninya pada gila semua.
Apalagi posisiku sedang bersama dengan Anin, sungguh aku menyesal mengapa aku harus menginap di tempat laknat ini.
🍀🍀
"Oh ya Kak, aku mau numpang tidur di kamarnya Intan ya,"
Syukurlah dengan begitu aku tak harus melampiaskannya dengan Anin, batin Niko.
"Baik lah kalau itu mau kamu."
Dan sesampainya Anin sudah berada di ambang pintu kamar Intan, dengan segera ia mengetuk pintu.
Tok..tok..tok..
"Intan buka dong pintunya."
Tok..tok..tok..
"Intan buruan dong gue ngantuk nih."
"Iya bentar."
Aduh siapa si orang baru juga merem udah di gangguin aja. Gerutunya.
Ceklek.. "Ngapain lu di mari Nin, udah kek hansip saja lu,"
"Maaf gue ganggu, di kamar ada kak Niko, jadi gue numpang di kamar ini ya."
"Eh, stop berhenti di situ!" teriak Intan pada Anin.
"Kenapa sih lu gak ngijinin buat tidur di kamar lu, tega lu ya,"
"Aduh, bukan gitu Nin, di dalam ada cowok gue."
"Kenapa gak ngomong dari tadi sih lu markonah, jadi sia-sia dong gue keluar kamar."
"Lu saja yang main comot."
Astaga geleng deh gue punya teman macam Intan, di tinggal baru nyaho tuh anak! pekik ku dalam hati.
"Duh sial banget nasib gue, masa ia harus tidur bareng sama Kak Niko, ntar kalau gue di apa-apain gimana dong, mikir Anin jangan bisanya ngedumel mulu" Sambil berjalan Anin pun bergumam karena baru kali ini ia akan tidur dengan seorang laki-laki. Meski pekerjaannya terbilang kotor namun dengan kuat ia memegang teguh untuk tak melakoni di luar batas.
Ceklek.. Dengan helaan nafas yang panjang ku buka pintu secara perlahan, dengan kaki yang terasa tak punya kekuatan untuk ku pijak kan di lantai ini.
"Loh Nin, kok masuk lagi?" dengan tanpa dosa Kak Niko, berkata seperti itu! apa dia tak tau kalau kedatanganku di tolak mentah-mentah dengan Intan. Dan secara perlahan aku mendongakkan kepala dan menatapnya dengan wajah sayu ku, karena aku memang sangat mengantuk.
Aku tak bisa memikirkan apa-apa yang berada dalam otakku adalah? segera ingin tidur dan pergi ke pulau kapuk. Tanpa banyak bicara aku langsung menghempaskan badanku di kasur dengan ukuran yang hanya bisa di tempati satu orang, kalaupun muat dua orang maka harus berdesakan.
🍀🍀🍀🍀
Tak terasa pagi telah tiba dan sang mentari pun menampakkan diri tanpa malu-malu.
Saat aku hendak bangun ku rasakan beban yang tengah menimpaku sehingga terasa sulit untuk menggerakkan anggota tubuhku. Ku mengerutkan keningku sambil berpikir apa aku sedang mimpi karena memang sepertinya ada yang menghimpit ku dari belakang. Aku berusaha keras untuk mencoba mengingat karena ada tangan serta kaki di perut serta di pahaku.
"Astaga" teriakku dengan sangat keras.
"Hye lepas gak!" teriakku lagi dengan nada yang lebih lantang.
"Eum..ada apa sih masih pagi udah main teriak."
"Nih orang gak merasa berdosa amat, udah main nangkring di tubuh orang! udah gitu mirip Kebo kalau tidur" lirihku.
"Gue denger lu ngomong apa!"
"Lah emang akunya bilang apa barusan."
"Lu ngatain gue Kebo,"
"Lah kan Kakak, barusan yang bilang loh."
"Kamu tadi yang bilang,"
"Telinga Kakak saja yang agak rusak."
"Apa kamu bilang!"
"Ampun Kak, ampun!"
"Minta maaf gak kamu,"
"Ogah, Aduh duh Hahaha.. Ampun udah ya."
Di pagi yang cerah ini baru pertama seumur hidupku merasakan bahagia dan tertawa lepas, bersama seseorang yang begitu menyayangi aku selama ini.
"Minta maaf gak, atau gak akan Kakak lepasin!"
Niko, terus menerus menggelitik tubuhnya dengan cara dihimpit oleh tubuh kekar miliknya, hingga Anin tak bisa lepas darinya.
"Iya aku minta maaf, udah sekarang lepasin sakit tau gak! dikira badan Kakak kecil apa."
🍀🍀
Bukannya malah di lepaskan tapi malah lebih di rakatnya pelukan terhadap Anin, dan Anin pun mencoba berontak namun sayang badan Niko, kalah besar dengan Anin, karena Niko memiliki tubuh yang tinggi serta semua badan yang berotot, biarpun tak mempunyai kulit yang putih namun semua itu tak mengurangi akan ketampanannya serta wajah yang membuat para perempuan klepek-klepek. Bukan tanpa alasan lelaki ini tak mau berpacaran! karena rasa trauma akibat pernah di sakiti oleh mantannya, karena ia hanyalah lelaki yang tak berkasta, dan hanya lelaki biasa meski wajah tampan membuat semua itu masih kurang di mata perempuan, meski ia adalah lelaki yang sangat pekerja keras. Jadi dia memilih menyendiri hingga menemukan tambatan hati, hingga kini ia mengakhiri kesendiriannya dengan cara melabuhkan pilihannya kepada Anin, yang telah di anggapnya saudara namun sekarang berubah jadi cinta.
🍀🍀🍀
Tanpa sengaja wajah mereka kini saling bertatapan.
Jantung gue kenapa berdetak begitu cepat, dan wajahnya, wajahnya cantik meski tak di polesi dengan bedak sekalipun. Dalam diam Niko membatin serta memandangi wajah perempuan yang dihadapannya itu, dengan mata yang tak berkedip.
Kenapa jadi Dag..dig dug ya jantung gue, dan cakep juga nih orang. Gumam Anin dalam hati.
Ceklek.. "Ekhem.. udah pandang pandangannya." Intan pun di buat melongo akan kelakuan mereka, karena baru kali ini Intan pun melihat pemandangan yang tak pernah ia lihat.
"I-Intan se-sejak kapan kamu berdiri disitu?" Mereka berdua pun sangat terkejut akan kehadiran Intan yang sudah berada di ambang pintu.
Lantas dengan suara tergagap Anin menjawab ucapan sang sahabat yang main nyelonong masuk.
"Nin, Kakak mau ke kamar mandi dulu ya." mungkin yang berada dalam kepala Niko saat ini adalah rasa malu karena sudah tepergok sedang berada di satu ranjang bersama Anin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akan kah mereka berdua mendapat jalan untuk bisa bersama selamanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
mom mimu
harus dong, kasian Niko kalo gak d kasih jalan kak 😅✌🏻
2022-11-12
0
auliasiamatir
kuhdiahi mawar untuk cerita keren mu ini kak author
2022-09-24
0