BAB 18 . PAGI YANG INDAH

Malam pun kian larut, dan suara dengkuran halus dari arah Niko, membuat Anin, tak bisa memejamkan mata. Dan di liriknya Hp lalu mengambilnya dengan segera di nyalakan nya, terlihat jam pun sudah di angka 3:00 dini hari, namun Anin tak kunjung tidur. Dan ia pun mencoba untuk datang ke kamarnya Intan dan menumpang tidur di sana sementara untuk beberapa jam saja.

Saat aku hendak bangun, namun Niko pun juga ikut terbangun mau apa dia batinku.

"Nin!"

"Apa?"

"Aku kebelet pipis anterin yuk,"

"Ogah, masa cowok pipis minta anter." ucapku.

"Ayolah Nin, anterin udah gak tahan ini."

"Kamu mau ya aku ngompol di sini."

"Aish nyusahin aja nih orang" gerutuku.

"Yang ikhlas kenapa?"

"Bawel." Sungguh aku sangat kesal di buat olehnya. niat ingin numpang tidur malah di minta untuk nganterin ke kamar mandi sial banget, gumam ku dalam hati.

Saat kami berjalan dan hendak membuka pintu, maka terdengarlah suara terkutuk itu.

"Nin, suara apaan itu?"

"Kan tadi sudah di bilangin."

"Yang mana?"

"Astaga Kak Niko! ampun dah, tadi kan sudah ku bilang jika mendengar suara tokek sumpal aja itu kuping kanan dan kiri."

"Ja-jadi."

"Lantas aku mengangguk dan berharap Kak Niko, tak bertanya lagi.

" Udah buruan katanya mau pipis."

"Eh, iya."

🍀🍀

Aku lelaki normal jika mendengar suara yang barusan ku dengar membuat jiwa lelakiku meronta. Oh **1*. benar-benar tak tahan akibat ulah dari dalam kamar Mbak Weni, dan sepertinya ini kos sudah tak layak untuk di tempati, karena penghuninya pada gila semua.

Apalagi posisiku sedang bersama dengan Anin, sungguh aku menyesal mengapa aku harus menginap di tempat laknat ini.

🍀🍀

"Oh ya Kak, aku mau numpang tidur di kamarnya Intan ya,"

Syukurlah dengan begitu aku tak harus melampiaskannya dengan Anin, batin Niko.

"Baik lah kalau itu mau kamu."

Dan sesampainya Anin sudah berada di ambang pintu kamar Intan, dengan segera ia mengetuk pintu.

Tok..tok..tok..

"Intan buka dong pintunya."

Tok..tok..tok..

"Intan buruan dong gue ngantuk nih."

"Iya bentar."

Aduh siapa si orang baru juga merem udah di gangguin aja. Gerutunya.

Ceklek.. "Ngapain lu di mari Nin, udah kek hansip saja lu,"

"Maaf gue ganggu, di kamar ada kak Niko, jadi gue numpang di kamar ini ya."

"Eh, stop berhenti di situ!" teriak Intan pada Anin.

"Kenapa sih lu gak ngijinin buat tidur di kamar lu, tega lu ya,"

"Aduh, bukan gitu Nin, di dalam ada cowok gue."

"Kenapa gak ngomong dari tadi sih lu markonah, jadi sia-sia dong gue keluar kamar."

"Lu saja yang main comot."

Astaga geleng deh gue punya teman macam Intan, di tinggal baru nyaho tuh anak! pekik ku dalam hati.

"Duh sial banget nasib gue, masa ia harus tidur bareng sama Kak Niko, ntar kalau gue di apa-apain gimana dong, mikir Anin jangan bisanya ngedumel mulu" Sambil berjalan Anin pun bergumam karena baru kali ini ia akan tidur dengan seorang laki-laki. Meski pekerjaannya terbilang kotor namun dengan kuat ia memegang teguh untuk tak melakoni di luar batas.

Ceklek.. Dengan helaan nafas yang panjang ku buka pintu secara perlahan, dengan kaki yang terasa tak punya kekuatan untuk ku pijak kan di lantai ini.

"Loh Nin, kok masuk lagi?" dengan tanpa dosa Kak Niko, berkata seperti itu! apa dia tak tau kalau kedatanganku di tolak mentah-mentah dengan Intan. Dan secara perlahan aku mendongakkan kepala dan menatapnya dengan wajah sayu ku, karena aku memang sangat mengantuk.

Aku tak bisa memikirkan apa-apa yang berada dalam otakku adalah? segera ingin tidur dan pergi ke pulau kapuk. Tanpa banyak bicara aku langsung menghempaskan badanku di kasur dengan ukuran yang hanya bisa di tempati satu orang, kalaupun muat dua orang maka harus berdesakan.

🍀🍀🍀🍀

Tak terasa pagi telah tiba dan sang mentari pun menampakkan diri tanpa malu-malu.

Saat aku hendak bangun ku rasakan beban yang tengah menimpaku sehingga terasa sulit untuk menggerakkan anggota tubuhku. Ku mengerutkan keningku sambil berpikir apa aku sedang mimpi karena memang sepertinya ada yang menghimpit ku dari belakang. Aku berusaha keras untuk mencoba mengingat karena ada tangan serta kaki di perut serta di pahaku.

"Astaga" teriakku dengan sangat keras.

"Hye lepas gak!" teriakku lagi dengan nada yang lebih lantang.

"Eum..ada apa sih masih pagi udah main teriak."

"Nih orang gak merasa berdosa amat, udah main nangkring di tubuh orang! udah gitu mirip Kebo kalau tidur" lirihku.

"Gue denger lu ngomong apa!"

"Lah emang akunya bilang apa barusan."

"Lu ngatain gue Kebo,"

"Lah kan Kakak, barusan yang bilang loh."

"Kamu tadi yang bilang,"

"Telinga Kakak saja yang agak rusak."

"Apa kamu bilang!"

"Ampun Kak, ampun!"

"Minta maaf gak kamu,"

"Ogah, Aduh duh Hahaha.. Ampun udah ya."

Di pagi yang cerah ini baru pertama seumur hidupku merasakan bahagia dan tertawa lepas, bersama seseorang yang begitu menyayangi aku selama ini.

"Minta maaf gak, atau gak akan Kakak lepasin!"

Niko, terus menerus menggelitik tubuhnya dengan cara dihimpit oleh tubuh kekar miliknya, hingga Anin tak bisa lepas darinya.

"Iya aku minta maaf, udah sekarang lepasin sakit tau gak! dikira badan Kakak kecil apa."

🍀🍀

Bukannya malah di lepaskan tapi malah lebih di rakatnya pelukan terhadap Anin, dan Anin pun mencoba berontak namun sayang badan Niko, kalah besar dengan Anin, karena Niko memiliki tubuh yang tinggi serta semua badan yang berotot, biarpun tak mempunyai kulit yang putih namun semua itu tak mengurangi akan ketampanannya serta wajah yang membuat para perempuan klepek-klepek. Bukan tanpa alasan lelaki ini tak mau berpacaran! karena rasa trauma akibat pernah di sakiti oleh mantannya, karena ia hanyalah lelaki yang tak berkasta, dan hanya lelaki biasa meski wajah tampan membuat semua itu masih kurang di mata perempuan, meski ia adalah lelaki yang sangat pekerja keras. Jadi dia memilih menyendiri hingga menemukan tambatan hati, hingga kini ia mengakhiri kesendiriannya dengan cara melabuhkan pilihannya kepada Anin, yang telah di anggapnya saudara namun sekarang berubah jadi cinta.

🍀🍀🍀

Tanpa sengaja wajah mereka kini saling bertatapan.

Jantung gue kenapa berdetak begitu cepat, dan wajahnya, wajahnya cantik meski tak di polesi dengan bedak sekalipun. Dalam diam Niko membatin serta memandangi wajah perempuan yang dihadapannya itu, dengan mata yang tak berkedip.

Kenapa jadi Dag..dig dug ya jantung gue, dan cakep juga nih orang. Gumam Anin dalam hati.

Ceklek.. "Ekhem.. udah pandang pandangannya." Intan pun di buat melongo akan kelakuan mereka, karena baru kali ini Intan pun melihat pemandangan yang tak pernah ia lihat.

"I-Intan se-sejak kapan kamu berdiri disitu?" Mereka berdua pun sangat terkejut akan kehadiran Intan yang sudah berada di ambang pintu.

Lantas dengan suara tergagap Anin menjawab ucapan sang sahabat yang main nyelonong masuk.

"Nin, Kakak mau ke kamar mandi dulu ya." mungkin yang berada dalam kepala Niko saat ini adalah rasa malu karena sudah tepergok sedang berada di satu ranjang bersama Anin.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Akan kah mereka berdua mendapat jalan untuk bisa bersama selamanya.

Terpopuler

Comments

mom mimu

mom mimu

harus dong, kasian Niko kalo gak d kasih jalan kak 😅✌🏻

2022-11-12

0

auliasiamatir

auliasiamatir

kuhdiahi mawar untuk cerita keren mu ini kak author

2022-09-24

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . AWAL MULA
3 BAB 3 . ERIKA
4 BAB 4. DEMI UANG
5 BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6 BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7 BAB 7 . NELANGSA
8 BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9 BAB 9 . TERBARING SAKIT
10 BAB 10 . KE KELINIK
11 BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12 BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13 BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14 BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15 BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16 BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17 BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18 BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19 BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20 BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21 BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22 BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23 BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24 BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25 BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26 BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27 BAB 27 . OK DEAL
28 BAB 28. BERTEMU ALEX
29 BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30 BAB 30. RAPUH
31 BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32 BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33 BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34 BAB 34.MEMASAK
35 BAB 35. BERTEMU BU LITA
36 BAB 36. MENEMUI NIKO
37 BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38 BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39 BAB 39. BUTUH SANDARAN
40 BAB 40 .TERLALU LELAH
41 BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42 BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43 BAB 43 . SOMAY
44 BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45 BAB 45. DI JEBAK
46 BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47 BAB 47 . DENDAM ERIKA
48 BAB 48. KEDATANGAN EDI
49 BAB 49. RENCANA NIKO.
50 BAB 50. BERSANDIWARA
51 BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52 BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53 BAB 53. DI FITNAH
54 BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55 BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56 BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57 BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58 BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59 BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60 BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61 BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62 BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63 BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64 BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65 BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66 BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67 BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68 BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69 BAB 69 Masa Lalu Anin.
70 BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71 BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72 BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73 BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74 BAB 74. Hilangnya Anin
75 BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76 BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77 BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78 BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79 BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80 BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81 BAB. 81. Meminta Restu
82 BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83 BAB 83. Sebotol minuman
84 BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85 BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86 BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87 BAB 87. Kembalinya Alex.
88 BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89 BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90 BAB 90. Mangga Muda
91 BAB 91. Kabar Bahagia
92 BAB 92. Kehamilan Anin
93 BAB 93. Kemarahan Anin.
94 BAB 94. Acara Empat Bulanan
95 BAB 95. Kembalinya Erika
96 BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97 BAB 97. Menjemput Bu Indah
98 BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99 BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . AWAL MULA
3
BAB 3 . ERIKA
4
BAB 4. DEMI UANG
5
BAB 5 . EMOSI YANG TAK TERTAHANKAN
6
BAB 6 . MENAHAN LAPAR
7
BAB 7 . NELANGSA
8
BAB 8 . ITU SEMUA BUKAN SALAHKU
9
BAB 9 . TERBARING SAKIT
10
BAB 10 . KE KELINIK
11
BAB 11 . MULAI MENIKMATI
12
BAB 12 . HIDUP ITU KERAS
13
BAB 13 . BERTEMU MUSUH LAMA
14
BAB 14 . MENGENANG MASALALU
15
BAB 15. TENTANG PERASAAN NIKO
16
BAB 16 . TENTANG ISI HATI
17
BAB 17 . MENYATAKAN CINTA
18
BAB 18 . PAGI YANG INDAH
19
BAB 19 . SEMUA ORANG PADA OMES(alias otak mesum)
20
BAB 20 . IKATAN YANG DI PUTUSKAN
21
BAB 21 . YANG HARAM MENJADi HALAL
22
BAB 22 . HARI YANG BAHAGIA
23
BAB 23 . PERDEBATAN ANTARA NIKO DAN ANIN
24
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN
25
BAB 25 . KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
26
BAB 26 . TAWARAN YANG TAK BIASA
27
BAB 27 . OK DEAL
28
BAB 28. BERTEMU ALEX
29
BAB 29 . APA AKU TERLALU HINA
30
BAB 30. RAPUH
31
BAB 31 .DIAM DIAM MENCURI PANDANGAN
32
BAB 32 . PERDEBATAN KECIL ALEX DAN IBUNYA
33
BAB 33 . KEDATANGAN ALEX DI KOS
34
BAB 34.MEMASAK
35
BAB 35. BERTEMU BU LITA
36
BAB 36. MENEMUI NIKO
37
BAB 37 . KEMBALI KE KOTA LAGI
38
BAB 38. JANGAN REMEHKAN
39
BAB 39. BUTUH SANDARAN
40
BAB 40 .TERLALU LELAH
41
BAB 41 . KEMBALINYA ALEX
42
BAB 42, PERSAHABATAN ANIN DAN INTAN
43
BAB 43 . SOMAY
44
BAB 44 . TERLILIT HUTANG
45
BAB 45. DI JEBAK
46
BAB 46 . LOLOS DARI JEBAKAN
47
BAB 47 . DENDAM ERIKA
48
BAB 48. KEDATANGAN EDI
49
BAB 49. RENCANA NIKO.
50
BAB 50. BERSANDIWARA
51
BAB 51 . ACARA DAN SALAH PAHAM
52
BAB 52. Hari bahagia. Akhirnya di lamar
53
BAB 53. DI FITNAH
54
BAB 54. SEBUAH FIRASAT
55
BAB 55. Perubahan Sikap Edi
56
BAB 56. Mimpi buruk Lagi.
57
BAB 57 . Cinta Tulus Niko
58
BAB 58 Pertemuan Antara Alex Dan Intan
59
BAB 59. Kebahagiaan Yang Sirna
60
BAB 60. Menemui Keluarga Anin
61
BAB 61 Semoga Bukan Akhir Dari Segalanya
62
BAB 62 . Kepergian Mu Adalah Lukaku
63
BAB 63. Pelangi Setelah Hujan
64
BAB 64. Menjadi Sasaranmu Dan Perubahanmu Membuat Ku Bingung
65
BAB 65 . Mencoba Tegar Atas Takdir Ini
66
BAB 66. Sepertinya Dokter Fadlan Menaruh Rasa
67
BAB 67. Anin Apakah Aku Tak Layak Mencintaimu
68
BAB 68 . Apa yang Di Tanam Itu lah yang kalian tuai
69
BAB 69 Masa Lalu Anin.
70
BAB 70, Sepertinya Perlu Sedikit Paksaan
71
BAB 71. Alam Sedang Mempermainkannya Lagi
72
BAB 72. Apa Ada Cara Lain
73
BAB 73. Di balik dosa Anindiyah. (21+)
74
BAB 74. Hilangnya Anin
75
BAB 75. Alam, Berpihak lah Kepadaku Sedikit Saja. (21+)
76
BAB 76. Cintamu Terlalu Berharga, Untukku
77
BAB 77. Tentang Perasaan Alex.
78
BAB 78. Obat tidur untuk Anin.
79
BAB 79. Salah Itu Manusiawi.
80
BAB 80. Jangan Mengharap Cinta Dariku.
81
BAB. 81. Meminta Restu
82
BAB 82. Mengingat mu Membuatku Sakit
83
BAB 83. Sebotol minuman
84
BAB 84. Pagi Yang Panas (21+)
85
BAB 85. Pengumuman Calon Istri
86
BAB 86. Tanda Kepemilikan (21+)
87
BAB 87. Kembalinya Alex.
88
BAB 88. Malam Pertama Yang Sunyi
89
BAB 89. Menanti Junior Kecil.
90
BAB 90. Mangga Muda
91
BAB 91. Kabar Bahagia
92
BAB 92. Kehamilan Anin
93
BAB 93. Kemarahan Anin.
94
BAB 94. Acara Empat Bulanan
95
BAB 95. Kembalinya Erika
96
BAB 96. Pertemuan Alex Dan Erika
97
BAB 97. Menjemput Bu Indah
98
BAB 98. Akhir dari perjuangan.
99
BAB 99. Kelahiran sang Bidadari Kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!